10. Kendaraan

"Kerjaan Lo itu jadi asisten Gue! Jadi tugas Lo ya mendampingi dan melayani Gue! Nggak perlu bantuin tukang bersih-bersih segala!" omel Tina pada Jo saat mereka sudah berada di dalam ruangan CEO.

"Ya maaf mbak. Soalnya saya kasihan ngelihat ibu-ibu itu. Udah tua, mukanya pucet. Kayanya dia lagi sakit tapi terpaksa mau kerja," jawab Jo sambil menundukkan kepalanya.

"Itu bukan urusan Lo, Bejooo!" Saking kesalnya, Tina sampai menyebutkan nama asli Jo. Ia sampai lupa kalau sudah merubah nama pria itu menjadi Jonathan.

Tok, tok, tok.

Pintu ruangan yang diketuk membuat Tina langsung terdiam. Yena masuk sambil membawa beberapa berkas.

"Maaf Bu, tapi para dewan direksi sudah menunggu di ruang rapat,"

Tina menghembuskan napas panjang, berusaha menenangkan diri.

"Oke," kata Tina setelah dirinya mulai merasa lebih tenang. Ia kemudian menatap Jo dengan tajam. "Lo ikut, tapi diem aja! Tetap di samping Gue! Dan jangan melakukan hal-hal yang nggak Gue suruh!"

"Siap mbak,"

"Panggil gue Bu!"

"Siap bu!"

Tina mengibaskan rambut panjangnya kesal, kemudian ia berjalan keluar dari ruangan diikuti oleh Yena dan Jo. Yena sempat menepuk pundak lelaki itu untuk memberikan semangat.

Mereka bertiga sampai di ruang rapat dan orang-orang yang semula sedang sibuk berdebat langsung terdiam. Mereka langsung berdiri untuk menyambut kedatangan Tina.

"Selamat pagi Bu," sapa mereka dengan kepala tertunduk.

"Ya," jawab Tina singkat, lalu ia duduk di kursi kebesarannya. Sementara itu Yena dan Jo mengambil tempat duduk di sisi kiri dan kanan.

"Ada masalah apa?" tanya Tina. "Kenapa kedengarannya kalian ribut sekali?"

Salah satu direktur, Pak Darma, mengawali pembicaraan. Wajahnya tampak tegang. "Bu Tina, kami punya masalah besar dengan proyek terbaru kita. Pabrik di salah satu cabang kita mengalami kendala teknis yang signifikan. Mesin-mesin yang baru saja kita pasang tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, produksi terhenti total."

Tina mengerutkan dahi. "Kenapa baru dilaporkan sekarang? Ini bisa merugikan kita miliaran!"

"Tim teknisi di sana sudah berusaha memperbaiki, tapi mereka tidak menemukan solusi yang tepat. Kami bahkan memanggil ahli dari luar negeri, tapi mereka baru bisa datang minggu depan," jawab Pak Darma, suaranya menahan kekhawatiran.

"Ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Kita harus segera cari solusi!" Tina semakin gusar, matanya berkilat marah. "Yena, coba kamu hubungi mitra kita di Korea! Mereka punya teknologi yang sama dengan milik kita, siapa tahu mereka punya solusinya!"

"Baik Bu!" Yena segera bangkit dari kursinya dan melaksanakan perintah sang bos. Tak berselang lama, Yena kembali sambil menggelengkan kepalanya pada Tina.

"Astaga..." Tina memejamkan matanya frustasi. "Kesialan apa lagi ini?"

Jo, yang sedari tadi hanya bisa terbengong memperhatikan keributan itu memberanikan diri mendekati Tina.

"Mbak, eh, Bu, apa nggak mau dicoba sentuh tangan saya?"

Tina membuka mata dan melirik tajam Jo. Meskipun ragu, ia kemudian mengulurkan tangannya ke bawah meja, menyuruh Jo menyentuhnya. Dengan hati-hati, Jo pun menyentuh tangan Tina dan mereka menunggu.

Satu menit berlalu, tapi tidak terlihat ada perubahan. Tina berdecak kesal, "Sebenarnya apa sih yang gue harapkan dari permainan konyol ini?"

Tina berusaha melepaskan tangannya dari Jo, tapi belum sampai ia melakukannya, Pak Darma kembali bicara dengan wajah berbinar. "Tim teknisi baru saja mengabari saya Bu. Katanya mereka sudah menemukan sumber kerusakannya. Sekarang, mereka sedang berusaha memperbaikinya kembali,"

Tina terdiam sejenak, tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Tatapannya beralih dari Pak Darma ke Jo, yang juga terlihat kaget dan bingung.

Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba memahami situasi."Pak Darma, pastikan tim teknisi terus bekerja dengan baik dan laporkan perkembangan selanjutnya setiap jam," perintah Tina dengan tegas.

"Baik, Bu," jawab Pak Darma, yang segera meninggalkan ruangan untuk melanjutkan tugasnya, diikuti dewan direksi yang lain.

