18. Terbayang-bayang Kamu

Preman-preman itu segera mengelilingi Jo yang terkapar.

"Pingsan dia, bos!" tukas salah seorang preman.

"Langsung sikat saja!" ujar preman yang memukul Jo. Ia kemudian mengayunkan balok kayunya lagi. Namun, tepat sebelum balok itu mengenai sasaran, Jo menggulingkan tubuhnya, dan balok itu malah mengenai salah satu teman preman tersebut.

"Aw! Sialan lo, kenapa mukul gue!" seru si preman yang terkena pukulan, mengaduh sambil memegangi kepalanya yang benjol.

"Maaf, Bang! Tadi dia guling-guling sih!" Preman yang memukul mencoba membela diri.

"Aduh, ngapain mukul-mukul sih," Jo bangkit berdiri sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit. "Bisa nggak ngomongnya pake mulut aja, nggak usah pake kekerasan?"

"Cuma bencong yang bisanya adu mulut! Kalau laki, ya harus pakai kekerasan dong!" ucap salah seorang preman yang sepertinya bos mereka.

"Huh, siapa takut!" Jo berkata sok berani, kemudian ia meraih balok kayu yang terlepas dari tangan salah satu preman. Dengan sedikit ragu, ia mencoba meniru gerakan yang dilihatnya di film-film aksi.

"Pergi kalian semua! Atau gue pukul beneran nih!" ancam Jo dengan suara yang lebih terdengar seperti cicitan ketimbang ancaman.

Preman-preman itu terdiam sejenak, lalu tertawa terbahak-bahak. Namun, saat salah satu dari mereka maju untuk menyerang, Jo tanpa sengaja mengayunkan balok kayu itu ke arah kaki preman tersebut, membuatnya jatuh tersungkur.

"Ah, dasar amatir! Rasain nih!" Preman lainnya yang membawa pisau kecil maju dan menusuk ke arah Jo. Namun, karena panik, Jo malah tersandung kakinya sendiri dan jatuh, sehingga tusukan pisau itu hanya mengenai udara kosong.

"Hei, dia jatuh lagi! Serang sekarang!" Salah satu preman memberikan aba-aba.

Jo, yang sedang berada di posisi jatuh, berusaha mengayunkan balok kayu ke segala arah dengan mata terpejam. Keberuntungannya benar-benar berperan besar. Beberapa preman yang mendekat terkena ayunan balok tersebut, dan mereka mundur sambil mengaduh kesakitan.

Dalam kekacauan itu, Jo merangkak mundur dan menemukan sebuah ember yang berisi pasir. Dengan kekuatan penuh, ia pun melemparkan ember itu ke para preman.

Pasir itu berhamburan ke udara, mengenai wajah dan mata para preman. Mereka langsung terbatuk-batuk dan berusaha menggosok mata yang perih terkena pasir.

"Arrgh, mata gue! Sialan!" teriak salah satu preman sambil mencoba membersihkan matanya.

Jo yang melihat ada kesempatan, bangkit berdiri dan segera kabur dari sana.

...----------------...

Sementara itu, malam harinya di rumah mewah seorang Athena Dewi Sarayu.

Tina sedang menikmati waktu bersantainya dengan berendam di jacuzzi. Suasana yang tenang membuat pikiran Tina melayang, ditambah aroma bunga melati yang memenuhi ruangan itu, serta alunan musik klasik yang menenangkan menambah suasana syahdu.

Tina memejamkan mata, akhir-akhir ini dirinya terlalu sibuk mengurus perusahaan. Ia menghirup napas dalam-dalam, berharap dengan begitu pikirannya akan jauh lebih damai.

Tapi, bukannya merasa tenang, pikiran Tina malah melayang, kembali ke kejadian beberapa jam yang lalu saat di kantor. Saat Ia dan Jo yang berciuman bibir...

PLAK!

Tina reflek menampar pipinya sendiri.

