BAB 11 - Posisi Setiap Pemain

Kevin menatap lima remaja seusianya yang begitu bersemangat, terkecuali remaja yang memiliki rambut yang mirip warna wortel, Raka, yang nampak datar menikmati oatmeal miliknya.

"Salam kenal semuanya!"

Semuanya pun lanjut menikmati sarapan mereka, disela-sela makan, terkadang ketujuhnya saling berbincang dan sosok yang paling sedikit mengeluarkan kalimat adalah Raka Yudha.

"Hahaha! Rambut wortel memang adalah teman kamar yang pendiam!" celetuk Gilang sambil merangkul pundak Raka.

Raka melirik Gilang, sorot matanya begitu tajam hingga Gilang langsung melepas rangkulannya. "Cih, kemampuan sosialisasimu benar-benar, ya! Kemarin bahkan canggung sekali kita!"

Selepas mereka sarapan pagi, para murid dikumpulkan langsung oleh beberapa pelatih. Mereka dibagi menjadi sebanyak empat kelompok yang masing-masing berjumlah 25 murid. Sebelum itu mereka mengganti pakaian dengan jersey latihan hitam.

Sekelas murid tahun pertama, ini masih sangat banyak. Tahun kedua murid Akademi Garuda sekarang sendiri berjumlah 25 orang saja, bahkan tahun ketiga saat ini telah menipis semakin drastis dan hanya menyisakan 5 orang saja.

Bagaimana pun, ketika mereka naik ke tahun kedua, seleksi ketat dilaksanakan hingga tak sedikit mereka yang berjuang selama setahun harus tersingkir dari tempat terbaik karena tak kompeten. Begitulah kira-kira yang terjadi selama tiga tahun ke depan, semakin maju, maka semakin menipis setiap murid.

"Ugh … Sekarang kita hanya akan latihan sederhana, kan?" ucap Mahesa yang agak khawatir, dirinya belum begitu beradaptasi dengan situasi Akademi Garuda.

Lapangan Barat Akademi Garuda.

Berkumpul setengah dari murid tahun pertama di sana, setengahnya lagi di Lapangan Timur Akademi Garuda. Mereka dibagi menjadi dua kelompok untuk membantu mengorganisir setiap pelatih.

"Tahun ini murid tahun pertama banyak sekali, jadi … Kalian harus membuktikan bahwa kalian layak mencapai tahun kedua!" seru seorang pelatih, Nein Anderlecht, salah satu pelatih terbaik dari Akademi Garuda.

Tubuhnya menjulang tinggi tegap dengan 190 cm, posturnya ramping dan nampak terlihat mudah jatuh jika melakukan sentuhan badan saat bertanding, tetapi kelasnya benar-benar berbeda. Mata kecoklatannya menatap satu persatu murid di hadapannya, dirinya tersenyum kepada Kevin yang berdiri tegap nampak tegang.

Kevin yang menyadarinya pun tak ragu untuk saling berselisih tatapan terhadap Pelatih Nein. Kedua pasang mata begitu intens saling melirik, bak terbentuk kilatan listrik di antara mereka.

'Anak itu … Rekomendasi Kepala Akademi, aku ingin melihat kekuatan penuhnya!' batin Pelatih Nein sambil mengusap hidungnya dan tersenyum penuh misterius.

"Baik, kelompok satu, kalian akan dibawakan oleh Pelatih Bima Satria yang berada di samping saya, silahkan ikuti Pelatih Bima!" seru Pelatih Nein.

Kelompok satu pun membubarkan diri dari barisan mengikuti arahan Pelatih Bima yang membawa mereka ke sisi lapangan lain. Dua puluh lima murid Akademi Garuda kali ini benar-benar berlatih dengan gugup, karena mereka sendiri belum begitu mengenal Pelatih Bima yang bertubuh cenderung pendek dengan kulit kecoklatannya.

Sekarang, Pelatih Nein bertolak pinggang, menatap dua puluh tiga murid Akademi Garuda di depannya.

"Nah, apa yang harus saya lakukan terhadap kalian yang polos ini?" ucap Pelatih Nein sambil mengusap dagunya. "Terlebih lagi dua sisanya telah mengundurkan diri meninggalkan kesempatan emas!"

Pelatih Nein setelah mendapati jawabannya lantas berseru, "Kalian maju satu persatu, jelaskan kemampuan dan posisi terbaik kalian!"

Pelatih Nein melihat data grafik yang telah diterbitkan oleh Tim Analisis Pemain. Data grafik itu menunjukkan kemampuan mereka yang dikeluarkan saat seleksi, belum begitu akurat, tetapi sebagian dari pemain menunjukkan grafik yang cukup tinggi yang membuat Pelatih Nein tertarik.

