7. Solusi

"Jadi menurut teori Lo, keberuntungan Gue bakalan kembali kalau Gue bersentuhan sama dia?" Tina menunjuk Jo dengan ragu. "Kenapa bisa gitu?"

"Kalau nggak percaya, coba aja kalian bersentuhan lagi," ucap Yena yakin. Hal itu membuat Tina dan Jo saling berpandangan.

"Apa lihat-lihat?" sambar Tina galak. "Emang nggak ada cara yang lain apa?"

"Yaudah coba aja sih," Yena gregetan. "Tinggal pegangan tangan aja apa susahnya,"

"Susah! Gue itu Tina loh! Pemilik Athena Beauty! Nggak sembarang orang bisa nyentuh Gue!"

"Jadi, kamu memilih untuk sial seumur hidup ketimbang megang tangan mas bejo?"

Tina terdiam dan mulai berpikir. Ia lantas menoleh ke arah Jo yang juga kelihatan bingung. "Yaudah sini pegang," Tina mengulurkan tangannya. "Tapi jangan ambil kesempatan dalam kesempitan, ya!"

Jo memandangi tangan mulus Tina yang terulur padanya. Ia menelan ludahnya kasar, pasalnya dalam seumur hidupnya, belum pernah Jo memegang tangan seorang wanita. Jo mengangkat tangannya, tapi kemudian menurunkannya lagi, mengangkatnya lagi, dan menurunkannya lagi, membuat Tina makin kesal.

"Astaga!" Tina yang tidak sabaran segera meraih tangan Jo dan menggenggamnya. "Tinggal pegang aja susah amat!"

Glek!

Jo bisa merasakan darahnya berdesir hebat saat tangan mereka bersentuhan. Tak hanya itu, jantung Jo terasa berdebar dengan kencang.

"Gimana?" Tina menoleh ke arah sang sekretaris. "Sahamnya naik nggak?"

"Yap, seperti yang udah diduga," Yena menunjukkan layar handphonenya pada Tina. Terlihat grafik saham Athena Beauty kembali naik dengan pesat.

"Itu artinya, Gue harus kaya gini terus sama dia?" seru Tina. "Arghhhh! Sial! Gue nggak mau!"

"Mas Bejo," Mengabaikan protes Tina, Yena beralih menatap Jo. "Apa Mas bejo bersedia membantu kami? Seperti yang mas lihat, satu-satunya cara agar keberuntungan bos saya bisa kembali adalah dengan saling bersentuhan,"

Jo yang masih salah tingkah karena akhirnya menggenggam tangan wanita terdiam sejenak. Hal itu membuat Tina makin meradang. "Ngapain masih mikir? Lo tuh harus tanggungjawab mengembalikan keberuntungan Gue!"

"Ya saya sih mau mau aja ya mbak, apalagi kalau pegangan tangannya sama cewek secantik mbak Tina," Jo terkekeh, tapi segera membungkam mulut saat melihat lirikan maut Tina. "Tapi, saya punya syarat,"

"What?! Lo gila ya? Masih minta syarat segala?!"

"Ya iya lah mbak. Walaupun saya senang waktu mbak Tina nyentuh-nyentuh saya, tapi saya ini juga bukan cowok gampangan. Saya nggak mau dipegang-pegang begitu aja,"

"Heh! Nggak ada juga yang mau megang-megang Lo kalau nggak terpaksa, kali!"

"Syaratnya apa Mas Bejo?" Yena bertanya. Tina mendengus kesal karena sekretarisnya itu mau-mau saja menuruti ucapan Jo.

Jo menelan ludah sejenak sebelum menjawab ucapan Yena. "Saya mau jadi karyawan tetap di Athena Beauty,"

"Hah?!" Tina langsung mendelik. "Eh, denger ya! Orang yang bisa kerja di perusahaan Gue itu bukan orang sembarangan! Harus memenuhi kualifikasi! Lulusan terbaik aja belum tentu bisa diterima, apalagi Lo?! Nggak, nggak, Gue nggak terima syarat begituan!"

