17. Buktikan!

"Sayang, kamu perhatian banget deh sampai buatin kopi segala buat aku. Makasih ya," Tina masih melanjutkan aktingnya. Ia lalu berjinjit dan cup! Dengan sengaja mengecup pipi Jo.

Jo yang masih bengong karena perlakuan Tina hanya bisa pasrah saat wanita itu menyeretnya untuk duduk di atas sofa. Sementara itu, Andra yang tak kalah terkejut masih berdiri di tempatnya.

"Apa-apaan kalian ini?" Andra berseru emosi. "Berani-beraninya mesra-mesraan di depanku!"

"Oh, gue lupa kalau ada Lo di sini," Tina menoleh sekilas ke arah Andra. Kedua tangannya bergelayut manja pada lengan kekar Jo. "Duduklah. Bukannya Lo kesini karena ada yang ingin disampaikan?"

Andra mengepalkan tangannya kesal. Ia menghempaskan pantatnya ke atas sofa sambil menyilangkan kaki. "Nggak usah berakting di depanku lagi Tina, aku tahu kalau hubungan kalian cuma pura-pura," Andra berkata to the point sambil memandang mereka tajam.

"Kenapa Lo bisa bicara begitu?"

"Tanya saja sama pacar pura-puramu itu. Dia sudah ketangkap basah olehku saat di pesta,"

Tina melirik ke arah Jo dan Jo hanya bisa meringis, membuat Tina menghela napas panjang. Huh, dasar laki-laki tidak berguna!

"Gue nggak tahu apa yang kalian bicarakan di pesta. Tapi yang jelas, kita nggak berpura-pura," Tina mengelus janggut Jo dengan lembut, membuat badan lelaki itu langsung kaku. "Kita memang sedang dalam tahap pendekatan. Wajar kalau sayangku ini masih bingung dengan hubungan kami,"

Andra menggeram melihat mantan pacarnya itu menyentuh Jo dengan begitu mesranya, bahkan memanggil laki-laki itu dengan sebutan 'sayangku'. "Bagaimana mungkin kamu bisa secepat itu move on dariku? Aku lihat-lihat, cowok ini sangat jauh dari seleramu!"

"Memangnya lo tahu apa soal selera gue?" Tina mengangkat bahu.

"Bukankah selera kamu adalah laki-laki pekerja keras yang bisa mengayomi perempuan seperti aku? Tapi dilihat sekilas pun, aku tahu laki-laki ini pengangguran!" Andra menunjuk tepat di wajah Jo. "Apa kamu tahu siapa identitas asli lelaki ini? Dia cuma pria miskin yang mau menguras uang kamu!"

"Tentu saja gue tahu. Tapi, selera orang bisa berubah kan?" Tina menyandarkan kepalanya pada bahu Jo. "Dulu selera Gue memang cowok kaya Lo, tapi nyatanya Lo malah selingkuh. Seperti yang Lo bilang, sepertinya hubungan kita dulu terlalu flat karena kita sama-sama sibuk. Jadi, menurut pengalaman, sekarang Gue memilih cowok yang pengangguran, supaya bisa mendampingi Gue kemana-mana. Kalaupun dia memang berniat mau nguras duit gue, it's fine! Gue kan kaya,"

Andra sampai tak bisa berkata-kata mendengar ucapan Tina. "Kamu benar-benar udah gila Tina,"

"Sama seperti Lo kan?" Tina tersenyum. "Udah lah Ndra, lo nggak berhak ngatur-ngatur percintaan gue. Kita kan sekarang udah mantan, itu artinya, kita udah nggak ada hubungan apa-apa lagi,"

Andra mendengus. "Aku tahu kamu melakukan itu hanya untuk menarik perhatianku Tina. Oke, oke, kamu berhasil. Sekarang aku benar-benar cemburu. Sekarang, sudahi semuanya,"

Tina terbelalak. "Dih, kepedean banget Lo jadi cowok!"

"Kalau gitu buktikan! Buktikan kalau kalian memang pacaran dan nggak cuma pura-pura!" tantang Andra. Ia yakin Tina tak akan bisa membuktikannya karena hubungan mereka cuma pura-pura.