"Oh, iya, jangan lupa ketika kalian dalam bimbinganku, jadwal yang diberikan oleh staf pelatih akan sering berubah!" jelas Pelatih Nein membuat beberapa murid saling berbisik. "Bagaimana pun, saya memiliki taktik tersendiri dalam pelatihan!"

Setelah itu, dua puluh tiga murid tersebut mengambil barisan dan segera mendatangi satu persatu Pelatih Nein.

Rezky Kasuma, kiper andal dengan pandangan luas, dapat memulai serangan dari belakang. Penilaian pribadi yang cukup besar, tetapi di hadapan Pelatih Nein hanya dianggap 1% dari Legenda Kiper Indonesia, Reza Kusuma. Mana dirinya diberi nama semirip itu oleh orangtuanya, benar-benar mengharapkan demikian. Hal itu membuat Pelatih Nein merasa kasihan bahwa Rezky akan disama-samakan dengan legenda tersebut.

Geza Rahadi, kiper dengan refleks yang mumpuni dalam menangani arah tembakan bola, juga mampu mendukung serangan dari lini pertahanan. Ini penilaian pribadi yang dianggap remeh oleh Pelatih Nein.

Danu Pramana, penjaga gawang atau kiper dengan refleks cepat, kemampuan penuh sebagai kiper andal dan tak memedulikan dribble yang mustahil baginya. Memiliki prinsip yang berbeda dari dua kiper sebelumnya.

Arya Putra, bek tengah ramping dengan kecepatan dan kecerdikan dalam membaca permainan. Visi permainannya cukup baik, tetapi sayangnya tubuhnya terlalu mudah terhempas bila beradu badan.

Rama, full back kanan cepat dalam bertahan dan mendukung serangan. Kekurangan yang dikemukakan kepada Pelatih Nein adalah dirinya yang kurang pengendalian stamina.

Gilang Sendani, bek tengah bertubuh besar, kuat dalam duel udara dan adu badan. Menurut penilaian pribadinya, Gilang mampu menekel lawan dengan bersih.

Mahesa Pahlevi, full back yang ahli dalam bertahan dan memberikan umpan silang akurat, kecepatannya tak bisa dianggap remeh. Mampu bekerja di sisi kanan maupun kiri.

Eka Guswana, bek kanan tangguh dalam bertahan dan overlapping runs, mampu bertukar posisi sebagai full back yang condong maju ke depan.

Fajar Jo, bek kiri dengan stamina tinggi, mampu melakukan kombinasi terhadap gelandang dan mampu berakselerasi menghadapi serangan lawan.

Guntur Bumi, bek tengah kuat dalam duel fisik dan memimpin lini pertahanan, memiliki kemampuan yang cukup familier dengan Gilang Sendani. Tak ada yang istimewa.

Pandu Dewanata, gelandang bertahan stabil dan bisa memotong serangan lawan, cenderung sebagai gelandang box-to-box jikalau mengalami keadaan buntu. Penilaian pribadi kepada Pelatih Nein.

Hadi Rudyatmo, gelandang bertahan cerdas dalam membaca permainan, cenderung mengambil posisi libero yang dalam sepakbola modern semakin ditinggalkan karena peran yang cukup beresiko.

Indra Lesmana, gelandang tengah yang menguasai bola dan distribusi miliknya memiliki klaim mampu membawa serangan cepat.

Jaya Fukron, gelandang serang dengan kemampuan menciptakan peluang gol, kemampuan dribble yang cukup mumpuni.

Henry William, gelandang serang dengan visi permainan yang bagus dan umpan-umpan memanjakan para penyerang, kreatif dalam penanganan penyerangan dan pertahanan.

Oscar Lawalata, gelandang serang dengan visi permainan yang bagus dan tendangan jarak jauh yang mematikan. Menurut penilaian pribadinya kepada Pelatih Nein.

Krisna Purna, penyerang tengah dengan finishing yang baik, sebagai pivot atau tumpuan dalam menghasilkan skor pertandingan. Tendangannya cukup akurat dan kuat.

Leo, penyerang sayap kanan lincah dan cepat, memiliki penetrasi yang tajam dan menukik, mampu menciptakan jenis tendangan melengkung di posisi terbaiknya.

Miko Ardiyanto, penyerang sayap kiri yang biasa saja. Atas dasar klaim dirinya kepada Pelatih Nein, sungguh pesimis.

Niko Ardiyanto, penyerang tengah dengan kemampuan heading yang baik, kembaran dari Miko yang pesimis, tetapi Niko berbeda.

