Preman-preman itu segera mengelilingi Jo yang terkapar.
"Pingsan dia, bos!" tukas salah seorang preman.
"Langsung sikat saja!" ujar preman yang memukul Jo. Ia kemudian mengayunkan balok kayunya lagi. Namun, tepat sebelum balok itu mengenai sasaran, Jo menggulingkan tubuhnya, dan balok itu malah mengenai salah satu teman preman tersebut.
"Aw! Sialan lo, kenapa mukul gue!" seru si preman yang terkena pukulan, mengaduh sambil memegangi kepalanya yang benjol.
"Maaf, Bang! Tadi dia guling-guling sih!" Preman yang memukul mencoba membela diri.
"Aduh, ngapain mukul-mukul sih," Jo bangkit berdiri sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit. "Bisa nggak ngomongnya pake mulut aja, nggak usah pake kekerasan?"
"Cuma bencong yang bisanya adu mulut! Kalau laki, ya harus pakai kekerasan dong!" ucap salah seorang preman yang sepertinya bos mereka.
"Huh, siapa takut!" Jo berkata sok berani, kemudian ia meraih balok kayu yang terlepas dari tangan salah satu preman. Dengan sedikit ragu, ia mencoba meniru gerakan yang dilihatnya di film-film aksi.
"Pergi kalian semua! Atau gue pukul beneran nih!" ancam Jo dengan suara yang lebih terdengar seperti cicitan ketimbang ancaman.
Preman-preman itu terdiam sejenak, lalu tertawa terbahak-bahak. Namun, saat salah satu dari mereka maju untuk menyerang, Jo tanpa sengaja mengayunkan balok kayu itu ke arah kaki preman tersebut, membuatnya jatuh tersungkur.
"Ah, dasar amatir! Rasain nih!" Preman lainnya yang membawa pisau kecil maju dan menusuk ke arah Jo. Namun, karena panik, Jo malah tersandung kakinya sendiri dan jatuh, sehingga tusukan pisau itu hanya mengenai udara kosong.
"Hei, dia jatuh lagi! Serang sekarang!" Salah satu preman memberikan aba-aba.
Jo, yang sedang berada di posisi jatuh, berusaha mengayunkan balok kayu ke segala arah dengan mata terpejam. Keberuntungannya benar-benar berperan besar. Beberapa preman yang mendekat terkena ayunan balok tersebut, dan mereka mundur sambil mengaduh kesakitan.
Dalam kekacauan itu, Jo merangkak mundur dan menemukan sebuah ember yang berisi pasir. Dengan kekuatan penuh, ia pun melemparkan ember itu ke para preman.
Pasir itu berhamburan ke udara, mengenai wajah dan mata para preman. Mereka langsung terbatuk-batuk dan berusaha menggosok mata yang perih terkena pasir.
"Arrgh, mata gue! Sialan!" teriak salah satu preman sambil mencoba membersihkan matanya.
Jo yang melihat ada kesempatan, bangkit berdiri dan segera kabur dari sana.
...----------------...
Sementara itu, malam harinya di rumah mewah seorang Athena Dewi Sarayu.
Tina sedang menikmati waktu bersantainya dengan berendam di jacuzzi. Suasana yang tenang membuat pikiran Tina melayang, ditambah aroma bunga melati yang memenuhi ruangan itu, serta alunan musik klasik yang menenangkan menambah suasana syahdu.
Tina memejamkan mata, akhir-akhir ini dirinya terlalu sibuk mengurus perusahaan. Ia menghirup napas dalam-dalam, berharap dengan begitu pikirannya akan jauh lebih damai.
Tapi, bukannya merasa tenang, pikiran Tina malah melayang, kembali ke kejadian beberapa jam yang lalu saat di kantor. Saat Ia dan Jo yang berciuman bibir...
PLAK!
Tina reflek menampar pipinya sendiri.
"Gila Lo Tina! Ngapain mikirin cowok itu, coba? Duh, udah nggak bener nih," Tina beranjak dari duduknya dan berniat menyudahi acara berendamnya. Namun sial, kakinya malah terpleset air sabun yang jatuh di sekitar jacuzzi.
"Aw!" Tina berteriak kesakitan karena pantatnya mencium lantai. Ia pun berdiri dengan susah payah sambil meraih handuk yang berada di gantungan. Tapi, belum sempat handuk itu ia ambil, malah sudah jatuh tepat di atas genangan air, jadilah basah.
"Aish, kesialan ini benar-benar merepotkan," decak Tina dan ia memutuskan untuk langsung keluar kamar mandi saja. Untunglah kamar mandinya berada di dalam kamar, jadi ia tak khawatir akan ada yang melihatnya.
Sambil berganti baju, pikiran Tina kembali melayang. Otaknya tiba-tiba saja sudah memutar ulang adegan ciumannya dengan Jo, dengan efek slow motion dan lagu romantis.
"Heh! Apa-apaan, sih?!" Tina buru-buru mengibaskan udara di depannya. "Kenapa pake kepikiran segala, coba?!"