"Wah..." Tina menyandarkan punggungnya pada kursi sambil menghela napas lega. "Yang tadi itu nyaris sekali,"

"Benar-benar hebat," Yena tersenyum senang. "Sentuhan Mas Bejo benar-benar membawa keberuntungan!"

"Bukan Bejo, tapi Jonathan," ralat Tina. "Dan kamu salah, bukan sentuhan Jo yang membawa keberuntungan, tapi sejak awal itu adalah keberuntunganku yang sudah diambil oleh dia!"

"Ya, ya, ya," Bejo mencibir. "Kalau gitu, sekarang saya sudah bisa lepasin tangan saya kan?"

"Jangan!" Tina malah semakin mengeratkan genggaman mereka berdua. "Kita harus tetap pegangan tangan sampai memastikan kalau semuanya benar-benar selesai!"

"Baiklah kalau begitu," Jo pura-pura cuek. Nyatanya di dalam hati ia merasa senang sekali. Kapan lagi coba dia bisa memegang tangan mulus wanita secantik Tina?

"Yena, kamu tunda jadwal meeting untuk hari ini. Saya harus pergi ke pabrik untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik. Jo, kamu siapin kendaraan. Kita harus berangkat ke pabrik sekarang," Perintah Tina kemudian.

"Saya Bu?" Jo bertanya sambil menunjuk dirinya sendiri.

"Ya iyalah, siapa lagi? Kamu kan kerjanya di sini jadi asisten saya!"

"Memangnya Ibu mau naik apa?"

"Terserah kamu! Mau kereta api, odong-odong, gerobak! Pokoknya terserah!"

"Oke Bu," Jo kemudian mengutak-atik ponselnya. "Sudah Bu, beres, kendaraannya sudah menunggu di depan," ucap Jo kemudian. Tina kemudian bangkit dari kursinya dan melangkah keluar ruangan.

Tina dan Jo berjalan keluar dari gedung kantor masih sambil berpegangan tangan. Hal itu jelas menarik perhatian seluruh karyawan yang melihat mereka.

"Eh, Lo lihat kan? Tadi Bu Tina gandengan tangan sama siapa?" Bisik seorang karyawan.

"Bukannya itu asisten barunya Bu Tina?" Jawab karyawan yang lain.

"Asisten baru atau simpanan baru? Soalnya aku dengar Bu Tina sama Pak Andra putus,"

"Jadi, mereka putus karena Bu Tina selingkuh dari Pak Andra?"

"Bisa jadi, buktinya sekarang Bu Tina terang-terangan gandeng cowok lain,"

Bisikan-bisikan itu jelas sampai di telinga Tina dan Jo. Berbeda dengan Tina yang berusaha mengabaikannya, Jo tampak gelisah mendengar omongan itu.

"Mbak, eh, Bu, apa perlu saya lepasin tangan saya dulu?"

"Nggak usah! Biarin aja!"

"Tapi Bu, kita jadi omongan orang loh,"

"Udah terlanjur. Lagian kamu pikir saya mau gandengan kaya gini sama kamu kemana-mana? Kalau bukan demi perusahaan, saya juga nggak sudi kali!" kesal Tina. "Udah, diem kamu! Saya lagi kesel, jadi nggak usah cerewet!"

Jo serta merta menutup mulutnya. Mereka kembali melanjutkan langkah mereka keluar gedung. Sampai di sana, Tina merasa heran karena tak menemukan mobil apapun.

"Jo, mana mobilnya?" tanya Tina mulai tidak sabar. Tiba-tiba ada perasaan tidak enak menghampirinya. Benar saja, beberapa saat kemudian, sebuah angkot datang dan berhenti tepat di depan mereka.

"Nah, ini dia kendaraan kita! Makasih udah mau jemput ya Pak Sar!" ujar Jo sambil melambaikan tangannya pada Pak Sar.

"Tenang Jo! Aman!!" ucap Pak Sar sambil mengacungkan jempol.

"Ayo Bu, masuk! Loh, Bu, kok diem aja? Katanya tadi mau pergi ke pabrik?"

Tina masih mematung di tempatnya karena terlalu syok. Ia memandang angkot di depannya dengan ekspresi tidak percaya. Matanya kemudian beralih ke Jo yang tampak santai dan bahkan tersenyum riang. Ia menarik napas panjang sebelum berteriak sekuat tenaga.

"JOOO!!!"

