BAB 20 - Noah Faresta

Enam tahun silam.

26 Juni 2040.

Saat itu, dunia dikejutkan dengan suatu kabar bahwa sosok orang paling berpengaruh di dunia telah menghilang tanpa jejak. Dia adalah Reza Kusuma sang megabintang sepakbola dari Indonesia yang saat itu sebagai atlet profesional dari klub yang berjulukan Los Blancos.

Sosok Reza Kusuma yang digadang-gadang sebagai atlet terbaik dunia yang menggantikan dua legenda, yaitu C. Ronaldo dan L. Messi telah menghilang dari pandangan dunia. Tak ada yang mengetahui nasib dari megabintang tersebut.

Bahkan Asosiasi Sepakbola Indonesia sendiri meminta bantuan pada Badan Intelijen Negara dan bantuan dari FBI untuk setidaknya menyelidiki hilangnya Reza Kusuma. Namun, bulan demi bulan, tak ada satupun petunjuk yang didapat dari dua organisasi intelijen tersebut.

Semuanya seakan terdiam, tak ada yang bisa menebak di mana hilangnya sang megabintang tersebut. Semuanya pun memilih untuk mengikhlaskan orang paling berpengaruh tersebut dengan status … Meninggal dunia.

Pusat Kota Jayakarta.

28 Oktober 2040.

Di sebuah gedung pencakar langit, di dalam ruangan yang berdindingkan kaca tebal dengan pemandangan kota metropolitan. Seorang pria bertubuh besar sedang duduk di belakang meja kebesarannya, menghisap cerutu mahal miliknya. Di atas meja terdapat papan nama bertuliskan Dedi Faresta.

"Wah … Begini kah menjadi orang kaya dengan usaha … Kotorku?" gumam pria tersebut sambil menghembuskan asap dari cerutunya. "Sembilan tahun saya berusaha, akhirnya bisa mencapai puncak ini!"

"Ayah … Noah mau main bola!" Seorang anak kecil berusia 9 tahun memegang bola miliknya, menatap nanar pada pria di hadapannya.

"Astaga, Noah, jangan main bola! Itu kan tidak cocok dengan kita!" seru Dedi sambil berdiri dan meraih bola yang cukup kotor dari tangan Noah, anak kecil tersebut.

"Ah~ Ayah … Noah kan mau main sama Kak Fery dan Kak Azura!" seru Noah dengan wajah cemberut, matanya mulai berkaca-kaca.

"Fery? Cih, anak Si Jaalang itu membuatmu seperti ini!" keluh Dedi sambil memberikan bola itu pada Noah. "Atau begini Noah, kamu harus belajar giat jadi pemain sepakbola, supaya jadi penerus Reza Kusuma!" lanjut Dedi yang mendapati ide bagus.

"Wah! Itu aku suka, Ayah! Reza Kusuma … Aku ingin jadi seperti dia!" seru Noah dengan senangnya kemudian keluar ruangan.

Sementara itu, Dedi Faresta duduk dengan perasaan penuh kesombongan. Dalam benaknya memikirkan segala cara untuk memajukan Noah sebagai atlet sepakbola, sementara Fery anak dari istri pertamanya akan dia tempa menjadi pebisnis andal.

"Hahaha! Rencana yang bagus! Fery dari Si Jaalang tak tahu diri itu aku akan buat dia jadi penerusku dan membuat Si Jaalang yang meninggalkannya terpuruk!" seru Dedi dengan tawa menggelegar di ruangan. "Kemudian, Noah dari istri kedua tercintaku, dia harus jadi apa yang dia inginkan! Anak tersayangku … Lakukanlah, tetapi aku tetap akan membantumu dengan uangku!"

Hari demi hari, Noah terus bermain bersama temannya, Azura, dan juga kakak beda empat bulannya, Fery. Mereka tentu dengan polosnya bermain sepulang sekolah, tanpa tahu bahwa tujuan kotor ayah Noah adalah untuk memajukan Noah sebagai atlet profesional sepakbola bagaimana pun caranya.

Hingga suatu hari, kejadian itu membuat Noah menjadi sosok yang berbeda. Kejadian itu membawa kepribadian Noah berubah ke arah yang diinginkan oleh Dedi, yaitu kepribadian di mana kesombongan di atas orang-orang rendah, mampu menginjak-injak orang rendah dengan kekuatan dan uang mereka demi merangkak naik ke puncak karir.

Dedi, ayah Noah, seorang pria yang ambisius dan selalu berharap anaknya menjadi yang terbaik dalam segala hal. Dia melihat potensi besar dalam diri Noah dan selalu mendorongnya untuk menjadi pemain sepakbola yang hebat.

