2. Laki-laki Sial

Beberapa jam yang lalu di kawasan kos-kosan murah yang kumuh.

"WOY! JO! BANGUN WOY!"

Teriakan cempreng seorang wanita dan gedoran pintu yang keras tak juga membuat laki-laki yang sedang tidur itu terbangun. Yang ada, laki-laki bernama Bejo yang kerap dipanggil Jo itu malah semakin larut dalam mimpi indahnya. Di alam mimpi, Jo sedang bersama dengan seorang wanita cantik.

"Ih, Mas Jo, jangan pegang-pegang, nakal deh kamu," wanita cantik itu memukul dada Jo dengan manja, sementara itu Jo hanya mesem-mesem kesenangan.

"Boleh aku cium kamu?" ucap Jo malu-malu kucing yang dijawab dengan anggukan oleh sang wanita. Jo pun merasa bersemangat dan langsung memajukan bibirnya.

Tapi, tepat saat bibir Jo hampir menyentuh sang wanita, tiba-tiba wajah wanita itu berubah menjadi wajah ibu kostan yang galak dan berbadan gempal.

"JO! BAYAR UANG KOSAN!"

"BUSET!!!" sontak, Jo langsung terbangun dari tidurnya. "Serem banget mimpinya!" ucap Jo dengan napas terengah-engah. Padahal sudah berada di dalam mimpi, tapi masih saja dia bertemu dengan ibu pemilik kos yang super cerewet itu.

"JO!" terdengar gedoran pintu dari luar.

"Gila! Bahkan suaranya masih kedengeran sampai sekarang!" Jo langsung merasa bulu kuduknya merinding.

"Jo! Gue tau Lo ada di dalem!"

Teriakan cempreng itu membuat Jo tersadar kalau saat ini dirinya tidak berada di alam mimpi. Jo berdecak kesal. Sudah mimpinya bertemu ibu pemilik kos, bangun tidur pun langsung disambut dengan suara cempreng ibu pemilik kos.

Benar-benar sial.

"Jo!" Ibu pemilik kos masih terus menggedor pintu dengan brutal, tidak peduli jika akan rusak, lagipula kosan itu sejak awal adalah miliknya. "Bangun Lo!"

"Iya iya Bu... Sabar ngapa," Jo membuka pintu dengan santai seperti tidak punya salah apa-apa. "Kenapa sih, Bu? Ganggu orang tidur aja..."

"Heh, mana bayaran uang sewa Lo? Udah dua bulan Lo nunggak terus!" omel ibu-ibu berbadan gempal itu sambil mendelik galak. Ia berkacak pinggang sambil mendongakkan kepalanya karena tubuh Jo yang tinggi.

"Yah, sabar lah Bu. Kan ibu tahu sendiri saya nggak punya kerjaan, kemarin aja saya baru dipecat jadi tukang kebunnya Pak Jatmono," Jo berkata memelas.

"Ya itu bukan urusan Gue. Lagian Lo itu dikasih kerjaan nggak pernah becus! Disuruh motong rumput malah kecabut sampe akar-akarnya! Pantesan nganggur terus!"

"Hush! Bu, jangan ngomong gitu dong. Ibu nggak tau kalau omongan adalah doa?"

"Gue nggak tahu. Yang gue tahu, kalau hari ini Lo nggak nyicil bayar ke Gue, Gue bakalan usir Lo dari kosan ini!" ancam Ibu pemilik kos.

"Yah, jangan dong Bu.."

"Bodoamat! Kalau Lo nggak mau pindah, siapin uangnya! Masih banyak orang yang mau ngekos di sini!" setelah mengucapkan kalimat keramat itu, ibu pemilik kos lantas pergi dari sana sambil menghentak-hentakkan kaki. Jo hanya bisa memandang kepergian Ibu pemilik Kos sambil menggaruk-garuk kepalanya.

"Hadeh, gimana nih?"

"Woy Jo!" teriakan seorang pria membuat Jo menoleh. "Loh, kok belum siap-siap? Bukannya hari ini Lu mau ngelamar kerjaan jadi OB?"

"Astaga, iya! Aku lupa! Makasih Pak Sar!" Jo bergegas masuk lagi ke dalam kamarnya untuk bersiap-siap. Karena terlalu buru-buru, ujung kaki Jo sampai terantuk kaki meja.