Bimo Setiawan, penyerang sayap kanan yang cepat dan ahli dalam dribbling. Penetrasinya memiliki ketajaman penuh hingga benar-benar membahayakan gawang lawan.

Raka Yudha, penyerang sayap kiri lincah dan kreatif dalam serangan, kombinasi duet mematikan dari dua penyerang sayap ini benar-benar berbeda jika disatukan menurut Pelatih Nein saat melihat Analisis Data Grafik.

Dan … Kevin Pratama, penyerang serba bisa dengan insting mencetak gol yang tajam, dribble yang indah, penetrasi di sisi sayap begitu mumpuni dan kontrol bola yang di atas rata-rata.

"Hahaha! Kalian benar-benar beragam macam, baiklah, hari ini untuk pembuka, saya ingin kalian melakukan beberapa set latihan fisik terlebih dahulu dari pukul 07:30 hingga 09:30 kemudian setengah jam istirahat!" jelas Pelatih Nein. "Dilanjutkan latihan teknik dribbling, passing dan shooting, selama dua jam hingga tengah hari!"

'Semua akan dimulai,' batin Kevin sambil memandang langit cerah dengan penuh semangat.

Terpopuler

Comments

alex sander

alex sander

tor nanti kevin main di Club apa gak?

2024-06-27

5

lihat semua
Episodes
1 Bab 01 - Penghinaan
2 BAB 02 - Sistem
3 BAB 03 - Sistem (2)
4 BAB 04 - Misi Pertama Sistem
5 BAB 05 - Akademi Garuda
6 BAB 06 - Lingkungan Akademi Garuda
7 BAB 07 - Seleksi Fase Dua
8 BAB 08 - Seleksi Fase Tiga
9 BAB 09 - Asrama
10 BAB 10 - Hari Pertama Akademi
11 BAB 11 - Posisi Setiap Pemain
12 BAB 12 - Latih Tanding
13 BAB 13 - Begitu Intens dan Seru!
14 BAB 14 - Kemenangan Latih Tanding!
15 BAB 15 - Turnamen Akademi Asia Tenggara
16 BAB 16 - Proses Seleksi Tim Murid Tahun Kedua
17 BAB 17 - Perbincangan Ringan Kevin dan R
18 BAB 18 - Tim Inti Akademi Garuda
19 BAB 19 - Perselisihan Kecil
20 BAB 20 - Noah Faresta
21 BAB 21
22 BAB 22 - Akademi Gajah Perang (Thailand) (1)
23 BAB 23 - Akademi Gajah Perang (Thailand) (2)
24 BAB 24 - Akademi Gajah Perang (Thailand) (3)
25 BAB 25 - Akademi Gajah Perang (Thailand) (4)
26 BAB 26 - Laga Perdana Berakhir!
27 BAB 27 - Jeda Hari Pertandingan
28 BAB 28 - Akademi Naga Emas (Vietnam) (1)
29 BAB 29 - Akademi Naga Emas (Vietnam) (2)
30 BAB 30 - Akademi Naga Emas (Vietnam) (3)
31 BAB 31 - Akademi Naga Emas (Vietnam) (4)
32 BAB 32 - Konferensi Pers Perdana Kevin
33 BAB 33 - Bertemu Kembali Cynthia
34 BAB 34 - Akademi Merlion (Singapura) (1)
35 BAB 35 - Akademi Merlion (Singapura) (2)
36 BAB 36 - Akademi Merlion (Singapura) (3)
37 BAB 37 - Akademi Merlion (Singapura) (4)
38 BAB 38 - Laga Cepat, Akademi That Luang (Laos)
39 BAB 39 - Pelatih Nein yang Sibuk
40 BAB 40 - Persiapan Semifinal!
41 BAB 41 - Azura's Revenge!
42 BAB 42 - Babak Pertama Selesai!
43 BAB 43 - Pembantaian Sepihak
44 BAB 44 - Pembangunan Karakter
45 BAB 45 - Final Turnamen (1)
46 BAB 46 - Final Turnamen (2)
47 BAB 47 - Final Turnamen (3)
48 BAB 48 - Final Turnamen (4)
49 BAB 49 - Final Turnamen (5)
50 BAB 50 - Kemenangan
51 BAB 51 - Tawaran Kontrak (1)
52 BAB 52 - Tawaran Kontrak (2)
53 BAB 53
54 BAB 54 - Bercengkerama dan Kontrak Agen
55 BAB 55 - Persiapan untuk Kemajuan Karir
56 BAB 56 - Konferensi Pers Tandatangan Kontrak
57 BAB 57 - Liverpool, Aku Datang!
58 BAB 58 - Shop dan Latihan Perdana
59 BAB 59 - Laga Debut, ya?
60 BAB 60 - Debut yang Menjanjikan (1)
61 BAB 61 - Debut yang Menjanjikan (2)
62 BAB 62 - Singkat Saja
63 BAB 63 - Liverpool Vs. Everton (1)
64 BAB 64 - Liverpool Vs. Everton (2)
65 BAB 65 - Liverpool Vs. Everton (3)
66 BAB 66 - Liverpool Vs. Aston Villa (1)
67 BAB 67 - Liverpool Vs. Aston Villa (2)
68 BAB 68 - Liverpool Vs. Aston Villa (3)
Episodes

