"Langkah pertama!" Kevin melangkahkan kakinya, memasuki gerbang besar itu dengan tekad membara.
Kevin menunggu di belakang salah satu antrian untuk pendaftaran Akademi Garuda, jantungnya berdegup kencang, benar-benar merasa sangat gugup akan hari yang ditunggu-tunggu olehnya.
Menit demi menit, antrian terus maju dan perlahan maju. Bagian Kevin tak lama lagi menghampiri meja pendaftaran yang benar-benar sedikit kelimpungan karena pendaftar tahun ini sangat banyak.
Bagaimana pun sejak tahun 2042, Akademi Garuda mulai kehilangan peminat karena ketika Indonesia dipecundangi di putaran grup Piala Dunia 2042, membuat semua orang mulai memandang rendah Tim Nasional Indonesia.
Namun, entah mengapa, setelah Indonesia bahkan gagal melaju ke putaran grup Piala Dunia 2046 yang akan berlangsung di Afrika Selatan bulan Juli nanti, banyak gerombolan remaja yang mulai meminati olahraga ini.
Sebuah angin segar bagi persepakbolaan Indonesia. Bibit-bibit muda sedang menunjukkan tekadnya agar kelak dalam kurun waktu empat tahun ini, mereka bisa mempersiapkan diri untuk ke depannya.
Tibalah Kevin di depan meja pendaftaran.
Sosok pria yang memiliki penampilan menonjol dan kuat, mencerminkan kedewasaan dan ketegasannya. Wajahnya yang garang memberikan kesan kuat dan tegas, dengan rambut hitam yang mulai memutih menambah kesan kharismatik dan pengalaman.
Matanya yang kecoklatan menunjukkan kedalaman pikiran dan ketegasan, sementara kulitnya yang kecoklatan menandakan keaktifan di luar ruangan.
Tubuhnya besar dan atletis menggambarkan kekuatan fisik yang dimilikinya, menandakan bahwa dia memiliki kebiasaan hidup sehat dan mungkin juga menjalani rutinitas olahraga.
Pria ini mengenakan kemeja hitam dan celana hitam, menunjukkan kesan profesionalisme dan keanggunan yang serasi dengan penampilannya yang garang.
Kalung dengan lambang burung Garuda yang dikenakannya mungkin mencerminkan identitas budaya atau spiritualnya, atau mungkin memiliki makna khusus bagi dirinya sendiri khususnya sebagai Kepala Akademi Garuda.
Hal ini menambahkan sentuhan pribadi pada penampilannya yang kuat dan menonjol. Dengan kombinasi semua ini, pria ini terlihat seperti sosok yang kokoh, tegas, dan misterius, mampu menarik perhatian tanpa harus banyak bicara.
Pria ini adalah Kepala Akademi Garuda yang benar-benar turun langsung saat pendaftaran Akademi.
Kevin menyerahkan berkas miliknya yang berisi beberapa surat keterangan dan lain sebagainya.
"Saya Kepala Akademi Garuda, Aditya Abimanyu."
"Saya Kevin Pratama, mohon bimbingannya!" seru Kevin dengan antusias dan nada yang tegas.
Kepala Akademi Aditya mengangguk ringan sambil berkata, "Semangat yang bagus! Ini nomormu!"
Kevin menerima nomor pendaftaran yang menurutnya adalah nomor keberuntungannya.
"Seratus!"
Kevin menjauh dari antrian dan memilih untuk sekedar berkeliling terlebih dahulu dengan tanda pengenal sementaranya yang juga diberikan oleh Kepala Akademi Aditya.
Kevin mengikuti jalan setapak yang diapit oleh pepohonan rindang, mengarahkan menuju lobi utama. Lobi ini didesain dengan gaya futuristik, dinding kaca besar yang memberikan pemandangan langsung ke lapangan sepakbola utama, dan resepsionis yang ramah selalu siap menyambut dengan senyum.
"Selamat datang, ada tujuan apa anda berkunjung?" tanya sang resepsionis cantik tersebut.
"Emm mau keliling saja sih," balas Kevin sambil menunjukkan tanda pengenal miliknya dan juga nomor pendaftaran miliknya.
Resepsionis wanita itu mengangguk ringan sambil berkata dengan ramahnya, "Ah … Baiklah, mohon tanda tangan terlebih dahulu disini sebagai tanda kunjungan anda!" Wanita itu mengulurkan sebuah buku tebal.
Kevin pun mengikuti sesinya dan setelah dia langsung berjalan ke belakang yang mana dirinya langsung disuguhi stadion megah tepat di depannya.
"Di sini belakang gedung administrasi," gumam Kevin sambil melihat denah yang baru saja diberikan oleh resepsionis sebelumnya.
