"Di–Dia apa?" tanya Mahesa yang cukup ketakutan.
"Ah … Itu …"
"Saya Kecerdasan Buatan, saya membantu hari-hari Kevin!" ucap R dengan bangganya.
Mahesa mengangguk paham sambil berkata, "Ah, iya, tahun-tahun ini Kecerdasan Buatan yang mumpuni mulai diperjualbelikan setelah percobaan belasan tahun lamanya!"
R kemudian menutup mulutnya dan nampak mengisyaratkan bisikan pada Mahesa sambil menunjukkan raut wajah tengilnya. "Hei … Dia itu bodoh, loh! Padahal ada asrama akademi, tapi beli rumah!"
"KAU KUBANTING, YA!"
***
Senin, 15 Januari 2046
Pagi hari pukul 5.
Seluruh murid Akademi Garuda telah bangun dari tidur mereka dan bersiap-siap untuk melakukan aktivitas yang telah menjadi bagian dari diri mereka.
Namun, untuk 100 murid baru yang berada di Gedung Asrama Kuat, mereka saat ini kebanyakan dari mereka masih tertidur pulas melupakan jadwal yang harusnya telah dibagikan kepada mereka. Jadwal keseharian mereka selama berada di Akademi Garuda adalah jadwal yang telah dibagikan lebih awal saat mereka dinyatakan lulus seleksi.
Jadwal itu akan menunjang mereka kepada kesuksesan dan juga kedisplinan yang tinggi demi menjaga satu kesatuan dari setiap rekan.
Di Akademi Garuda, hari-hari para siswa diatur dengan disiplin yang tinggi, dimulai setiap pagi pada pukul 6 dengan bangun dan sarapan bergizi yang memberikan energi untuk aktivitas sepanjang hari. Senin pagi, latihan fisik di gym berlangsung dari pukul 7:30 hingga 9:30, diikuti oleh istirahat singkat.
Kemudian, latihan teknik di lapangan berfokus pada dribbling, passing, dan shooting hingga tengah hari. Setelah makan siang, mereka menghadiri kelas akademik hingga pukul 15:00 untuk menunjang masa depan murid jikalau sewaktu-waktu mereka mengambil jalan berbelok dari sepakbola, istilahnya asuransi bagi mereka.
Sesi analisis video dan strategi berlangsung hingga 17:00, diikuti oleh latihan taktik di lapangan. Hari diakhiri dengan makan malam, waktu bebas untuk rekreasi, dan istirahat malam pada pukul 21:30.
Selasa dimulai dengan latihan kardiovaskular seperti lari atau berenang, diikuti oleh latihan posisi dan penempatan di lapangan.
Aktivitas akademik berlangsung siang hari, diikuti oleh latihan passing dan kontrol bola serta pertandingan latihan internal di sore hari. Sesi psikologi olahraga di malam hari membantu membangun mentalitas juara.
Rabu difokuskan pada latihan kekuatan di gym, latihan dribbling dan finishing, serta latihan taktik dan formasi di sore hari. Pertandingan ekshibisi pada malam hari memberikan pengalaman kompetitif tambahan agar para murid bisa merasakan bagaimana alur sepakbola di malam hari.
Kamis pagi diawali dengan latihan kardiovaskular intensitas tinggi, diikuti oleh latihan pertahanan. Setelah sesi akademik siang hari, latihan kombinasi dan serangan berlangsung di sore hari, diakhiri dengan pertandingan latihan internal dan sesi mental serta motivasi di malam hari.
Jumat mengikuti pola yang mirip dengan Senin, dengan latihan fisik di gym dan latihan teknik di lapangan. Sesi akademik diikuti oleh latihan penempatan posisi dan pertandingan ekshibisi di sore hari.