"Oke!" Tina yang harga dirinya setinggi langit langsung tersulut emosinya. Ia memegangi wajah Jo dengan kedua tangannya, membuat Jo mengedip-ngedipkan mata dengan cepat.

"B-bu, mau ngapain?" cicit Jo kebingungan.

"Lo diem. Jangan ngelawan dan nurut aja kata gue," bisik Tina galak dan ia langsung melahap bibir Jo.

Mata Jo membulat. Situasi apa ini sebenarnya?! Teriak Jo di dalam hati. Kenapa tiba-tiba aku sama Bu Tina ciuman?

Tina masih terus menjalankan aksinya dan memperdalam ciuman mereka sampai Andra yang merasa kesal akhirnya memilih untuk keluar dari ruangan. Ia membanting pintu ruangan itu dengan penuh amarah.

BRAK!

Setelah Andra pergi, barulah Tina melepaskan ciumannya.

"Dasar cowok rese!" sembur Tina sambil mengacungkan jari tengahnya ke arah pintu. Ia terlalu kesal pada Andra sampai tidak sadar dengan yang sudah ia lakukan. Barulah setelah beberapa saat kemudian, ia melotot menyadari tindakannya sendiri.

PLAK!

Reflek, Tina menampar pipi Jo.

"Aw! Bu, kenapa saya ditampar?!"

"Gue tadi habis ngapain?!"

"Ya nggak tahu, kok tanya saya! Kan Ibu sendiri yang ngelakuin! Malah saya yang ditampar!" keluh Jo sambil mengelus-elus pipinya yang memerah.

"Akkkhhh!!!" Tina berteriak histeris. "Benar-benar menjijikkan!" Tina berlari ke kamar mandi dan buru-buru menggosokkan sabun ke bibirnya. "Huek!" Ia bahkan sampai muntah-muntah.

"Buset! Sampai muntah segala! Emangnya aku semenjijikkan itu ya?" Jo mengecek napasnya sendiri, lalu mengernyitkan dahi saat menghirup aroma yang tidak sedap. "Oh iya pantesan, aku kan tadi pagi habis makan jengkol,"

Sementara itu, Tina masih terus muntah-muntah di dalam kamar mandi.

"Huek! Huek!"

...----------------...

Setelah merasa sedikit lebih tenang, Tina duduk di atas sofa dengan kepala bersandar pada tangannya.

"Lo benar-benar udah gila Tina," gadis itu tampak bergumam sambil menggelengkan kepala. "Dari semua laki-laki yang ada di dunia ini, kenapa Lo harus cium Jo coba?"

"Bu, jangan merasa paling tersakiti gitu dong. Kan di sini saya korbannya," Jo rupanya masih tidak terima karena Tina menciumnya seenak jidat. "Ibu harus tanggung jawab, ini ciuman pertama saya loh,"

"Heh, kalau bukan karena terpaksa, gue juga nggak mau kali! Lagian, Lo tuh harusnya bersyukur karena ciuman pertama Lo itu sama Gue, Athena Dewi Sarayu! Cewek paling cantik di negara ini!"

"Dih, sombong bener," cibir Jo sambil mengusap bibirnya yang penuh bekas lipstik dengan tisu. "Dasar Tina Toon,"

"Apa?!" Tina mendelik yang langsung membuat nyali Jo ciut. "Pokoknya, kita anggap saja yang barusan tidak pernah terjadi," putus Tina kemudian. "Lo harus pastikan tutup mulut sama kejadian ini, jangan sampai ada satupun orang yang tahu aib paling memalukan dalam hidup gue!"

"Tapi bu, mas Andra kan tadi udah liat,"

"Dia itu harga dirinya tinggi, jadi nggak mungkin dia nyeritain ini ke siapa-siapa. Pokoknya, awas ya, kalau sampai ada satu pun orang yang tahu, penyebarnya pasti Lo!" Tina memegangi kepalanya yang terasa pusing dan mengambil cangkir kopi di atas meja, lalu meminumnya.

"Huek! Pahit banget! Lo kasih gula nggak, sih?" Protes Tina sambil menjulurkan lidahnya.