Namun, Dedi juga keras dan kompetitif bahkan egois dengan sikapnya, sering kali mengajarkan Noah bahwa dalam hidup, orang lain adalah pesaing yang harus dikalahkan. Ini adalah pemikiran seorang pebisnis kotor, begitulah Dedi.

Suatu hari, ketika sebuah kompetisi sepakbola untuk anak-anak di bawah 11 tahun diumumkan di kota sebagai memperingati hari ulang tahun Jayakarta. Ini adalah kesempatan besar bagi mereka bertiga untuk menunjukkan bakat mereka dan mendapatkan pengakuan. Dedi sangat antusias dan berharap Noah bisa memimpin tim mereka menuju kemenangan.

Namun, Dedi dengan pemikiran buruknya menganggap bahwa Azura dan Fery mungkin menghalangi Noah untuk bersinar. Dia merasa bahwa Noah seharusnya menjadi kapten dan mendapatkan pengakuan utama. Dengan niat untuk memastikan anaknya menonjol, Dedi mulai menyusun rencana untuk mengadu domba ketiganya. Pemikiran kotornya mengubah segalanya!

"Noah, temanmu Azura, ayah mendapatkan kabar bahwa dia berencana menjatuhkanmu!" ucap Dedi dengan senyuman tipis penuh misteri.

Noah yang saat itu berada di ruangan ayahnya pun menatap tak percaya pada ayahnya. "Ayah! Noah tidak percaya, Kak Azura tak seperti itu!"

"Ya, tetapi … Temanmu itu, ayahnya adalah pesaing Ayah, dan … Ayahnya sendiri katakan bahwa Azura akan menjatuhkan seseorang demi menjadi seorang yang diakui!" jelas Dedi sambil mengendikkan bahu dan menganggap bahwa ketidakpercayaan anaknya adalah bentuk pembelaan diri. "Jika kau tidak percaya, terserah kau!"

Dedi sebenarnya membohongi Noah, dirinya bahkan tak menganggap pebisnis rendah seperti ayah dari Azura adalah saingannya. Konglomerat sepertinya tak perlu khawatir terhadap pebisnis kecil seperti itu. Dedi hanya mencoba membuat Noah menjauhi Azura agar anaknya bisa dengan mudah merangkak ke puncak karir.

Sementara untuk Fery, Dedi ingin membuat anak itu merasa bahwa karirnya di sepakbola tak akan jalan. Dedi akan membuat rencana tersendiri bagi Fery.

Noah yang awalnya tak begitu mempercayai ayahnya pun mulai menaruh perhatian pada Azura. Bagaimana pun dirinya sendiri memiliki tujuan untuk menjadi atlet profesional sepakbola seperti Reza Kusuma. Namun, kehadiran temannya membuatnya mulai waspada.

"Baiklah, Ayah, sebenarnya Noah tidak begitu percaya, tapi–"

"Apa lagi yang kau pikirkan, Azura itu telah menusukmu dari belakang! Dunia tak semudah itu, Noah!" sela Dedi sambil menggebrak meja penuh emosi.

Noah menunduk, berpamitan keluar ruangan dengan perasaan campur aduk. Dirinya tentu ingin sekali mempercayai orang yang selama ini mendukungnya, tetapi rasa tak enak hati terus mencuat.

Di sisi lain, Dedi juga mendekati Azura untuk sekedar membuat rencana yang benar-benar akan sempurna. Dedi melakukan manipulasi pada pemikiran Azura yang menganggap Noah saat ini adalah teman sekaligus sahabatnya.

Dedi membuat Azura menganggap bahwa Noah akan egois dan juga menjatuhkan siapapun saat persiapan kompetisi nantinya dan tak memedulikan tim. Dedi bahkan sedikit menjelekkan betapa egoisnya dan tempramentalnya anaknya di hadapan Azura yang secara mentah mempercayainya. Azura mulai menaruh rasa curiga pada Noah.

"Haha, dua umpan telah dimakan!" gumam Dedi sambil memikirkan hal yang akan meledak saat hari persiapan kompetisi dimulai.

Noah dan Azura, yang pada awalnya tidak merasakan adanya masalah, mulai saling merasa curiga. Mereka merasa saling curiga dan dikhianati, percaya bahwa masing-masing di antara mereka telah berubah dan tidak lagi menghargai satu sama lain. Konflik kecil mulai pecah, dan kesalahpahaman semakin dalam.

Noah menjadi tak percaya terhadap Azura, begitupun sebaliknya. Rencana licik Dedi pun berjalan dengan baik membuat kedua teman ini mulai saling tak mempercayai satu sama lain.

Pada puncaknya, dalam sebuah latihan yang seharusnya mempersiapkan mereka untuk kompetisi, Noah menuduh Azura secara langsung ingin menjatuhkannya, sementara Azura membalas dengan mengatakan bahwa Noah telah menjadi egois dan tidak peduli pada tim. Fery, yang terjebak di tengah, merasa kecewa dan memutuskan untuk mundur dari tim, mengatakan bahwa dia tidak bisa bermain dalam situasi yang penuh konflik.

