9. Masuk Kantor

"Tolong! Tolong saya!" Jo mencoba berteriak minta tolong, namun dua pria kekar itu tidak menggubrisnya. Mereka menyeret Jo keluar dari ruang kerja Tina dan membawanya melalui lorong-lorong rumah megah itu. Jo merasa jantungnya berdetak semakin kencang. Pikirannya dipenuhi oleh segala macam kemungkinan buruk yang mungkin terjadi padanya.

"Aku sering dengar kalau orang-orang kaya itu gabutnya suka makan organ manusia,"

Lagi-lagi suara istri Pak Sar memenuhi kepalanya, membuat bulu kuduknya berdiri. Ya Allah, doa Jo di dalam hati. Tolonglah hamba-Mu yang lemah ini!

Mereka akhirnya berhenti di depan sebuah pintu besar yang terlihat sangat kokoh. Salah satu pria itu mengetuk pintu tiga kali. Tidak lama kemudian, pintu itu terbuka dan Jo diseret masuk. Di dalam ruangan itu, beberapa wanita segera menyeret Jo untuk duduk di sebuah kursi. Mereka dengan cekatan memotong rambut Jo, merapikan kumis dan jenggotnya, serta memberikan perawatan wajah. Jo yang masih kebingungan merasa aneh mendapatkan perlakuan seperti ini. Setelah itu, Jo dibawa ke sebuah ruangan tertutup dan diberikan setelan jas baru. Barulah beberapa saat kemudian, mereka memberikan cermin kepada Jo.

Jo terperangah saat melihat dirinya sendiri pada pantulan cermin. Ia hampir tidak mengenali bayangan dirinya sendiri. Rambutnya kini tertata rapi, wajahnya terlihat lebih bersih dan segar, dan pakaiannya diganti dengan setelan jas yang sangat elegan dan pas di badan. Jo merasa seperti orang yang benar-benar baru.

"Artis dari mana nih?" gumam Jo sambil tak henti-hentinya menatap bayangan wajahnya sendiri. "Kenapa aku jadi ganteng banget?"

Beberapa saat kemudian, pintu diketuk dari luar dan Yena masuk ke dalam ruangan. Ia terkejut saat melihat penampilan Jo yang sudah sangat berbeda dari sebelumnya.

"Waw," hanya itu reaksi Yena.

"Mbak!" Jo berjalan menghampiri Yena. "Sebenarnya, saya diapain sih? Saya tadi sempat ketakutan loh, saya kira ginjal saya mau diambil!"

Yena tertawa mendengar suara Jo yang terdengar seperti mengadu. "Aduh, mas Bejo, anda ini memikirkan apa? Tadi Bu Tina menyuruh saya me-make over penampilan Mas Bejo supaya lebih kelihatan rapi dan profesional. Anda tahu sendiri kan, kalau Bu Tina sangat perfeksionis, apalagi nanti Anda harus mendampingi beliau kemana-mana. Jadi penampilan Anda harus sedikit dirubah,"

"Oh..." Jo mengangguk-angguk mengerti. "Habisnya saya tiba-tiba diseret begitu, jadi saya sempat bingung,"

"Iya, maafkan kami ya Mas Bejo. Nah, sekarang, Anda sudah siap untuk berangkat. Mari, saya antar ke Bu Tina. Beliau sudah menunggu,"

Yena berjalan terlebih dulu dan Jo mengikuti di belakang. Yena membawa Jo menuju halaman rumah dan mengetuk salah satu jendela mobil yang berada di sana.

Jendela mobil itu turun dan memperlihatkan Tina yang sudah duduk manis di dalam.

"Bagaimana penampilannya Bu?" Yena menunjuk Jo yang berdiri di sampingnya. Tina melirik Jo sekilas dan berkata dengan nada datar.

"Yah, lumayan. Sekarang dia jauh lebih kelihatan seperti manusia ketimbang sebelumnya,"

Apa? Batin Jo. Jadi selama ini aku nggak kelihatan seperti manusia? Terus seperti apa? setan?