Sabtu membawa variasi dengan latihan kebugaran melalui cross training, diikuti oleh latihan teknik dan skill individu di pagi hari. Waktu bebas pada siang hari memungkinkan para siswa bersantai atau melakukan aktivitas rekreasi sebelum latihan taktik tim dan pertandingan ekshibisi di sore hari. Malam hari diakhiri dengan evaluasi mingguan performa.
Minggu, sebagai hari pemulihan, dimulai dengan latihan ringan seperti yoga atau stretching. Latihan teknik bebas dan aktivitas sosial mengisi siang hari, diakhiri dengan pertandingan persahabatan di sore hari.
Sesi relaksasi atau menonton film bersama di malam hari memberikan penutup yang santai sebelum istirahat malam. Jadwal yang komprehensif ini memastikan keseimbangan antara latihan fisik, pengembangan teknik, pendidikan akademik, dan waktu istirahat, menciptakan lingkungan ideal untuk para calon atlet sepakbola profesional.
Kevin yang telah terbangun mendapati teman sekamarnya masih tertidur pulas, mengingat pukul 6 mereka harus berkumpul di ruang makan membuat Kevin beranjak dan segera membangunkan Mahesa.
"Mahesa … Bangun, kamu lupa jadwal yang dibagikan sebelumnya, ya?" ucap Kevin menggoyangkan tubuh Mahesa.
Grrroooaaakkk~!
Sebuah balasan yang membuat Kevin menghela napas, dengkuran dari Mahesa benar-benar menggelegar di ruangan kamar tersebut. Kevin menggelengkan kepalanya dan memilih bergegas bersiap-siap untuk hari pertamanya.
Hari pertama bagi dirinya, benar-benar situasi yang canggung dikala banyak murid belum saling berkenalan. Maka dari itu, inilah hari di mana semua sosialisasi akan segera dilakukan.
Kevin masuk kamar mandi, memilih membersihkan tubuhnya dengan air yang begitu dingin di pagi buta tersebut.
"Brrr! I–Ini … Dingin!" celetuk Kevin. "Aku harus terbiasa, jangan andalkan air panas!"
Setelah mandi, Kevin memakai seragam santai terlebih dahulu sesuai informasi yang diberikan. Kaos berwarna biru tua dengan logo Akademi Garuda di dada kiri, celana pendek berwarna biru dengan garis merah di sisi membalut begitu pas di tubuh Kevin.
Kain katun yang lembut dan nyaman untuk aktivitas sehari-hari itu benar-benar dirasakan oleh Kevin.
"Woah! Bajunya nyaman!" Kevin menyalakan lampu ruangan membuat Mahesa langsung terbangun.
"Kevin … Kamu mau pergi ke mana?" ucap Mahesa sambil mengusap-usap matanya.
"Sekarang sudah pukul 05:30 loh!" ucap Kevin sambil menunjuk jam dinding yang berada tepat di tengah dari dua kasur mereka.
Mahesa mengusap-usap matanya, kemudian memicingkan sejenak hingga dirinya terperanjat kaget dan langsung berlari ke dalam kamar mandi. Dari dalam kamar mandi, Mahesa berteriak, "Kenapa tidak bangunkan aku!"
"Kamunya tidur kayak gitu, mendengkur keras!"
***
Ruangan makan Gedung Asrama Kuat, sebanyak 100 murid telah berkumpul memenuhi beberapa baris meja yang tersebar di setiap sudut. Ruang dapur nampak sibuk memberikan jatah ke setiap murid akademi hingga tibalah Kevin mendapatkannya.
Menu sarapan pagi terdapat empat varian yang tentunya sangat bergizi untuk pertumbuhan murid-murid akademi.
Menu pertama yang cukup mewah sebenarnya, yaitu semangkuk oatmeal hangat yang ditaburi dengan irisan buah segar seperti pisang, stroberi, dan blueberry, serta kacang-kacangan seperti almond dan kenari. Kaya serat, vitamin, dan antioksidan yang memberikan energi berkelanjutan dan meningkatkan kesehatan pencernaan.