Bahkan Fery merasa bahwa keduanya telah benar-benar berubah. Satu hal yang membuat Fery mundur adalah cedera lututnya yang parah saat dirinya bermain dengan cerobohnya. Hal itu membuat dirinya merasa enggan untuk kembali merumput dan melakukan hobinya lagi.

"Noah, pergi kau! Aku tidak ingin melihatmu lagi, kau mengkhianatiku, pertemanan kita sampai di sini saja!" seru Azura sambil mengangkat jari kelingking nya dan meniupnya dengan tegas.

Anak seusia mereka berkelahi dengan rencana licik Dedi, membuat keduanya dewasa dengan keadaan bahwa dunia selamanya tak damai. Dunia akan terkadang dipenuhi orang-orang yang haus kekuasaan, begitulah fakta yang keduanya hadapi.

***

Kembali ke masa sekarang.

Azura yang mengingat kenangan di mana pertemanan dengan Noah itu putus pun merasa sakit pada dadanya. Perasaannya sangat tertumpuk, melihat sikap Noah semakin buruk selama kurang lebih enam tahun tak bertemu.

"Kak Azura … Bagaimana formasi kita nanti? Noah kan gelandang yang perannya mirip seperti Kak Azura!" ucap Kevin yang telah tenang, rekan-rekannya yang lain hanya menyimak.

Episodes
1 Bab 01 - Penghinaan
2 BAB 02 - Sistem
3 BAB 03 - Sistem (2)
4 BAB 04 - Misi Pertama Sistem
5 BAB 05 - Akademi Garuda
6 BAB 06 - Lingkungan Akademi Garuda
7 BAB 07 - Seleksi Fase Dua
8 BAB 08 - Seleksi Fase Tiga
9 BAB 09 - Asrama
10 BAB 10 - Hari Pertama Akademi
11 BAB 11 - Posisi Setiap Pemain
12 BAB 12 - Latih Tanding
13 BAB 13 - Begitu Intens dan Seru!
14 BAB 14 - Kemenangan Latih Tanding!
15 BAB 15 - Turnamen Akademi Asia Tenggara
16 BAB 16 - Proses Seleksi Tim Murid Tahun Kedua
17 BAB 17 - Perbincangan Ringan Kevin dan R
18 BAB 18 - Tim Inti Akademi Garuda
19 BAB 19 - Perselisihan Kecil
20 BAB 20 - Noah Faresta
21 BAB 21
22 BAB 22 - Akademi Gajah Perang (Thailand) (1)
23 BAB 23 - Akademi Gajah Perang (Thailand) (2)
24 BAB 24 - Akademi Gajah Perang (Thailand) (3)
25 BAB 25 - Akademi Gajah Perang (Thailand) (4)
26 BAB 26 - Laga Perdana Berakhir!
27 BAB 27 - Jeda Hari Pertandingan
28 BAB 28 - Akademi Naga Emas (Vietnam) (1)
29 BAB 29 - Akademi Naga Emas (Vietnam) (2)
30 BAB 30 - Akademi Naga Emas (Vietnam) (3)
31 BAB 31 - Akademi Naga Emas (Vietnam) (4)
32 BAB 32 - Konferensi Pers Perdana Kevin
33 BAB 33 - Bertemu Kembali Cynthia
34 BAB 34 - Akademi Merlion (Singapura) (1)
35 BAB 35 - Akademi Merlion (Singapura) (2)
36 BAB 36 - Akademi Merlion (Singapura) (3)
37 BAB 37 - Akademi Merlion (Singapura) (4)
38 BAB 38 - Laga Cepat, Akademi That Luang (Laos)
39 BAB 39 - Pelatih Nein yang Sibuk
40 BAB 40 - Persiapan Semifinal!
41 BAB 41 - Azura's Revenge!
42 BAB 42 - Babak Pertama Selesai!
43 BAB 43 - Pembantaian Sepihak
44 BAB 44 - Pembangunan Karakter
45 BAB 45 - Final Turnamen (1)
46 BAB 46 - Final Turnamen (2)
47 BAB 47 - Final Turnamen (3)
48 BAB 48 - Final Turnamen (4)
49 BAB 49 - Final Turnamen (5)
50 BAB 50 - Kemenangan
51 BAB 51 - Tawaran Kontrak (1)
52 BAB 52 - Tawaran Kontrak (2)
53 BAB 53
54 BAB 54 - Bercengkerama dan Kontrak Agen
55 BAB 55 - Persiapan untuk Kemajuan Karir
56 BAB 56 - Konferensi Pers Tandatangan Kontrak
57 BAB 57 - Liverpool, Aku Datang!
58 BAB 58 - Shop dan Latihan Perdana
59 BAB 59 - Laga Debut, ya?
60 BAB 60 - Debut yang Menjanjikan (1)
61 BAB 61 - Debut yang Menjanjikan (2)
62 BAB 62 - Singkat Saja
63 BAB 63 - Liverpool Vs. Everton (1)
64 BAB 64 - Liverpool Vs. Everton (2)
65 BAB 65 - Liverpool Vs. Everton (3)
66 BAB 66 - Liverpool Vs. Aston Villa (1)
67 BAB 67 - Liverpool Vs. Aston Villa (2)
68 BAB 68 - Liverpool Vs. Aston Villa (3)
Episodes

