"Mantap, Vin! Hat-trick, Njir!" sahut Bimo sambil meraih Kevin.
Raka mendatangi Kevin, berkata dengan datarnya, "Bagus."
Kevin menatap Raka yang saat ini raut wajahnya benar-benar datar. "Ugh … Seperti robot saja!"
Semuanya merayakan gol, bagaimana pun, tim satu hari ini benar-benar mendominasi dengan keterampilan Kevin yang di atas rata-rata.
Semua murid yang menonton begitu riuh, menyaksikan bagaimana Kevin terus mendominasi bersama rekan-rekannya.
Di samping itu, beberapa menit setelahnya, Tim Pelatih Bima nampak tidak ingin kalah. Mereka mulai melancarkan serangan.
Di menit ke-77, Andrean dan Denis melakukan kombinasi umpan satu-dua yang apik. Denis memberikan umpan terobosan kepada Yanuar, yang dengan chip shot melewati Rezky, membuat tim Pelatih Bima menambah skor dan mendekati tim Pelatih Nein 3-2.
"BAGUS!!! SERANG TERUS!!!" teriak Pelatih Bima berapi-api, sementara Pelatih Nein hanya menganggap itu sebuah keberuntungan semata.
Permainan kembali berangsur-angsur membaik, ritme pertandingan tak begitu intens dan bola hanya terus bergulir di lini tengah saling bertukar penguasaan. Seruan dari parah pelatih mengarahkan, murid-murid yang berdiri di area luar lapangan terus berseru semangat.
Pada menit ke-84, Raka menunjukkan kualitasnya sebagai pemain sayap lincah. Mendapatkan umpan dari Gilang di lini tengah, Raka dengan cepat melakukan roulette, teknik berputar dengan bola untuk menghindari lawan, melewati Aril.
Raka melihat Bimo yang cukup kosong lepas kawalan dari bek lawan. "Bimo! Ambil ini, atau kau makan sup wortel setelah ini!"
Dia kemudian memberikan cut back ke dalam kotak penalti, di mana Bimo yang telah bertukar dengan Kevin melakukan tendangan first time bola ke arah gawang. Namun, Habil kembali melakukan penyelamatan luar biasa dengan menepis bola keluar lapangan.
"Cih! Sup wortel nggak aku suka!" seru Bimo pada Raka yang mendekat ke kotak penalti.
"Lagi!" seru Kevin yang bersiap di kotak penalti dan beberapa rekannya.
Tendangan sudut dilancarkan oleh Henry, tetapi sayang tak ada yang menerimanya dengan baik dan berakhir di tangan Habil.
Permainan dimulai dengan serangan balik tim Pelatih Bima yang lantas membuahkan gol penyama kedudukan.
Serangan Tim Pelatih Bima benar-benar berbahaya kali ini. Habil menendang bola ke depan, di mana Aril bersiap meneruskannya ke depan, saat itu Viktor menerima umpan dari Aril dan melakukan dribble cepat ke arah gawang.
Dia melewati Mahesa dengan step over dan melepaskan tembakan keras yang tidak mampu dihentikan oleh Rezky. Skor menjadi 3-3 untuk Tim Pelatih Bima dan menyamakan kedudukan. Ini adalah latih tanding intens dan seru.
Semuanya berseru, Pelatih Bima kegirangan dan langsung dengan sedikit kekanak-kanakan memandang rendah Pelatih Nein yang hanya diam melipat kedua tangannya di depan dada. Sorot mata Pelatih Nein fokus, otaknya terus berpikir ke depan.
Pelatih Nein melihat Rama yang kelelahan, beberapa pemain pun demikian. Namun, Pelatih Nein ingin melihat bagaimana mereka mengatasi titik di mana kelelahan adalah musuh terberat mereka, hingga bisa melewati ambang batas dan mendapatkan angin kedua bagi mereka.
"Kalian harus terus maju," gumam Pelatih Nein.
