16. Gosip

"Seperti yang kalian tahu, perusahaan kita akhirnya mendapat kesempatan untuk bekerjasama dengan Moris Cosmetics. Jadi saya harap, kita semua bisa memberikan yang terbaik untuk memastikan kesuksesan proyek ini." ucapan Tina mendapatkan sorakan tepuk tangan meriah dari semua orang yang ada di ruangan meeting. Jo yang sedari tadi sibuk memainkan kukunya tersentak dan reflek ikut bertepuk tangan, meski dia bingung apa artinya itu.

Setelah itu, Tina dan para karyawannya disibukkan dengan rencana mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk proyek tersebut. Mereka mulai merencanakan strategi pemasaran, desain produk, distribusi produk, hingga pelatihan untuk tim penjualan. Tina membagi tugas dengan cermat, memastikan setiap detail diperhatikan.

"Ada beberapa desain produk yang sudah kami buat Bu," perwakilan tim kreatif memberikan tiga lembar kertas bergambar rancangan produk mereka. "Jika berkenan, ibu bisa memilih salah satunya,"

Tina memandangi kertas-kertas tersebut dengan cermat. Menurutnya, desain-desain itu sudah cukup bagus. Jika disuruh memilih salah satu, dia jadi bingung sendiri. Akhirnya, ia menoleh ke arah Jo dan berbisik.

"Aku butuh keberuntungan," ujarnya lirih, tapi Jo yang sedang asyik memandangi interior ruang rapat tidak mendengar. Tina yang kesal menendang kaki Jo keras-keras.

"Aduh! Kok saya ditendang sih, Bu?" Jo meringis kesakitan. Tina tidak menjawab dan hanya memberi kode dengan mata kalau ia menyuruh Jo memegang tangannya.

"Ngomongnya kan bisa baik-baik Bu," Jo bersungut-sungut sambil memegang tangan Tina.

"Salah sendiri Lo budeg," sergah Tina kesal. Setelah itu, ia kembali fokus pada pekerjaannya dan akhirnya menjatuhkan pilihan pada salah satu gambar.

Salah satu karyawan wanita yang sedari tadi melihat gerak-gerik Tina dan Jo menjadi curiga. Ia diam-diam sengaja menjatuhkan pulpennya ke lantai dan menundukkan kepala untuk mengambilnya. Sebenarnya, trik itu ia lakukan untuk melihat apa yang dilakukan Tina dan Jo di bawah meja. Alangkah terkejutnya ia saat melihat tangan Tina dan Jo saling menggenggam dengan 'mesra'.

"Hah?" saking kagetnya, karyawan wanita itu sampai berseru syok. Untungnya ia segera sadar dan cepat-cepat menutup mulut. Jangan sampai dia ketahuan mengintip. Bisa berabe semuanya nanti.

...----------------...

"Gue beneran lihat di depan mata gue sendiri, mereka gandengan tangan di bawah meja!" Karyawan wanita itu mulai menyebarkan gosip saat ia dan teman-temannya sedang bersantai di pantry kantor.

"Ah, yang bener?" Karyawan lain tidak percaya mendengar ucapan teman kerja mereka itu. "Masa sih Bu Tina sebucin itu sama asistennya?"

"Terserah kalau kalian nggak percaya, tapi gue bener-bener ngelihat pakai mata kepala gue sendiri,"

"Kenapa tadi Lo nggak bilang sama gue sih?" tukas salah satu karyawan yang memang berada dalam satu ruangan rapat dengan si penyebar gosip. "Gue kan juga pengen lihat kejadiannya secara live!"

"Gue keburu takut ketahuan Bu Tina, soalnya—" ucapan sang penyebar gosip terhenti saat ia melihat kedatangan Jo. Teman-temannya yang lain langsung melihat ke arah yang sama dan mereka reflek menutup mulut dan bersikap biasa saja.

