13. Permainan

"Hai," Tina mendekati Allena dengan wajah ramah. "Boleh aku duduk di sini?" ucapnya sambil menunjuk kursi yang ada di samping Allena.

Gadis remaja itu mengangguk dengan kepala tertunduk. Merasa mendapatkan persetujuan, Tina pun duduk di kursi sebelah Allena, dan Jo di sebelah Tina.

"Aku Tina, salam kenal," Tina mengulurkan tangan. Dengan ragu-ragu, Allena menyambut tangannya.

"Allena," jawabnya singkat.

"Gaun kamu bagus. Apa ini rancangan khusus dari desainer brand D?" tanya Tina dengan tujuan mencairkan suasana. Tapi setelah dilihat lebih dekat, gaun yang dipakai Allena memang cantik dan unik.

Allena menggelengkan kepalanya. "Aku yang membuatnya," jawabnya dengan suara pelan.

"Serius?" Tina terbelalak. Ia benar-benar tak menyangka akan hal itu. "Wah! Bagus sekali! Kamu sungguh berbakat!"

"Terima kasih," Allena tersenyum tipis dengan wajah yang masih tertunduk.

"Kalau aku jadi kamu, aku pasti sudah memamerkannya kepada semua orang," kata Tina dengan nada serius, tidak lagi bicara basa-basi. "Ayo kita ke aula utama, orang-orang harus mengetahui bakatmu."

Allena menggelengkan kepalanya kuat-kuat. "Mereka akan jijik saat melihatku."

"Apa? Kenapa begitu?" tanya Tina keheranan.

Allena perlahan mengangkat wajahnya, dan barulah saat itu Tina bisa melihat wajah Allena yang penuh dengan jerawat. Menyadari ekspresi kaget Tina, Allena kembali menundukkan kepalanya.

"Tuh, kan? Kamu saja jijik melihatku. Papaku bahkan sering memarahiku untuk merawat wajah supaya tidak menurunkan kualitas produk perusahaannya," kata Allena dengan suara bergetar.

Tina menghela napas panjang. Ia menjadi paham kenapa Allena menjadi sangat tidak percaya diri. Putri dari pemilik brand skincare terkenal dunia ternyata tidak bisa mengatasi masalah jerawat di wajahnya. Sungguh ironis.

"Tidak kok, aku tidak jijik melihatmu," kata Tina dengan lembut. "Aku hanya terkejut karena kamu begitu cantik dan berbakat, tapi kamu merasa rendah diri hanya karena jerawat. Semua orang punya kekurangan dan itu bukan hal yang perlu disembunyikan. Kamu punya bakat luar biasa yang harus ditunjukkan, Allena,"

Allena mendengus. "Kamu bisa bicara begitu karena kamu sudah cantik sejak lahir,"

"Siapa bilang?" Tina mengeluarkan ponselnya dari dalam tas dan membuka galeri foto. "Coba kamu lihat, saat seusia kamu, aku juga punya banyak jerawat,"

Allena memperhatikan foto yang ditunjukkan Tina dengan kening berkerut. "Ini kamu?" ucapnya tidak percaya sambil berulangkali memandang foto itu dan Tina bergantian.

"Iya. Aku dulu punya masalah besar soal jerawat. Hal itulah yang mendorongku untuk membuat brand skincare sendiri," Tina tersenyum lembut. "Kalau kamu mau, aku bisa berbagi tips untuk menghilangkan jerawatku,"

Mata Allena terlihat berbinar. "Kamu serius?"

Tina menganggukkan kepala. "Tentu saja. Aku akan dengan senang hati membantu kamu. Oh ya, untuk saat ini, aku juga bisa berbagi tips menyamarkan jerawatmu agar tidak terlalu kelihatan. Kebetulan perusahaanku baru saja mengeluarkan produk concealer yang cocok untuk para acne fighter. Kamu mau mencobanya?"

Allena menganggukkan kepalanya dengan semangat.

Tina tersenyum puas. "Kalau begitu, ayo kita ke kamar mandi. Aku akan membantumu mengaplikasikannya," Tina kemudian menoleh ke arah Jo. "Jo, Lo tunggu di sini. Jangan kemana-mana. Kalau bisa jangan bergerak dan mengajak ngobrol orang sama sekali. Mengerti?"

Jo, yang sedari tadi hanya bisa bengong mendengarkan percakapan Tina dan Allena yang menggunakan bahasa Perancis jadi kebingungan. "Loh, mau kemana Bu—eh, sayang?"

"Urusan perempuan, Lo nggak perlu tahu," ujar Tina sambil melenggang pergi begitu saja. Jo yang ditinggalkan hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya. Tapi karena takut membuat kesalahan, ia menuruti ucapan Tina untuk tetap duduk menunggu di sana.