"Aw! Aduduh!"

Sambil berjalan pincang, Jo segera menyambar handuk dan berlari keluar untuk mandi. Kos-kosan itu memang memiliki kamar mandi yang berada di luar. Hanya ada dua untuk dua puluh penghuni yang ada di sana.

"Alah, pake ngantri pula," Jo mengeluh. Kalau mau menunggu, sudah dipastikan dia akan terlambat. Pada akhirnya, Jo memilih untuk mencuci muka dan menyikat gigi saja. Ia menuju keran yang berada di luar kamar mandi dan memutarnya. Tapi keran yang ia pegang tiba-tiba patah dan air menyembur ke mana-mana.

"JOOOO! ITU KERAN MASIH BARUUUU!" terdengar suara merdu lengkingan dari ibu pemilik kos.

"Maaf Bu! nanti aku ganti!" teriak Jo sambil berusaha memperbaikinya keran itu.

"HALAH! dari kemarin bilangnya mau ganti, tapi nggak pernah diganti! Lo udah ngerusak keran sepuluh kali! Lo harus ganti sepuluh biji!"

"Iya Bu!" Teriak Jo masih sambil memperbaiki keran air tersebut, diiringi teriakan ibu pemilik kos yang memekakkan telinga.

Setelah beberapa lama, akhirnya Jo berhasil memperbaiki keran itu dan menyelesaikan ritual bersih-bersih singkat. Kemudian, ia bergegas kembali ke kamar dan keluar dalam beberapa menit dengan sudah memakai kemeja putih dan celana hitam. Rambut juga sudah disisir rapi, sampai...

PLUK!

Sebuah benda hangat jatuh menimpa kepala Jo.

Jo memegang benda yang berada di kepalanya itu dan langsung menghela napas panjang. "Burung sialan!" umpatnya sambil bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tangan dan rambutnya dari tahi burung.

Yah, itulah tadi gambaran kehidupan sehari-hari Bejo Fajar Santoso, seorang perjaka di usia 25 tahun yang selalu mendapatkan kesialan seumur hidup. Saat usianya enam bulan, Jo sudah ditinggalkan orangtuanya di panti asuhan. Tapi, seolah memang pembawa sial, di hari kedatangan Jo, panti asuhan itu kebakaran. Tidak hanya itu, sejak kedatangan Jo, panti asuhan dan orang-orang yang berada di sana juga kerap kali terkena sial. Saking sialnya, anak-anak di panti asuhan itu memanggil Jo anak setan.

Ah, sebenarnya ada satu keberuntungan yang pernah menimpa Jo dalam hidupnya. Yaitu hadirnya Pak Santoso, pemilik panti asuhan yang tak pernah mengusir Jo meskipun selama ini dialah penyebab panti asuhan itu selalu terkena bencana. Pak Santoso menganggap Jo sama dengan anak-anak yang lain, dan bahkan menyematkan namanya di belakang nama Jo. Jo baru keluar dari panti itu di usianya yang ke delapan belas tahun setelah ia lulus sekolah karena ingin mengadu nasib di ibukota. Tapi tentu saja kehidupan di ibukota tak seindah bayangannya.

Selama berada di Ibukota, Jo sudah melakukan berbagai macam pekerjaan. Mulai dari kuli bangunan, tukang angkut di pasar, pencuci piring di restoran, sampai penjaga hewan peliharaan. Tapi tak ada satupun pekerjaan yang bertahan lebih dari dua bulan. Alasannya tak lain dan tak bukan adalah karena kesialan yang selalu setia menemani Jo. Selalu ada saja masalah dalam pekerjaannya. Misalnya saja proyek bangunan tempat ia bekerja tiba-tiba ambruk tanpa sebab, pasar digusur pemerintah, restoran menjadi bangkrut, bahkan kucing dan anjing yang ia jaga kabur entah kemana. Kalau sudah seperti itu, biasanya Jo hanya berusaha tetap bersabar dan kembali mencari pekerjaan lain. Suatu hal yang sulit karena ia hanya lulusan SMA.

Maka, hari ini, saat ada tawaran pekerjaan sebagai office boy di perusahaan Athena Beauty, Jo sangat bersemangat. Ia berharap kali ini keberuntungan berpihak padanya. Tapi, harapan memang tinggal harapan. Jo malah langsung diusir setelah menyebutkan namanya pada wanita cantik yang sepertinya adalah bos perusahaan ini.

