5. Bertemu

"Mohon maaf, tapi saya tidak bisa bekerjasama sama dengan perusahaan Anda," ucapan Pak Moris, lelaki berkebangsaan Perancis itu membuat Tina serasa tersambar petir di siang bolong.

"A-apa? Ta-tapi Pak Moris, bukankah sebelumnya Anda bilang—"

"Yah, saat itu saya bilang tertarik dengan proyek yang Anda tawarkan. Tapi belum lama ini, saya menemukan merk lain yang lebih cocok dengan visi misi saya. Jadi saya minta maaf nona," Pak Moris bangkit dari kursinya. "Semoga kita bisa bekerjasama di lain kesempatan," ujarnya sebelum melangkah keluar restoran.

"Tu-tunggu!" Tina mengejar Pak Moris yang hendak berlalu. "Si-siapa? Ah, bukan. Merk apa yang sesuai dengan visi misi Anda itu Pak?"

Pak Moris terdiam sejenak sebelum kemudian berucap. "Sebenarnya saya tidak ingin mengungkapkannya pada siapapun sebelum diumumkan secara resmi. Tapi karena ini adalah Anda, saya akan memberitahukannya. Merknya adalah Elixir, Anda pasti sudah tak asing lagi dengan nama itu,"

"Elixir?" Tina makin terbelalak mendengar jawaban dari Pak Moris. Saking terkejutnya, ia sampai tak sempat menjawab salam dari owner merk kosmetik terkenal itu. Saat ini, Tina merasa dunia berputar dengan cepat, membuat kepalanya pusing dan tubuhnya sedikit terhuyung.

Beruntung, Yena sempat menangkap tubuh Tina. "Hey, are you okay?"

"Nggak sama sekali," Tina menggeleng. "Kita gagal Yena, kita kalah dengan Elixir! Yang benar saja!"

Elixir adalah salah satu merk kosmetik saingan Athena Beauty. Merk Elixir sebenarnya sudah berdiri selama hampir dua puluh tahun, tapi popularitasnya menurun semenjak Athena Beauty hadir. Kedua perusahaan ini saling bersaing untuk meluncurkan produk-produk baru yang inovatif, dan biasanya Athena selalu menjadi yang paling unggul. Tapi, saat ini keadaan menjadi terbalik untuk Athena Beauty.

"Sepertinya Elixir sengaja mengambil kesempatan di hari kamu kecelakaan lift," Yena menuntun bosnya itu untuk kembali duduk di kursi. "Tenanglah Tina,"

"Gimana gue bisa tenang? Gue udah mencurahkan semua tenaga dan pikiran selama satu tahun penuh! Dan hasilnya gagal hanya gara-gara lift sialan itu!" Tina mengacak-acak rambutnya frustasi. "Dan berani-beraninya Elixir mengambil alih saat gue sedang tidak berdaya? Huh, tidak sopan!"

"Bagaimana kalau kita gunakan rencana B? Jika Pak Moris tak bersedia, kita kan masih bisa meminta brand yang lain untuk bekerjasama. Aku lihat sudah ada beberapa brand besar yang ingin berkolaborasi dengan kita,"

"Hah..." Tina menghela napas panjang. "Kenapa akhir-akhir ini gue sial banget sih?"

Sedang meratapi nasibnya, tiba-tiba ponsel Tina yang berada di dalam tas bergetar. Sebenarnya Tina malas untuk mengecek, tapi notifikasi yang barusan berbunyi adalah notifikasi khusus saat Andra mengiriminya pesan. Tina pun membuka tas dan melihat isi pesan yang dikirim pacarnya itu.

Sayangku❤

Ayo kita putus.

"What?!"

...----------------...

"Kenapa tiba-tiba minta putus?" Tina bertanya sambil menginterogasi. Saat ini ia dan Andra bertemu di sebuah restoran mewah di pusat kota. "Apa alasannya?"

"Tidak ada alasan khusus, Tina," Andra, pria berusia 28 tahun itu menyesap kopinya dengan tenang. "Aku hanya merasa kita sudah tidak cocok lagi. Aku dan kamu terlalu sibuk dengan pekerjaan kita, sampai-sampai tidak ada waktu untuk melanjutkan hubungan ini,"

"Omong kosong!" umpat Tina. "Kita sudah bersama selama dua tahun. Dan selama itu kita juga selalu sibuk dengan pekerjaan kita. Tapi, kurasa semuanya baik-baik saja kok? Kenapa sekarang tiba-tiba kamu merasa begitu?"