"Hai," Seorang pria tiba-tiba menghampirinya. Jo mendongakkan kepala dan terlihat Andra berdiri di depannya sambil membawa dua gelas minuman. "Wanna drink?"

Jo yang nilai bahasa inggrisnya selalu di bawah kkm tentu tidak mengerti ucapan Andra. Tapi karena lelaki itu mengulurkan gelas ke arahnya, Jo menebak kalau maksud Andra adalah menawarinya minum. Jo pun menerimanya sambil tersenyum.

"Makasih Mas,"

Andra mengerutkan keningnya melihat reaksi Jo. "Lo nggak tahu siapa Gue?"

Jo yang sedang sibuk mencium bau minuman di tangannya menggelengkan kepala. "Memangnya saya perlu tahu?"

Andra mendengus tak percaya mendengar ucapan Jo. "Semua orang yang bekerja di bidang ini tahu siapa gue. Setidaknya, mereka pernah denger nama gue. Apa jangan-jangan, Lo bukan termasuk dari kita? Sebenarnya, pekerjaan Lo apa?"

"Saya? Oh, saya asistennya Bu Tin—eh Tina, Mas,"

"What?!" Andra tampak kaget mendengar jawaban Jo. "Sejak kapan Tina punya asisten? Memangnya kemana Yena? Apa dia dipecat?"

"Oh, nggak Mas. Kalau mbak Yena masih ada. Saya juga baru jadi asisten beberapa hari ini,"

"Baru jadi asisten beberapa hari?" Andra menangkap sinyal mencurigakan dari ucapan Jo, kemudian ia tersenyum licik. "Jadi, Lo baru jadi asistennya Tina beberapa hari, tapi udah jadi simpanannya sejak lama?"

"Eng, iya..." Jo menjawab ragu.

"Kalau gitu, kapan tepatnya Lo ketemu Tina pertama kali?"

"Itu..." Jo tergagap. Astaga, tanpa sadar dirinya sudah terjebak dalam permainan Andra!

"Hahaha!" Andra tertawa terbahak-bahak. "Astaga! Bisa-bisanya Tina menyewa pacar bayaran bodoh kayak Lo! Kalau mau menipu, seharusnya yang meyakinkan dong!"

Jo langsung merasakan tubuhnya mengeluarkan keringat dingin. Aduh, gawat! Salah ngomong lagi! Bisa dimarahin Mbak Tina, nih!

"Yah, pantesan aja. Gue heran bagaimana bisa Tina secepat itu move on dari Gue? Ternyata ini cuma triknya untuk menarik perhatian Gue lagi,"

Jo tidak menanggapi ucapan Andra dan memilih untuk menenggak minuman yang ada di tangannya sampai habis. Haduh, mbak Yena! Seharusnya saya juga di-briefing buat menghadapi yang beginian!

"Waw, kamu peminum yang hebat," Andra tersenyum senang melihat wajah lelaki di depannya itu terlihat pucat. "Mau tambah lagi? Masih ada banyak loh di sana,"

Jo, yang tiba-tiba merasakan kepalanya menjadi luar biasa pusing menurut saja saat Andra membawanya ke tepi kolam renang yang berada di luar aula utama. Andra menyuruhnya duduk di sebuah kursi dan orang-orang mulai memberikannya beberapa gelas minuman. Jo yang memang tidak mau terlibat percakapan dengan Andra lagi memilih untuk meminum semuanya.

"Wah! Hebat sekali! Ayo minum lagi! Minum! Minum! Minum!"

Tiba-tiba saja, suasana di sekitar Jo menjadi semakin ramai. Jo yang merasa tubuhnya sudah melayang-layang mengikuti saja ucapan orang-orang yang menyuruhnya berjoget bersama. Sampai pada suatu waktu, Andra mulai memberikan kode kepada teman-temannya untuk menceburkan Jo ke kolam renang. Tujuan Andra tentu saja ingin mempermalukan Jo di hadapan Tina.

Dua orang yang berdiri di belakang Jo mulai beraksi. Mereka memajukan tangan dan mencoba mendorong Jo. Lalu...

BYUR!!!

Terpopuler

Comments

Eva Karmita

Eva Karmita

astaga apa yg sudah kamu lakukan Jo kenapa kamu ngk nurutin apa yg Tina katakan 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️