"Saya nggak suka nama kamu. Jadi kamu ditolak. Silahkan keluar,"

Ucapan ketus wanita itu membuat Jo menjadi lemas. Astaga, bahkan namanya yang berarti 'keberuntungan' pun tidak menjadikan dirinya mendapatkan keberuntungan itu. Setelah diusir dari ruangan wawancara, Jo pun melangkah keluar dari gedung kantor.

Tapi lagi-lagi sial, Jo malah tersesat dan kebetulan ia melihat seorang wanita masuk ke dalam lift. Jo pun mengikuti wanita itu dan ternyata wanita itu adalah bos yang mengusirnya tadi.

"Hai Mbak," sapa Jo berusaha ramah, tapi wanita itu mengabaikan ucapan Jo. Jo yang tidak ingin memancing masalah akhirnya memutuskan untuk membungkam mulutnya.

Krucuk... Jo bisa merasakan perutnya berbunyi.

Duh, laper lagi, keluh Jo. Lalu Jo teringat kalau dia sempat membawa pisang, jadi ia merogoh kantong untuk mengambilnya. Jo sudah membayangkan memakan pisang itu untuk mengganjal perut, tapi baru saja ia mengeluarkan buah itu dari sakunya, tiba-tiba wanita di depannya menyemprotkan sesuatu ke arahnya.

"Aw! Aduh! Kenapa saya disemprot, mbak?" Jo merintih kesakitan karena matanya terasa perih terkena cairan itu.

"Kamu pasti mau ngapa-ngapain saya kan?" Tuduh wanita itu masih sambil mengacungkan semprotan itu ke arah Jo.

"Hah? Siapa yang mau ngapa-ngapain mbak?"

"Itu, tadi kamu keluarin pistol!" Wanita itu menunjuk benda yang dipegang Jo.

"Ini? Ini bukan pistol mbak, ini pisang!" Jo berseru kesal. "Saya mau makan pisang karena laper belum sarapan!"

"Pi-pisang? Tapi kenapa kamu—"

Belum sempat wanita itu menyelesaikan ucapannya, lampu lift tiba-tiba padam. Tak cukup sampai di situ, tiba-tiba lift berguncang hebat.

Jo dengan sigap langsung berpegangan pada besi yang ada di dalam lift. Tapi berbeda dengan Jo, wanita itu belum sempat meraih apapun dan tubuhnya hampir terpelanting ke arah tembok.

"Awas mbak!" Jo loncat dan meraih sang wanita ke dalam pelukannya. Ia tak peduli jika harus mengorbankan tubuhnya untuk melindungi wanita itu.

BRAK!

Punggung Jo membentur dinding lift dengan sangat keras. Setelah itu Jo tidak mengingat apapun lagi karena semuanya menjadi gelap.

Terpopuler

Comments

jumirah slavina

jumirah slavina

orang'y depan pintu'mu wwoooiii 🤣🤣

2025-02-26

1

Dwi MaRITA

Dwi MaRITA

namanya aja Bejo tp BELUM nemu keberuntungan...padahal keberuntungan ada di pinggir sungai... eh Bejo malah ada ditengah... 🙈🙉🙊🍒

2024-08-03

3

Dewi @@@♥️♥️

Dewi @@@♥️♥️

Jo kayaknya pas lahir gak di azanin dech jadi selalu sial dan membawa sial utk orang² di sekitarnya

