Attar baru saja sampai di rumah nya. Di dalam mobil dia bisa melihat jika mobil Clara sudah kembali. Yah, hari ini Attar mengantar Gendhis sampai ke apartemen nya. Huasian dan juga Ratna meminta Gendhis untuk istirahat di apartemen. Sementara Attar meminta perawat khusus untuk Shena untuk membantu bu Ratna dan juga Husain.
"Tumben baru pulang kamu, biasanya kalau lembur pun nggak sampai jam segini?"tanya Clara saat Attar masuk ke dalam kamarnya.
Attar menatap sekilas ke arah Clara. Tanpa mau berdebat, Attar pun langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Dor dor dor
Clara yang mendapat perlakuan seperti itu pun membuat dirinya kesal. Lalu dia dengan keras menggedor pintu kamar mandi.
"Attar, aku sedang bicara sama kamu !!" teriaknya.
Attar yang ada di dalam kamar mandi pun hanya bisa menulikan pendengaran nya. Dia terlalu lelah dengan pekerjaan dan juga bertambah urusan Gendhis, Shena dan sekarang kelakuan Clara yang tak habis-habisnya membuat Attar menarik nafas dalam-dalam mencoba meredam emosi nya.
Tak butuh waktu lama, Attar keluar dari kamar mandi. Terlihat Clara sedang berdiri di dekat pintu kamar mandi dengan melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Aku nggak mau ribut Cla, aku capek ingin istirahat. Kalau kamu mau ribut.. please lain waktu saja."ucap Attar dengan melangkah ke arah lemari pakaian nya.
"Aku juga nggak mau ribut, tapi sikap kamu ini buat aku curiga."
Mendengar ucapan Clara sontak membuat Attar membalikkan tubuhnya dan menatap tajam ke arah Clara.
Clara yang tak biasa melihat ekspresi marah Attar pun langsung di buat ketar-ketir.
"Maksud kamu apa, curiga apa kamu sama aku? Bahkan aku akan lebih curiga sama kamu yang belakangan ini berubah. Cla, aku baru saja sekali pulang telat. Ponselku juga abis batre jadi nggak bisa hubungi kamu."ujar Attar dengan suara yang terdengar meninggi.
"Sekarang aku tanya sama kamu, sebagai istri apa pantas memperlakukan suaminya layaknya pecundang? Kamu tahu, rasanya aku seperti itu. Apa-apa kamu yang selalu mengambil keputusan. Apa kamu peduli sama perasaan aku saat aku larang kamu pergi ke korea, nyatanya malah kamu dengan entengnya itu adalah cita-cita mu. Apa aku boleh bilang sama kamu kalau aku juga punya cita-cita, aku hanya ingin punya istri yang baik, yang nurut apa kata suami, istri yang siap membantu apa yang menjadi keresahan suami. Aku ingin punya rumah yang nyaman buat aku Cla, bukan rumah seperti sekarang ini kita bangun...kamu bahkan lama kelamaan membuat aku tidak nyaman, apa kamu peduli hal itu ? Nggak kan!!"
Clara kehilangan kata-kata dengan apa yang di ungkapkan suaminya itu. Dia sadar jika dia sudah hilang kendali saat bertemu lagi dengan Andre.
Attar tak lagi menghiraukan Clara. Bahkan dia sudah naik ke atas tempat tidur nya dengan posisi membelakangi Clara.
Clara yang melihat tingkah Attar pun mengernyitkan dahinya. Seumur-umur hidup berumah tangga dengan Attar selama enam tahun tak pernah sekalipun Attar bersikap acuh seperti saat ini.
Clara hanya bisa mengembuskan napas kasarnya. Saat dalam keadaan kesal dengan sikap Attar, tiba-tiba ponsel miliknya bergetar.
Clara melihat ada sebuah pesan yang ternyata dari Andre.
"Cla, kemungkinan aku balik ke Korea di percepat. Ternyata pasien ku Shena salah satu anak panti tempat Gendhis sudah di rujuk ke Singapura. Kata dokter Nuri pihak keluarga nya sudah memutuskan untuk membawa Shena Singapura segera."ucap Andre dalam sebuah pesan yang baru saja di kirimkan ke ponsel milik Clara.
"Gendhis membawa Shena ke Singapura. Kok bisa?" balas Clara.
"Ya bisa lah, kalau dia punya uang untuk membiayai pengobatan dan perawatan Shena, kenapa tidak?"
balas Andre.