"Ha-hai Pak Jo," Si penyebar gosip menyapa dengan ramah, tersenyum ala-ala para penjilat. "Mau bikin kopi?"

"Iya, Bu Tina minta dibuatin soalnya," Jo menjawab tak kalah ramah. Dia tidak tahu saja kalau barusan jadi topik utama pergosipan para karyawan.

"Oh? Silahkan Pak," Para karyawan itu menggeser tubuh mereka dan mempersilahkan Jo membuat kopi. Mereka saling berpandangan sejenak sebelum kemudian salah satu dari mereka mendekati Jo.

"Kalau boleh tahu, Pak Jo ini asalnya dari mana?"

Sambil tangannya cekatan membuat kopi, Jo menyahut. "Aslinya saya dari kampung mbak," jawabnya menyebutkan nama desa tempat panti asuhannya berada.

"Kok bisa kenal Bu Tina? Udah kenal dari lama?"

Jo menggeleng. "Saya kenal Bu Tina baru semingguan lebih,"

"Loh, tapi kok bisa kerja jadi asistennya Bu Tina?" pancing sang karyawan lagi.

"Yah, nggak tahu juga ya mbak. Soalnya Bu Tina yang datang sendiri ke kosan saya," Jo menjawab tanpa memberitahukan alasan aslinya. Jangan lupa, dia disuruh merahasiakan perihal keberuntungan itu oleh Tina.

"Hah? Serius? Bu Tina yang nyamperin langsung?" Para karyawan terbelalak kaget. "Nggak nyangka ternyata Bu Tina begitu agresif," gumam mereka berbisik-bisik.

Jo mulai merasa tidak nyaman karena ditanya-tanya terus, ia takut nanti jadi keceplosan seperti saat bersama Andra. Jadi Jo cepat-cepat menyelesaikan tugasnya membuat kopi dan buru-buru pamit dari pantry.

"Tapi menurutku, wajar sih Bu Tina ngebet banget sama Pak Jo," gosip berlanjut saat Jo akhirnya pergi. "Kalau dilihat-lihat lagi, Pak Jo emang ganteng banget,"

"Iya sih, emang lumayan ganteng. Tapi, masa cuma karena ganteng jadi ngelepasin Pak Andra yang sesempurna itu?"

"Makanya, aneh banget kan? Meskipun Pak Jo ganteng, tapi aura miskinnya masih kelihatan. Denger nggak tadi, dia aja tinggalnya di kos-kosan loh, nggak di apartemen kaya Pak Andra!"

"Jangan-jangan, dia pake pelet!" gosip semakin panas dengan asumsi yang dibuat sendiri.

"Kalau beneran pake pelet, berarti dukunnya ampuh banget dong karena bisa ngeluluhin Bu Tina yang galak dan dingin itu!"

"Bener juga ya. Kapan-kapan kita harus minta dikenalin sama dukunnya Pak Jo. Siapa tahu Gue juga bisa menggaet CEO ganteng!"

"Guys! Guys!" gosip mereka terpaksa terhenti saat seorang karyawan lain datang dengan tergopoh-gopoh. "Ada bahan gosip baru! Sekarang, Pak Andra dateng ke kantor!"

"Apa?!"

...----------------...

Yap, karyawan itu tidak mengada-ada. Karena saat ini, Andra sedang berdiri berhadapan dengan Jo yang membawa kopi. Pemandangan itu tentu saja langsung menarik perhatian seluruh karyawan kantor. Mereka diam-diam mengintip sambil sibuk menebak-nebak apa yang terjadi.

"Bos Lo ada?" Tanya Andra sambil memandang Jo dengan tatapan merendahkan. "Gue mau ketemu,"

"Boleh aja sih Mas. Tapi tadi Bu Tina pesen sama saya nggak boleh nerima tamu karena masih sibuk," Jo menjawab sopan.

"Gue bukan tamu, Gue udah sering ke sini," Andre menjawab dengan tegas.