Menu kedua yang jarang dipilih, yaitu telur orak-arik yang dimasak dengan sayuran seperti bayam, paprika, dan tomat. Sumber protein tinggi dan vitamin yang penting untuk pertumbuhan otot dan kesehatan secara keseluruhan.
Menu ketiga cukup sederhana, dengan smoothie yang terbuat dari campuran bayam, pisang, yogurt, dan madu. Mengandung nutrisi lengkap, termasuk serat, protein, dan probiotik untuk kesehatan pencernaan dan kekebalan tubuh.
Menu terakhir dan yang paling banyak dipilih di antara tiga menu lainnya. yaitu roti gandum panggang yang diolesi dengan avokad dan ditambahkan telur rebus di atasnya. Kombinasi karbohidrat kompleks, lemak sehat, dan protein untuk energi yang bertahan lama.
Kevin mengambil semangkuk oatmeal hangat dan segera membawa nampannya yang berisi beberapa buah-buahan dan juga segelas air putih menuju sebuah meja yang telah terdapat 6 orang murid.
Di sana juga terdapat Mahesa yang mulai bercengkrama.
"Kevin, sini!"
Kevin mengikuti arahan Mahesa dan duduk di sampingnya.
"Nih Kevin, teman-teman baruku lima menit lalu, hahaha!"
Lima orang murid itu tersenyum pada Kevin, dirinya pun membalas dengan ramah.
"Perkenalkan, aku Kevin Pratama, teman sekamar nomor 58 dengan Mahesa!"
Seorang remaja cenderung pendek nampak tersenyum merekah dan tertawa dengan santainya. "Yaho~ Aku Bimo Setiawan, salken, yak!" Bimo Setiawan dengan tubuh cenderung pendek yang begitu aktif dengan tinggi 157 cm, rambut keriting, tubuh yang ramping, kulit sawo matang.
Seorang lagi nampak berkacamata, menatap Kevin sambil berkata, "Perkenalkan aku Arya Putra, salam kenal dari kamar nomor 34 bersama dengan Bimo!" Arya Putra tubuh yang cukup tinggi 167 cm, rambut bergelombang tebal belah tengah, tubuh proporsional, kulit kecokelatannya yang cukup eksotis.
Di sudut meja, seorang remaja yang nampak canggung dengan wajah datarnya berkata, "Ya, kamu bisa memanggilku Raka Yudha! Nomor kamar 60!" Raka Yudha dengan tubuh cenderung pendek 155 cm, rambut pirang nyaris berwarna oranye acak-acakan, tubuh cukup atletis, kulit putih.
Di sampingnya terdapat seorang remaja dengan tubuh berisi tersenyum ramah. "Perkenalkan, aku Gilang Sendani, teman kamar rambut wortel, hehe~!" Gilang Sendani dengan tubuh tinggi tegap, rambut hitam bergelombang, tubuh berisi dan cukup cocok sebagai bek tahan banting, kulit kecoklatan.
Di samping Mahesa, terdapat remaja tinggi dengan mata biru langitnya menatap Kevin sambil tersenyum ramah. "Perkenalkan … Aku … Henry William, dari … Luar negeri menimba ilmu di Akademi … Garuda!" Henry William dengan kalimat yang terbata-bata, tubuhnya menjulang tinggi melebihi rata-rata anak seusianya yaitu 175 cm, rambutnya pirang pucat belah tengah, kulitnya putih khas orang luar negeri.
Kevin menatap lima remaja seusianya yang begitu bersemangat, terkecuali remaja yang memiliki rambut yang mirip warna wortel, Raka, yang nampak datar menikmati oatmeal miliknya dan hanya sekali berkalimat.
"Salam kenal semuanya!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
alex sander
nh 3 bab langsung baru gw suka ni😁...
semangat tor🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
2024-06-26
5
HANZ
lanjut Thor
2024-06-26
2