Kevin meringkuk, hingga tangannya menyentuh sesuatu yang aneh.
Kevin duduk, melihat benda persegi panjang yang cukup besar. "A–Apa ini?!"
Tablet berukuran setidaknya 10 inch yang begitu besar dan canggih di mata Kevin. Bagaimana pun sosok Kevin adalah anak kumuh yang jauh dari kata modern.
Kevin menyentuh perangkat tersebut, dalam seketika perangkat tablet itu menyala dan menunjukkan layar hologram mengambang di atas layar perangkat tablet tersebut.
Layar hologram itu menunjukkan seorang pria berusia kurang lebih 30 tahunan dengan penampilan yang menawan, memiliki rambut hitam tebal yang selalu tampak rapi dan teratur.
Mata hitamnya yang tajam dan memancarkan kepercayaan diri membuatnya selalu menarik perhatian di mana pun ia berada.
Struktur wajahnya yang tegas dengan rahang yang kokoh dan bibir tipis yang sering melengkung dalam senyuman, menambahkan kesan ketampanannya yang alami.
Postur tubuhnya yang tinggi dan atletis, terlihat seperti latihan fisik yang intens, semakin memperkuat kesan tampan dan gagah pada dirinya.
Pria itu melambaikan tangan pada Kevin sambil berkata, "Hai, Anak Muda! Saya RK … Emm … Panggil saja R, saya akan membantumu mencapai impianmu!"
Kevin tersentak dan langsung menyeret tubuhnya ke belakang menjauhi sosok yang berbicara itu padanya. "ARRGHH! Ha–Hantu!!!"
Sosok hologram itu nampak bertolak pinggang, dari tampilannya bibirnya berkedut kesal.
"Saya akan membantumu, dan …" ucap pria yang menyebut dirinya RK. "SAYA BUKAN HANTU, BRENGSEK!!!" teriaknya menggelegar.
Pria itu menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Cih, intinya saya akan membantumu mewujudkan semua hal yang mustahil bagimu saat ini!"
Kevin mendekati R dengan ragu, tangannya terulur dan nampak ingin memegang tubuh hologram tersebut. Namun, hologram tetaplah hologram, hanya sebatas kumpulan cahaya yang dibentuk sedemikian rupa.
"Kamu … Siapa?"
"Saya RK, panggil R saja!"
"Kamu … Apa?"
"Saya adalah kepribadian masa lalu yang akan membantumu mewujudkan impianmu, buatlah Indonesia kembali merebut trofi Piala Dunia 2050!"
Kevin tiba-tiba merinding, merasakan angin sepoi-sepoi yang mulai menyapu kulitnya. Suasana itu semakin intens kala sosok pria R itu yang tertawa terbahak-bahak.
"Kamu tau sejarah Empat Piala Dunia Indonesia, kan?"
Kevin mengangguk cepat dari pertanyaan tersebut.
Bagaimana pun, mau terbelakang apapun teknologi di suatu wilayah, mereka tetap akan tahu dari mulut ke mulut sejarah Indonesia yang meraih trofi Piala Dunia pada tahun 2026, 2030, 2034 dan tahun terakhir 2038 yang mana menjadikan Indonesia negara terbaik pada 16 tahun perjalanan tersebut.
Namun, entah mengapa sejarah itu tidak tercipta lagi mulai tahun 2042 hingga kini 2046 yang bahkan Indonesia tidak juga bisa lolos ke babak kualifikasi putaran ketiga. Itu semua akibat kehilangan sosok tembok legendaris Indonesia, kiper legendaris yang tiba-tiba menghilang bak ditelan bumi sejak tahun 2040.
"Cih, sejarah itu benar-benar menyebalkan, ini akibat–" Pria R yang hendak meneruskan kalimatnya tiba-tiba disambar listrik dari visual hologramnya.
"Arrghhh! Brengsek!" umpat R dengan begitu murkanya.
"Te–Terus … Kehadiranmu untuk membantuku, tapi … Apa bantuanmu?" ucap Kevin yang mulai penasaran dengan teknologi di depannya tersebut.
"Heh … Anak muda ini benar-benar sensasi," celetuk R sambil melipat kedua tangannya di depan dada. "Sistem, itu yang akan menjadi pembantumu, sementara saya adalah mentormu!" lanjutnya dengan sorot mata serius.
"A–Apa itu sistem?"
R hanya bisa menggerutu kesal sambil berkata, "Kau anak tahun kapan sih, ini kan sudah masa teknologi?! Huh … Menyebalkan!" keluhnya. "Intinya, sistem adalah bantuanmu yang secara langsung mengintervensi, sedangkan saya hanya sebagai mentormu di belakang layar!"
Kevin mengangguk ringan, tetapi nyatanya dirinya masih tak begitu paham akan hal yang dijelaskan oleh R. Bagaimana pun dirinya untuk soal pembelajaran sangat terbelakang karena takdirnya untuk terlahir di Daerah Kumuh Sampah Jayakarta.
