20. Kamu Harus Menikah

Malam ini, Tina masih sibuk berkutat dengan pekerjaannya di dalam kantor. Ia duduk di sofa sambil memangku laptop. Sementara itu, Jo setia menunggu dengan mata yang sudah merem-melek menahan kantuk.

"Bu," Jo yang sudah tidak tahan lagi akhirnya memanggil Tina. "Ibu nggak mau pulang?"

"Nggak," Tina menjawab tegas. "Nanggung, sebentar lagi,"

"Haduh Bu, saya ngantuk banget nih, mana laper lagi,"

Tina menghentikan aktivitas mengetiknya sejenak, kemudian melihat jam pada layar laptop. Ternyata sudah pukul sebelas malam. Pantas saja Jo sudah mulai mengeluh.

"Kita pulang setengah jam lagi. Biar nggak ngantuk, Lo pesen makan sana," Tina mengeluarkan kartu kreditnya yang unlimited kepada Jo, dan Jo menerimanya dengan senang hati.

"Siap Bu. Ibu mau dibeliin apa?" Mata Jo langsung cerah berbinar-binar.

"Terserah,"

"Oke Bu!" Jo pun bergegas melesat keluar ruangan. Setelah Jo pergi, Tina kembali melanjutkan pekerjaannya. Sebagai seorang workaholic, Tina memang pantang pulang sebelum pekerjaannya benar-benar selesai.

Sepuluh menit kemudian, terdengar suara pintu ruangan dibuka. Tina tidak menoleh karena mengira itu adalah Jo. Dia masih saja fokus mengetik di laptopnya. Tapi hingga satu menit berlalu, Tina merasa heran karena Jo tidak segera kembali duduk di sofa.

"Jo? Ngapain Lo—"

Belum sempat Tina menyelesaikan ucapannya, ia terkesiap saat sebuah benda tajam menyentuh lehernya. Dinginnya logam tersebut saat menyentuh kulit membuat Tina sontak menahan napas.

"Jangan bergerak," ucap seorang pria di belakangnya. Suaranya berat dan asing, jelas sekali bukan suara Jo.

"Siapa Lo?" Tina memberanikan diri bertanya meskipun keringat sudah mengucur dari pelipisnya. "Apa yang Lo inginkan? Uang? Berapa banyak? Gue bisa kasih berapapun yang Lo mau,"

"Ini bukan masalah uang," tukas pria itu. "Diamlah. Bukan Lo target utama kami. Jadi kalau Lo mau bekerjasama, Lo bakalan selamat,"

Bukan target utama? Tina berpikir. Lantas siapa?

"Bu Tina, I am coming!" terdengar teriakan Jo dari luar ruangan. Tina terbelalak. Jo, jangan mendekat!

Terlambat. Jo sudah membuka pintu ruangan dan ada empat orang yang langsung mengepungnya sambil membawa senjata.

"Apa-apaan, nih?" Jo jelas kebingungan dengan situasi ini. Ia makin terkejut saat melihat Tina sudah berada dalam bahaya. "Hei, lepasin Bu Tina!"

Jo hendak melangkah mendekat, tapi orang yang menyandera Tina semakin mendekatkan ujung pisau yang ia bawa ke leher gadis itu. "Jangan bergerak dan jangan melawan! Atau gue habisin dia!"

Sontak langkah Jo terhenti. Ia takut kalau sampai nekat, Tina akan kenapa-napa.

Salah satu dari empat orang yang mengepung Jo lantas mengayunkan balok kayu di tangannya.

BUAK!

Mengenai punggung Jo.

"Akhhh!" Jo langsung jatuh tersungkur.

"JOOO!!!" Tina reflek berteriak, tapi pisau yang teracung di lehernya membuat ia tak bisa bergerak untuk menolong.

Jo berusaha bangkit, tapi balok kembali terayun dan menghantam perutnya. Kali ini Jo jatuh terjengkang ke belakang.

Memanfaatkan hal itu, empat orang yang mengepung Jo lantas mengeroyok lelaki itu. Tina yang melihat kejadian itu di depan matanya hanya bisa berteriak sambil menangis ketakutan.

"Hentikan! Jo!"

"Diam! Atau ku bun*h kau!" Ancam orang yang mengacungkan pisau ke leher Tina.

Jo mencoba bertahan dari serangan bertubi-tubi yang menghujani tubuhnya. Ia melindungi perut dan dadanya sekuat tenaga, namun rasa sakit yang luar biasa membuatnya semakin lemah. Darah mengalir dari luka-luka di wajah dan tubuhnya, tetapi ia tidak bisa melawan. Ia tahu bahwa keselamatan Tina bergantung padanya.

