19. Khawatir

"Lo manusia beneran?"

"Ya iyalah Bu saya manusia beneran, memangnya kalau bukan, apaan? Setan?" Jo bersungut-sungut sambil mengusap pipinya sendiri. "Lama-lama pipi saya peyot sebelah nih ditampar mulu!"

Tina masih tampak terkejut dengan kehadiran Jo, tapi kemudian ia bertanya dengan nada ketus. "Ya lagian Lo ngapain pagi-pagi udah ke sini?"

"Loh, ini kan udah jam delapan lebih Bu. Biasanya saya juga udah ke sini kan jam segini,"

"Oh, iya juga ya," Tina bergumam salah tingkah. Haish, gara-gara semalam bermimpi yang aneh-aneh, dia jadi merasa canggung untuk berbicara sambil menatap Jo.

"Yaudah Bu, kalau gitu saya tunggu di mobil ya," Jo berbalik dari hadapan Tina, bermaksud untuk pergi ke parkiran. Tapi Tina malah salah fokus saat melihat leher Jo yang terlihat lebam.

"Leher Lo kenapa? Habis jatuh?" Tina tak kuasa menahan diri untuk bertanya.

"Oh, ini..." Jo menyentuh area bekas pukulan preman kemarin. "Saya habis dikeroyok preman Bu,"

"Hah? Kok bisa? Memang sih Lo itu tinggal di sarang preman, tapi apa mereka sering menyerang penduduk sekitar juga?"

"Nah itu dia yang bikin saya bingung Bu," Jo tampak menggaruk-garuk tengkuknya. "Masalahnya saya nggak kenal sama preman-preman itu, entah mereka orang mana. Mungkin mereka ada dendam sama preman di daerah saya, jadi melampiaskannya ke saya,"

"Memangnya pernah ada kejadian seperti itu sebelumnya?"

Jo menggeleng. "Nggak pernah sih Bu. Soalnya rata-rata para preman takut sama ketua preman di daerah saya itu. Namanya Bang Boim, orangnya tinggi keker! Mukanya ngeri!"

Tina tampak berpikir serius. Bukan tentang Bang Boim, preman yang kata Jo menyeramkan itu. Namun, kejadian yang menimpa Jo terasa janggal baginya. Mengapa bisa begitu kebetulan hal itu terjadi setelah mereka bertemu Andra di kantor?

"Ini pasti ulah Andra," Tina berkata yakin. "Wah, udah gila tuh cowok. Gue harus buat perhitungan sama dia," Tina kemudian bergegas keluar, dan Jo mengikuti di belakangnya dengan tergopoh-gopoh.

"Jangan Bu, nggak usah," Jo menahan tangan Tina yang hendak masuk ke mobil. "Saya udah nggak apa-apa kok. Lagian saya udah laporin tentang hal ini sama Bang Boim, dan dia bilang bakal ngurusin preman-preman itu,"

Tina menoleh menatap Jo. "Beneran? Ini bahaya loh, Lo aja sampai digebukin preman begitu,"

"Nggak apa-apa kok Bu, beneran," Jo meyakinkan. Tina menghela napas panjang, kemudian mengangguk.

"Oke, tapi mulai sekarang, kalau ada apa-apa Lo jangan diem aja, bilang ke Gue,"

"Siap Bu,"

"Ini bukan karena Gue khawatir sama Lo ya, tapi karena Gue takut keberuntungan Gue kenapa-napa," lanjut Tina menjelaskan.

"Iya Bu,"

"Beneran! Ini bukan karena Gue khawatir sama Lo, ya!" Tina kembali menegaskan dengan suara tinggi.

"Astaga, iya Bu, iya... Saya ngerti kok," Jo membukakan pintu mobil untuk Tina dan sedikit mendorong tubuh wanita itu agar segera masuk ke dalam. Bisa panjang percakapan mereka nanti kalau diteruskan.

Mereka kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke kantor. Sepanjang jalan, Tina sudah berusaha untuk mengalihkan pandangannya ke arah lain, tapi lagi-lagi matanya selalu tertuju ke arah Jo. Entah kenapa, suara tawa Jo yang menggelegar saat sedang mengobrol dengan Pak Supir jadi terdengar merdu di telinga Tina.

Astaga, apa sekarang gue udah mulai gila? Tina membatin sambil berusaha menenangkan dirinya sendiri. Apa seharusnya gue pergi ke psikiater?

Mobil mereka pun sampai di depan kantor dan Jo dengan sigap langsung membukakan pintu mobil untuk Tina. Melihat Tina yang kesusahan turun karena rok yang ia pakai terlalu pendek, Jo segera membuka jas luarnya dan menutupi kaki Tina.