"Kasih kok bu, tapi dikiiiit banget. Soalnya biasanya tukang bangunan tempat saya kerja dulu suka minum kopi yang pahit-pahit begitu,"

Mata Tina makin mendelik mendengar penjelasan Jo. "Lo nyamain Gue sama tukang bangunan?!"

"Ya siapa tahu aja kan Bu,"

"Bejooo!!!" Lagi-lagi Tina berteriak. "Pergi kamu dari sini! Hari ini gue nggak mau lihat wajah lo lagi!" usirnya yang membuat Jo langsung terbirit-birit keluar ruangan.

...----------------...

"Dasar bos aneh," gerutu Jo kesal. Karena sudah diusir, jadi ia memutuskan pulang langsung pulang ke kosan. "Dia sendiri yang cium aku, dia sendiri yang marah-marah,"

Jo menyentuh bibirnya sendiri, kemudian ia jadi teringat ciumannya dengan Tina. "Ternyata bibir cewek selembut itu ya," tanpa sadar Jo senyum-senyum sendiri. Tapi tak berselang lama senyuman itu hilang saat ia teringat sosok Tina yang sangat mengerikan saat sedang marah-marah.

"Duh, serem banget dah, takut!" Jo bergidik. Ia pun meneruskan langkahnya memasuki gang kos-kosannya yang sepi. Namun, langkahnya terhenti karena di depannya ada lima orang sedang berdiri mencegatnya.

Jo tampak kaget sejenak, apalagi dilihatnya kelima orang itu membawa senjata berupa balok kayu dan pisau kecil. Jo tahu kalau daerah tempat dirinya tinggal sekarang memang rawan kejahatan, dan banyak preman berada di sana. Hanya saja, biasanya para preman itu tidak muncul di siang hari, dan tidak mengganggu orang-orang yang tinggal di sekitar mereka.

"Orang baru ya?" Jo malah menghampiri mereka dengan ramah. "Maaf Bang, saya juga tinggal di sini kok. Saya ngekos di tempatnya Bang Boim, preman di tempat ini," ujarnya menyebutkan nama preman yang paling ditakuti. "Nama saya Bejo, biasanya dipanggil Jo, saya—"

Belum sempat Jo menyelesaikan kalimatnya, preman di depannya sudah mengayunkan balok kayu yang ia pegang. "Halah bacot! Rasain nih!"

Balok kayu mengenai kepala Jo, dan lelaki itu langsung ambruk ke tanah.

Terpopuler

Comments

jumirah slavina

jumirah slavina

iya TinaNtoon...

Aku saksine klo Kamu yg mentium Jojo...

tanggung jawab lo !!!

buahahahahahahahahahaaaaa 🤣🤣

2025-02-27

1

jumirah slavina

jumirah slavina

yaelah Jooo... Jooo 🤣🤣🤣🤣🤣

2025-02-27

1

Eva Karmita

Eva Karmita

tak ku sangka ternyata Bejo masih polos banget kasihan ciuman pertama nya sudah diambil Tina 🤭🙈
astaga semoga Bejo ada yg nolong 😩😩