Sementara itu, Tina berusaha keras untuk berpikir jernih di tengah ketakutannya. Ia melihat ke arah meja di sampingnya dan melihat benda yang bisa digunakan sebagai senjata. Dengan hati-hati, ia mencoba meraih vas bunga besar yang terletak di meja itu. Namun, pria yang menyanderanya memperhatikan gerakannya dan segera menekan pisau lebih keras ke leher Tina.

"Jangan coba-coba," pria itu mengancam dengan suara dingin. "Atau lo bakal mati sekarang juga."

Tina menelan ludah, menahan napas. Ia tahu bahwa satu gerakan salah bisa berakibat fatal. Di tengah ketegangan itu, tiba-tiba terdengar suara sirine polisi yang sangat keras. Para penyerang mulai panik.

"Polisi datang! Kita harus kabur!" salah satu dari mereka berteriak, matanya liar mencari jalan keluar.

Pria yang menyandera Tina terlihat bimbang, namun akhirnya ia mendorong Tina dengan keras ke lantai dan melarikan diri bersama yang lainnya. Tina mengaduh kesakitan, tapi ia segera bangkit dan menghampiri Jo.

"Jo, Lo nggak apa-apa?"

Jo, dengan luka-luka memenuhi wajah dan tubuhnya berusaha bangkit. Tina membantunya dengan hati-hati.

"Kita harus segera ke rumah sakit!" ujar Tina khawatir. "Kita harus minta tolong ke polisi untuk segera memanggil ambulans!'

Jo menggelengkan kepalanya sembari susah payah menahan sakit. "Nggak usah Bu, saya nggak apa-apa kok. Lagian, polisinya sebenarnya nggak ada,"

"Hah? Terus suara yang tadi itu apa?"

Jo mengeluarkan ponselnya dari dalam saku, dan barulah Tina mengetahui kalau asal suara sirine itu berasal dari ponsel Jo. "Ini nada dering telepon saya Bu,"

Tina ternganga. Astaga, orang gila mana yang menyetel nada dering telepon menggunakan sirine polisi? Tapi kemudian Tina bersyukur karena berkat hal aneh itulah mereka selamat.

"Halo, Mbak Yena?" Jo mengangkat telepon penyelamat itu yang ternyata adalah Yena. "Mbak, cepetan jemput kita mbak! Kita habis diserang preman!"

"Apa?!" Yena yang masih bersantai di atas ranjangnya langsung bangkit berdiri. "Kok bisa? Ya udah, aku ke sana sekarang!"

Tak berselang lama, Yena segera datang. Ia tidak sendirian, melainkan bersama kedua orang tua Tina.

"Mama! Papa! Kok kalian bisa ada di sini? Kapan kalian pulang?!" Tina terkejut bukan main. Mama Tina tidak menjawab dan langsung memeluk Tina sambil menangis tersedu-sedu.

"Astaga, Mamamu sejak kemarin ribut minta segera pulang ke Indonesia. Katanya ada firasat yang tidak baik soal kamu. Ternyata benar. Saat kita baru sampai di bandara, kita langsung dapat kabar kamu habis diserang preman," Papa Tina menghela napas panjang. "Kami sengaja nggak memberitahu kepulangan kami karena mau kasih kejutan, tapi malah kami yang terkejut,"

"Tina, astaga, kamu nggak apa-apa kan, sayang?" Mama Tina mengecek kondisi putrinya.

Tina menganggukkan kepala. "Nggak apa-apa Ma,"

"Nggak bisa begini," Mama Tina menoleh ke arah sang suami. "Mulai sekarang, kamu harus selalu berada dalam pengawasan Papa dan Mama. Kamu nggak boleh lagi keluar rumah sembarangan!"

"Tapi Ma, Pa, aku ini sudah besar, sudah 25 tahun! Aku juga sudah punya perusahaanku sendiri, masa aku nggak boleh kemana-mana, sih?" protes Tina.

"Dunia luar berbahaya untuk kamu Tina. Kamu adalah putri Mama dan Papa satu-satunya, jadi kami nggak bisa membiarkan kamu dalam bahaya," tegas Mama Tina. "Jadi kamu harus mengikuti aturan kami."

"Tetap nggak bisa Ma. Saat ini perusahaan Tina sedang menjalankan proyek besar, Tina nggak bisa di rumah terus!"

"Kalau gitu, cuma ada satu caranya," Mama berkata dengan serius. "Kamu harus menikah,"

"Apa?"