Dalam hati Clara heran dengan pencapaian Gendhis. Wajah yang terlihat cantik dan juga terlihat modis walaupun pakai hijab. Modis bukan berarti banyak perhiasan dan memakai pakaian bermerk. Gendhis terlihat luwes dalam setiap memakai barang yang menempel pada tubuhnya.
Walaupun baru dua kali bertegur sapa dengan Gendhis tapi, tanpa sepengetahuan Gendhis kadang Clara melihat Gendhis yang suka ke rumah sakit untuk menggantikan Bu Ratna atau pak Husain untuk menjaga Shena. Clara bisa melihat Gendhis yang sekarang terlihat fashionable.
"Sudah banyak duit dia, bisa bawa Shena berobat ke Singapura. Aku jadi penasaran apa kerjaan dia."balas Clara.
"Ngapain kamu ngurusin Clara, lebih baik kamu fokus apa yang jadi impian mu. Kamu mau bareng sama aku ke Korea atau nggak?"
"Aku akan ikut kamu saja. Walaupun lumayan lama buat nunggu waktu kuliah ,kan bisa buat jalan-jalan disana sama kamu."balas Clara senyum-senyum saat membalas pesan Andre.
Padahal sebelumnya dia sedang kesal dengan sikap suaminya yang tiba-tiba cuek padanya.
Namun sekarang sepertinya dia sudah lupa dengan suaminya yang ada di samping nya.
...****************...
Di apartemen milik Gendhis, gadis itu termenung mengingat perkataan Attar tadi saat mengantar nya pulang.
"Kita akan menikah secepatnya. Tapi,aku minta maaf kalau pernikahan kita akan aku adakan dengan cara private. Kamu nggak papa kan?"
Pertanyaan itu membuat Gendhis berpikir sejenak.
"Ya, saya nggak masalah pak. Tapi, apa saya boleh minta kalau orang tua bapak tahu akan pernikahan kedua bapak? Karena bagaimanapun saya ingin mereka merestui pernikahan kedua bapak juga. "ujar Gendhis.
Hal itu membuat Attar menatap ke arah Gendhis sejenak yang saat itu ada di samping Attar yang sedang mengemudi.
"Saya usahakan. Kamu mau mahar apa?"
"Apapun semampu bapak. Saya tidak mau jika memberatkan bapak. Lagi pula sudah banyak yang bapak lakukan untuk saya dan anak-anak panti."
Reaksi Attar saat itu hanya bisa senyum dan terlihat seperti berpikir sesuatu.
"Apa benar yang aku lakukan ya Allah. Aku melakukan ini karena aku menolong pak Attar. Walaupun nantinya aku harus mundur, setidaknya aku sudah melihatnya bahagia."gumam Gendhis berharap laki-laki yang sudah bersikap baik padanya itu, bisa merasakan kebahagiaan. Entah itu punya anak dari nya atau istrinya akan menerima anak yang dia lahirkan dengan syarat dia meninggalkan Attar.
Semoga dia tak terjebak dalam sebuah cinta semu nantinya. Dia pun tak mau berharap banyak dengan hubungannya dengan Attar nanti. Walaupun awalnya dia harus menekan Attar untuk meyakinkan dirinya jika mengambil jalan poligami.
Pagi hari Attar bangun dari tidurnya. Dia melihat istrinya masih terlelap dalam tidurnya.
Attar buru-buru ke kamar mandi dan mempersiapkan diri untuk pergi kekantor. Sebelum ke kantor dia ingin mengunjungi kedua orang tuanya.
Tak butuh waktu lama, Attar sudah siap untuk berangkat. Terlihat Clara yang sedang kalang kabut karena kesiangan.
"Kamu sudah rapi, kenapa nggak bangunin aku sih, aku jadi kesiangan kan?"
"Dari pada ngomel-ngomel, lebih baik kamu masuk kamar mandi biar nggak telat."ucap Attar membuat Clara tersadar jika dirinya sudah kesiangan.
Tanpa banyak omong Clara masuk kamar dan Attar pun langsung meninggalkan kamar nya. Dia pun berpamitan pada pembantu di rumah berangkat ke kantor.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
neng ade
heran aja klo Attar sampe ga tau jika Clara selingkuh sm Andre yg sama2 dokter
2024-11-03
0
Lanjar Lestari
dasar km Clara lupa apa km jd Dokter jg berkat di biayai oleh Attar g bs hargai suami br pulang bukan di senengin malah di ajak berantem lama" cr yg lain
2024-10-19
0
🍒⃞⃟🦅Rivana84
gmn rasanya Clara klo kita ngomong gak di gubris sama sekali heh
2024-10-01
1