"Semuanya saya sudah jelaskan tentang apa yang melatarbelakangi saya menikah lagi. Saya tidak ingin mempermainkan sebuah pernikahan. Dis, saya butuh orang yang mengerti saya dan juga keluarga saya. Saya nggak mau egois, saya cuma ingin mempunyai pasangan yang saling memahami, saling berbagi suka dan duka. Komunikasi yang baik, sementara saya dengan istri saya sudah jarang berkomunikasi."keluh Attar dengan menyugar rambutnya.
"Bagaimana dengan keluarga bapak? Apa mereka akan menerima keputusan bapak, apa istri dan keluarga istri bapak juga akan paham akan keputusan bapak ini?"
Attar tersenyum miring mendengar perkataan sekretaris nya itu.Dia beranjak dari tempat duduknya dan menerawang jauh ke masalalu. Dia memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya.
" Keluarga istri saya tidak pernah mempedulikan apa yang terjadi di rumah tangga kami. Mereka hanya tahu kalau uang bulanan mereka lancar Dis, miris bukan?" ucap Attar dengan terkekeh menertawakan nasibnya sendiri.
"Saya nggak bisa menilai orang yang saya tidak kenal pak, kalau pun kita menikah,apa bapak bisa menerima saya apa adanya? Saya seorang yatim piatu,saya tidak cantik, saya perempuan yang tidak sempurna. Kalau seandainya ada cacat di tubuh saya, apa bapak dan keluarga bapak akan terima saya? Apa nantinya jika suatu saat saya bisa memberikan keturunan, bapak bisa menjamin tidak membuang saya, walaupun bagaimana kita menikah dengan tanpa cinta. Apakah istri bapak nantinya akan menerima saya menjadi madunya?"
Pertanyaan Gendhis membuat Attar tersenyum tipis. "Saya juga orang yang banyak kekurangan Dis, maka dari itu saya ingin mendapatkan istri yang menyeimbangkan saya. Kalaupun nantinya pernikahan ini membuat hati kamu terluka dan kamu punya kebahagiaan di luar sana, saya tidak akan mencegah kamu meraih kebahagiaan itu. "ungkap Attar.
"Apa itu artinya bapak sudah mempersiapkan diri untuk menceraikan saya? Jadi untuk apa kita menikah jika akhirnya kita akan bercerai?"
Ucapan Gendhis sontak membuat Attar gamang "Sebaiknya bapak berpikir kembali untuk menikah lagi.Saya memang orang tak punya tapi, saya masih punya harga diri pak. Biarkan nanti Allah memberi pertolongan dengan cara lain pada saya. Yang jelas, saya tidak ingin mempermainkan pernikahan . Saya tidak ingin orang tua saya yang sudah tiada dan Abah serta ibu angkat saya kecewa dengan pengorbanan saya."ungkap Gendhis membuat Attar menatap dalam mata gadis yang kini sedang menatapnya juga.
Deg Deg Deg..
Debaran jantung yang tidak karuan bahkan saat ini Attar rasakan. Benar-benar dia tak mengerti apa yang sedang dia rasakan saat ini.
...****************...
Cukup lama mereka bicara. Setelah mendengar penjelasan Attar Gendhis mendapatkan telpon jika Shena saat ini butuh penanganan yang lebih baik. Bahkan ibu Ratna pun mengatakan jika dokter menyatakan untuk keluarga mengikhlaskan bocah cantik itu.
Sekarang Gendhis di antar oleh Attar ke Rumah Sakit dimana Shena di rawat. Awalnya Attar terkejut saat tahu jika Shena di rawat di Rumah Sakit dimana Clara bertugas. Namun kebetulan sekali Clara sedang seminar di luar.
"Dokter bagaimana keadaan Shena?" tanya Gendhis menatap dokter jantung yang tak lain rekan Andre.
"Keadaannya cukup mengkhawatirkan.Sebenarnya dia membutuhkan transplantasi jantung secepatnya. Tapi menurut dokter Andre belum ada yang cocok dengan pasien."ungkap Dokter bernama Nuri.
"Lalu apa yang harus kami lakukan sekarang untuk menyelamatkan pasien?'
Pertanyaan itu meluncur dari bibir Attar dan membuat Gendhis serta Ratna dan pak Husain menoleh ke arah Attar.
Dokter pun menjelaskan bagaimana prosedur yang harus di lakukan untuk mendapatkan transplantasi jantung. Apalagi Shena masih kecil dan beresiko tinggi jika pasien tidak bertahan. Setelah mengatakan hal itu Attar menatap Gendhis yang terlihat sedih dan putus asa.
"Dis, apa saya bisa bantu Shena untuk mendapatkan donor jantung?"