"Kalau gitu saya konfirmasi dulu ke Bu Tina ya, apa beliau mau menerima Mas apa nggak,"

"Kenapa jadi Lo yang ngatur?" nada bicara Andra menjadi tinggi. "Kalau Gue mau ketemu ya ketemu,"

"Iya Mas, tapi saya kan perlu ngomong dulu sama Bu Tina. Kalau nggak, nanti saya dimarahin,"

"Bukan urusan Gue! Di sini Lo tuh cuma jadi babu, jadi Lo nggak berhak ngatur-ngatur Gue!"

Jo menghela napas panjang. Nggak Bu Tina, nggak mantan pacarnya, sama aja. Sukanya bikin sport jantung! Teriak-teriak mulu!

"Sabar Mas, jangan teriak-teriak dong. Malu tau dilihatin orang-orang. Sebentar ya, saya—" ucapan Jo terhenti karena ponselnya tiba-tiba berdering. "Nah, kebetulan nih orangnya nelepon," ujarnya pada Andra.

"Halo, Bu? Saya—"

"Heh, Lo kemana aja sih! Gue udah nungguin kopinya dari tadi!"

"Eng, ini Bu, saya sebenarnya udah di depan pintu, tapi..."

"Tapi apa?"

"Ada Pak Andra di sini, katanya mau nemuin Ibu,"

"Ngapain dia kesini? Suruh dia pergi, gue lagi sibuk!"

"Udah saya bilangin Bu, tapi dia tetap nggak mau,"

Terdengar helaan napas berat Tina dari seberang sana. "Oke, suruh dia masuk,"

"Baik Bu," Jo menutup telepon, kemudian ia menoleh ke arah Andra. "Mari Pak, kata Bu Tina boleh masuk,"

"Apa Gue bilang? Tina nggak mungkin nolak Gue!" kesal Andra dan ia langsung membuka pintu ruangan Tina. Terlihat di sana Tina menyambut dengan senyum lebar dan berjalan sambil merentangkan tangan.

"Sayang! Kenapa lama banget, sih?"

Andra, yang merasa percaya diri kalau Tina ingin memeluknya merentangkan tangannya untuk menyambut Tina, tapi ternyata Tina malah berjalan melewatinya dan memeluk Jo.

"Sayang..." kata Tina dengan suara manja pada Jo. "Kenapa lama banget sih ke dapurnya? Aku udah nungguin dari tadi loh,"

Andra bengong, Jo bengong, bahkan cicak di dinding yang sedang lewat pun ikutan bengong.