Pada menit ke-88, Kevin menunjukkan kelasnya dan mencoba melancarkan serangan. Serangan dimulai dari Rama yang mengirimkan bola panjang ke Gilang, dengan akurasi yang mulai menurun. Gilang susah payah menerimanya dan langsung memberikan umpan pendek ke Pandu yang melihat Kevin bebas di sayap kanan.
Kevin menerima bola dan segera melakukan dribble cepat, melewati Sofwan dengan teknik elastico, gerakan cepat menggiring bola ke satu arah lalu mengubah arah seketika untuk mengecoh lawan. Dia melanjutkan dribble-nya melewati Septiawan yang mencoba menghentikannya.
Dengan ketenangan luar biasa, Kevin berhadapan satu lawan satu dengan Habil. Dia melakukan chip shot, tendangan yang mengangkat bola dengan lembut melewati kiper, bola melayang indah ke dalam gawang, mengubah skor menjadi keunggulan untuk Tim Pelatih Nein, yaitu 4-3.
Bimo dan Raka yang sebenarnya kosong hanya bisa menghela napas, kekuatan destruktif Kevin benar-benar gila. Kecepatan, kontrol bola, dribble indahnya di luar akal sehat mereka, tetapi mereka sendiri menyadari tendangan Kevin masih sering goyah dan mengandalkan keberuntungan.
"Hahaha! Tendanganmu sepertinya agak goyah tadi, chip shot mu aneh, Habil hampir raih tadi!" seru Bimo dengan mencoba meraih pundak Kevin, tetapi agak kesulitan. "Cih, tinggi jangan sombong, 167 cm!" lanjutnya langsung pergi.
"Hahaha! Kamu pendek tapi lincah, Bim!" balas Kevin diikuti tawa rekan-rekannya.
Henry mendatangi Kevin, menepuk pundaknya sambil berkata, "Kamu benar-benar … Gila! Crazy boy!"
Kevin sambil berjalan ke posisinya lantas membalasnya, "Eh … Begitu deh, tapi … Aku masih kurang akurasinya, beberapa percobaan sebelumnya kan gagal juga!"
Peluit panjang akhirnya berbunyi, menandakan berakhirnya pertandingan. Tim Pelatih Nein memenangkan pertandingan dengan skor 4-3 berkat gol-gol indah dari Kevin. Penampilan Kevin yang memukau dengan dribble cantik, teknik tinggi, dan kontrol bola yang apik menjadi sorotan utama.
Namun, kontribusi dari pemain lain seperti Pandu, Gilang, Raka, dan Bimo juga tidak bisa diabaikan. Tim Pelatih Bima juga menampilkan serangan-serangan berbahaya dan permainan yang solid.
Pertandingan ini menjadi bukti betapa intens dan menariknya sepak bola, terutama dengan aksi-aksi memukau dari pemain seperti Kevin dan penampilan solid dari pemain lainnya.
Semua pemain pun saling bersalaman, tak ada istilah kalah atau menang bagi mereka. Lagipula ini hanyalah latih tanding di mana pengetesan kemampuan masing-masing, yang justru bagaimana Kevin sangat destruktif begitu gila di lini depan.
Tim kesebelasan Pelatih Nein pun berkumpul, mendengar arahan selanjutnya dari Pelatih Nein.
"Kalian … Menakjubkan!" puji Pelatih Nein dengan kalimat yang pendek. "Kiper Rezky, kemampuanmu belum menyamai satu persen dari Reza Kusuma, kamu tidak berani maju!" lanjutnya melirik pada Rezky yang tersenyum kikuk.
Pelatih Nein memandang setiap pemain, butiran keringat membasahi wajah mereka, jersey latihan begitu lembab dengan vairan keringat. Pelatih Nein mengangguk puas akan kinerja tim bentukan satu hari miliknya.
"Saya, dan … Asisten Pelatih Rocky di samping saya ini," ucap Pelatih Nein mengenalkan Asisten Pelatih Rocky. "Telah melakukan analisa apa-apa saja yang harus dilakukan dengan setiap kelemahan dan kelebihan kalian!" lanjutnya diikuti anggukan dari Asisten Pelatih Rocky.
Pelatih Nein kemudian melirik Kevin, maju selangkah dan memegangi kedua pundak Kevin, sorot matanya begitu serius. "Kamu … Hebat, keterampilanmu benar-benar permata kasar yang harus dipoles lagi! Intinya good game untukmu, kembangkan lagi dan jadilah mata pisau bagi lawan-lawanmu!"
Kevin mengangguk cepat, berkata dengan tegas, "Siap, Pelatih! Keterampilan saya akan saya kembangkan dan saya akan menjadi mata pisau bagi lawan-lawan saya!"
[Ding~!]
[Misi telah berhasil diselesaikan!]
[Tuan memiliki dua syarat khusus untuk menyelesaikan misi ini.
- Menciptakan Hat-trick dalam latih tanding (✓)
- Membuat Pelatih Nein kagum, dan memuji Tuan diakhir laga (✓)
Hadiah keberhasilan : Kartu Keterampilan "T. Kroos - Passing" Legenda Masa Lalu]
[Tuan mendapatkan hadiah yang layak!]
[Hadiah telah Tuan terima dan tersimpan di {Inventaris Sistem}]
[INVENTARIS SISTEM]
[- Kartu Keterampilan "T. Kroos - Passing" Legenda Masa Lalu]
Mata Kevin saat ini tertuju pada layar hologram di depannya. Dirinya akhirnya bisa bernapas lega bahwa misi itu bisa diselesaikannya.
Satu hal yang pasti, keterampilannya di lapangan barusan hanya bisa digunakan dengan sempurna untuk menghadapi lawan-lawan yang cukup biasa saja. Namun, ke depannya, dirinya akan menghadapi lawan-lawan yang kuat dan sulit untuk dihadapi menggunakan keterampilannya.
Kemenangan latih tanding itu membuat Pelatih Nein merasa bangga akan anak didik barunya. Dirinya terus memerhatikan setiap muridnya, merasakan angin kedua yang akan mengguncangkan dunia persepakbolaan bagaimana pun caranya.
'Saya harap, saya bisa mengorbitkan bintang muda lainnya yang bisa mengguncangkan dunia persepakbolaan! Seperti … Legenda itu, dua puluh tahun silam,' batin Pelatih Nein sambil membayangkan bagaimana Reza Kusuma yang pernah dia hadapi entah berada di mana saat ini.
"Oke, saya akan memberikan sedikit kebebasan pada kalian, sore hingga malam ini bebas!" ucap Pelatih Nein. "Tetapi ingat, bebas tak membuatmu tidak bisa latihan!" lanjutnya memberi peringatan pada para pemain, kemudian meninggalkan mereka bersama Asisten Pelatih Rocky.
"Kevin! Kamu benar-benar, ya! Empat gol dimakan semua!" seru Bimo sambil menabrakkan diri pada Kevin. "Huft, dasar egois!"
"Hehehe! Kalau begitu … Aku ingin membuat kombinasi umpan denganmu, Raka, Henry dan rekan lainnya!" balas Kevin sambil mengusap-usap rambut Bimo dengan gemasnya.
"Ugh! Jangan diacak-acak!"
"Oi, Rambut Wortel! Minta wortelmu satu, ya!" seru Gilang pada Raka yang hanya diam menyaksikan perayaan kecil-kecilan para murid Pelatih Nein.
"Cih, beli sendiri!" balas Raka dengan datarnya.
"Hahaha! Raka sepertinya akan jadi maskot kita!" sahut Mahesa yang ikut-ikutan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Nino Ndut
itu klo dapet finishing ala ronaldo brazil sih fix bakalan OP..ditambah longshot atau FK ala ronaldo CR7..dewa dah si mc..
2024-07-12
1
HANZ
lanjhuuuuuut Thor
2024-06-30
2