Pertanyaan itu membuat Gendhis terkejut. Ratna dan Husain saling pandang. Ada hubungan apa Gendhis dengan pria yang ada di depannya saat ini.Dia terlihat peduli dengan Gendhis.
"Tapi..
"Kita pikirkan nyawa Shena Dis, saya tidak tega melihat anak sekecil itu menderita. Boleh kah saya bantu kamu?"
Gendhis menoleh ke arah Ratna dan Husain. Mereka mengangguk mengiyakan ucapan Attar. Lalu Gendhis pun langsung mengangguk setuju. Melihat anggukan dari Gendhis, Attar pun langsung menghubungi seseorang. Lumayan lama dan seperti nya dia bukan menghubungi satu orang saja.
"Dis, ibu, Abah ..saya punya satu solusi. Shena harus di bawa ke Singapura. Semua itu demi pemeriksaan yang optimal dan juga Shena disana bisa lebih banyak peluang untuk sembuh."ungkap Attar pada ketiga orang yang saat ini pun sedang kebingungan bagaimana Shena akan ke Singapura sedangkan untuk biaya rumah sakit dan biaya panti masih harus merogoh tabungan Gendhis selama ini.
Abah Husain menatap sendu putri angkatnya itu. Lalu dia memegang kedua bahu Gendhis.
"Nak, kami nggak mau merepotkan kamu lagi. Sejak kamu datang, bahkan kami menggantungkan hidup kami padamu."ucap Abah Husain dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Abah, tapi Shena...
Husain dengan gelengan kepala membuat Gendhis frustasi. Bahkan dia tak bisa lagi berfikir jernih.
"Untuk urusan Shena biar saya yang menanggung. Semua biaya dari perawatan di Rumah Sakit sini dan sampai Singapura, operasi, dan juga waktu recovery saya yang menanggung."ungkap Attar.
Hal itu membuat Gendhis serta Ratna juga Husain terkejut.
"Pak ..
"Dis, kamu jangan pikirkan apapun sekarang. Kita harus cepat menangani Shena. Abah dan Ibu bisa ikut menjaga Shena. Nanti ada orang saya yang membantu kalian disana."ungkap Attar.
"Kalau kami ke sana, bagaimana dengan panti nak, disana juga sedang ada masalah yang harus kami hadapi."ungkap Hasan.
"Untuk itu, biar Gendhis yang handle bah, Bu..kalian jangan khawatir." ucap Gendhis dengan yakin mengatakan hal itu.
"Tapi..
"Jangan khawatir Bu, Abah, saya juga akan berusaha membantu Gendhis mengenai urusan panti."potong Attar membuat Gendhis semakin tak enak hati dengan Attar.
Sebenarnya Attar berbuat seperti itu karena terdorong dari hati nuraninya. Bukan semata-mata untuk membuat Gendhis berhutang budi padanya. Dia saat melihat Shena untuk pertama kalinya, dia merasa jatuh hati pada anak kecil itu. Lalu soal panti pastinya tak hanya satu dua orang yang Gendhis akan urus karena itu dia berkata ingin membantu Gendhis mengenai urusan panti.
"Pak, saya nggak bisa berkata apa-apa lagi. Saya, saya akan menerima niatan bapak untuk menerima bapak."ucap Gendhis dengan menundukkan kepalanya.
Mendengar ucapan Gendhis sontak membuat Husain dan Ratna bingung dengan apa yang di katakan Gendhis. Sementara Attar yang mendengar keputusan Gendhis tak kalah terkejutnya.
"Tapi Dis, saya bukan bermaksud..
"Sebentar, sebentar, apa ini maksudnya Dis, apa yang kalian bicarakan?" tanya Bu Ratna memotong omongan Attar
"Begini bu, sebelum saya dan Gendhis kesini..saya sudah melamar Gendhis untuk jadi istri saya. Tapi, Gendhis masih banyak pertimbangan. Apalagi sekarang dia sedang memikirkan Shena dan juga panti. Tapi, kalian bisa dengar kalau jawaban Gendhis itu sudah bersedia untuk menikah dengan saya. Jadi, bagaimana dengan Abah dan Ibu,apa setuju?"
Ucapan Attar lagi-lagi membuat Ratna dan Hasan terkejut. Tapi mereka berpikir jika Gendhis sudah layak berumah tangga. Bahkan seumurannya sudah memiliki anak.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
neng ade
Alhamdulillah Gendhis udah ambil keputusan utk menerima lamaran Attar.. semoga kedua orang tua angkat mu itu merestui
2024-11-03
0
Lanjar Lestari
ahkirnya km terima jg Dis lamaran Bis Attar pas di depan Abah dan ibu angkatmu suatu saat pasti akan terbongkar perselingkuhan Andre dan Clara
2024-10-19
0
Ayesha Almira
smga perselingkuhan Clara tebongkar berkedok seminar g taunya selingkuh..
2024-07-08
2