"Yaudah, kalau gitu saya juga nggak mau kerjasama sama kalian," Jo melepaskan tangannya dari Tina.

"Lo tuh!"

"Tina," Yena mendekati bosnya. "Jangan gitu dong. Coba pikirin sisi positifnya deh. Lagian kan kamu memang membutuhkan mas Bejo untuk terus berada di dekat kamu. Kalau kalian nggak bersentuhan, kesialan itu bakalan terus mengikuti kamu loh,"

Ucapan Yena membuat Tina mendengus kesal. "Tapi, Gue harus kasih dia posisi apa coba? Kayanya dia juga nggak jago ngapa-ngapain," Tina melirik Jo dengan julid.

"aku kepikiran satu pekerjaan," Yena menjawab yakin. "Jadi asisten pribadi kamu aja, gimana? Sebagai asisten, dia bisa mengikuti kamu kemana-mana dan kamu bisa meminta keberuntungan sewaktu-waktu. Mas Bejo dapat kerjaan, kamu dapat keberuntungan, win win solution, kan?"

"Duh..." Tina menepuk jidatnya kesal. "Harus banget begitu? Nggak ada cara lain lagi?"

Yena menggelengkan kepalanya menandakan kalau memang tidak ada cara lain. Sementara kedua wanita itu serius berdiskusi, Jo memandangi mereka dengan harap-harap cemas.

Gimana kalau mbak Tina menolak syarat dariku dan memilih menempuh jalur hukum? Ya Allah, aku nggak mau dipenjara! Jo berdoa di dalam hati. Saat ia melihat Tina dan Yena menoleh ke arahnya, Jo langsung memasang wajah datar seolah-olah tidak terlihat cemas sama sekali.

"Oke," Tina menghela napas panjang sebelum melanjutkan ucapannya. "Gue Terima syarat Lo. Tapi gue juga punya syarat,"

"Syaratnya apa mbak?"

"Lo harus merahasiakan semua ini dari siapapun, dan Lo harus selalu siap kalau Gue membutuhkan keberuntungan Lo. Jadi mulai sekarang, Lo akan jadi asisten pribadi Gue. Deal?"

Jo tersenyum lebar, "Deal! Terima kasih, Mbak Tina. Saya janji akan melakukan yang terbaik." Jo meraih tangan Tina dan menggenggamnya erat-erat. Tina langsung melepaskan tangannya dari Jo.

"Satu lagi, jangan pegang-pegang Gue sembarangan! Harus Gue yang lebih dulu minta, baru Lo boleh nyentuh Gue!"

"Siap mbak!" Jo lagi-lagi tersenyum lebar.

"Kalau gitu, mulai besok Mas Bejo bisa langsung berangkat kerja ya. Saya minta nomor Mas Bejo untuk memudahkan komunikasi," Yena mengulurkan ponselnya pada Jo dan Jo dengan sigap langsung mengetik nomornya. Setelah itu, Yena pun berpamitan dan kedua wanita itu keluar dari kamar Jo.

Saat pintu terbuka, alangkah kagetnya mereka saat melihat ada belasan orang berdiri di depan kamar Jo. Ternyata itu adalah para penghuni kos yang merasa penasaran.

"BUSET! Pada ngapain di sini?!" Jo langsung mengusir mereka. "Hush! Hush! Jangan ngumpul di sini! Balik sana!"

"Jo! Mereka itu siapa? Kenapa nemuin kamu?" Salah satu penghuni kos bertanya penasaran.

"Sst, udah nggak usah kepo!" Jo berusaha menghalau para penghuni kos yang penasaran.

"Jo, ayolah, cerita dong," desak penghuni kos lain. Yena yang melihat keributan itu segera melangkah maju.

"Kami dari perusahaan Athena Beauty Pak, Bu. Mas Bejo sekarang resmi jadi karyawan tetap kami. Mohon maaf atas keributannya," ucapnya dengan tegas.