"Gila Lo Tina! Ngapain mikirin cowok itu, coba? Duh, udah nggak bener nih," Tina beranjak dari duduknya dan berniat menyudahi acara berendamnya. Namun sial, kakinya malah terpleset air sabun yang jatuh di sekitar jacuzzi.

"Aw!" Tina berteriak kesakitan karena pantatnya mencium lantai. Ia pun berdiri dengan susah payah sambil meraih handuk yang berada di gantungan. Tapi, belum sempat handuk itu ia ambil, malah sudah jatuh tepat di atas genangan air, jadilah basah.

"Aish, kesialan ini benar-benar merepotkan," decak Tina dan ia memutuskan untuk langsung keluar kamar mandi saja. Untunglah kamar mandinya berada di dalam kamar, jadi ia tak khawatir akan ada yang melihatnya.

Sambil berganti baju, pikiran Tina kembali melayang. Otaknya tiba-tiba saja sudah memutar ulang adegan ciumannya dengan Jo, dengan efek slow motion dan lagu romantis.

"Heh! Apa-apaan, sih?!" Tina buru-buru mengibaskan udara di depannya. "Kenapa pake kepikiran segala, coba?!"

Tina benar-benar merasa aneh. Padahal ini juga bukan pertama kalinya Tina berciuman dengan seorang pria. Sebelum pacaran dengan Andra pun, Tina sudah memiliki beberapa mantan pacar. Tapi tidak ada satupun ciuman mereka yang membekas seperti saat bersama Jo.

"Padahal mah ciuman sama dia nggak enak, bau jengkol," keluh Tina sambil mengernyit jijik. "Oh, gue tau. Mungkin karena bau itu, makanya gue kebayang-bayang sampe sekarang,"

Tina pun berbalik badan dan berniat untuk segera merebahkan badannya ke atas kasur. Tapi alangkah kagetnya ia saat melihat ada Jo di sana. Laki-laki itu tampak begitu seksi dengan tubuh bagian atas yang terbuka, memperlihatkan otot-ototnya yang terbentuk secara alami. Jo tersenyum menggoda ke arah Tina, sambil menepuk-nepuk kasur di sebelahnya. Seolah-olah mengajak Tina untuk tidur bersama.

Tina menelan ludah. Tapi beberapa saat kemudian sosok Jo menghilang, membuat Tina tersadar.

"Astaga, bahkan sekarang gue berhalusinasi!" Tina berseru frustasi. Ia melemparkan bantal ke tempat yang tadi ada bayangan Jo, kemudian segera menarik selimut menutupi seluruh tubuh hingga kepalanya, berusaha memejamkan mata dan segera tidur.

Tapi...

Tiba-tiba Tina merasakan ada tangan besar yang meraba-raba tubuhnya.

Tina langsung membuka mata, dan saat ia menoleh ke belakang, Jo dalam versi luar biasa seksi tersenyum.

"Sayang..." panggil Jo dengan suara berat yang mendayu.

"Apa ini? Gue berhalusinasi lagi?" Tina merasa kaget dengan kehadiran 'Jo' itu, tapi entah kenapa tubuhnya hanya bisa pasrah saat tubuh Jo mulai mendekat dan mengelus lembut wajahnya. Setelah itu, Jo mengangkat dagu Tina dan melahap bibirnya.

Tina awalnya terkejut, tapi lama kelamaan dia akhirnya menyerah. Ia mulai menikmati ciuman itu, bahkan sampai merangkulkan kedua tangannya ke leher Jo. Begitu lama mereka berciuman sampai nafas Tina terasa terengah-engah.

Tok, tok, tok.

Terdengar samar-samar suara pintu diketuk.

Tina tidak mempedulikan itu. Ia tetap melanjutkan aktivitasnya bersama Jo.

Tok, tok, tok.

Terdengar ketukan pintu lagi dari luar.

