Jadi Istri Kedua (Revisi)

"Ma_maaf pak, ah..iya minum dulu pak. Ini obatnya.Setelah itu bapak bisa istirahat lagi. Sa_saya akan membawa mangkok kotor ini ke pantry."ucap Gendhis dengan terbata.

Saat Gendhis akan melangkah keluar tiba-tiba suara Attar membuat dirinya menghentikan langkahnya.

"Dis, tolong bantu saya dulu !" ucap Attar membuat Gendhis kontan menghentikan langkahnya dan menoleh balik ke arah Attar.

Gendhis pun langsung menghampiri Attar dan membantu Attar minum obat dan setelah itu Gendhis yang baru saja akan kembali melangkah namun tiba-tiba ponselnya berdering.

"Assalamualaikum bah, ada apa Abah telpon Gendhis? Apa terjadi sesuatu?" tanya Gendhis dengan perasaan cemas.

"Wa'alaikum salam nak, maaf nak..kata Bu Min orang suruhan anak pak Jimmy datang dan memajukan waktu untuk kita mengosongkan panti nak, niat abah ingin menyewa satu rumah dulu selama sebulan. Setelah itu Abah akan bicara dengan saudara Abah untuk menggunakan tanah warisan Abah agar anak-anak di tempatkan disana."ujar sang Abah

"ya Allah Abah, tapi bagaimana dengan Shena. Dia butuh perawatan di Jakarta. Kalau di Bogor juga Abah jauh bolak balik ke sini."ujar Gendhis merasa bingung.

"Begini bah, nanti pulang kerja kita bicarakan lagi ya, Gendhis kerja dulu. Oke bah, Assalamualaikum."ucap Gendhis memutuskan panggilan itu.

"Wa'alaikum salam."jawab si abah dari sebrang.

Attar yang ada di dalam kamar yang sama tentu saja mendengar percakapan antara Gendhis dan sang Abah. Walaupun dalam keadaan sakit namun Attar merasa kepo dengan urusan sekretaris barunya itu.

"kamu kenapa Dis, apa ada masalah? Ceritakan lah."ucap nya dengan terdengar tegas.

Gendhis yang sempat termenung pun menatap ke arah Attar dengan pandangan sendu.

"Saya punya masalah besar pak, tanah tempat panti asuhan yang selama ini merawat saya dari kecil akan segera di ambil alih oleh ahli waris. Karena kata Abah tidak ada surat yang menyatakan kalau tanah itu akan di wakafkan. Lalu salah satu anak panti disana harus melakukan operasi pencangkokan jantung. Biayanya sangat mahal. Kami sedang bingung soal tempat tinggal anak-anak panti dan juga biaya operasi anak itu." ungkap Gendhis dengan wajah sendu.

Attar menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya dengan perlahan. Sakit kepalanya pun sudah mulai membaik, panas tubuhnya pun sudah tidak terasa lagi.

Attar mencoba untuk menegakkan tubuhnya untuk duduk.

"Pak, anda sedang sakit, Istirahat lah."ucap Gendhis menahan lengan Attar mencoba mencegah Attar untuk duduk.

Attar melihat tangan Gendhis yang ada di lengannya lalu dia pun menatap kedua mata Gendhis yang bersitatap dengannya. Attar baru sadar jika mata Gendhis begitu indah terlihat dalam.

"Aah..maaf pak, saya cuma khawatir karena bapak tadi terlihat lemas."ucap Gendhis menyingkirkan tangannya dari lengan Attar.

"Dis.." panggil Attar dengan suara bariton nya.

"Ya,ada apa pak?" tanya Gendhis dengan menatap mata Attar.

"Kalau saya membantumu, apa kamu bersedia untuk memenuhi syarat yang saya ajukan?" tanya Attar dengan ragu.

Gendhis mengernyitkan dahinya. "Apa maksud dari ucapan bapak?" tanya Gendhis.

"Emm..kapan batas waktu orang itu menyuruh kamu untuk mengosongkan tempat itu, lalu dengan biaya operasi anak yang kamu bilang sakit itu, kamu di sudah punya biayanya?"

Gendhis hanya menggelengkan kepalanya. "Lusa batas waktu kami buat mengosongkan panti itu. Kalau tidak mereka akan merobohkan paksa bangunan itu." terang Gendhis dengan menundukkan kepalanya.

Mendengar kebenaran itu pun Attar berpikir sejenak. "Apa aku harus mengambil langkah sejauh ini. Apa tanggapan Gendhis nanti kalau aku mengatakan maksudku."ucap Attar dalam hati.

"Dis, boleh saya bicara serius sama kamu?" tanya Attar mencoba untuk bicara pelan-pelan pada Gendhis.

"Iya pak, apa yang mau bapak bicarakan dengan saya?" tanya Gendhis yang kini menaikkan kepalanya dan menatap Attar sekilas.