Tina benar-benar merasa aneh. Padahal ini juga bukan pertama kalinya Tina berciuman dengan seorang pria. Sebelum pacaran dengan Andra pun, Tina sudah memiliki beberapa mantan pacar. Tapi tidak ada satupun ciuman mereka yang membekas seperti saat bersama Jo.
"Padahal mah ciuman sama dia nggak enak, bau jengkol," keluh Tina sambil mengernyit jijik. "Oh, gue tau. Mungkin karena bau itu, makanya gue kebayang-bayang sampe sekarang,"
Tina pun berbalik badan dan berniat untuk segera merebahkan badannya ke atas kasur. Tapi alangkah kagetnya ia saat melihat ada Jo di sana. Laki-laki itu tampak begitu seksi dengan tubuh bagian atas yang terbuka, memperlihatkan otot-ototnya yang terbentuk secara alami. Jo tersenyum menggoda ke arah Tina, sambil menepuk-nepuk kasur di sebelahnya. Seolah-olah mengajak Tina untuk tidur bersama.
Tina menelan ludah. Tapi beberapa saat kemudian sosok Jo menghilang, membuat Tina tersadar.
"Astaga, bahkan sekarang gue berhalusinasi!" Tina berseru frustasi. Ia melemparkan bantal ke tempat yang tadi ada bayangan Jo, kemudian segera menarik selimut menutupi seluruh tubuh hingga kepalanya, berusaha memejamkan mata dan segera tidur.
Tapi...
Tiba-tiba Tina merasakan ada tangan besar yang meraba-raba tubuhnya.
Tina langsung membuka mata, dan saat ia menoleh ke belakang, Jo dalam versi luar biasa seksi tersenyum.
"Sayang..." panggil Jo dengan suara berat yang mendayu.
"Apa ini? Gue berhalusinasi lagi?" Tina merasa kaget dengan kehadiran 'Jo' itu, tapi entah kenapa tubuhnya hanya bisa pasrah saat tubuh Jo mulai mendekat dan mengelus lembut wajahnya. Setelah itu, Jo mengangkat dagu Tina dan melahap bibirnya.
Tina awalnya terkejut, tapi lama kelamaan dia akhirnya menyerah. Ia mulai menikmati ciuman itu, bahkan sampai merangkulkan kedua tangannya ke leher Jo. Begitu lama mereka berciuman sampai nafas Tina terasa terengah-engah.
Tok, tok, tok.
Terdengar samar-samar suara pintu diketuk.
Tina tidak mempedulikan itu. Ia tetap melanjutkan aktivitasnya bersama Jo.
Tok, tok, tok.
Terdengar ketukan pintu lagi dari luar.
"Nona, apa Anda sudah bangun? sekarang sudah hampir jam delapan,"
Mata Tina langsung terbuka saat mendengar suara salah seorang pelayannya. Alangkah kagetnya ia saat menyadari kalau sekarang ia sedang berbaring sendirian di atas ranjangnya, sementara itu kedua tangannya sibuk memeluk guling dan bibirnya menempel di sana.
Tina terbelalak dan langsung membuang guling itu ke lantai.
"Jadi gue cuma mimpi? Arghhh! Sial! Dari sekian banyak laki-laki di dunia ini, kenapa gue harus mimpiin Bejo?!" teriaknya sambil mengacak-acak rambutnya frustasi. Ia pun buru-buru turun dari ranjang dan menuju kamar mandi. Ia butuh air untuk menyiram kepalanya, supaya terhindar dari pikiran-pikiran kotor.
Usai mandi dan berganti baju, Tina turun dari lantai dua dengan wajah lesu. Ia masih merasa heran kenapa sejak semalam terus saja memikirkan tentang Jo.
"Selamat pagi Bu Tina,"
Suara pria itu membuat langkah Tina terhenti. Ia pun langsung mengangkat kepala dan terbengong-bengong saat melihat keberadaan Jo di dapur rumahnya.
"Apa sekarang gue berhalusinasi lagi?" gumam Tina. "Fiks, gue harus segera periksa ke rumah sakit. Ada yang salah sama kepala gue," ujarnya sambil meneruskan langkahnya menuruni tangga. Ia berusaha mengabaikan sosok Jo yang berada di sana.
Sampai pada suatu waktu, Tina salah melangkah dan membuat badannya terhuyung ke depan. Tina sontak berteriak, ia yakin sekali kalau akan jatuh. Tapi, sebuah tangan besar tiba-tiba menangkapnya dengan mudah.
"Bu Tina nggak apa-apa?"
Tina semakin terkejut karena ternyata sosok yang menangkapnya adalah Jo. Ia reflek mengayunkan tangannya menampar Jo.
PLAK!
"Aduh! Kenapa saya ditampar lagi sih, Bu?"
Tidak mempedulikan ucapan Jo, Tina malah bertanya. "Lo manusia beneran?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
jumirah slavina
bahahakkkk 🤣🤣🤣
mimpi wwoooiii 🤣🤣
2025-02-27
1
pisces
habis pipimu jo ditampar tina trs
2024-07-01
3
Eva Karmita
ya ampun Tina udah mulai gila otor 😂😂😂 astaga Jo yg kena pukul kepala nya tapi reaksinya Tina yg jadi gila 😩🤣🤣🤣🤣
2024-06-30
2