Tina terperangah melihat perlakuan Jo yang terlihat begitu gentleman. Sejak kapan cowok kampungan ini kelihatan keren?

Sembari mengipas-ngipasi wajahnya yang terasa panas, Tina melanjutkan langkahnya ke dalam kantor. Para karyawan yang melihat kedatangan CEO mereka segera menundukkan kepala.

"Selamat pagi Bu," sapa mereka dengan hormat, dan Tina menjawabnya dengan senyum tipis.

"Pagi Pak Jo," Berbeda dengan saat menyapa Tina, para karyawan wanita tampak menyapa Jo dengan ramah.

"Oh, pagi," Jo menjawab sambil tersenyum lebar.

Tina sontak langsung melirik ke arah Jo. "Sejak kapan Lo akrab sama para karyawan?"

"Oh, mereka itu orang yang pernah saya bantuin Bu," jawab Jo sambil tersenyum.

"Bantuin? Bantuin apa?"

"Ya apa aja Bu. Benerin printer, buangin sampah, bikinin kopi, ya macem-macem lah!"

Langkah Tina langsung terhenti saat mendengar penjelasan Jo. Ia lalu berbalik dan menatap Jo dengan serius. "Jo, jangan mau disuruh-suruh begitu sama mereka. Lo itu asisten Gue, jadi tugas Lo cukup bantuin Gue aja!"

"Saya nggak disuruh kok Bu, saya yang nawarin diri. Soalnya saya nggak tega kalau ngelihat orang kesusahan," Jo buru-buru meluruskan.

"Huh, Lo nggak tega ngeliat orang susah, tapi suka banget nyusahin Gue," Tina mendengus kesal dan kembali melanjutkan langkahnya menuju ke lift. Entah kenapa saat ini hatinya terasa panas.

...----------------...

Sementara itu di kediaman Andra.

"Apa? Gagal?" Andra menatap para preman sewaannya dengan marah. "Kalian itu bodoh apa gimana? Masa mengurus satu orang doang nggak becus!"

"Maaf bos," Salah satu preman yang merupakan bos mereka semua menjawab. "Tikus kecil itu sangat licin. Dia punya seribu macam cara untuk melawan kami,"

"Gue nggak peduli!" Andra melemparkan vas bunga dari atas mejanya ke arah tembok.

PRANG!

Vas porselen itu jatuh berkeping-keping.

"Lo semua udah gue bayar, jadi nggak ada kata gagal! Terserah kalian semua mau berbuat apa sama dia! Kalaupun perlu dib*nuh, habisi saja!"

Para preman langsung saling pandang. Awalnya mereka hanya diperintahkan untuk menghajar laki-laki bernama Jo, tapi sekarang bahkan disuruh membun*h?

"Kenapa diam? Kalian nggak sanggup?"

Sang ketua langsung berlutut di hadapan Andra. "Tentu saja kami sanggup! Kami akan melakukan apapun untuk menjalankan perintah!"

"Gue tunggu hasilnya!" Andra menendang perut sang bos preman kuat-kuat, membuat lelaki kekar itu langsung tersungkur ke lantai. "Kalau nggak berhasil, kalian yang gue habisin!"

Terpopuler

Comments

jumirah slavina

jumirah slavina

iya...

lebih tepatnya Lo itu lagi tergila² sm Jojo...

aacciieeeee 🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2025-02-27

1

Dewi @@@♥️♥️

Dewi @@@♥️♥️

di Tina tun sudah mulai selalu terbayang -bayang sama Jo,,mulai perhatian juga,,,dan sepertinya Tina tun cemburu nih si Jo akrab dengan para karyawan wanita d kantor

2024-07-01

3

pisces

pisces

suara jo yg menggelegar gak kyk suara petir malah merdu kyk suara simfoni ya tina 😜
andra nih mmg biang kerok kok, tak cewek lho ndra ginjalmu biar sadar