2024-06-28

3

Dewi @@@♥️♥️

Dewi @@@♥️♥️

beraninya Main kroyok si Andra

2024-06-27

1

yellya

yellya

wahhhh pembullyan ini 🤦🏻🤦🏻🤦🏻🤦🏻😏😏

2024-06-27

1

lihat semua
Episodes
1 1. Wanita Beruntung
2 2. Laki-laki Sial
3 3. Hari Sial
4 4. Hari yang Beruntung
5 5. Bertemu
6 6. Kembalikan Keberuntunganku!
7 7. Solusi
8 8. Hari Pertama Kerja
9 9. Masuk Kantor
10 10. Kendaraan
11 11. Terpesona
12 12. Pesta
13 13. Permainan
14 14. Mabuk
15 15. Peluk
16 16. Gosip
17 17. Buktikan!
18 18. Terbayang-bayang Kamu
19 19. Khawatir
20 20. Kamu Harus Menikah
21 21. Ayo Nikah
22 22. Mencari Calon Suami
23 23. Merayu Jo
24 24. Jalan, Yuk?
25 25. Will You Marry Me?
26 26. Trik
27 27. Surat Perjanjian
28 28. Restu Papa
29 29. Cuti
30 30. Mas-Adek
31 31. Dek Tina
32 32. Fitting
33 33. Calon Suami yang Polos
34 34. Tina Frustasi
35 35. Angkot Romantis
36 36. Bucin
37 37. Hari H
38 38. Malam Pertama (?)
39 39. Gendong
40 40. Rencana Rahasia Mama
41 41. Malam Panjang
42 42. AADJ (Ada Apa Dengan Jo)?
43 43. Galau
44 44. Baikan
45 45. Kencan (?)
46 46. Pesta (2)
47 47. Honeymoon
48 48. Masa Lalu Bu Elisa
49 49.
50 50. Hukuman
51 51. Pulang
52 52. Oleh-oleh
53 53. Oleh-oleh (2)
54 54. Hasil
55 55. Kecurigaan
56 56. Main Golf
57 57. Taruhan
58 58. Menemui Bu Elisa
59 59. 18+, harap bijak dalam membaca
60 60. Lamaran Andra
61 61. Kebenaran
62 62. Aslan
63 63.
64 64
65 65. Penangkapan Andra & Kemarahan Jo
66 66. Hobi Baru Tina
67 67. Warisan
68 68. Laper Mas!
69 69. Kebahagiaan Tak Ternilai
70 70
71 71. Ngidam
72 72. Ngidam (2)
73 73. Jatuh!
74 74. Liburan Keluarga
75 75. Kemunculan Andra
76 76. Penyelamatan
77 77. Kritis
78 78. Lupa?
79 79. Bogem Mentah
80 80. Persidangan
81 81. USG
82 82. Tiga Jagoan
83 Novel Baru
Episodes

Updated 83 Episodes

1
1. Wanita Beruntung
2
2. Laki-laki Sial
3
3. Hari Sial
4
4. Hari yang Beruntung
5
5. Bertemu
6
6. Kembalikan Keberuntunganku!
7
7. Solusi
8
8. Hari Pertama Kerja
9
9. Masuk Kantor
10
10. Kendaraan
11
11. Terpesona
12
12. Pesta
13
13. Permainan
14
14. Mabuk
15
15. Peluk
16
16. Gosip
17
17. Buktikan!
18
18. Terbayang-bayang Kamu
19
19. Khawatir
20
20. Kamu Harus Menikah
21
21. Ayo Nikah
22
22. Mencari Calon Suami
23
23. Merayu Jo
24
24. Jalan, Yuk?
25
25. Will You Marry Me?
26
26. Trik
27
27. Surat Perjanjian
28
28. Restu Papa
29
29. Cuti
30
30. Mas-Adek
31
31. Dek Tina
32
32. Fitting
33
33. Calon Suami yang Polos
34
34. Tina Frustasi
35
35. Angkot Romantis
36
36. Bucin
37
37. Hari H
38
38. Malam Pertama (?)
39
39. Gendong
40
40. Rencana Rahasia Mama
41
41. Malam Panjang
42
42. AADJ (Ada Apa Dengan Jo)?
43
43. Galau
44
44. Baikan
45
45. Kencan (?)
46
46. Pesta (2)
47
47. Honeymoon
48
48. Masa Lalu Bu Elisa
49
49.
50
50. Hukuman
51
51. Pulang
52
52. Oleh-oleh
53
53. Oleh-oleh (2)
54
54. Hasil
55
55. Kecurigaan
56
56. Main Golf
57
57. Taruhan
58
58. Menemui Bu Elisa
59
59. 18+, harap bijak dalam membaca
60
60. Lamaran Andra
61
61. Kebenaran
62
62. Aslan
63
63.
64
64
65
65. Penangkapan Andra & Kemarahan Jo
66
66. Hobi Baru Tina
67
67. Warisan
68
68. Laper Mas!
69
69. Kebahagiaan Tak Ternilai
70
70
71
71. Ngidam
72
72. Ngidam (2)
73
73. Jatuh!
74
74. Liburan Keluarga
75
75. Kemunculan Andra
76
76. Penyelamatan
77
77. Kritis
78
78. Lupa?
79
79. Bogem Mentah
80
80. Persidangan
81
81. USG
82
82. Tiga Jagoan
83
Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!