Mahesa kemudian berpamitan pada Kevin untuk segera mengarungi dunia mimpi. Tak lama setelah meletakkan kepala di bantal, suara dengkuran pun terdengar hingga Kevin dan R serentak menghela napas panjang, walaupun R dalam wujud hologram saat ini, dirinya sendiri masih bisa melakukan aktivitas layaknya manusia.
"Hmm … Tidur lah, Kevin, kau harus mengistirahatkan tubuhmu!" Setelah R berbicara demikian, wujud hologram R pun langsung menghilang.
"Kuharap aku bisa menjalani hari-hari di sini," gumam Kevin sambil merebahkan tubuhnya di atas kasurnya. "Aku tiba-tiba teringat Fery."
Kevin pun terlelap dalam tidurnya. Sementara R sedang memerhatikan Kevin yang benar-benar masih sangat polos sekarang.
"Kevin … Saya harap kau bisa menjadi sosok penerusku, sosok yang bisa mengguncangkan dunia sepakbola sekali lagi!" gumam R kemudian tampilan wujud hologram nya menghilang secara perlahan, menyisakan keheningan malam.
***
Hari demi hari dilewati oleh para murid Akademi Garuda. Segala macam hal telah mereka lakukan dengan giat, jadwal Akademi Garuda tentu diikuti dengan disiplin tinggi.
Hari-hari itu benar-benar dilewati secara serius oleh para murid. Mereka terus ditempa dalam kurun waktu beberapa hari, stamina yang utama dan pemahaman taktik. Tanpa stamina, atlet sepakbola akan jatuh walau baru menit 45 atau babak pertama.
Setelahnya, pemahaman taktik mereka perlukan agar saat berada di lapangan tak bingung. Setiap pelatih menganut sistem taktik yang telah lama berkembang sejak masa pelatihan dari Pelatih legenda Tim Nasional Indonesia, yaitu Shin Tae-yong.
Sejak itu, setiap pelatih di Indonesia harus meneruskannya tanpa terkecuali. Taktik dengan formasi dasar 3-4-3 kemudian bisa dikombinasikan dengan posisi 4-3-3 atau bahkan 4-4-2 tergantung kondisi lapangan.
Taktik serangan umpan-umpan pendek cepat menjadi ciri khas, hal itu membuat lawan-lawan Indonesia harus luntang-lantung menghadapi gerakan cepat dari Indonesia. Namun, generasi beberapa tahun belakang mengalami kemunduran hingga mengakibatkan posisi peringkat FIFA Indonesia hanyalah berada di angka 14.
Padahal, selama 16 tahun berkuasa memegang trofi Piala Dunia, Indonesia sempat bertengger manis di peringkat 1 FIFA. Hal itu menjadi keajaiban, hingga beberapa tahun belakang mulai mengalami kejatuhan akibat regenerasi skuad yang tak mumpuni.
Berpindah dari sejarah Tim Nasional Indonesia, pemahaman taktik Akademi Garuda saat ini benar-benar digembor habis-habisan. Mereka memiliki tujuan baru, mengorbitkan bintang-bintang muda demi kebangkitan Tim Nasional Indonesia di turnamen dunia, World Cup 2050 yang akan diselenggarakan di Indonesia, ya, Indonesia akan menjadi tuan rumah sehingga tiket babak grup telah dipegang penuh oleh Tim Nasional Indonesia.
Itu adalah sebuah keberuntungan saat pemilihan tuan rumah World Cup 2050 saat tahun 2038 selepas pagelaran World Cup 2038 yang dimenangkan oleh Indonesia terakhir kalinya.
Kamar 58.
Dung~!
"ARRRGHHH!!!"
"A–Ada apa, Mahes?!" seru Adrian yang keluar dari kamar mandi pagi itu.
"A–ADA KECOAK!!!" pekik Mahesa yang saat ini berada di atas kasur, cukup ketakutan dengan dahinya yang sedikit memerah.
"Anjirlah!"
***
Senin, 22 Januari 2046, pukul 15.00 sore.
Di luasnya Lapangan Timur Akademi Garuda. Berkumpullah calon-calon kandidat yang akan diambil untuk tim inti Akademi Garuda.
Berbaris 30 murid tahun pertama yang telah disortir dari jumlah besar mereka yang tentunya sangat banyak, berjumlah 100 murid. Mereka saat ini berbaris dengan keringat yang mengalir dari dahi, cukup tegang karena ini adalah seleksi tim inti mereka pertama kali.
Di bagian tengah barisan, berbaris Kevin dan enam kawan pertamanya –Mahesa, Bimo, Arya, Raka, Gilang dan Henry– yang tentu merasa percaya diri akan tim inti yang tak lama lagi diumumkan oleh Pelatih Nein yang saat ini sedang berbincang sejenak bersama Pelatih Bima dan juga Asisten Pelatih Rocky serta staf pelatihan.
"Sut … Oi! Kau nggak gugup gitu? Uh~ A–Aku bahkan ingin muntah!" bisik Bimo dengan gaya aktifnya yang jelas dilirik oleh Pelatih Nein, saat ini berdiri di sisi kanan Kevin.