2024-07-01

1

lihat semua
Episodes
1 1. Wanita Beruntung
2 2. Laki-laki Sial
3 3. Hari Sial
4 4. Hari yang Beruntung
5 5. Bertemu
6 6. Kembalikan Keberuntunganku!
7 7. Solusi
8 8. Hari Pertama Kerja
9 9. Masuk Kantor
10 10. Kendaraan
11 11. Terpesona
12 12. Pesta
13 13. Permainan
14 14. Mabuk
15 15. Peluk
16 16. Gosip
17 17. Buktikan!
18 18. Terbayang-bayang Kamu
19 19. Khawatir
20 20. Kamu Harus Menikah
21 21. Ayo Nikah
22 22. Mencari Calon Suami
23 23. Merayu Jo
24 24. Jalan, Yuk?
25 25. Will You Marry Me?
26 26. Trik
27 27. Surat Perjanjian
28 28. Restu Papa
29 29. Cuti
30 30. Mas-Adek
31 31. Dek Tina
32 32. Fitting
33 33. Calon Suami yang Polos
34 34. Tina Frustasi
35 35. Angkot Romantis
36 36. Bucin
37 37. Hari H
38 38. Malam Pertama (?)
39 39. Gendong
40 40. Rencana Rahasia Mama
41 41. Malam Panjang
42 42. AADJ (Ada Apa Dengan Jo)?
43 43. Galau
44 44. Baikan
45 45. Kencan (?)
46 46. Pesta (2)
47 47. Honeymoon
48 48. Masa Lalu Bu Elisa
49 49.
50 50. Hukuman
51 51. Pulang
52 52. Oleh-oleh
53 53. Oleh-oleh (2)
54 54. Hasil
55 55. Kecurigaan
56 56. Main Golf
57 57. Taruhan
58 58. Menemui Bu Elisa
59 59. 18+, harap bijak dalam membaca
60 60. Lamaran Andra
61 61. Kebenaran
62 62. Aslan
63 63.
64 64
65 65. Penangkapan Andra & Kemarahan Jo
66 66. Hobi Baru Tina
67 67. Warisan
68 68. Laper Mas!
69 69. Kebahagiaan Tak Ternilai
70 70
71 71. Ngidam
72 72. Ngidam (2)
73 73. Jatuh!
74 74. Liburan Keluarga
75 75. Kemunculan Andra
76 76. Penyelamatan
77 77. Kritis
78 78. Lupa?
79 79. Bogem Mentah
80 80. Persidangan
81 81. USG
82 82. Tiga Jagoan
83 Novel Baru
Episodes

Updated 83 Episodes

1
1. Wanita Beruntung
2
2. Laki-laki Sial
3
3. Hari Sial
4
4. Hari yang Beruntung
5
5. Bertemu
6
6. Kembalikan Keberuntunganku!
7
7. Solusi
8
8. Hari Pertama Kerja
9
9. Masuk Kantor
10
10. Kendaraan
11
11. Terpesona
12
12. Pesta
13
13. Permainan
14
14. Mabuk
15
15. Peluk
16
16. Gosip
17
17. Buktikan!
18
18. Terbayang-bayang Kamu
19
19. Khawatir
20
20. Kamu Harus Menikah
21
21. Ayo Nikah
22
22. Mencari Calon Suami
23
23. Merayu Jo
24
24. Jalan, Yuk?
25
25. Will You Marry Me?
26
26. Trik
27
27. Surat Perjanjian
28
28. Restu Papa
29
29. Cuti
30
30. Mas-Adek
31
31. Dek Tina
32
32. Fitting
33
33. Calon Suami yang Polos
34
34. Tina Frustasi
35
35. Angkot Romantis
36
36. Bucin
37
37. Hari H
38
38. Malam Pertama (?)
39
39. Gendong
40
40. Rencana Rahasia Mama
41
41. Malam Panjang
42
42. AADJ (Ada Apa Dengan Jo)?
43
43. Galau
44
44. Baikan
45
45. Kencan (?)
46
46. Pesta (2)
47
47. Honeymoon
48
48. Masa Lalu Bu Elisa
49
49.
50
50. Hukuman
51
51. Pulang
52
52. Oleh-oleh
53
53. Oleh-oleh (2)
54
54. Hasil
55
55. Kecurigaan
56
56. Main Golf
57
57. Taruhan
58
58. Menemui Bu Elisa
59
59. 18+, harap bijak dalam membaca
60
60. Lamaran Andra
61
61. Kebenaran
62
62. Aslan
63
63.
64
64
65
65. Penangkapan Andra & Kemarahan Jo
66
66. Hobi Baru Tina
67
67. Warisan
68
68. Laper Mas!
69
69. Kebahagiaan Tak Ternilai
70
70
71
71. Ngidam
72
72. Ngidam (2)
73
73. Jatuh!
74
74. Liburan Keluarga
75
75. Kemunculan Andra
76
76. Penyelamatan
77
77. Kritis
78
78. Lupa?
79
79. Bogem Mentah
80
80. Persidangan
81
81. USG
82
82. Tiga Jagoan
83
Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!