Terpopuler

Comments

jumirah slavina

jumirah slavina

dan akhir'y bengong berjamaah

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2025-02-27

1

jumirah slavina

jumirah slavina

buahahahahahahahahahaaaaa 🤣🤣

2025-02-27

1

Siti patma

Siti patma

/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2024-11-27

1

lihat semua
Episodes
1 1. Wanita Beruntung
2 2. Laki-laki Sial
3 3. Hari Sial
4 4. Hari yang Beruntung
5 5. Bertemu
6 6. Kembalikan Keberuntunganku!
7 7. Solusi
8 8. Hari Pertama Kerja
9 9. Masuk Kantor
10 10. Kendaraan
11 11. Terpesona
12 12. Pesta
13 13. Permainan
14 14. Mabuk
15 15. Peluk
16 16. Gosip
17 17. Buktikan!
18 18. Terbayang-bayang Kamu
19 19. Khawatir
20 20. Kamu Harus Menikah
21 21. Ayo Nikah
22 22. Mencari Calon Suami
23 23. Merayu Jo
24 24. Jalan, Yuk?
25 25. Will You Marry Me?
26 26. Trik
27 27. Surat Perjanjian
28 28. Restu Papa
29 29. Cuti
30 30. Mas-Adek
31 31. Dek Tina
32 32. Fitting
33 33. Calon Suami yang Polos
34 34. Tina Frustasi
35 35. Angkot Romantis
36 36. Bucin
37 37. Hari H
38 38. Malam Pertama (?)
39 39. Gendong
40 40. Rencana Rahasia Mama
41 41. Malam Panjang
42 42. AADJ (Ada Apa Dengan Jo)?
43 43. Galau
44 44. Baikan
45 45. Kencan (?)
46 46. Pesta (2)
47 47. Honeymoon
48 48. Masa Lalu Bu Elisa
49 49.
50 50. Hukuman
51 51. Pulang
52 52. Oleh-oleh
53 53. Oleh-oleh (2)
54 54. Hasil
55 55. Kecurigaan
56 56. Main Golf
57 57. Taruhan
58 58. Menemui Bu Elisa
59 59. 18+, harap bijak dalam membaca
60 60. Lamaran Andra
61 61. Kebenaran
62 62. Aslan
63 63.
64 64
65 65. Penangkapan Andra & Kemarahan Jo
66 66. Hobi Baru Tina
67 67. Warisan
68 68. Laper Mas!
69 69. Kebahagiaan Tak Ternilai
70 70
71 71. Ngidam
72 72. Ngidam (2)
73 73. Jatuh!
74 74. Liburan Keluarga
75 75. Kemunculan Andra
76 76. Penyelamatan
77 77. Kritis
78 78. Lupa?
79 79. Bogem Mentah
80 80. Persidangan
81 81. USG
82 82. Tiga Jagoan
83 Novel Baru
Episodes

Updated 83 Episodes

1
1. Wanita Beruntung
2
2. Laki-laki Sial
3
3. Hari Sial
4
4. Hari yang Beruntung
5
5. Bertemu
6
6. Kembalikan Keberuntunganku!
7
7. Solusi
8
8. Hari Pertama Kerja
9
9. Masuk Kantor
10
10. Kendaraan
11
11. Terpesona
12
12. Pesta
13
13. Permainan
14
14. Mabuk
15
15. Peluk
16
16. Gosip
17
17. Buktikan!
18
18. Terbayang-bayang Kamu
19
19. Khawatir
20
20. Kamu Harus Menikah
21
21. Ayo Nikah
22
22. Mencari Calon Suami
23
23. Merayu Jo
24
24. Jalan, Yuk?
25
25. Will You Marry Me?
26
26. Trik
27
27. Surat Perjanjian
28
28. Restu Papa
29
29. Cuti
30
30. Mas-Adek
31
31. Dek Tina
32
32. Fitting
33
33. Calon Suami yang Polos
34
34. Tina Frustasi
35
35. Angkot Romantis
36
36. Bucin
37
37. Hari H
38
38. Malam Pertama (?)
39
39. Gendong
40
40. Rencana Rahasia Mama
41
41. Malam Panjang
42
42. AADJ (Ada Apa Dengan Jo)?
43
43. Galau
44
44. Baikan
45
45. Kencan (?)
46
46. Pesta (2)
47
47. Honeymoon
48
48. Masa Lalu Bu Elisa
49
49.
50
50. Hukuman
51
51. Pulang
52
52. Oleh-oleh
53
53. Oleh-oleh (2)
54
54. Hasil
55
55. Kecurigaan
56
56. Main Golf
57
57. Taruhan
58
58. Menemui Bu Elisa
59
59. 18+, harap bijak dalam membaca
60
60. Lamaran Andra
61
61. Kebenaran
62
62. Aslan
63
63.
64
64
65
65. Penangkapan Andra & Kemarahan Jo
66
66. Hobi Baru Tina
67
67. Warisan
68
68. Laper Mas!
69
69. Kebahagiaan Tak Ternilai
70
70
71
71. Ngidam
72
72. Ngidam (2)
73
73. Jatuh!
74
74. Liburan Keluarga
75
75. Kemunculan Andra
76
76. Penyelamatan
77
77. Kritis
78
78. Lupa?
79
79. Bogem Mentah
80
80. Persidangan
81
81. USG
82
82. Tiga Jagoan
83
Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!