"Apa rencana kamu buat menyelesaikan masalah kamu ini, uang yang kamu butuhkan pun tidak sedikit."ujar Attar ingin tahu apa rencana gadis itu.

Gendhis menghela nafas panjang dan membuangnya dengan kasar.

"Sebenarnya saya ingin meminjam uang perusahaan pak, tapi..saya sadar kalau saya baru bekerja di sini belum lama jadi ,saya ragu untuk mengajukan pinjaman itu."terang Gendhis.

Attar yang mendengar penjelasan itu pun paham dengan menjadi kebingungan Gendhis.

"Sebenarnya saya punya jalan keluar yang di bilang mudah ya mudah kalau di bilang sulit juga sulit. Apa kamu mau mendengarkan apa usulan saya tentang masalah mu itu ?" tanya Attar pada Gendhis.

"Boleh pak, apa yang bisa saya lakukan untuk mendapatkan uang sebanyak itu dan bisa memberikan tempat untuk anak-anak panti yang lebih nyaman dari tempat saat ini?" tanya Gendhis menatap ke arah Attar penuh pengharapan.

Attar menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskan nya dengan perlahan.

"Jalan keluar nya adalah dengan menjadi istri saya." ucap Attar dengan sangat hati-hati.

Duarrrr...

"A_apa!!"

Gendhis benar-benar terkejut dengan ucapan Attar barusan. Bahkan untuk mencerna ucapan laki-laki yang kini duduk bersandar belum bisa.

"Saya akan ulangi sekali saja ucapan saya tadi. Saya ingin kamu jadi istri saya. Saya akan membantu segala kesusahan kamu saat ini. Pikirkan lah, saya ingin jawabannya besok sore.Kamu boleh keluar dari sini, pikirkan semua dengan baik-baik. Semua yang kamu putuskan penentu untuk masalah kamu."

Setelah mengatakan hal itu, Attar pun berbaring kembali di tempat tidur nya dan memejamkan matanya untuk sedikit menyembuhkan rasa pusingnya.

Gendhis pun melihat bosnya tertidur, dia pun langsung keluar dari kamar itu dan kembali ke mejanya.Rasanya seperti mimpi dengan apa yang terjadi barusan.

" Apa dia nggak mikirin istrinya, dia kan punya istri. Kenapa harus aku yang dia pilih jadi istri keduanya?" gumam Gendhis menatap kosong ke arah laptopnya.

Sisil dan Niko yang baru datang selesai meeting merasa heran dengan menemukan Gendhis yang sedang asyik melamun.

"Kenapa dia?" tanya Niko pada Sisil

"Entah, Lo nanya gue terus gue tanya ke siapa? Lo tahu sendiri dari tadi gue sama Lo Nik, apa mungkin masalah panti milik nya yang mau di gusur yaa.." ucap Sisil dan berjalan menghampiri Gendhis.

"Heiii..Dis,melamun mulu? Ada apa, cerita dong sama kita."

Sapaan dari Niko sontak membuat Gendhis tersadar dari lamunannya.

Dia pun tersenyum canggung pada asisten bos nya itu.

"Eh pak Niko, hehehe...nggak papa kok, cuma ada sedikit pikiran aja."

Gendhis benar-benar tidak tahu harus bagaimana sekarang. Rasanya dia begitu bingung dengan situasi saat ini.

"Yakin kamu nggak papa, soalnya mba lihat kamu kayak lagi banyak pikiran loh, kalau mau cerita sedikit biar kamu lebih plong. Kamu bisa cerita ke kita nggak papa loh, dari pada di pendem sendiri " ujar Sisil membuat Gendhis menoleh ke arah Sisil.

"Sebenarnya ada sih mba, tapi..ini nggak papa kalau aku bilang ke mba Sisil sama pak Niko? Tapi jangan salah sangka kalau apa yang aku ceritakan itu sedikit sensitive . Mba Sisil sama pak Niko tahu kan kalau pak Attar sudah punya istri?"

Pertanyaan Gendhis sontak membuat kedua orang yang ada di hadapannya itu pun saling pandang.

"Semua karyawan disini juga tahu Dis, kenapa memangnya?" tanya Niko gemas dengan pertanyaan nggak bermutu Gendhis.

"Terus kenapa pak Attar berani meminta saya jadi istri keduanya? Apa yang sebenarnya terjadi pada pernikahan beliau? Bukannya baik-baik saja?"

Pertanyaan Gendhis kali ini membuat keduanya mencerna perlahan dan seketika keduanya melebarkan matanya.

"Serius dia minta kamu jadi istrinya?"

Tanya keduanya dengan bersamaan.

Gendhis mengangguk mengiyakan perkataannya barusan. Tanpa disangka kedua orang yang menurut Gendhis unik itu malah berselebrasi dan sampai joget-joget kayak ulet keket mengekspresikan perasaan mereka.

Bersambung

Terpopuler

Comments

neng ade

neng ade

wah .. Sisil dan Niko yg senang banget sampe joget2 tuh ..