Terpopuler

Comments

pisces

pisces

jgn sampe disuruh nikah sm andra ya

2024-07-01

3

Dewi @@@♥️♥️

Dewi @@@♥️♥️

nikah aja sama Jo

2024-07-01

2

HANA

HANA

assalamualaikum
ramaikan bab ini dengan like & komentar ya❤

2024-07-01

0

lihat semua
Episodes
1 1. Wanita Beruntung
2 2. Laki-laki Sial
3 3. Hari Sial
4 4. Hari yang Beruntung
5 5. Bertemu
6 6. Kembalikan Keberuntunganku!
7 7. Solusi
8 8. Hari Pertama Kerja
9 9. Masuk Kantor
10 10. Kendaraan
11 11. Terpesona
12 12. Pesta
13 13. Permainan
14 14. Mabuk
15 15. Peluk
16 16. Gosip
17 17. Buktikan!
18 18. Terbayang-bayang Kamu
19 19. Khawatir
20 20. Kamu Harus Menikah
21 21. Ayo Nikah
22 22. Mencari Calon Suami
23 23. Merayu Jo
24 24. Jalan, Yuk?
25 25. Will You Marry Me?
26 26. Trik
27 27. Surat Perjanjian
28 28. Restu Papa
29 29. Cuti
30 30. Mas-Adek
31 31. Dek Tina
32 32. Fitting
33 33. Calon Suami yang Polos
34 34. Tina Frustasi
35 35. Angkot Romantis
36 36. Bucin
37 37. Hari H
38 38. Malam Pertama (?)
39 39. Gendong
40 40. Rencana Rahasia Mama
41 41. Malam Panjang
42 42. AADJ (Ada Apa Dengan Jo)?
43 43. Galau
44 44. Baikan
45 45. Kencan (?)
46 46. Pesta (2)
47 47. Honeymoon
48 48. Masa Lalu Bu Elisa
49 49.
50 50. Hukuman
51 51. Pulang
52 52. Oleh-oleh
53 53. Oleh-oleh (2)
54 54. Hasil
55 55. Kecurigaan
56 56. Main Golf
57 57. Taruhan
58 58. Menemui Bu Elisa
59 59. 18+, harap bijak dalam membaca
60 60. Lamaran Andra
61 61. Kebenaran
62 62. Aslan
63 63.
64 64
65 65. Penangkapan Andra & Kemarahan Jo
66 66. Hobi Baru Tina
67 67. Warisan
68 68. Laper Mas!
69 69. Kebahagiaan Tak Ternilai
70 70
71 71. Ngidam
72 72. Ngidam (2)
73 73. Jatuh!
74 74. Liburan Keluarga
75 75. Kemunculan Andra
76 76. Penyelamatan
77 77. Kritis
78 78. Lupa?
79 79. Bogem Mentah
80 80. Persidangan
81 81. USG
82 82. Tiga Jagoan
83 Novel Baru
Episodes

Updated 83 Episodes

1
1. Wanita Beruntung
2
2. Laki-laki Sial
3
3. Hari Sial
4
4. Hari yang Beruntung
5
5. Bertemu
6
6. Kembalikan Keberuntunganku!
7
7. Solusi
8
8. Hari Pertama Kerja
9
9. Masuk Kantor
10
10. Kendaraan
11
11. Terpesona
12
12. Pesta
13
13. Permainan
14
14. Mabuk
15
15. Peluk
16
16. Gosip
17
17. Buktikan!
18
18. Terbayang-bayang Kamu
19
19. Khawatir
20
20. Kamu Harus Menikah
21
21. Ayo Nikah
22
22. Mencari Calon Suami
23
23. Merayu Jo
24
24. Jalan, Yuk?
25
25. Will You Marry Me?
26
26. Trik
27
27. Surat Perjanjian
28
28. Restu Papa
29
29. Cuti
30
30. Mas-Adek
31
31. Dek Tina
32
32. Fitting
33
33. Calon Suami yang Polos
34
34. Tina Frustasi
35
35. Angkot Romantis
36
36. Bucin
37
37. Hari H
38
38. Malam Pertama (?)
39
39. Gendong
40
40. Rencana Rahasia Mama
41
41. Malam Panjang
42
42. AADJ (Ada Apa Dengan Jo)?
43
43. Galau
44
44. Baikan
45
45. Kencan (?)
46
46. Pesta (2)
47
47. Honeymoon
48
48. Masa Lalu Bu Elisa
49
49.
50
50. Hukuman
51
51. Pulang
52
52. Oleh-oleh
53
53. Oleh-oleh (2)
54
54. Hasil
55
55. Kecurigaan
56
56. Main Golf
57
57. Taruhan
58
58. Menemui Bu Elisa
59
59. 18+, harap bijak dalam membaca
60
60. Lamaran Andra
61
61. Kebenaran
62
62. Aslan
63
63.
64
64
65
65. Penangkapan Andra & Kemarahan Jo
66
66. Hobi Baru Tina
67
67. Warisan
68
68. Laper Mas!
69
69. Kebahagiaan Tak Ternilai
70
70
71
71. Ngidam
72
72. Ngidam (2)
73
73. Jatuh!
74
74. Liburan Keluarga
75
75. Kemunculan Andra
76
76. Penyelamatan
77
77. Kritis
78
78. Lupa?
79
79. Bogem Mentah
80
80. Persidangan
81
81. USG
82
82. Tiga Jagoan
83
Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!