"Tunggu apa lagi? Cepetan masuk!" perintah Tina dengan nada galak. Jo menatap ke arah Yena dan wanita berkacamata itu menganggukkan kepala tanda mempersilahkan Jo untuk masuk.

"Kalau begitu, saya tinggal dulu ya mas Bejo. Saya membawa mobil sendiri ke sini," ujar Yena, kemudian ia berjalan menuju mobil yang berada di belakang mobil Tina. Jo menghirup napas dalam-dalam dan kemudian membuka pintu mobil.

"Loh, loh, ngapain kamu masuk ke sini?" tanya Tina saat Jo masuk dan duduk di sebelahnya.

"Loh? Tadi kata mbak Tina saya disuruh masuk," jawab Jo dengan polosnya.

"Ya tapi kan Lo itu asisten! Jadi duduknya di depan! Di bangku supir! Lo harus nyetirin Gue sampai kantor!" Saking kesalnya, Tina sampai tidak lagi bicara formal. "Pindah sana!"

Jo menggaruk-garuk tengkuknya bingung. "Tapi mbak, saya nggak punya SIM, soalnya saya juga nggak bisa nyetir mobil,"

"What?!" Kemarahan Tina semakin memuncak. Ia menepuk jidatnya sendiri karena merasa frustasi. "Ya udah, Lo balik ke dalem, dan minta supir pribadi Gue buat nyetir!"

"Siap mbak!" Jo bergegas keluar, tapi beberapa saat kemudian ia kembali lagi. "Eh, balik ke dalem mana mbak?"

"Dalem kuburan!" sarkas Tina. "Ya dalem rumah, lah!"

"Oh iya mbak, siap!" Jo lari terbirit-birit dan kali ini masuk ke dalam rumah. Tak berselang lama, ia kembali lagi bersama seorang supir. Barulah setelah itu mobil Tina bisa berangkat menuju kantor.

"Mulai sekarang, nama kamu adalah Jonathan," ujar Tina dalam perjalanan menuju kantor. Jo yang sudah duduk manis di kursi depan menoleh ke belakang dengan heran.

"Kenapa nama saya harus diganti, mbak?"

"Soalnya nama kamu jelek, saya nggak suka!" Jawab Tina ketus.

"Tapi kan mbak, nama saya itu artinya bagus. Bejo artinya keberuntungan. Lagian itu kan nama yang udah susah-susah dikasih sama bapak asuh saya di panti. Masa tiba-tiba diganti?" protes Jo.

"Saya nggak peduli ya sama sejarah pembuatan nama kamu. Yang jelas, nama kamu itu kampungan, dan nggak kelihatan profesional sama sekali!"

"Tapi mbak..."

"Sekali lagi 'tapi', Lo Gue turunin di sini!" ancam Tina yang lagi-lagi saat emosinya memuncak melupakan SOP berbahasa formal saat jam kerja. Menghadapi Jo benar-benar menguji kesabarannya yang setipis tisu.

Bibir Jo mencebik mendengar ancaman Tina. Ia masih tak terima namanya diganti-ganti sesuka hati.

"Huh, dasar nenek lampir," gumam Jo lirih. Tak sampai didengar Tina, tapi masih bisa didengar oleh supir yang duduk di sampingnya. Supir itu sekuat tenaga menahan tawa. Jo yang menyadari itu langsung mendekati Pak Supir.

"Pak, apa biasanya dia memang selalu galak begitu?" tanya Jo berbisik-bisik. Pak supir makin tak bisa menahan tawa, tapi ia ikut berbisik untuk menjawab pertanyaan Jo.

"Yah, memang begitulah Mas makanan sehari-hari saya,"

"Oh, pantesan aja. Udah bawaan lahir ternyata. Sayang banget cantik-cantik, tapi galak," tambah Jo lagi.

"Hihihi!" Pak supir kali ini benar-benar tak bisa menahan tawa.

"Ngapain kalian bisik-bisik sambil ketawa? Ngomongin saya?!" seru Tina dari bangku belakang. Wajah Jo dan Pak supir langsung berubah tegang. Jo segera menjauh dari Pak supir dan menatap lurus ke depan.