2024-11-03

0

Lanjar Lestari

Lanjar Lestari

blm apa" sdh jatu ke pelukan apa td yg tegang Tar jantungmu dag dig dug sdh Dis terima aja ajakan Bos Attar nikah g bakalan menyesal km bahkan akan di jdkan ratu km Dis

2024-10-19

0

Ika Surya Ningsih

Ika Surya Ningsih

😁😁😁

2024-08-27

0

lihat semua
Episodes
1 1.Awal Mula ( Revisi)
2 2.Pertemuan Pertama ( Revisi )
3 Haruskah Menikah Lagi? ( Revisi )
4 Clara dan Andre ( Revisi )
5 Masalah Panti ( Revisi )
6 Bertemu Masalalu ( Revisi )
7 Dukungan Niko dan Sisil ( Revisi)
8 Clara Cemburu ( Revisi )
9 Attar Sakit (Revisi )
10 Jadi Istri Kedua (Revisi)
11 Alasan Menikah Lagi ( Revisi )
12 Menerima Lamaran ( Revisi)
13 Perang Dingin ( Revisi )
14 Minta Ijin Poligami (Revisj )
15 Kesal ( Revisi )
16 Merenggang ( Revisi )
17 Suka Yang Cerewet. ( Revisi)
18 Penolakan Clara ( Revisi )
19 Dari Perut Turun Kehati?? ( Revisi )
20 Sarapan Bersama ( Revisi )
21 Pendekatan ( Revisi )
22 Mengunjungi Calon Mertua
23 Harus Menikah Lagi??
24 Surat Ijin Berpoligami.
25 Pernikahan
26 SAH
27 Kepergok Luna
28 Mencari Kebahagiaan Masing-masing.
29 Sebuah Takdir.
30 Jiwa Murni
31 Hal Yang Berbeda.
32 Cemburu??
33 Menghindar
34 Jatuh Cinta ???
35 Memiliki Kamu Sesuai Porsinya.
36 Rencana Pindah Rumah.
37 Mulai Cinta??
38 Mulai Cemburu
39 Hamil??
40 Positif
41 Hamil.
42 Simalakama
43 Sebuah Rahasia
44 Luka Hati
45 Merasa Bersalah
46 Clara Mulai Menyesal
47 Melahirkan
48 Kejar Setoran
49 Melepas Rindu
50 Talak
51 Bertemu??
52 Clara Datang
53 Terungkap
54 Orang Asing
55 Merenggang
56 Bertemu Bram
57 Kesepian Attar
58 Menyusul Ke Panti
59 Terjadi Lagi
60 Penyesalan Clara
61 Kebahagiaan
62 Semua Berakhir Bahagia.
Episodes

Updated 62 Episodes

1
1.Awal Mula ( Revisi)
2
2.Pertemuan Pertama ( Revisi )
3
Haruskah Menikah Lagi? ( Revisi )
4
Clara dan Andre ( Revisi )
5
Masalah Panti ( Revisi )
6
Bertemu Masalalu ( Revisi )
7
Dukungan Niko dan Sisil ( Revisi)
8
Clara Cemburu ( Revisi )
9
Attar Sakit (Revisi )
10
Jadi Istri Kedua (Revisi)
11
Alasan Menikah Lagi ( Revisi )
12
Menerima Lamaran ( Revisi)
13
Perang Dingin ( Revisi )
14
Minta Ijin Poligami (Revisj )
15
Kesal ( Revisi )
16
Merenggang ( Revisi )
17
Suka Yang Cerewet. ( Revisi)
18
Penolakan Clara ( Revisi )
19
Dari Perut Turun Kehati?? ( Revisi )
20
Sarapan Bersama ( Revisi )
21
Pendekatan ( Revisi )
22
Mengunjungi Calon Mertua
23
Harus Menikah Lagi??
24
Surat Ijin Berpoligami.
25
Pernikahan
26
SAH
27
Kepergok Luna
28
Mencari Kebahagiaan Masing-masing.
29
Sebuah Takdir.
30
Jiwa Murni
31
Hal Yang Berbeda.
32
Cemburu??
33
Menghindar
34
Jatuh Cinta ???
35
Memiliki Kamu Sesuai Porsinya.
36
Rencana Pindah Rumah.
37
Mulai Cinta??
38
Mulai Cemburu
39
Hamil??
40
Positif
41
Hamil.
42
Simalakama
43
Sebuah Rahasia
44
Luka Hati
45
Merasa Bersalah
46
Clara Mulai Menyesal
47
Melahirkan
48
Kejar Setoran
49
Melepas Rindu
50
Talak
51
Bertemu??
52
Clara Datang
53
Terungkap
54
Orang Asing
55
Merenggang
56
Bertemu Bram
57
Kesepian Attar
58
Menyusul Ke Panti
59
Terjadi Lagi
60
Penyesalan Clara
61
Kebahagiaan
62
Semua Berakhir Bahagia.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!