"Ini bukan tiba-tiba, Tina," Lelaki itu mengatupkan kedua tangannya ke atas meja. "Aku sudah memikirkannya berulang kali selama beberapa bulan belakangan. Dan aku pikir, saat ini aku lebih membutuhkan seseorang yang bisa mengurusku saat pulang ke rumah. Aku tentu tidak bisa memaksakan kehendak ku kepada kamu bukan? Karena sejak awal, kamu sudah terlahir sebagai wanita karir dan bukan ibu rumah tangga,"

Tina melipat kedua tangannya di depan dada sambil tertawa kecil. "Kenapa aku mencium sesuatu yang mencurigakan di sini? Kamu sudah punya wanita lain?"

Andra tampak terdiam sejenak dan hal itu semakin meyakinkan kalau pendapat Tina benar.

"Wah, dasar brengs*k," Tina mengacak rambutnya kesal. "Seharusnya dari awal bilang saja terus terang kalau kamu punya selingkuhan, jadi aku tak perlu repot-repot seperti ini. Kamu minta putus kan? Oke, ayo kita putus," Tina kemudian berdiri dari duduknya dan mengeluarkan beberapa uang ratusan ribu. "Karena kita sudah putus, aku bayar makananku sendiri," ucapnya sambil membanting uang itu ke atas meja.

Dengan badan tegap, Tina melangkah keluar dari restoran dengan perasaan kesal yang menyelimuti hatinya.

...----------------...

"Ada yang aneh," Tina tampak berpikir dengan serius. "Lo merasa nggak sih, kalau akhir-akhir ini kesialan selalu menimpa Gue?" tanyanya pada Yena yang duduk di depannya.

"Pertama, Gue kecelakaan di lift. Kedua, proyek kerjasama Gue sama Pak Moris gagal. Ketiga, Andra putusin Gue! Dan itu semua cuma terjadi dalam waktu tiga hari! Gila, nggak?"

Yena menghela napas panjang sebelum menanggapi ucapan Tina. "Tiga hari terakhir ini memang terasa berat sih," Ia lalu melirik ke arah Tina yang masih berpikir dengan serius. "Kamu yakin nggak mau nangis?"

"Buat apa? Kenapa Gue harus membuang-buang air mata Gue buat cowok dajjal macam Andra? Dia yang ninggalin Gue duluan, seharusnya dia yang nyesel karena udah menyia-nyiakan seseorang seperti Gue,"

Yena mengangguk pelan, kemudian melanjutkan bicaranya dengan hati-hati. "Kamu tahu nggak sih, siapa orang yang dipacari Andra sekarang?"

"Gue nggak peduli," Tina menjawab acuh.

"Nancy. Dia putri semata wayangnya Nyonya Elisa, pemilik Elixir," Yena tetap memberitahu Tina meskipun sahabatnya itu sudah menolak.

"What?!"

"Yah, aku pun kaget waktu mendengar hal itu pertama kali,"

"Ini sih beneran sial. Dari semua orang, kenapa lagi-lagi harus Elixir, saingan terberat perusahaan kita?!" Tina mulai merasa frustasi. "Yena, Gue merasa semua kesialan yang menimpa Gue sekarang bukan sekedar kebetulan. Gue yakin ada seseorang yang merencanakan ini semua,"

Yena tampak bingung mendengar ucapan Tina. "Maksud Lo, mungkin saja Elixir yang melakukannya?"

"Siapa lagi?" Tina menyilangkan kakinya. "Setelah Gue pikir-pikir, semua kesialan itu datang setelah Gue kecelakaan di lift," Tina kemudian menjentikkan jarinya saat mengingat sesuatu. "Ah ya! Cowok itu! Cowok itu pasti tahu sesuatu, Yena!"

Alis Yena terangkat. "Cowok...itu? Siapa?"

"Cowok yang kecelakaan sama gue di lift! Dia pasti orang suruhan Elixir! Kita harus cari keberadaannya sekarang!"

"Tapi Tina, bukankah dia cuma orang biasa?"