2024-06-29

3

lihat semua
Episodes
1 1. Wanita Beruntung
2 2. Laki-laki Sial
3 3. Hari Sial
4 4. Hari yang Beruntung
5 5. Bertemu
6 6. Kembalikan Keberuntunganku!
7 7. Solusi
8 8. Hari Pertama Kerja
9 9. Masuk Kantor
10 10. Kendaraan
11 11. Terpesona
12 12. Pesta
13 13. Permainan
14 14. Mabuk
15 15. Peluk
16 16. Gosip
17 17. Buktikan!
18 18. Terbayang-bayang Kamu
19 19. Khawatir
20 20. Kamu Harus Menikah
21 21. Ayo Nikah
22 22. Mencari Calon Suami
23 23. Merayu Jo
24 24. Jalan, Yuk?
25 25. Will You Marry Me?
26 26. Trik
27 27. Surat Perjanjian
28 28. Restu Papa
29 29. Cuti
30 30. Mas-Adek
31 31. Dek Tina
32 32. Fitting
33 33. Calon Suami yang Polos
34 34. Tina Frustasi
35 35. Angkot Romantis
36 36. Bucin
37 37. Hari H
38 38. Malam Pertama (?)
39 39. Gendong
40 40. Rencana Rahasia Mama
41 41. Malam Panjang
42 42. AADJ (Ada Apa Dengan Jo)?
43 43. Galau
44 44. Baikan
45 45. Kencan (?)
46 46. Pesta (2)
47 47. Honeymoon
48 48. Masa Lalu Bu Elisa
49 49.
50 50. Hukuman
51 51. Pulang
52 52. Oleh-oleh
53 53. Oleh-oleh (2)
54 54. Hasil
55 55. Kecurigaan
56 56. Main Golf
57 57. Taruhan
58 58. Menemui Bu Elisa
59 59. 18+, harap bijak dalam membaca
60 60. Lamaran Andra
61 61. Kebenaran
62 62. Aslan
63 63.
64 64
65 65. Penangkapan Andra & Kemarahan Jo
66 66. Hobi Baru Tina
67 67. Warisan
68 68. Laper Mas!
69 69. Kebahagiaan Tak Ternilai
70 70
71 71. Ngidam
72 72. Ngidam (2)
73 73. Jatuh!
74 74. Liburan Keluarga
75 75. Kemunculan Andra
76 76. Penyelamatan
77 77. Kritis
78 78. Lupa?
79 79. Bogem Mentah
80 80. Persidangan
81 81. USG
82 82. Tiga Jagoan
83 Novel Baru
Episodes

Updated 83 Episodes

1
1. Wanita Beruntung
2
2. Laki-laki Sial
3
3. Hari Sial
4
4. Hari yang Beruntung
5
5. Bertemu
6
6. Kembalikan Keberuntunganku!
7
7. Solusi
8
8. Hari Pertama Kerja
9
9. Masuk Kantor
10
10. Kendaraan
11
11. Terpesona
12
12. Pesta
13
13. Permainan
14
14. Mabuk
15
15. Peluk
16
16. Gosip
17
17. Buktikan!
18
18. Terbayang-bayang Kamu
19
19. Khawatir
20
20. Kamu Harus Menikah
21
21. Ayo Nikah
22
22. Mencari Calon Suami
23
23. Merayu Jo
24
24. Jalan, Yuk?
25
25. Will You Marry Me?
26
26. Trik
27
27. Surat Perjanjian
28
28. Restu Papa
29
29. Cuti
30
30. Mas-Adek
31
31. Dek Tina
32
32. Fitting
33
33. Calon Suami yang Polos
34
34. Tina Frustasi
35
35. Angkot Romantis
36
36. Bucin
37
37. Hari H
38
38. Malam Pertama (?)
39
39. Gendong
40
40. Rencana Rahasia Mama
41
41. Malam Panjang
42
42. AADJ (Ada Apa Dengan Jo)?
43
43. Galau
44
44. Baikan
45
45. Kencan (?)
46
46. Pesta (2)
47
47. Honeymoon
48
48. Masa Lalu Bu Elisa
49
49.
50
50. Hukuman
51
51. Pulang
52
52. Oleh-oleh
53
53. Oleh-oleh (2)
54
54. Hasil
55
55. Kecurigaan
56
56. Main Golf
57
57. Taruhan
58
58. Menemui Bu Elisa
59
59. 18+, harap bijak dalam membaca
60
60. Lamaran Andra
61
61. Kebenaran
62
62. Aslan
63
63.
64
64
65
65. Penangkapan Andra & Kemarahan Jo
66
66. Hobi Baru Tina
67
67. Warisan
68
68. Laper Mas!
69
69. Kebahagiaan Tak Ternilai
70
70
71
71. Ngidam
72
72. Ngidam (2)
73
73. Jatuh!
74
74. Liburan Keluarga
75
75. Kemunculan Andra
76
76. Penyelamatan
77
77. Kritis
78
78. Lupa?
79
79. Bogem Mentah
80
80. Persidangan
81
81. USG
82
82. Tiga Jagoan
83
Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!