"Nona, apa Anda sudah bangun? sekarang sudah hampir jam delapan,"

Mata Tina langsung terbuka saat mendengar suara salah seorang pelayannya. Alangkah kagetnya ia saat menyadari kalau sekarang ia sedang berbaring sendirian di atas ranjangnya, sementara itu kedua tangannya sibuk memeluk guling dan bibirnya menempel di sana.

Tina terbelalak dan langsung membuang guling itu ke lantai.

"Jadi gue cuma mimpi? Arghhh! Sial! Dari sekian banyak laki-laki di dunia ini, kenapa gue harus mimpiin Bejo?!" teriaknya sambil mengacak-acak rambutnya frustasi. Ia pun buru-buru turun dari ranjang dan menuju kamar mandi. Ia butuh air untuk menyiram kepalanya, supaya terhindar dari pikiran-pikiran kotor.

Usai mandi dan berganti baju, Tina turun dari lantai dua dengan wajah lesu. Ia masih merasa heran kenapa sejak semalam terus saja memikirkan tentang Jo.

"Selamat pagi Bu Tina,"

Suara pria itu membuat langkah Tina terhenti. Ia pun langsung mengangkat kepala dan terbengong-bengong saat melihat keberadaan Jo di dapur rumahnya.

"Apa sekarang gue berhalusinasi lagi?" gumam Tina. "Fiks, gue harus segera periksa ke rumah sakit. Ada yang salah sama kepala gue," ujarnya sambil meneruskan langkahnya menuruni tangga. Ia berusaha mengabaikan sosok Jo yang berada di sana.

Sampai pada suatu waktu, Tina salah melangkah dan membuat badannya terhuyung ke depan. Tina sontak berteriak, ia yakin sekali kalau akan jatuh. Tapi, sebuah tangan besar tiba-tiba menangkapnya dengan mudah.

"Bu Tina nggak apa-apa?"

Tina semakin terkejut karena ternyata sosok yang menangkapnya adalah Jo. Ia reflek mengayunkan tangannya menampar Jo.

PLAK!

"Aduh! Kenapa saya ditampar lagi sih, Bu?"

Tidak mempedulikan ucapan Jo, Tina malah bertanya. "Lo manusia beneran?"

Terpopuler

Comments

jumirah slavina

jumirah slavina

bahahakkkk 🤣🤣🤣

mimpi wwoooiii 🤣🤣

2025-02-27

1

pisces

pisces

habis pipimu jo ditampar tina trs

2024-07-01

3

Eva Karmita

Eva Karmita

ya ampun Tina udah mulai gila otor 😂😂😂 astaga Jo yg kena pukul kepala nya tapi reaksinya Tina yg jadi gila 😩🤣🤣🤣🤣