"Baiklah, tak usah basa-basi lagi, langsung saja!" R langsung menunjuk Kevin yang sedang kebingungan. "Pemindaian Pengguna!"
Bzzzt~!
Sambaran listrik menjalar ke tubuh Kevin hingga dirinya mengalami kejang-kejang hebat. Namun, R tetap melanjutkannya dengan sorot mata seriusnya tanpa bergeming pun.
"Pemindahan Sistem Nano!" seru R setelah sambaran listrik itu selesai di tubuh Kevin.
Dari dalam perangkat tablet, puluhan ribu, bahkan nyaris tak terhingga muncul semacam pasir hitam yang sangat halus hingga benar-benar tak bisa dilihat dalam satuan butir.
Pasir hitam itu bergerak-gerak dan langsung memasuki mulut Kevin yang terbuka.
"AAARRRGGGHHH!!!"
Kevin merasa panas, seakan tubuhnya mendidih di dalam kuali besar yang sedang dalam pembakaran. Cahaya keluar dari setiap lubang di tubuh Kevin.
R mengangguk ringan sambil berkata, "Bagus, prosesnya akan sukses kalau begini." R kemudian kembali menunjuk Kevin. "Kerahkan tenaga sistem operasi!"
Bzzzt~!
Tubuh Kevin tersetrum untuk ke sekian kalinya. Aliran listrik itu mengalir dari perangkat tablet yang sedang dikendalikan oleh R dengan seriusnya.
Lima menit kemudian, tubuh Kevin mengeluarkan semacam cairan hitam yang beraroma busuk. Cairan itu menginterpretasikan sebagai kotoran dalam tubuh Kevin yang begitu banyaknya.
"Nah triliunan mesin nano itu sedang bekerja untuk meningkatkan tubuh," ucap R dengan bangganya. "Dari triliunan mesin nano, sebanyak jutaan sisanya menyimpan penuh data legenda masa lalu sepakbola!" lanjutnya sambil mengusap hidungnya dan tersenyum bangga.
Kevin beranjak, dirinya menatap sekitar dengan kebingungan. Matanya akhirnya tertuju pada R yang sedari tadi tertawa bangga.
"Emm … Tubuhku seperti terasa ringan dan luka di tubuhku menghilang!" ucap Kevin sambil mengangkat kedua tangannya.
"Ya, itulah sistem yang sedang bekerja di dalam tubuhmu!" jelas R sambil menunjuk Kevin.
Hidung Kevin tiba-tiba bergerak-gerak, mengendus-endus aroma yang sangat busuk. Sesaat dirinya menghirup cairan hitam di tangannya, dirinya nyaris memuntahkan isi perutnya.
"Heurrkh! Busuk!" keluh Kevin.
"Ntar kamu mandi saja, hahaha!" sahut R sambil tertawa geli.
[Selamat datang, Tuan!]
Sebuah layar hologram mengambang berbentuk persegi tepat muncul di depan penglihatan Kevin.
R melihat itu dan akhirnya bernapas lega. "Fyuuuh … Akhirnya harus seperti ini, dasar #### #### itu!"
"Wah! A–Apa ini?" ucap Kevin sambil melihat sekitar, tetapi layar hologram itu terus mengikuti matanya di mana pun matanya melirik.
"Itu dia, sistem pembantu, Sistem Sepakbola yang legendaris, dengan banyak peningkatan dari pendahulumu, dan sedikit penyesuaian agar masuk akal di masa sekarang!" jelas R dengan antusiasnya.
[Selamat datang, Tuan!]
[Yang terhormat, Tuan Kevin Pratama. Karena cita-cita Tuan ingin menjadi Penyerang Legendaris, maka Sistem Sepakbola bagian Penyerang Legendaris yang akan membimbing Tuan.]
R tersenyum haru sambil berkata, "Wah, nostalgia sekali, ya!"
[Sebagai Paket Permulaan untuk membantu Tuan meniti karir, sistem memberikan hadiah!]
[Kotak Hadiah X1]
[Buka Kotak Hadiah? (Y)/(N)]
Kevin yang ragu-ragu menyentuh pilihan setuju.
[Kotak Hadiah terbuka!]
[Isi Kotak Hadiah:
- Uang dengan rekening 0512-1405-2710 berjumlah Rp 1.000.000.000,00.
- Set Pakaian kasual
- Kartu Keterampilan "Leo Messi - Dribble" Legenda Masa Lalu
- Kartu Keterampilan "Kekuatan Tubuh"]
R mengangguk ringan sambil tersenyum dengan bangganya. "Heh … Ini dia awal dari legenda yang menggetarkan dunia!"
"Benar-benar aneh," gumam Kevin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Sang Pencipta
ini beda nih, baru disini indonesia juara dunia sepakbola /Chuckle//Chuckle/
2024-08-21
1
Protocetus
Real Madrid 2046 udah menang UCL berapa kali ya 😂
2024-06-22
3
Buana Lukman
bagus up
2024-06-21
3