Semua penghuni kos langsung terdiam dan saling berpandangan. "Athena Beauty? Perusahaan skincare itu? Serius, Jo? Mimpi apa Lo bisa dapat kerjaan di sana?" salah satu dari mereka bertanya dengan kagum.

"Ya, serius. Sekarang kalian udah tahu kan? Jadi sana balik ke kamar masing-masing," jawab Jo sambil mendorong mereka menjauh dari pintu kamarnya. Tina yang melihat Jo mengusir penghuni kos hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala.

"Gimana bisa Gue terlibat sama orang kaya dia?" gumamnya pelan.

Setelah berhasil mengusir kerumunan, Jo menoleh kembali ke Yena dan Tina. "Maaf, Mbak. Maklumin aja ya. Para penghuni di sini memang suka kepo," katanya sedikit malu.

"Nggak apa-apa, Mas Bejo. Yang penting, mulai besok kamu siap kerja, ya," kata Yena sambil tersenyum.

"Iya, siap Mbak. Terima kasih banyak," Jo menjawab sambil membungkuk hormat. Tina menghela napas panjang dan langsung melangkah pergi dari sana. Ia sudah tidak ada tenaga lagi untuk sekedar menjawab ucapan terimakasih Jo.

"Benar-benar mimpi buruk," keluh Tina saat mereka berada di dalam mobil. "Apa kata orang-orang nanti, coba?"

"Udah lah, nggak usah mikirin omongan orang, yang penting kita akhirnya dapat titik terang soal keberuntungan kamu kan?" Yena menghibur. "Siapa tahu yang terjadi selanjutnya bukan mimpi buruk, tapi justru mimpi indah, kan? Who knows?"

"Lo bisa ngomong begitu karena bukan Lo yang ngalamin sendiri Yena," Tina mendengus. Ia lalu menatap tangannya yang bekas menggenggam tangan Jo. "Kayanya habis ini Gue harus cuci tangan pakai kembang tujuh rupa,"

Yena hanya tertawa terbahak-bahak menanggapi ucapan Tina.

Terpopuler

Comments

Dwi MaRITA

Dwi MaRITA

bentar².... kalok tina makek air kembang 7 rupa, ntar malah tambah kepincut ma bejo loh.... 🙈

2024-08-03

3

Dewi @@@♥️♥️

Dewi @@@♥️♥️

nanti kalau si Bejo dah pakai pakaian kantoran ,, pasti jadi tampan,,si Tina lama² terpesona

2024-06-27

1

Eva Karmita

Eva Karmita

ya ngk gitu juga kali Tin ... memangnya Bejo jelek apa 😏 jgn terlalu sombong entar kalau udah keseringan ketemu malah kamu yg susah pisah sama Bejo

