Pagi ini yang cerah di lewati Gendhis dengan rasa semangat. Hari ini dia akan datang ke sebuah perusahaan besar yang kemarin mengabarkan jika dirinya di terima bekerja disana.
Dia mendapatkan informasi jika CV nya di approve oleh perusahaan tersebut. Maka dari itu dirinya ada di sini,di Atarikza Group.
Tepat jam delapan pagi Gendhis sampai di depan gedung tinggi milik Atarikza Group. Sia masuk ke dalam lobby perusahaan itu.
"Gendhis !" panggil seseorang.
Gendhis yang merasa ada yang memanggil namanya pun menoleh ke sumber suara.
"Luna , akhirnya aku ketemu kamu !" ucap Gendhis senang.
Luna dan Gendhis pun berpelukan dengan erat. " Kamu sudah siap kan?" tanya Luna menelisik penampilan Gendhis hari ini.
"Kenapa kamu lihat aku gitu, ada yang salah sama baju aku?" tanya Gendhis bingung dengan tatapan sahabatnya itu.
"Nggak papa, hanya aku lihat penampilan kamu makin hari makin buat kamu cantik. "ujar Luna menelisik penampilan sahabatnya itu sungguh berbeda.
Yah, Luna yang notabene nya teman kuliah Gendhis tentu tahu jika gadis itu sudah berpakaian tertutup dan itu menambah pesona Gendhis.
"Ayo Dis,kita ke ruangan HRD. Nanti dari sana kamu aku antar menemui bos." ucap Luna membawa sahabatnya untuk ke ruangannya.
Di ruangan tersebut Luna melakukan proses menandatangani kontrak kerja yang tertulis kontrak awal satu tahun.
Setelah selesai dengan dokumen dan kontrak kerja yang di maksud, Luna membawa Gendhis ke lantai 20 untuk bertemu bos mereka.
"Pagi mba Sisil !" sapa Luna pada wanita yang duduk di meja depan sebuah ruangan .Keadaan wanita itu pun terlihat dalam keadaan hamil besar.
"Haii..Lun..." jawab perempuan bernama Sisil dengan ramah.
"Bos ada mba?" tanya Luna pada Sisil.
"Ada ,apa ini calon sekretaris pak bos yang akan gantiin aku Lun?" tanya Sisil dengan menatap Gendhis.
"Eh iya mba,kenalin ini mbak Sisil Dis,dan mba Sisil..ini Gendhis sekretaris yang akan menggantikan mba Sisil." ucap Luna mengenalkan mereka satu sama lain.
"Sisil."
"Gendhis mba.."
Kedua perempuan itu pun saling berkenalan setelah itu, Gendhis diajak menemui bos mereka di ruangannya.
Tok tok tok
"Masuk." sebuah suara bariton memerintahkan untuk masuk.
Luna pun membuka pintu tersebut dengan perlahan.Sementara Gendhis pun mengekor di belakang Luna.
"Pagi pak Attar pak Niko." ucap Luna menyapa dua orang yang ada di ruangan itu yang terlihat sedang sangat serius membahas sesuatu.
"Pagi Lun, ada apa ?" tanya Niko menatap Luna dan juga perempuan yang ada di samping Luna.
"Maaf pak Niko, saya sudah membawa karyawan baru yang akan menjadi sekretaris pak Attar untuk menggantikan mba Sisil."jawab Luna memberitahukan keperluan nya ke ruangan sang bos.
Terlihat Niko mengangguk dan paham akan maksud Luna.
"Ini data dan juga surat kontrak nya yang sudah dia tanda tangani dan saya minta persetujuan pak Attar sekarang." ucap Luna dengan menyodorkan dia dokumen ke arah meja di depannya.
Terlihat laki-laki yang bersandar di kursi kebesarannya melirik tajam ke arah Luna dan Gendhis.
"Kamu boleh pergi, tinggalkan dia disini." ucap Attar dengan nada dingin.
Luna pun mengangguk dan undur diri dari ruangan sang bos.Sekarang ada Niko,Attar dan Gendhis.
"Nama kamu siapa?" tanya Attar dengan membalikkan dokumen yang ada di tangannya.
"Saya Gendhis pak,Gendhis Anindita Nastiti."jawab Gendhis menyebutkan nama lengkapnya.
"Pengalaman bekerja ,lumayan bagus.Kamu sebelum nya di Surabaya?" tanya Attar melihat dokumen yang tadi Luna berikan padanya seraya membubuhkan tandatangan nya di dokumen itu.
"İya pak,." jawab Gendhis dengan sedikit gugup . Rasanya baru kai ini dia menghadapi situasi seperti ini. Dia sudah beberapa kali melamar pekerjaan tapi entah mengapa aura di ruangan Attar begitu berbeda.
"Baiklah, kamu bisa bekerja mulai hari ini dan kamu bisa melihat dan merekap schedule saya dari Sisil."ucap Attar dan melakukan panggilan melalui interkom untuk meminta Sisil ke ruangannya.