"Orang biasa atau bukan, Gue yakin dia ada hubungannya sama perusahaan sial*n itu. Entah dia dukun atau orang yang disuruh buat memantra-mantrai gue. Yang jelas, gue harus ketemu dia secepatnya! Yena, sekarang, kamu cari keberadaan orang itu!"

"Okay, bos," Yena tak berani membantah karena meskipun dirinya adalah sahabat Tina, statusnya juga hanya sebagai sekretarisnya.

...----------------...

Empat hari kemudian, Tina dan Yena datang ke kos-kosan tempat Jo tinggal. Dengan sepatu heels lima senti yang harganya mungkin bisa membeli seluruh kos-kosan itu, Tina melangkah dengan wajah jijik. Sesekali ia menutupi hidungnya dengan sapu tangan. Pasalnya, lingkungan tempat mereka berada sekarang benar-benar kotor dan bau.

"Lo yakin ada orang yang tinggal di tempat kaya gini?" tanya Tina pada Yena sambil berusaha menghindari jalanan yang becek.

"Yah, sebagai orang kaya lama, wajar kalau kamu heran," Yena menjawab santai. Dengan menggunakan sepatu kets, dia bisa melompati lubang comberan dengan mudah. "Lagian kan aku udah bilang pakai sepatu yang nyaman aja,"

"Nggak, gue harus tetap kelihatan slay dan elegan," jawab Tina kesal. Mereka kemudian melangkah menuju kamar kosan tempat Jo tinggal. Tapi saat mengetuk pintu beberapa kali, tidak ada jawaban dari dalam.

"Orangnya lagi pergi mbak!" teriak seorang wanita. "Ada perlu apa?" ucap wanita itu sambil berjalan menghampiri mereka berdua.

"Oh, kami mau ketemu sama Mas Bejo Bu," Yena menjawab ramah.

Wanita judes di depan mereka itu tampak melihat penampilan Tina dan Yena dari atas ke bawah. "Buat masalah apa lagi si Jo itu sampai didatangi cewek-cewek cantik begini," gumamnya, tapi masih bisa didengar oleh Tina dan Yena. "Jo lagi kerja. Kalian tunggu saja di sini, biasanya jam segini dia udah pulang," ucapnya kemudian sambil menatap ke arah jalan menuju kos-kosan.

"Nah itu dia!" Tunjuknya pada seorang laki-laki yang berjalan ke arah mereka. Tina dan Yena langsung menoleh ke arah yang ditunjuk ibu-ibu itu, dan saat itulah Tina mengenali sosok pria yang memandanginya dengan heran itu. Tak salah lagi, pria itu adalah orang yang satu lift dengannya saat kecelakaan terjadi.

Melihat Jo yang malah terbengong di depan sana dan tidak segera menghampirinya, Tina menjadi tidak sabar dan ia memutuskan untuk menghampiri laki-laki itu duluan.

"Saya sudah menunggu kamu dari tadi Bejo,"

Terpopuler

Comments

Dwi MaRITA

Dwi MaRITA

cie³.....bejo di cariin 2 bidadari cantik.... tina & yena.... 🙈🙉🙊😁😉🍒💃

2024-08-03

2

Dewi @@@♥️♥️

Dewi @@@♥️♥️

benar² kesialan yg bertubi tubi,,tp yg paling bikin naik darah adalah perselingkuhan si Andra

