"Intinya, cepat selesaikan misi pertamamu, setelah ini saya akan benar-benar menjadi mentormu!" jelas R dengan raut wajah serius.
Kevin mengangguk paham. "Ya, aku akan beli perlengkapan dulu, terus … Mendaftar di Akademi Garuda!"
***
Akademi Garuda terletak di tengah hamparan hijau yang luas, berdiri megah Akademi Garuda, sebuah institusi elit yang melatih pemuda berbakat menjadi atlet sepakbola profesional. Akademi ini menawarkan fasilitas mewah dan lingkungan yang menginspirasi.
Akademi memiliki beberapa lapangan sepakbola berstandar internasional, dengan rumput alami yang selalu terawat dan sistem pencahayaan canggih untuk latihan malam hari. Lapangan utama dilengkapi tribun penonton, sering digunakan untuk pertandingan besar beberapa tim papan atas Indonesian Super League.
Di sebelah lapangan, terdapat gedung latihan fisik modern dilengkapi gym dengan peralatan fitness terbaru, serta ruang pemulihan yang memiliki kolam renang indoor, jacuzzi, dan sauna untuk pemulihan optimal setelah latihan intens.
Pusat medis canggih dengan dokter dan fisioterapis profesional siap memberikan perawatan terbaik. Ruang rehabilitasi dilengkapi peralatan terapi fisik mutakhir untuk mempercepat pemulihan cedera.
Terdapat asrama nyaman dengan kamar modern, AC, internet cepat, dan ruang belajar pribadi. Fasilitas komunal mencakup ruang makan luas, ruang rekreasi dengan meja biliar dan video game, serta area lounge untuk bersosialisasi.
Ada gedung pendidikan yang dilengkapi teknologi terkini, seperti proyektor interaktif dan akses internet cepat. Perpustakaan menyediakan berbagai sumber belajar, dari buku teks hingga jurnal online.
Laboratorium analisis video dengan perangkat lunak canggih untuk mengevaluasi performa dan merancang strategi. Ruang teori digunakan untuk diskusi taktik dan pemahaman mendalam tentang sepakbola.
Para siswa menjalani kehidupan disiplin dengan jadwal latihan fisik dan teknik, kelas akademik, dan waktu istirahat teratur. Program diet yang dirancang ahli gizi memastikan asupan nutrisi yang tepat, sementara sesi dengan psikolog olahraga membangun mentalitas juara.
Akademi Garuda bukan hanya tempat berlatih sepakbola, tetapi juga tempat membentuk karakter, disiplin, dan mengejar mimpi menjadi atlet profesional. Fasilitas mewah dan program pelatihan komprehensif menciptakan lingkungan ideal bagi perkembangan pemuda menuju puncak prestasi di dunia sepakbola.
Artikel yang Kevin sedang baca untuk mengisi waktunya di malam hari benar-benar membuatnya terpukau. Bagaimana pun Akademi Garuda telah berdiri puluhan tahun silam atas dasar legenda Reza Kusuma.
"Bicara Reza Kusuma, dia dimana sekarang, ya? Kalau aku cari-cari katanya telah menghilang sejak beberapa tahun lalu!" gumam Kevin yang membaca artikel di ponsel pintar yang dirinya sekalian beli sesaat dari mengambil uang di bank.
"Ah, yasudah lah, aku juga kan harus fokus ke tujuanku!"
Kevin untuk sekitar dua hari ke depan akan mempersiapkan semuanya.
***
Dua hari berselang, Kevin telah siap untuk mengikuti pendaftaran Akademi Garuda.
Rumah Kevin.
"Sebelum itu … Kartu Keterampilan dipakai bagaimana?"
Sudut bibir R berkedut, dia menunjuk Kevin dengan arogan sambil berkata, "Kau sudah nyaris tiga hari memakai sistem, tapi … Akh! Sudahlah, baca saja penjelasannya!"
"Inventaris sistem!" seru Kevin tak memedulikan celotehan R.
[INVENTARIS SISTEM]
[- Kartu Keterampilan "Leo Messi - Dribble" Legenda Masa Lalu
- Kartu Keterampilan "Kekuatan Tubuh"]
Kevin menekan salah satu Kartu Keterampilan dan dalam seketika muncul daftar hologram baru.
[Kartu Keterampilan "Leo Messi - Dribble" Legenda Masa Lalu]
[Mampu meningkatkan poin stat berikut:
- Dribbling
- Kontrol Bola
- Fleksibilitas
Penambahan Poin Stat berjumlah masing-masing 50]
R yang awalnya diam memerhatikan tiba-tiba berseru kesal. "Lah! Besar sekali penambahannya! Akh, curang! Dasar #### #### sialan! #### #### itu harus kena hantam! Masa #### #### menyetel dengan gila seperti itu!"