"Hmm … Denahnya hitam putih, terlalu klasik, benar-benar tua, tidak sesuai dengan zaman," ejek Kevin kemudian dirinya mengambil langkah ke kiri menyusuri rerumputan segar.
Dalam beberapa belas meter, Kevin menemukan gedung pelatihan fisik atau biasa disebut gym.
"Boleh masuk kah?" celetuk Kevin tanpa sadar.
"Tentu saja boleh!" sahut seseorang dari belakang Kevin.
Kevin menoleh ke belakang, mendapati seorang pemuda sepantaran dengannya. Kevin melihat seragam yang digunakan oleh anak Akademi Garuda.
Seorang pemuda berusia 16 tahun dengan penampilan yang memukau, memiliki rambut hitam lebat yang tertata rapi dan mata hitam yang tajam, tubuh atletis yang begitu terlatih.
Ia mengenakan blazer hitam yang elegan dengan aksen merah di pergelangan tangan, menambah sentuhan berkelas pada tampilannya. Di dalamnya, ia memakai kemeja putih bersih yang kontras sempurna dengan blazer gelapnya.
Celana kain hitam yang ia pakai juga diberi aksen merah pada bagian pergelangan kaki, menciptakan harmoni dengan blazer yang dikenakannya.
Penampilannya semakin sempurna dengan sepatu hitam yang memiliki aksen merah pada bagian talinya, menunjukkan perhatian terhadap detail dan gaya yang modern serta trendi.
"Perkenalkan saya Azura Adhitama, murid Akademi Garuda masuk tahun kedua!"Azura mengulurkan tangan kanannya dengan gerakan lembut namun tegas untuk berjabat tangan. Kontak mata dijaga dengan sopan, menunjukkan ketulusan dan penghormatan yang tinggi.
Kevin tanpa ragu membalas jabatan tangan sambil tersenyum, sorot matanya menunjukkan pertemanan. "Perkenalkan, saya Kevin Pratama, calon murid Akademi Garuda!"
Azura melepas jabat tangannya, kemudian tanpa ragu langsung merangkul Kevin dengan penuh semangat. "Hei, semoga kamu lolos, ya! Aku rasa seharusnya lolos seleksi!"
Azura membawa Kevin memasuki gedung gym yang nampak dari luar biasa saja.
Saat keduanya memasuki pintu awal gym, mereka disambut lagi oleh pintu kaca otomatis yang modern, meja resepsionis marmer dengan pencahayaan LED hangat, dan lantai marmer yang mengkilap, memberikan kesan eksklusif.
Ruang utama yang luas dengan langit-langit tinggi dan jendela besar memaksimalkan pencahayaan alami, sementara lampu LED yang bisa diatur menambah suasana.
Area alat kardio dilengkapi dengan treadmill, elliptical, dan sepeda statis canggih yang masing-masing memiliki layar sentuh untuk program latihan dan hiburan.
Di sisi lain, area angkat beban menawarkan berbagai dumbbell, barbell, dan mesin angkat beban berkualitas, dengan lantai karet tebal untuk keamanan dan kenyamanan.
Zona functional training yang cerah dan bertekstur anti-slip memiliki peralatan seperti kettlebell, battle ropes, dan alat HIIT. Gym ini juga menyediakan ruang kelas untuk yoga, pilates, spinning, dan dance, dengan sistem suara berkualitas tinggi dan lantai kayu yang nyaman.
Fasilitas pendukung termasuk ruang ganti mewah dengan loker kayu, shower, dan lounge sederhana. Desain interiornya dilengkapi dengan tanaman hijau, mural motivasi, karya seni modern, dan penggunaan warna elegan seperti hitam, putih, dan emas, menciptakan suasana yang nyaman dan mewah untuk para penggunanya.
"Luas juga, ya!" seru Kevin yang berbinar-binar nampak antusias.
"Iyalah, ini gedung pertama, gedung kedua ada di sisi Timur Akademi!" balas Azura sambil bertolak pinggang nampak bangga.
Azura meraih pundak Kevin, mulutnya mendekat ke telinga Kevin kemudian berbisik, "Kau harus lolos seleksi pendaftaran itu, aku merasa kau berbeda!"
Kevin melepaskan rangkulan Azura dan menjauh beberapa langkah kemudian menghadap ke arah Azura sambil berkata dengan ringan. "Ya, aku harap bisa lolos, nantikan yaa, kamu seorang yang pertama mengajakku bicara selama ini!"
Azura memiringkan kepalanya, wajahnya kebingungan. "Pertama?"
"Bukan apa-apa!" sahut Kevin sambil berbalik.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Agung L
up nya jangan 1 doang Thor
2024-06-24
2