2024-06-27

1

Eva Karmita

Eva Karmita

lanjut thoooorr 🔥💪🥰

2024-06-23

1

lihat semua
Episodes
1 1. Wanita Beruntung
2 2. Laki-laki Sial
3 3. Hari Sial
4 4. Hari yang Beruntung
5 5. Bertemu
6 6. Kembalikan Keberuntunganku!
7 7. Solusi
8 8. Hari Pertama Kerja
9 9. Masuk Kantor
10 10. Kendaraan
11 11. Terpesona
12 12. Pesta
13 13. Permainan
14 14. Mabuk
15 15. Peluk
16 16. Gosip
17 17. Buktikan!
18 18. Terbayang-bayang Kamu
19 19. Khawatir
20 20. Kamu Harus Menikah
21 21. Ayo Nikah
22 22. Mencari Calon Suami
23 23. Merayu Jo
24 24. Jalan, Yuk?
25 25. Will You Marry Me?
26 26. Trik
27 27. Surat Perjanjian
28 28. Restu Papa
29 29. Cuti
30 30. Mas-Adek
31 31. Dek Tina
32 32. Fitting
33 33. Calon Suami yang Polos
34 34. Tina Frustasi
35 35. Angkot Romantis
36 36. Bucin
37 37. Hari H
38 38. Malam Pertama (?)
39 39. Gendong
40 40. Rencana Rahasia Mama
41 41. Malam Panjang
42 42. AADJ (Ada Apa Dengan Jo)?
43 43. Galau
44 44. Baikan
45 45. Kencan (?)
46 46. Pesta (2)
47 47. Honeymoon
48 48. Masa Lalu Bu Elisa
49 49.
50 50. Hukuman
51 51. Pulang
52 52. Oleh-oleh
53 53. Oleh-oleh (2)
54 54. Hasil
55 55. Kecurigaan
56 56. Main Golf
57 57. Taruhan
58 58. Menemui Bu Elisa
59 59. 18+, harap bijak dalam membaca
60 60. Lamaran Andra
61 61. Kebenaran
62 62. Aslan
63 63.
64 64
65 65. Penangkapan Andra & Kemarahan Jo
66 66. Hobi Baru Tina
67 67. Warisan
68 68. Laper Mas!
69 69. Kebahagiaan Tak Ternilai
70 70
71 71. Ngidam
72 72. Ngidam (2)
73 73. Jatuh!
74 74. Liburan Keluarga
75 75. Kemunculan Andra
76 76. Penyelamatan
77 77. Kritis
78 78. Lupa?
79 79. Bogem Mentah
80 80. Persidangan
81 81. USG
82 82. Tiga Jagoan
83 Novel Baru
Episodes

Updated 83 Episodes

1
1. Wanita Beruntung
2
2. Laki-laki Sial
3
3. Hari Sial
4
4. Hari yang Beruntung
5
5. Bertemu
6
6. Kembalikan Keberuntunganku!
7
7. Solusi
8
8. Hari Pertama Kerja
9
9. Masuk Kantor
10
10. Kendaraan
11
11. Terpesona
12
12. Pesta
13
13. Permainan
14
14. Mabuk
15
15. Peluk
16
16. Gosip
17
17. Buktikan!
18
18. Terbayang-bayang Kamu
19
19. Khawatir
20
20. Kamu Harus Menikah
21
21. Ayo Nikah
22
22. Mencari Calon Suami
23
23. Merayu Jo
24
24. Jalan, Yuk?
25
25. Will You Marry Me?
26
26. Trik
27
27. Surat Perjanjian
28
28. Restu Papa
29
29. Cuti
30
30. Mas-Adek
31
31. Dek Tina
32
32. Fitting
33
33. Calon Suami yang Polos
34
34. Tina Frustasi
35
35. Angkot Romantis
36
36. Bucin
37
37. Hari H
38
38. Malam Pertama (?)
39
39. Gendong
40
40. Rencana Rahasia Mama
41
41. Malam Panjang
42
42. AADJ (Ada Apa Dengan Jo)?
43
43. Galau
44
44. Baikan
45
45. Kencan (?)
46
46. Pesta (2)
47
47. Honeymoon
48
48. Masa Lalu Bu Elisa
49
49.
50
50. Hukuman
51
51. Pulang
52
52. Oleh-oleh
53
53. Oleh-oleh (2)
54
54. Hasil
55
55. Kecurigaan
56
56. Main Golf
57
57. Taruhan
58
58. Menemui Bu Elisa
59
59. 18+, harap bijak dalam membaca
60
60. Lamaran Andra
61
61. Kebenaran
62
62. Aslan
63
63.
64
64
65
65. Penangkapan Andra & Kemarahan Jo
66
66. Hobi Baru Tina
67
67. Warisan
68
68. Laper Mas!
69
69. Kebahagiaan Tak Ternilai
70
70
71
71. Ngidam
72
72. Ngidam (2)
73
73. Jatuh!
74
74. Liburan Keluarga
75
75. Kemunculan Andra
76
76. Penyelamatan
77
77. Kritis
78
78. Lupa?
79
79. Bogem Mentah
80
80. Persidangan
81
81. USG
82
82. Tiga Jagoan
83
Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!