Kevin terkekeh geli sambil memperagakan mengusap-usap kepala R. "Utututu … Ada yang iri!"
"Kau kubunuh, ya!" seru R dengan nada datar.
"Bagaimana caranya?" tanya Kevin dengan polosnya.
"…"
Kevin kembali fokus ke Kartu Keterampilan dan langsung tanpa perlu memikirkannya memakai kartu tersebut.
[Apakah anda ingin memakainya? (Y)/(N)]
"Tentu saya YA!"
Aura keemasan menyelimuti tubuh Kevin, sementara sebuah kartu berwarna emas dengan sosok Leo Messi menggiring bola nampak mengambang di hadapan Kevin dan perlahan menghilang menjadi debu.
Debu-debu emas itu pun terbang memasuki tubuh Kevin tanpa masalah.
Kevin merasakan kehangatan dari efek debu emas yang memasuki tubuhnya. Dia merasa nyaman dengan fenomena tersebut, sementara ribuan mesin nano di dalam tubuhnya juga perlahan terbuka dan larut ke setiap pembuluh darah Kevin.
"Heh, mesin nano mulai memproyeksikan Kartu Keterampilan itu! Benar-benar canggih apa yang #### #### ciptakan!" ucap R dengan kebanggaannya tersendiri. "#### #### untuk sekelas manusia benar-benar gila bisa meningkatkan kinerja sistem lebih daripada pendahulunya!"
Proses itu selesai, menyisakan Kevin yang kebingungan. "Huh? Sudah?"
Kevin dengan cepat membuka Jendela Informasi Pengguna nya dan hanya fokus ke arah {Dribbling}, {Kontrol Bola}, dan juga {Fleksibel}.
[Dribbling: 20 >> 70]
[Kontrol Bola : 30 >> 80]
[Fleksibel : 30 >> 80]
"Me–Menakjubkan, nambah masing-masing 50!" seru Kevin dengan terpukau.
Kevin menyadari satu Kartu Keterampilan terakhir, dirinya langsung memakai kartu itu tanpa berpikir panjang.
[Apakah anda ingin memakai Kartu Keterampilan "Kekuatan Tubuh"? (Y)/(N)]
"Hahaha! Tentu YA!"
Aura keemasan sekali kali menyelimuti tubuh Kevin, kemudian hal yang sama sebuah kartu emas mengambang di depannya, tergambar sebuah lambang perisai dan pedang.
Kartu itu juga berubah menjadi debu emas dan beterbangan memasuki tubuh Kevin.
[Poin {Kekuatan} meningkat sebanyak 50 poin!]
[Kekuatan: 30 >> 80]
"Gila!" serentak Kevin dan R berseru.
"Eh?" Keduanya saling melirik hingga gelak tawa pecah di antaranya.
***
Senin, 8 Januari 2046.
Kevin saat ini berdiri di depan gerbang besar bertuliskan Akademi Garuda dengan begitu mewahnya. Tembok besar mengelilingi area Akademi Garuda benar-benar menambah kesan keberadaan yang kuat terhadap Akademi Garuda.
Banyak anak sepantaran Kevin berdatangan dengan setiap gaya mereka. Ada anak yang nampak sombong, juga terlihat beberapa anak yang nampak pemalu.
Banner dan spanduk dengan informasi tentang pendaftaran dipasang di sekitar area akademi untuk memandu calon peserta. Antrian mulai terbentuk di meja registrasi sejak pagi hari, dengan calon siswa yang datang dari berbagai daerah, membawa harapan untuk mendapatkan kesempatan di akademi tersebut.
Ini adalah perkumpulan para calon atlet sepakbola profesional yang saat ini sedang bersungguh-sungguh dengan mimpi mereka untuk mendapatkan kembali trofi Piala Dunia!
"Wah, banyak persaingan!"
Kevin Pratama, seorang remaja tampan berusia 15 tahun dengan rambut hitam legam dan mata hitam yang tajam, tampak rapi dan berwibawa dalam balutan kemeja putih bersih yang kontras dengan celana hitam formalnya.
Ia memegang sebuah map berisi berkas-berkas penting, memberikan kesan serius dan bertanggung jawab, seolah siap menghadapi tantangan di depannya.
Aura percaya diri dan kerapihannya mencerminkan sikap dewasa yang melampaui usianya, membuatnya tampak menonjol di antara anak-anak lainnya.
"Langkah pertama!" Kevin melangkahkan kakinya, memasuki gerbang besar itu dengan tekad membara.
Kevin menunggu di belakang salah satu antrian untuk pendaftaran Akademi Garuda, jantungnya berdegup kencang, benar-benar merasa sangat gugup akan hari yang ditunggu-tunggu olehnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments