Pertandingan dimulai kembali dengan intensitas tinggi. Di menit kelima, Pandu dari Tim Pelatih Nein langsung memberikan umpan terobosan kepada Kevin yang berada di sayap kanan.
Kevin menerima bola dengan kontrol bola yang apik dan langsung memperlihatkan kemampuan dribble luar biasa. Ia melewati Yusril dengan nutmeg, teknik di mana bola digiring melewati sela-sela kaki lawan, dan kemudian mengelabui Sofwan dengan step over, gerakan menggoyangkan kaki di atas bola untuk mengelabui lawan.
Setelah itu, Kevin melakukan cut inside ke tengah lapangan, menghindari tekel dari Septiawan, lalu melepaskan tendangan keras ke arah gawang. Namun, Habil, kiper Tim Pelatih Bima, melakukan penyelamatan gemilang, menepis bola keluar lapangan.
"Fyuuh! Ini akan sulit!" keluh Kevin setelah menyadari pertahanan tim Pelatih Bima mulai membaik setelah kebobolan gol cepat.
Pada menit ke-10, Tim Pelatih Bima mencoba membalas serangan. Aril dan Andrean melakukan kerja sama yang apik di lini tengah. Andrean dengan tenang menguasai bola dan memberikan umpan terobosan yang cerdik kepada Yanuar. Yanuar dengan kecepatan tinggi menggiring bola menuju kotak penalti, namun Mahesa dengan sigap melakukan tekel bersih yang menghentikan laju Yanuar dan mengamankan bola.
"Bola bebas! Serangan balik!" seru Mahesa sambil mengumpan datar pada Indra.
Pada menit ke-12, serangan balik Tim Pelatih Nein kembali dibangun dari lini belakang. Indra menerima bola dari Mahesa dan melihat pergerakan Kevin di depan. Indra mengirimkan umpan panjang ke arah Kevin yang berada di sisi kiri. Kevin mengontrol bola dengan first touch yang sempurna, sentuhan pertama yang langsung mengendalikan bola, lalu melakukan fake shot, gerakan pura-pura menendang untuk mengecoh lawan.
Dia mengarahkan bola ke kaki kanannya, dan dengan cepat melakukan dribble melewati Denis. Kevin kemudian melakukan body feint untuk mengelabui Rizal, kemudian melancarkan tendangan, tetapi sayang tendangannya yang mengarah ke sudut jauh gawang membentur tiang gawang dan keluar lapangan, membuat Kevin berdecak kesal.
Serangan balik itu pun berakhir dengan ritme yang mulai pelan hingga bola terus mengalir di lini tengah selama beberapa menit ke depan.
"Cih, akurasiku masih buruk!"
[Misi baru diterbitkan!]
[Tuan diharapkan memberikan penampilan terbaik dalam latih tanding ini.
Tuan memiliki dua syarat khusus untuk menyelesaikan misi ini.
- Menciptakan Hat-trick dalam latih tanding (…)
- Membuat Pelatih Nein kagum, dan memuji Tuan diakhir laga (…)
Penalti kegagalan : Pengurangan Poin {Dribble} sejumlah 30.
Hadiah keberhasilan : Kartu Keterampilan "T. Kroos - Passing" Legenda Masa Lalu]
"Hmm … Kupikir umpan itu akan menjadi kombinasi mematikan jika aku mengikuti semua syaratnya!" gumam Kevin yang memiliki tekad baru kali ini. "Lagipula kehilangan 30 poin Dribble itu … Buruk!"
Di menit ke-20, giliran Raka yang menunjukkan kualitasnya. Mendapatkan umpan dari Henry di lini tengah, Raka dengan cepat melakukan marseille turn, teknik berputar dengan bola untuk menghindari lawan, melewati Aril.
"Hah?! Marseille turn?!" Aril benar-benar terkejut dengan aksi Raka, dirinya melirik ke belakang, Kevin sudah beraksi lebih lanjut.
Dia kemudian memberikan umpan silang ke dalam kotak penalti, di mana Bimo dengan cermat menyundul bola ke arah gawang. Namun, Habil kembali melakukan penyelamatan luar biasa dengan menepis bola keluar lapangan.
Menit demi menit berjalan, tak ada serangan yang istimewa lagi dari kedua tim. Babak pertama pun berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan Tim Pelatih Nein.
Babak kedua pun berjalan kembali, Pelatih Nein tak banyak memberikan arahan, dirinya ingin melihat bagaimana tim satu harinya ini beraksi.
Kevin memulai babak kedua dengan sangat agresif. Di menit ke-50, serangan Tim Pelatih Nein diawali dari belakang oleh Arya yang memberikan umpan kepada Mahesa. Mahesa membawa bola ke depan dari sisi kanan dan mengirimkan umpan terobosan kepada Henry.
Kevin mengangkat tangan, mencoba memberi kode pada Henry. "Kau harus baca kodeku!" gumam Kevin.
Henry melihat Kevin yang berlari kencang di sisi kanan nampak bertukar dengan Raka, lalu memberikan umpan silang. Kevin menerima bola dengan dribble cepat, lalu melakukan body feint untuk mengecoh Denis. Dengan cerdik, dia melakukan rainbow flick, teknik mengangkat bola melewati kepala lawan, untuk melewati Rizal yang mencoba menghentikannya.
"Ra–Rainbow flick?! Kau gila!" seru Rizal yang benar-benar terkejut akan gerakan Kevin.
"Heh! Mantap! Teknik dribble ini kucoba kombinasikan, lagipula kontrol bolaku di atas rata-rata!" gumam Kevin sambil terus melakukan penetrasi ke kotak penalti.
Kevin melanjutkan dribble-nya ke dalam kotak penalti dan mengirimkan umpan tarik kepada Raka yang berdiri bebas tanpa kawalan. Raka dengan tenang menendang bola keras ke arah gawang, tidak memberikan kesempatan bagi Habil untuk bereaksi. Tim Pelatih Nein memimpin 2-0.
"GOOOLLL!!!" seru Kevin dengan senang, dua gol darinya benar-benar menakjubkan.
"Teruskan!" teriak Pelatih Nein dari sisi lapangan, sementara Pelatih Bima menendang rumput dengan kesal. "Hahaha! Jangan kesal, Bima!" seru Pelatih Nein sambil dirinya merentangkan kedua tangannya begitu sombong.
Semua pemain tim Pelatih Nein melakukan selebrasi sederhana, bagaimana pun ini hanyalah latih tanding biasa.
Pada menit ke-54, Tim Pelatih Bima memberikan respons cepat. Rizal merebut bola dari Henry di lini tengah dan langsung memberikan umpan panjang kepada Viktor.
"VIKTOR! SERANG!!!" teriak Pelatih Bima menggelegar, nampak tidak ingin kalah.
Viktor dengan kecepatan tinggi menggiring bola ke dalam kotak penalti, mengelabui Arya dengan drag back, teknik menarik bola ke belakang untuk menghindari lawan, sebelum melepaskan tembakan keras yang tidak mampu dihentikan oleh Rezky. Skor menjadi 2-1 untuk penambahan dari tim Pelatih Bima.
Lima menit berselang, kali ini tim Pelatih Nein yang akan beraksi membuat Pelatih Bima nampak khawatir. Bagaimana pun, rekornya terhadap Pelatih Nein seperti akan segera terpecahkan pada hari ini. Perasaan buruknya menghantuinya.
Di menit ke-59, Bimo menampilkan aksi individunya. Menerima umpan dari Indra, dia melakukan rainbow flick, teknik mengangkat bola di atas kepala lawan, untuk melewati Sofwan. Bimo kemudian memberikan umpan silang ke dalam kotak penalti, di mana Kevin menyambut dengan tendangan voli yang indah, namun Habil dengan refleks luar biasa berhasil menepis bola.
"Cih! Aku masih lemah, latihan tadi pagi sudah lumayan menambah teknik tendanganku sebenarnya!" gumam Kevin sambil menatap bola yang ditepis oleh Habil.
Pada menit ke-70, Tim Pelatih Nein kembali menambah keunggulan. Pandu melakukan dribble cepat dari lini tengah, melewati Aril dan Denis dengan step over sebelum memberikan umpan pendek kepada Kevin. Kevin melakukan elastico untuk menghindari Septiawan dan melepaskan tendangan keras yang mengarah ke sudut jauh gawang, kali ini tidak dapat dihentikan oleh Habil. Skor menjadi 3-1 untuk Tim Pelatih Nein.
"Wah! Beruntung masuk! Ini percobaan sih!" seru Kevin dengan bahagia.
"Mantap, Vin! Hat-trick, Njir!" sahut Bimo sambil meraih Kevin.
Raka mendatangi Kevin, berkata dengan datarnya, "Bagus."
Kevin menatap Raka yang saat ini raut wajahnya benar-benar datar. "Ugh … Seperti robot saja!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
alex sander
lanjut tor
2024-06-29
3