Sampai di depan kantor, Jo langsung turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Tina. Bibir Tina masih saja cemberut karena mood nya sudah terjun bebas. Kemudian ia melangkah masuk ke dalam kantor, sementara mobil Tina dibawa pulang oleh Pak supir.

"Loh, loh, itu mobilnya mau dibawa kemana mbak?" tanya Jo heran. Karena ia kira Pak supir akan menunggu di sini.

"Pulang," jawab Tina singkat.

"Terus, nanti kita pulangnya gimana?"

"Ya kamu pikirin sendiri, lah! Kamu kan asisten!" jawab Tina galak, membuat Jo lagi-lagi hanya mampu menggaruk-garuk kepalanya.

"Pokoknya, selama kerja di sini, kamu harus menjaga nama baik perusahaan. Jangan melakukan hal-hal aneh yang bisa mencoreng nama perusahaan. Ngerti?" Tina terus bicara tanpa menoleh ke arah Jo. Tapi langkahnya terhenti saat ia tak mendapatkan respon apapun dari asisten barunya itu.

"Jo? Kamu ngerti nggak?" Tina yang merasa kesal akhirnya menoleh ke belakang, dan alangkah terkejutnya dia saat melihat Jo sudah tidak berada di belakangnya. Lelaki itu sedang berdiri di dekat pintu masuk, sibuk mengepel lantai.

"Aduh, nak, nggak usah, biar ibu saja. Ini kan memang pekerjaan ibu," Tukas ibu-ibu office girl kepada Jo.

"Nggak papa Bu. Saya kasihan ngelihat Ibu kerja sendirian,"

"Tapi, saya kan...Astaga, Bu Tina!" Tukang bersih-bersih itu langsung menundukkan kepalanya saat melihat Tina berjalan ke arah mereka dengan wajah kesal.

"JO!" seru Tina yang membuat Jo terperanjat. "Lo ngapain?!"

"Eh, mbak, ini loh, saya bantuin ibu-ibu ini ngepel. Kasihan banget ngepel sendirian," ujar Jo tanpa merasa bersalah.

"Maaf Bu, saya nggak bermaksud nyuruh masnya ngepel. Udah saya larang, tapi beliau tetap bersikeras," ujar si office girl dengan wajah ketakutan.

Tina hanya bisa menghela napas panjang. Rasanya dia sudah tak sanggup lagi untuk marah-marah dengan pria di depannya itu.

Benar-benar sial! Umpatnya kesal.

Terpopuler

Comments

jumirah slavina

jumirah slavina

ya ampunnnnnn Bejoooo🤣🤣🤣

2025-02-26

1

Dwi MaRITA

Dwi MaRITA

wah.... bejo dah ganteng & makek stelan jas nan elegan.... eh malah ngepel.... apa nggak zeyenk, Jo dg penampilan ala kantoran jd berantakan 🙈😁

2024-08-08

3

Dewi @@@♥️♥️

Dewi @@@♥️♥️

Jo itu kan baik,,dia gak tega melihat ibu² ngepel sendirian ,jadi mau d bantuin,,,Bu tina tun