Updated 68 Episodes

1
Bab 01 - Penghinaan
2
BAB 02 - Sistem
3
BAB 03 - Sistem (2)
4
BAB 04 - Misi Pertama Sistem
5
BAB 05 - Akademi Garuda
6
BAB 06 - Lingkungan Akademi Garuda
7
BAB 07 - Seleksi Fase Dua
8
BAB 08 - Seleksi Fase Tiga
9
BAB 09 - Asrama
10
BAB 10 - Hari Pertama Akademi
11
BAB 11 - Posisi Setiap Pemain
12
BAB 12 - Latih Tanding
13
BAB 13 - Begitu Intens dan Seru!
14
BAB 14 - Kemenangan Latih Tanding!
15
BAB 15 - Turnamen Akademi Asia Tenggara
16
BAB 16 - Proses Seleksi Tim Murid Tahun Kedua
17
BAB 17 - Perbincangan Ringan Kevin dan R
18
BAB 18 - Tim Inti Akademi Garuda
19
BAB 19 - Perselisihan Kecil
20
BAB 20 - Noah Faresta
21
BAB 21
22
BAB 22 - Akademi Gajah Perang (Thailand) (1)
23
BAB 23 - Akademi Gajah Perang (Thailand) (2)
24
BAB 24 - Akademi Gajah Perang (Thailand) (3)
25
BAB 25 - Akademi Gajah Perang (Thailand) (4)
26
BAB 26 - Laga Perdana Berakhir!
27
BAB 27 - Jeda Hari Pertandingan
28
BAB 28 - Akademi Naga Emas (Vietnam) (1)
29
BAB 29 - Akademi Naga Emas (Vietnam) (2)
30
BAB 30 - Akademi Naga Emas (Vietnam) (3)
31
BAB 31 - Akademi Naga Emas (Vietnam) (4)
32
BAB 32 - Konferensi Pers Perdana Kevin
33
BAB 33 - Bertemu Kembali Cynthia
34
BAB 34 - Akademi Merlion (Singapura) (1)
35
BAB 35 - Akademi Merlion (Singapura) (2)
36
BAB 36 - Akademi Merlion (Singapura) (3)
37
BAB 37 - Akademi Merlion (Singapura) (4)
38
BAB 38 - Laga Cepat, Akademi That Luang (Laos)
39
BAB 39 - Pelatih Nein yang Sibuk
40
BAB 40 - Persiapan Semifinal!
41
BAB 41 - Azura's Revenge!
42
BAB 42 - Babak Pertama Selesai!
43
BAB 43 - Pembantaian Sepihak
44
BAB 44 - Pembangunan Karakter
45
BAB 45 - Final Turnamen (1)
46
BAB 46 - Final Turnamen (2)
47
BAB 47 - Final Turnamen (3)
48
BAB 48 - Final Turnamen (4)
49
BAB 49 - Final Turnamen (5)
50
BAB 50 - Kemenangan
51
BAB 51 - Tawaran Kontrak (1)
52
BAB 52 - Tawaran Kontrak (2)
53
BAB 53
54
BAB 54 - Bercengkerama dan Kontrak Agen
55
BAB 55 - Persiapan untuk Kemajuan Karir
56
BAB 56 - Konferensi Pers Tandatangan Kontrak
57
BAB 57 - Liverpool, Aku Datang!
58
BAB 58 - Shop dan Latihan Perdana
59
BAB 59 - Laga Debut, ya?
60
BAB 60 - Debut yang Menjanjikan (1)
61
BAB 61 - Debut yang Menjanjikan (2)
62
BAB 62 - Singkat Saja
63
BAB 63 - Liverpool Vs. Everton (1)
64
BAB 64 - Liverpool Vs. Everton (2)
65
BAB 65 - Liverpool Vs. Everton (3)
66
BAB 66 - Liverpool Vs. Aston Villa (1)
67
BAB 67 - Liverpool Vs. Aston Villa (2)
68
BAB 68 - Liverpool Vs. Aston Villa (3)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!