Updated 68 Episodes

1
Bab 01 - Penghinaan
2
BAB 02 - Sistem
3
BAB 03 - Sistem (2)
4
BAB 04 - Misi Pertama Sistem
5
BAB 05 - Akademi Garuda
6
BAB 06 - Lingkungan Akademi Garuda
7
BAB 07 - Seleksi Fase Dua
8
BAB 08 - Seleksi Fase Tiga
9
BAB 09 - Asrama
10
BAB 10 - Hari Pertama Akademi
11
BAB 11 - Posisi Setiap Pemain
12
BAB 12 - Latih Tanding
13
BAB 13 - Begitu Intens dan Seru!
14
BAB 14 - Kemenangan Latih Tanding!
15
BAB 15 - Turnamen Akademi Asia Tenggara
16
BAB 16 - Proses Seleksi Tim Murid Tahun Kedua
17
BAB 17 - Perbincangan Ringan Kevin dan R
18
BAB 18 - Tim Inti Akademi Garuda
19
BAB 19 - Perselisihan Kecil
20
BAB 20 - Noah Faresta
21
BAB 21
22
BAB 22 - Akademi Gajah Perang (Thailand) (1)
23
BAB 23 - Akademi Gajah Perang (Thailand) (2)
24
BAB 24 - Akademi Gajah Perang (Thailand) (3)
25
BAB 25 - Akademi Gajah Perang (Thailand) (4)
26
BAB 26 - Laga Perdana Berakhir!
27
BAB 27 - Jeda Hari Pertandingan
28
BAB 28 - Akademi Naga Emas (Vietnam) (1)
29
BAB 29 - Akademi Naga Emas (Vietnam) (2)
30
BAB 30 - Akademi Naga Emas (Vietnam) (3)
31
BAB 31 - Akademi Naga Emas (Vietnam) (4)
32
BAB 32 - Konferensi Pers Perdana Kevin
33
BAB 33 - Bertemu Kembali Cynthia
34
BAB 34 - Akademi Merlion (Singapura) (1)
35
BAB 35 - Akademi Merlion (Singapura) (2)
36
BAB 36 - Akademi Merlion (Singapura) (3)
37
BAB 37 - Akademi Merlion (Singapura) (4)
38
BAB 38 - Laga Cepat, Akademi That Luang (Laos)
39
BAB 39 - Pelatih Nein yang Sibuk
40
BAB 40 - Persiapan Semifinal!
41
BAB 41 - Azura's Revenge!
42
BAB 42 - Babak Pertama Selesai!
43
BAB 43 - Pembantaian Sepihak
44
BAB 44 - Pembangunan Karakter
45
BAB 45 - Final Turnamen (1)
46
BAB 46 - Final Turnamen (2)
47
BAB 47 - Final Turnamen (3)
48
BAB 48 - Final Turnamen (4)
49
BAB 49 - Final Turnamen (5)
50
BAB 50 - Kemenangan
51
BAB 51 - Tawaran Kontrak (1)
52
BAB 52 - Tawaran Kontrak (2)
53
BAB 53
54
BAB 54 - Bercengkerama dan Kontrak Agen
55
BAB 55 - Persiapan untuk Kemajuan Karir
56
BAB 56 - Konferensi Pers Tandatangan Kontrak
57
BAB 57 - Liverpool, Aku Datang!
58
BAB 58 - Shop dan Latihan Perdana
59
BAB 59 - Laga Debut, ya?
60
BAB 60 - Debut yang Menjanjikan (1)
61
BAB 61 - Debut yang Menjanjikan (2)
62
BAB 62 - Singkat Saja
63
BAB 63 - Liverpool Vs. Everton (1)
64
BAB 64 - Liverpool Vs. Everton (2)
65
BAB 65 - Liverpool Vs. Everton (3)
66
BAB 66 - Liverpool Vs. Aston Villa (1)
67
BAB 67 - Liverpool Vs. Aston Villa (2)
68
BAB 68 - Liverpool Vs. Aston Villa (3)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!