2024-06-30

2

lihat semua
Episodes
1 1. Wanita Beruntung
2 2. Laki-laki Sial
3 3. Hari Sial
4 4. Hari yang Beruntung
5 5. Bertemu
6 6. Kembalikan Keberuntunganku!
7 7. Solusi
8 8. Hari Pertama Kerja
9 9. Masuk Kantor
10 10. Kendaraan
11 11. Terpesona
12 12. Pesta
13 13. Permainan
14 14. Mabuk
15 15. Peluk
16 16. Gosip
17 17. Buktikan!
18 18. Terbayang-bayang Kamu
19 19. Khawatir
20 20. Kamu Harus Menikah
21 21. Ayo Nikah
22 22. Mencari Calon Suami
23 23. Merayu Jo
24 24. Jalan, Yuk?
25 25. Will You Marry Me?
26 26. Trik
27 27. Surat Perjanjian
28 28. Restu Papa
29 29. Cuti
30 30. Mas-Adek
31 31. Dek Tina
32 32. Fitting
33 33. Calon Suami yang Polos
34 34. Tina Frustasi
35 35. Angkot Romantis
36 36. Bucin
37 37. Hari H
38 38. Malam Pertama (?)
39 39. Gendong
40 40. Rencana Rahasia Mama
41 41. Malam Panjang
42 42. AADJ (Ada Apa Dengan Jo)?
43 43. Galau
44 44. Baikan
45 45. Kencan (?)
46 46. Pesta (2)
47 47. Honeymoon
48 48. Masa Lalu Bu Elisa
49 49.
50 50. Hukuman
51 51. Pulang
52 52. Oleh-oleh
53 53. Oleh-oleh (2)
54 54. Hasil
55 55. Kecurigaan
56 56. Main Golf
57 57. Taruhan
58 58. Menemui Bu Elisa
59 59. 18+, harap bijak dalam membaca
60 60. Lamaran Andra
61 61. Kebenaran
62 62. Aslan
63 63.
64 64
65 65. Penangkapan Andra & Kemarahan Jo
66 66. Hobi Baru Tina
67 67. Warisan
68 68. Laper Mas!
69 69. Kebahagiaan Tak Ternilai
70 70
71 71. Ngidam
72 72. Ngidam (2)
73 73. Jatuh!
74 74. Liburan Keluarga
75 75. Kemunculan Andra
76 76. Penyelamatan
77 77. Kritis
78 78. Lupa?
79 79. Bogem Mentah
80 80. Persidangan
81 81. USG
82 82. Tiga Jagoan
83 Novel Baru
Episodes

Updated 83 Episodes

1
1. Wanita Beruntung
2
2. Laki-laki Sial
3
3. Hari Sial
4
4. Hari yang Beruntung
5
5. Bertemu
6
6. Kembalikan Keberuntunganku!
7
7. Solusi
8
8. Hari Pertama Kerja
9
9. Masuk Kantor
10
10. Kendaraan
11
11. Terpesona
12
12. Pesta
13
13. Permainan
14
14. Mabuk
15
15. Peluk
16
16. Gosip
17
17. Buktikan!
18
18. Terbayang-bayang Kamu
19
19. Khawatir
20
20. Kamu Harus Menikah
21
21. Ayo Nikah
22
22. Mencari Calon Suami
23
23. Merayu Jo
24
24. Jalan, Yuk?
25
25. Will You Marry Me?
26
26. Trik
27
27. Surat Perjanjian
28
28. Restu Papa
29
29. Cuti
30
30. Mas-Adek
31
31. Dek Tina
32
32. Fitting
33
33. Calon Suami yang Polos
34
34. Tina Frustasi
35
35. Angkot Romantis
36
36. Bucin
37
37. Hari H
38
38. Malam Pertama (?)
39
39. Gendong
40
40. Rencana Rahasia Mama
41
41. Malam Panjang
42
42. AADJ (Ada Apa Dengan Jo)?
43
43. Galau
44
44. Baikan
45
45. Kencan (?)
46
46. Pesta (2)
47
47. Honeymoon
48
48. Masa Lalu Bu Elisa
49
49.
50
50. Hukuman
51
51. Pulang
52
52. Oleh-oleh
53
53. Oleh-oleh (2)
54
54. Hasil
55
55. Kecurigaan
56
56. Main Golf
57
57. Taruhan
58
58. Menemui Bu Elisa
59
59. 18+, harap bijak dalam membaca
60
60. Lamaran Andra
61
61. Kebenaran
62
62. Aslan
63
63.
64
64
65
65. Penangkapan Andra & Kemarahan Jo
66
66. Hobi Baru Tina
67
67. Warisan
68
68. Laper Mas!
69
69. Kebahagiaan Tak Ternilai
70
70
71
71. Ngidam
72
72. Ngidam (2)
73
73. Jatuh!
74
74. Liburan Keluarga
75
75. Kemunculan Andra
76
76. Penyelamatan
77
77. Kritis
78
78. Lupa?
79
79. Bogem Mentah
80
80. Persidangan
81
81. USG
82
82. Tiga Jagoan
83
Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!