"Gendhis !!' pekik Clara dengan menatap tak percaya.
"Hai..Cla," ucap Gendhis dengan senyum canggung.
"Ya Allah Gendhis..!! Kemana saja Lo !!" ucap Clara langsung memeluk tubuh Gendhis erat.
"Aku sempat pindah.Tapi,aku nggak bisa cerita sekarang,nanti kita bisa ketemu lagi. Aku hampir terlambat,aku harus ngantor dulu."ucap Gendhis karena jam kantor nya makin mepet.
"Oke, ini kartu nama ku.Kamu wa saja nomer kamu ke nomer ini. Nanti biar Clara salin di hp aku." ucap Andre memberikan kartu namanya.
"Tapi...
" Nggak papa, nanti aku salin dari ponsel Andre. Sayang sekali kita nggak bisa ngobrol banyak ,nanti kapan-kapan kita janjian ya.." ucap Clara dan memeluk Gendhis lagi dan akhirnya Gendhis pun berpamitan untuk pergi kekantor.
Sementara Andre dan juga Clara pergi ke ruangan praktek mereka masing-masing.Karena memang mereka masih dalam jam kerja.
Di kantor Atarikza Group Gendhis yang baru saja sampai di kantor langsung ke pantry setelah Sisil mengatakan jika bos nya baru saja sampai.
Sebelum masuk ke dalam ruangan Attar, Gendhis menghela nafas panjang.
Tok tok tok
"Masuk." terdengar suara Attar dengan begitu lantang.
"Selamat pagi pak, maaf kopi pagi ini." ucap Gendhis dengan meletakkan secangkir kopi di meja kerja Attar.
"Hemmm.." jawab Attar singkat.
"Saya sekalian bacakan schedule hari ini pak, nanti jam sebelas siang meninjau proyek hotel yang akan kita bangun dan jam empat sore ada undangan dari Mr Huang untuk membicarakan tentang kerja sama kita soal resort yang akan kita bangun di Lombok nanti." jelas Gendhis pada bos nya itu.
"Apa ada yang bisa di bantu lagi pak?" tanya Gendhis.
"Sementara tidak ada.Kamu panggil Niko untuk keruangan saya." ucap Attar tanpa menoleh ke arah Gendhis.
"Baik pak." jawab Gendhis dan langsung beranjak pergi dari ruangan Attar.
Attar menyandarkan tubuhnya di kursi kebesaran dengan memijit pelipisnya yang rasanya begitu sakit dia rasakan.
Setelah memanggil Niko untuk keruangan Attar Gendhis pun kembali duduk di samping Sisil.
Dia mengecek ponselnya dan langsung melihat pesan dari Ratna ibu panti yang mengatakan jika Seina perlu operasi karena sakitnya sudah tidak bisa cuma di berikan obat saja.
Gendhis membuang nafas nya dengan kasar dan mengetuk mengetukkan pulpen yang dia pegang ke keningnya.
Sisil yang melihat nya pun dibuat heran dengan tingkah Gendhis hari ini.
"Dis,kamu kenapa? Kamu sakit? Kalau sakit lebih baik kamu pulang saja.Dari pada semakin parah." ucap Sisil.
"Aku nggak sakit mba, cuma aku bingung." jawab Gendhis dengan wajah bermuram durja nya itu.
"CK ..kirain kamu kenapa , padahal kamu masih single kok banyakan bingung sih.." ledek Sisil.
"Hahh...entahlah mba, kemarin sabtu aku ke panti tempat dulu aku di besarkan. Ternyata panti itu terancam di robohkan .Dulu ada orang baik yang membantu ibu dan abah untuk merawat anak-anak . Bahkan dia meminjamkan tanah buat didirikan panti. Setelah beliau meninggal, sekarang pewarisnya lah yang meminta tanah itu kembali. Dalam seminggu kita harus keluar dari sana.Lalu semalam salah satu anak panti disana drop karena sakit jantung bawaan nya.Dia harus melakukan operasi donor jantung." ungkap Gendhis dengan wajah sedihnya.
"Astaghfirullah, kasihan sekali anak itu, lalu kamu sudah dapat lahan buat panti baru?" tanya Sisil.
Gendhis menggeleng lemah.Wajahnya yang terlihat sedih membuat hati Sisil kasihan.
...----------------...
"Ada apa lo manggil gue, ada masalah lagi? sama bini lo?" tanya Niko mendudukkan tubuhnya di kursi depan Attar.
"Clara terkekeh mengambil spesialis di Korea.Kemungkinan dia akan berangkat waktu dekat ini.Gue nggak tahu bagaimana lagi buat cegah dia supaya nggak pergi. Rasanya gue nggak berarti banget buat dia." ungkap Attar menyugar rambutnya merasa frustasi.