2024-06-27

1

lihat semua
Episodes
1 1. Wanita Beruntung
2 2. Laki-laki Sial
3 3. Hari Sial
4 4. Hari yang Beruntung
5 5. Bertemu
6 6. Kembalikan Keberuntunganku!
7 7. Solusi
8 8. Hari Pertama Kerja
9 9. Masuk Kantor
10 10. Kendaraan
11 11. Terpesona
12 12. Pesta
13 13. Permainan
14 14. Mabuk
15 15. Peluk
16 16. Gosip
17 17. Buktikan!
18 18. Terbayang-bayang Kamu
19 19. Khawatir
20 20. Kamu Harus Menikah
21 21. Ayo Nikah
22 22. Mencari Calon Suami
23 23. Merayu Jo
24 24. Jalan, Yuk?
25 25. Will You Marry Me?
26 26. Trik
27 27. Surat Perjanjian
28 28. Restu Papa
29 29. Cuti
30 30. Mas-Adek
31 31. Dek Tina
32 32. Fitting
33 33. Calon Suami yang Polos
34 34. Tina Frustasi
35 35. Angkot Romantis
36 36. Bucin
37 37. Hari H
38 38. Malam Pertama (?)
39 39. Gendong
40 40. Rencana Rahasia Mama
41 41. Malam Panjang
42 42. AADJ (Ada Apa Dengan Jo)?
43 43. Galau
44 44. Baikan
45 45. Kencan (?)
46 46. Pesta (2)
47 47. Honeymoon
48 48. Masa Lalu Bu Elisa
49 49.
50 50. Hukuman
51 51. Pulang
52 52. Oleh-oleh
53 53. Oleh-oleh (2)
54 54. Hasil
55 55. Kecurigaan
56 56. Main Golf
57 57. Taruhan
58 58. Menemui Bu Elisa
59 59. 18+, harap bijak dalam membaca
60 60. Lamaran Andra
61 61. Kebenaran
62 62. Aslan
63 63.
64 64
65 65. Penangkapan Andra & Kemarahan Jo
66 66. Hobi Baru Tina
67 67. Warisan
68 68. Laper Mas!
69 69. Kebahagiaan Tak Ternilai
70 70
71 71. Ngidam
72 72. Ngidam (2)
73 73. Jatuh!
74 74. Liburan Keluarga
75 75. Kemunculan Andra
76 76. Penyelamatan
77 77. Kritis
78 78. Lupa?
79 79. Bogem Mentah
80 80. Persidangan
81 81. USG
82 82. Tiga Jagoan
83 Novel Baru
Episodes

Updated 83 Episodes

1
1. Wanita Beruntung
2
2. Laki-laki Sial
3
3. Hari Sial
4
4. Hari yang Beruntung
5
5. Bertemu
6
6. Kembalikan Keberuntunganku!
7
7. Solusi
8
8. Hari Pertama Kerja
9
9. Masuk Kantor
10
10. Kendaraan
11
11. Terpesona
12
12. Pesta
13
13. Permainan
14
14. Mabuk
15
15. Peluk
16
16. Gosip
17
17. Buktikan!
18
18. Terbayang-bayang Kamu
19
19. Khawatir
20
20. Kamu Harus Menikah
21
21. Ayo Nikah
22
22. Mencari Calon Suami
23
23. Merayu Jo
24
24. Jalan, Yuk?
25
25. Will You Marry Me?
26
26. Trik
27
27. Surat Perjanjian
28
28. Restu Papa
29
29. Cuti
30
30. Mas-Adek
31
31. Dek Tina
32
32. Fitting
33
33. Calon Suami yang Polos
34
34. Tina Frustasi
35
35. Angkot Romantis
36
36. Bucin
37
37. Hari H
38
38. Malam Pertama (?)
39
39. Gendong
40
40. Rencana Rahasia Mama
41
41. Malam Panjang
42
42. AADJ (Ada Apa Dengan Jo)?
43
43. Galau
44
44. Baikan
45
45. Kencan (?)
46
46. Pesta (2)
47
47. Honeymoon
48
48. Masa Lalu Bu Elisa
49
49.
50
50. Hukuman
51
51. Pulang
52
52. Oleh-oleh
53
53. Oleh-oleh (2)
54
54. Hasil
55
55. Kecurigaan
56
56. Main Golf
57
57. Taruhan
58
58. Menemui Bu Elisa
59
59. 18+, harap bijak dalam membaca
60
60. Lamaran Andra
61
61. Kebenaran
62
62. Aslan
63
63.
64
64
65
65. Penangkapan Andra & Kemarahan Jo
66
66. Hobi Baru Tina
67
67. Warisan
68
68. Laper Mas!
69
69. Kebahagiaan Tak Ternilai
70
70
71
71. Ngidam
72
72. Ngidam (2)
73
73. Jatuh!
74
74. Liburan Keluarga
75
75. Kemunculan Andra
76
76. Penyelamatan
77
77. Kritis
78
78. Lupa?
79
79. Bogem Mentah
80
80. Persidangan
81
81. USG
82
82. Tiga Jagoan
83
Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!