2024-06-27

2

lihat semua
Episodes
1 1. Wanita Beruntung
2 2. Laki-laki Sial
3 3. Hari Sial
4 4. Hari yang Beruntung
5 5. Bertemu
6 6. Kembalikan Keberuntunganku!
7 7. Solusi
8 8. Hari Pertama Kerja
9 9. Masuk Kantor
10 10. Kendaraan
11 11. Terpesona
12 12. Pesta
13 13. Permainan
14 14. Mabuk
15 15. Peluk
16 16. Gosip
17 17. Buktikan!
18 18. Terbayang-bayang Kamu
19 19. Khawatir
20 20. Kamu Harus Menikah
21 21. Ayo Nikah
22 22. Mencari Calon Suami
23 23. Merayu Jo
24 24. Jalan, Yuk?
25 25. Will You Marry Me?
26 26. Trik
27 27. Surat Perjanjian
28 28. Restu Papa
29 29. Cuti
30 30. Mas-Adek
31 31. Dek Tina
32 32. Fitting
33 33. Calon Suami yang Polos
34 34. Tina Frustasi
35 35. Angkot Romantis
36 36. Bucin
37 37. Hari H
38 38. Malam Pertama (?)
39 39. Gendong
40 40. Rencana Rahasia Mama
41 41. Malam Panjang
42 42. AADJ (Ada Apa Dengan Jo)?
43 43. Galau
44 44. Baikan
45 45. Kencan (?)
46 46. Pesta (2)
47 47. Honeymoon
48 48. Masa Lalu Bu Elisa
49 49.
50 50. Hukuman
51 51. Pulang
52 52. Oleh-oleh
53 53. Oleh-oleh (2)
54 54. Hasil
55 55. Kecurigaan
56 56. Main Golf
57 57. Taruhan
58 58. Menemui Bu Elisa
59 59. 18+, harap bijak dalam membaca
60 60. Lamaran Andra
61 61. Kebenaran
62 62. Aslan
63 63.
64 64
65 65. Penangkapan Andra & Kemarahan Jo
66 66. Hobi Baru Tina
67 67. Warisan
68 68. Laper Mas!
69 69. Kebahagiaan Tak Ternilai
70 70
71 71. Ngidam
72 72. Ngidam (2)
73 73. Jatuh!
74 74. Liburan Keluarga
75 75. Kemunculan Andra
76 76. Penyelamatan
77 77. Kritis
78 78. Lupa?
79 79. Bogem Mentah
80 80. Persidangan
81 81. USG
82 82. Tiga Jagoan
83 Novel Baru
Episodes

Updated 83 Episodes

1
1. Wanita Beruntung
2
2. Laki-laki Sial
3
3. Hari Sial
4
4. Hari yang Beruntung
5
5. Bertemu
6
6. Kembalikan Keberuntunganku!
7
7. Solusi
8
8. Hari Pertama Kerja
9
9. Masuk Kantor
10
10. Kendaraan
11
11. Terpesona
12
12. Pesta
13
13. Permainan
14
14. Mabuk
15
15. Peluk
16
16. Gosip
17
17. Buktikan!
18
18. Terbayang-bayang Kamu
19
19. Khawatir
20
20. Kamu Harus Menikah
21
21. Ayo Nikah
22
22. Mencari Calon Suami
23
23. Merayu Jo
24
24. Jalan, Yuk?
25
25. Will You Marry Me?
26
26. Trik
27
27. Surat Perjanjian
28
28. Restu Papa
29
29. Cuti
30
30. Mas-Adek
31
31. Dek Tina
32
32. Fitting
33
33. Calon Suami yang Polos
34
34. Tina Frustasi
35
35. Angkot Romantis
36
36. Bucin
37
37. Hari H
38
38. Malam Pertama (?)
39
39. Gendong
40
40. Rencana Rahasia Mama
41
41. Malam Panjang
42
42. AADJ (Ada Apa Dengan Jo)?
43
43. Galau
44
44. Baikan
45
45. Kencan (?)
46
46. Pesta (2)
47
47. Honeymoon
48
48. Masa Lalu Bu Elisa
49
49.
50
50. Hukuman
51
51. Pulang
52
52. Oleh-oleh
53
53. Oleh-oleh (2)
54
54. Hasil
55
55. Kecurigaan
56
56. Main Golf
57
57. Taruhan
58
58. Menemui Bu Elisa
59
59. 18+, harap bijak dalam membaca
60
60. Lamaran Andra
61
61. Kebenaran
62
62. Aslan
63
63.
64
64
65
65. Penangkapan Andra & Kemarahan Jo
66
66. Hobi Baru Tina
67
67. Warisan
68
68. Laper Mas!
69
69. Kebahagiaan Tak Ternilai
70
70
71
71. Ngidam
72
72. Ngidam (2)
73
73. Jatuh!
74
74. Liburan Keluarga
75
75. Kemunculan Andra
76
76. Penyelamatan
77
77. Kritis
78
78. Lupa?
79
79. Bogem Mentah
80
80. Persidangan
81
81. USG
82
82. Tiga Jagoan
83
Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!