"Baru sadar lo, bukan maksud gue berpikiran buruk tentang Clara, Lo bisa ngerasain selama enam tahun ini selalu saja lo yang harus ngerti dia.Okelah , awal lo nikah sama dia mungkin bisa di ngertiin karena pastikan ada penyesuaian lagi saat kalian jadi suami istri. Kita sama-sama tahu lo dengan kebucinan lo itu, semua yang dia minta lo penuhi. Bahkan dia saat itu ingin kuliah jurusan kedokteran lo dengan senang hati lo biayai. Kurang baik apa lo sama dia." ungkap Niko kembali mengingatkan Attar bagaimana dirinya begitu bucin dengan gadis yang selalu terlihat ceria itu.
"Entahlah..kenapa gue begitu lemah sama dia.Sampai-sampai gue ngancem dia buat nikah lagi tapi, tetap saja dia kekeh buat lanjut ke korea." ungkap Attar.
Brak..
"Njir..bang*at Lo !! Bikin kaget saja Lo nji*g !!' umpat Attar yang benar-benar di buat terkejut.
Saking semangatnya tanpa sadar Niko menggebrak meja kerja Attar sampai Attar melonjak kaget karena ulah Niko.Segala umpatan di keluarkan dari mulut Attar.
Hahahah..
"Sorry bro, saking senengnya gue denger lo mau kawin lagi..hahaha."ucap Niko tertawa senang.
"Mbel gedes emang lo!!" umpat Attar ke Niko dengan bahasa planetnya.
"Lo serius kan mau kawin lagi, kalau mau gue cariin yang baik hati, cantik dan tidak sombong serta penuh kasih sayang dan mau jadi istri kedua Lo.Semangat gue kalau cari bini buat Lo !"
Hahahaha.
Benar-benar Attar tak habis pikir dengan otak Niko yang somplak karena memang sedari awal Attar berhubungan dengan Clara dia tidak begitu menyukai Clara.
Tawa Niko terus terdengar membuat Attar kesal.Terdengar ketukan pintu ruangan dan ternyata Sisil yang masuk.
"Permisi pak, maaf saya mau ngasih laporan ini ke bapak." ucap Sisil memberikan map pada Attar.
Attar pun mengambil alih dokumen itu dengan menggeleng kepalanya melihat Niko yang masih berusaha menghentikan tawanya.
"Pak Niko kenapa bos?" tanya Sisil pada Attar dengan sedikit berbisik.
"Temen lo gil* kali Sil, demen banget ngetawain sahabat sendiri." ujar Attar dengan nada non formalnya pada Sisil.
Yah, Sisil juga adalah salah satu teman Attar dan Niko saat sekolah SMA dulu.
"Emang kenapa sih, bagi-bagi dong ketawanya." ucap Sisil mengikuti arah omongan dia temannya itu.
"Aduh Sil,bos lo mau di tinggal pergi sama bininya ke Korea buat kuliah lagi disana.Segala rayuan maut dia sudah keluarin tapi, nyatanya tidak di gubris sama bininya. Makanya gue saranin dia punya bini baru.Kita siap carikan ,eh dia nggak percaya." ujar Niko menceritakan kenapa dia tertawa.
"Ooohh..kalau gitu ceritanya, kita siap jadi mak comblang bos.." ucap Sisil membuat Niko dan Sisil ber_tos ria.
Tok tok tok
"Masuk" ucap Attar saat mendengar suara pintu di ketuk.
"Maaf pak, tiga puluh menit lagi anda ada schedule buat meninjau proyek di jam sebelas nanti." ucap Gendhis dengan sopan.
"Hemm.." jawab singkat Attar dengan memicingkan matanya melihat kedua sahabat nya itu seperti memikirkan sesuatu.
"Apa yang kalian pikirkan,jangan aneh-aneh. Otak kalian selalu menyesatkan." ucap Attar menatap curiga kedua orang kepercayaan nya itu.
"Kalau gue nggak sesat gue nggak bakal melendung gini ..hihihi.."jawab Sisil dengan terkekeh geli mengingat kemes*man suaminya yang sepadan dengan dua orang sahabatnya yang ada di hadapannya saat ini.
To be continued...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
neng ade
ayo Sil Niko siap2 comblangin Attar sm Gendis tuh 😁
2024-11-03
0
Lanjar Lestari
betul Sil kl g gila g bakalan memdung perut mu🤣🤣🤣🤣
2024-10-18
0
🍒⃞⃟🦅🟡Rivana84
iya jg ya sil/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
2024-10-01
1