Terpopuler

Comments

jumirah slavina

jumirah slavina

angkot wweeii...

salah sendiri ya Jo., bilang 'y trserah naik apa...

buahahahahahahahahahaaaaa 🤣🤣

2025-02-26

1

jumirah slavina

jumirah slavina

hilihhh...

bilang aja klo perlu kita lem Bu biar gak bisa lepas Skalian 🤣🤣🤣🤣🤪

2025-02-26

1

Maya Ratnasari

Maya Ratnasari

ya Allah, thoorrr, sukses bikin ngakak

2025-02-21

1

lihat semua
Episodes
1 1. Wanita Beruntung
2 2. Laki-laki Sial
3 3. Hari Sial
4 4. Hari yang Beruntung
5 5. Bertemu
6 6. Kembalikan Keberuntunganku!
7 7. Solusi
8 8. Hari Pertama Kerja
9 9. Masuk Kantor
10 10. Kendaraan
11 11. Terpesona
12 12. Pesta
13 13. Permainan
14 14. Mabuk
15 15. Peluk
16 16. Gosip
17 17. Buktikan!
18 18. Terbayang-bayang Kamu
19 19. Khawatir
20 20. Kamu Harus Menikah
21 21. Ayo Nikah
22 22. Mencari Calon Suami
23 23. Merayu Jo
24 24. Jalan, Yuk?
25 25. Will You Marry Me?
26 26. Trik
27 27. Surat Perjanjian
28 28. Restu Papa
29 29. Cuti
30 30. Mas-Adek
31 31. Dek Tina
32 32. Fitting
33 33. Calon Suami yang Polos
34 34. Tina Frustasi
35 35. Angkot Romantis
36 36. Bucin
37 37. Hari H
38 38. Malam Pertama (?)
39 39. Gendong
40 40. Rencana Rahasia Mama
41 41. Malam Panjang
42 42. AADJ (Ada Apa Dengan Jo)?
43 43. Galau
44 44. Baikan
45 45. Kencan (?)
46 46. Pesta (2)
47 47. Honeymoon
48 48. Masa Lalu Bu Elisa
49 49.
50 50. Hukuman
51 51. Pulang
52 52. Oleh-oleh
53 53. Oleh-oleh (2)
54 54. Hasil
55 55. Kecurigaan
56 56. Main Golf
57 57. Taruhan
58 58. Menemui Bu Elisa
59 59. 18+, harap bijak dalam membaca
60 60. Lamaran Andra
61 61. Kebenaran
62 62. Aslan
63 63.
64 64
65 65. Penangkapan Andra & Kemarahan Jo
66 66. Hobi Baru Tina
67 67. Warisan
68 68. Laper Mas!
69 69. Kebahagiaan Tak Ternilai
70 70
71 71. Ngidam
72 72. Ngidam (2)
73 73. Jatuh!
74 74. Liburan Keluarga
75 75. Kemunculan Andra
76 76. Penyelamatan
77 77. Kritis
78 78. Lupa?
79 79. Bogem Mentah
80 80. Persidangan
81 81. USG
82 82. Tiga Jagoan
83 Novel Baru
Episodes

Updated 83 Episodes

1
1. Wanita Beruntung
2
2. Laki-laki Sial
3
3. Hari Sial
4
4. Hari yang Beruntung
5
5. Bertemu
6
6. Kembalikan Keberuntunganku!
7
7. Solusi
8
8. Hari Pertama Kerja
9
9. Masuk Kantor
10
10. Kendaraan
11
11. Terpesona
12
12. Pesta
13
13. Permainan
14
14. Mabuk
15
15. Peluk
16
16. Gosip
17
17. Buktikan!
18
18. Terbayang-bayang Kamu
19
19. Khawatir
20
20. Kamu Harus Menikah
21
21. Ayo Nikah
22
22. Mencari Calon Suami
23
23. Merayu Jo
24
24. Jalan, Yuk?
25
25. Will You Marry Me?
26
26. Trik
27
27. Surat Perjanjian
28
28. Restu Papa
29
29. Cuti
30
30. Mas-Adek
31
31. Dek Tina
32
32. Fitting
33
33. Calon Suami yang Polos
34
34. Tina Frustasi
35
35. Angkot Romantis
36
36. Bucin
37
37. Hari H
38
38. Malam Pertama (?)
39
39. Gendong
40
40. Rencana Rahasia Mama
41
41. Malam Panjang
42
42. AADJ (Ada Apa Dengan Jo)?
43
43. Galau
44
44. Baikan
45
45. Kencan (?)
46
46. Pesta (2)
47
47. Honeymoon
48
48. Masa Lalu Bu Elisa
49
49.
50
50. Hukuman
51
51. Pulang
52
52. Oleh-oleh
53
53. Oleh-oleh (2)
54
54. Hasil
55
55. Kecurigaan
56
56. Main Golf
57
57. Taruhan
58
58. Menemui Bu Elisa
59
59. 18+, harap bijak dalam membaca
60
60. Lamaran Andra
61
61. Kebenaran
62
62. Aslan
63
63.
64
64
65
65. Penangkapan Andra & Kemarahan Jo
66
66. Hobi Baru Tina
67
67. Warisan
68
68. Laper Mas!
69
69. Kebahagiaan Tak Ternilai
70
70
71
71. Ngidam
72
72. Ngidam (2)
73
73. Jatuh!
74
74. Liburan Keluarga
75
75. Kemunculan Andra
76
76. Penyelamatan
77
77. Kritis
78
78. Lupa?
79
79. Bogem Mentah
80
80. Persidangan
81
81. USG
82
82. Tiga Jagoan
83
Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!