"Ssst! Diam aja, nanti kau nggak diikutkan ke tim inti loh!" sahut Arya sambil memperbaiki kacamatanya, berdiri di sisi depan Kevin.
"A–Aku ingin muntah juga, kecoak tadi pagi mengerikan!" timpal Mahesa yang berdiri di belakang Kevin.
"Diamlah," titah Kevin sambil menendang pelan ke belakang.
Tap!
Para staf pelatih berdiri menghadap para murid tahun pertama. Wajah mereka dipenuhi keseriusan yang benar-benar tak bisa ditelaah lebih baik oleh para murid tahun pertama.
Sementara itu para murid yang tak bisa mendapatkan kesempatan di antara 30 orang kelompok kecil tersebut hanya terus menatap lesu ke arah barisan-barisan yang terpilih setidaknya masuk dalam kelompok kecil.
"Oke! 17 dari kalian akan masuk ke tim inti Akademi Garuda, bersama 4 murid tahun kedua dan juga … 2 murid tahun ketiga yang akan datang Februari awal nanti!"
Pelatih Nein pun mulai menjelaskan 17 murid tahun pertama yang akan dipanggil ke tim inti Akademi Garuda demi Tournament ASEAN Football Academy yang akan diselenggarakan tanggal 15 Februari nantinya.
17 murid tahun pertama yang dipilih oleh Pelatih Nein dan jajaran stafnya telah berada di barisan depan, mereka tentu bangga akan dipilihnya mereka.
Kiper yang dipilih oleh Pelatih Nein, yaitu Rezky Kasuma dan juga Habil Yuandra yang akan menjaga di bawah mistar gawang. Mereka dipilih karena aksi-aksi mereka menyelamatkan gawang saat latih tanding sebelumnya, meskipun harus kebobolan banyak. Tujuan Pelatih Nein tentunya ingin menempa keduanya menjadi bintang di bawah mistar gawang.
Kemudian, untuk lini belakang akan dipanggil sebanyak enam murid tahun pertama, di antaranya Mahesa, Gilang, Arya, Yusril, Setiawan, dan Tommy yang adalah murid tahun pertama yang baru saja latih tanding hari Minggu kemarin. Tentunya mereka bersama Wahyu dari tahun kedua dan Rommy Zaidan dari tahun ketiga.
Di lini tengah, lima gelandang dari tahun pertama mendapatkan tempatnya bersama Luthfi dan Azura dari tahun kedua. Lima gelandang tahun pertama di antaranya, Aril, Denis, Pandu, Henry dan Noah Faresta yang mendapatkan tempatnya dari kelompok yang latih tanding hari Minggu kemarin.
Lini depan, salah satu lini yang harus diperhatikan secara penuh. Empat murid tahun pertama mendapatkan tempatnya bersama Erwin dari tahun kedua dan Shin Hye-Jun dari tahun ketiga yang adalah murid keturunan campuran Korea Selatan dan Indonesia, tepatnya Bali. Empat murid tahun pertama adalah Raka, Bimo, Viktor, dan … Kevin.
"Anak itu …" gumam Kevin memandang Noah yang terus-menerus memandang sinis pada siapapun, begitu terlihat sombong.
"Oke, kalian semua telah mendengar setiap nama, 17 murid tahun pertama akan melakukan kombinasi baru bersama empat murid tahun kedua dan dua murid tahun ketiga yang secara eksklusif datang dari klub mereka!" jelas Pelatih Nein. "Rommy dari Persipal Palu dan Shin Hye-Jun dari Suwon FC, lagipula turnamen ini dalam kalender FIFA!"
Ya, Tournament ASEAN Football Academy masuk dalam kalender FIFA yang menunjang sekian poin untuk meningkatkan peringkat umum Indonesia. Walaupun begitu, peningkatannya adalah yang terendah bahkan jikalau memenangkan turnamen sekalipun, total peningkatan hanyalah 10 poin jika memenangkan secara penuh turnamen dengan total wajib 6 kali kemenangan.
"Wah, bahkan atlet profesional dipanggil," bisik Mahesa pada Kevin.
"Profesional, ya, untuk Kak Rommy, dia baru dua kali bermain secara reguler, tetapi Kak Shin itu belum bermain sama sekali!" sahut Arya sambil memperbaiki kacamatanya dan tersenyum tipis.
"Begitulah, persaingan profesional tentu berbeda dengan kita ini," timpal Bimo sambil mencoba merangkul pundak Arya. "Dih, tinggi!" keluhnya.
"Yaelah, cuma beda sepuluh centi kita berdua! Kau juga masih bisa meraih pundakku!" ketus Arya sambil melirik sinis Bimo.
"I–Intinya kau tinggi, kalian semua tinggi!" seru Bimo sambil melompat-lompat kekanak-kanakan.
Kevin mendekati Bimo, mendekati telinganya dan membisikkan sebuah kalimat. "Tapi kau lebih tinggi dua centi daripada Raka, kan?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
MUHAMMAD ZAIDAN FAIZ
thor mau nanya kenapa setiap novel yang kau buat tidak di lanjutkan
2024-07-05
2