2024-06-24

1

lihat semua
Episodes
1 1. Wanita Beruntung
2 2. Laki-laki Sial
3 3. Hari Sial
4 4. Hari yang Beruntung
5 5. Bertemu
6 6. Kembalikan Keberuntunganku!
7 7. Solusi
8 8. Hari Pertama Kerja
9 9. Masuk Kantor
10 10. Kendaraan
11 11. Terpesona
12 12. Pesta
13 13. Permainan
14 14. Mabuk
15 15. Peluk
16 16. Gosip
17 17. Buktikan!
18 18. Terbayang-bayang Kamu
19 19. Khawatir
20 20. Kamu Harus Menikah
21 21. Ayo Nikah
22 22. Mencari Calon Suami
23 23. Merayu Jo
24 24. Jalan, Yuk?
25 25. Will You Marry Me?
26 26. Trik
27 27. Surat Perjanjian
28 28. Restu Papa
29 29. Cuti
30 30. Mas-Adek
31 31. Dek Tina
32 32. Fitting
33 33. Calon Suami yang Polos
34 34. Tina Frustasi
35 35. Angkot Romantis
36 36. Bucin
37 37. Hari H
38 38. Malam Pertama (?)
39 39. Gendong
40 40. Rencana Rahasia Mama
41 41. Malam Panjang
42 42. AADJ (Ada Apa Dengan Jo)?
43 43. Galau
44 44. Baikan
45 45. Kencan (?)
46 46. Pesta (2)
47 47. Honeymoon
48 48. Masa Lalu Bu Elisa
49 49.
50 50. Hukuman
51 51. Pulang
52 52. Oleh-oleh
53 53. Oleh-oleh (2)
54 54. Hasil
55 55. Kecurigaan
56 56. Main Golf
57 57. Taruhan
58 58. Menemui Bu Elisa
59 59. 18+, harap bijak dalam membaca
60 60. Lamaran Andra
61 61. Kebenaran
62 62. Aslan
63 63.
64 64
65 65. Penangkapan Andra & Kemarahan Jo
66 66. Hobi Baru Tina
67 67. Warisan
68 68. Laper Mas!
69 69. Kebahagiaan Tak Ternilai
70 70
71 71. Ngidam
72 72. Ngidam (2)
73 73. Jatuh!
74 74. Liburan Keluarga
75 75. Kemunculan Andra
76 76. Penyelamatan
77 77. Kritis
78 78. Lupa?
79 79. Bogem Mentah
80 80. Persidangan
81 81. USG
82 82. Tiga Jagoan
83 Novel Baru
Episodes

Updated 83 Episodes

1
1. Wanita Beruntung
2
2. Laki-laki Sial
3
3. Hari Sial
4
4. Hari yang Beruntung
5
5. Bertemu
6
6. Kembalikan Keberuntunganku!
7
7. Solusi
8
8. Hari Pertama Kerja
9
9. Masuk Kantor
10
10. Kendaraan
11
11. Terpesona
12
12. Pesta
13
13. Permainan
14
14. Mabuk
15
15. Peluk
16
16. Gosip
17
17. Buktikan!
18
18. Terbayang-bayang Kamu
19
19. Khawatir
20
20. Kamu Harus Menikah
21
21. Ayo Nikah
22
22. Mencari Calon Suami
23
23. Merayu Jo
24
24. Jalan, Yuk?
25
25. Will You Marry Me?
26
26. Trik
27
27. Surat Perjanjian
28
28. Restu Papa
29
29. Cuti
30
30. Mas-Adek
31
31. Dek Tina
32
32. Fitting
33
33. Calon Suami yang Polos
34
34. Tina Frustasi
35
35. Angkot Romantis
36
36. Bucin
37
37. Hari H
38
38. Malam Pertama (?)
39
39. Gendong
40
40. Rencana Rahasia Mama
41
41. Malam Panjang
42
42. AADJ (Ada Apa Dengan Jo)?
43
43. Galau
44
44. Baikan
45
45. Kencan (?)
46
46. Pesta (2)
47
47. Honeymoon
48
48. Masa Lalu Bu Elisa
49
49.
50
50. Hukuman
51
51. Pulang
52
52. Oleh-oleh
53
53. Oleh-oleh (2)
54
54. Hasil
55
55. Kecurigaan
56
56. Main Golf
57
57. Taruhan
58
58. Menemui Bu Elisa
59
59. 18+, harap bijak dalam membaca
60
60. Lamaran Andra
61
61. Kebenaran
62
62. Aslan
63
63.
64
64
65
65. Penangkapan Andra & Kemarahan Jo
66
66. Hobi Baru Tina
67
67. Warisan
68
68. Laper Mas!
69
69. Kebahagiaan Tak Ternilai
70
70
71
71. Ngidam
72
72. Ngidam (2)
73
73. Jatuh!
74
74. Liburan Keluarga
75
75. Kemunculan Andra
76
76. Penyelamatan
77
77. Kritis
78
78. Lupa?
79
79. Bogem Mentah
80
80. Persidangan
81
81. USG
82
82. Tiga Jagoan
83
Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!