...----------------...
Gendhis mengikuti langkah Sisil dan mencatat segala yang di arahkan Sisil padanya.
Sisil cukup senang karena Gendhis begitu tanggap dan juga cekatan.
"Pantas saja kamu di bilang salah satu karyawan terbaik di Perusahaan kamu sebelumnya.Kamu bekerja dengan baik dan juga cekatan." ujar Sisil memuji kinerja Gendhis.
"Mba Sisil bisa saja .Gendhis juga masih harus banyak belajar mba.Beruntung Gendhis bisa ketemu mba Sisil sebelum cuti dari pekerjaan ini, jadi Gendhis bisa belajar dari mba, terimakasih mba.." ucap Gendhis dengan tulus.
"Kamu ini ada-ada saja.Aku juga senang bisa kenal dengan kamu Gendhis.Nanti kalau aku sudah cuti entah bisa balik lagi kesini atau nggak, tapi yang jelas kamu masih mau kan kita berteman." ucap Sisil pada Gendhis.
"Mba Sisil ini, ya pasti mau mba.." jawab Gendhis dengan senang hati.
"Aku malah bersyukur karena mba mau kenal dan berteman sama aku. Teman ku selama ini hanya Luna. Semenjak Luna kerja di Jakarta ini, aku di Surabaya hanya sendiri makanya Luna selalu bawel buat minta aku pindah.Kebetulan ada lowongan disini, makanya aku diminta Luna untuk ikut memasukkan CV dan Alhamdulillah keterima." terang Gendhis.
...----------------...
Tok tok tok
"Masuk " suara lantang dengan perintah untuk masuk ke dalam ruangan itu pun membuat Gendhis membuka pintu tersebut.
"Maaf pak,saya di suruh serahkan laporan ini sama mba Sisil." ucap Gendhis.
Attar yang sedari tadi sibuk melihat ke arah laptop nya pun dengan sekilas menatap Gendhis. Attar meraih map yang di serahkan Gendhis.
"Kamu sudah pelajari dokumen ini?" tanya Attar.
"Maaf pak,belum." jawab Gendhis.
Attar menutup map tersebut dan meletakkan diatas meja nya.
"Kamu pelajari dokumen itu, setelah makan siang kamu ikut saya untuk meeting." ucap Attar membuat Gendhis bingung. Karena setahu dia Attar akan meeting di dampingi Sisil.
"Tapi pak bukannya mba Sisil..
"Sisil biar stay di kantor, kasihan perutnya sudah besar. Saya nggak tega lihat dia kelelahan." serobot Attar menjelaskan kenapa dirinya mengajak Gendhis.
"Oh..baik pak, saya akan pelajari.Saya permisi pak.." pamit Gendhis yang beranjak meninggalkan ruangan bos nya itu.
"Hemm .." jawab Attar singkat bahkan dia pun tak menghiraukan Gendhis lagi.
...----------------...
Pagi ini terlihat Clara dengan koper sedang nya yang sudah siap di samping sofa.Clara mendekati suaminya yang masih terlelap tidur di ranjang king size milik mereka.
"Honey, bangun lah..sudah pagi." bisik Clara membangunkan Attar yang masih setia memejamkan matanya.
Hoammmm..
Attar mulai membuka matanya dan menyipitkan matanya menatap sang istri yang berdiri di samping ranjang miliknya.
"Kamu mau kemana lagi? Seminar lagi?" tanya Attar dengan wajah tak bersahabat.
"Ayolah honey, aku cuma seminggu di Lombok. Aku akan segera kembali." ucap Clara membujuk sang suami yang terlihat tak suka dengan kepergian nya.
"Selalu saja begitu. Aku ingin kamu full mengurusku.Rasanya aku seperti bujangan walaupun nyatanya punya istri. Sampai kapan kamu bersikap seperti ini.Apa kamu akan berubah saat aku sudah membawakan mu madu hemm?" ucap Attar memandang jengah pada sang istri.
Bukannya marah atau khawatir saat Attar mengatakan hal itu, Clara malah biasa saja bahkan terkekeh mendengar penuturan suaminya.
Clara berpikir jika mustahil suaminya akan melakukan hal itu.
To be Continued..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
neng ade
pernikahan udah 6thn blm punya anak .. kehidupan nya mapan tapi terasa sepi dan hambar ..
2024-11-01
0
Lanjar Lestari
bukan candaan yg di katakan Attar ya Clara kl beneran Attar bawa adik madumu br nangis"darah km suruh siapa g urusin suami mlah sibuk kerja dan ngejar karier g peduli dg suami ya dilirik wanita lain yg akan jd adik madumu dan pandai manjain suami dan urus suami lama" di cerai km Clara sm Attar
2024-10-18
0
*💞 𝘍𝘭𝘰𝘸𝘦𝘳𝘴 💞*
giliran iya bawa madu nanti nangis 🤦
2024-06-28
1