"Selamat untuk 100 murid baru Akademi Garuda!" seru Kepala Akademi Aditya dibarengi dengan tepuk tangan meriah seisi gedung. "Oh, kalian mau lihat peringkat? Silahkan!" lanjutnya sambil beberapa pelatih membawa papan dengan banyaknya kertas tertempel.
100 murid baru Akademi Garuda berbondong-bondong melihat papan peringkat yang mereka tunggu-tunggu.
"Kevin Pratama … Kevin Pratama … Ayolah, dimana namaku?" gumam Kevin dengan gemetar melihat urutan satu hingga dua puluh.
"AH! Itu dia!"
Pada papan dengan banyaknya kertas tertempel, nama Kevin Pratama tertera di urutan ke-20 yang benar-benar sangat mengejutkan.
"Wah! 19 orang lainnya pasti kuat-kuat!" gumam Kevin yang cukup bisa bernapas lega.
[- Belilah Perlengkapan hidup, dan juga khususnya perlengkapan untuk bersekolah. (✓)
- Masuklah ke Akademi Garuda dan setidaknya berada dalam peringkat 20 besar. (✓)
Hadiah Penyelesaian: Kartu Keterampilan "K. Mbappe - Run to Dribble the Ball" Legenda Masa Lalu
Jangka Waktu: 8 hari 6 jam 44 menit 32 detik]
[Misi Pertama berhasil!]
[Tuan mendapatkan hadiah yang layak!]
Kevin melirik layar hologram di sisi kanannya yang muncul tiba-tiba, kemudian dia langsung mengambil langkah mundur dan pergi ke tempat yang agak sepi. Di luar gedung aula, terdapat beberapa bangku, di sana Kevin duduk sambil memerhatikan ponsel pintarnya untuk sekedar berpura-pura.
[Misi Pertama berhasil!]
[Tuan mendapatkan hadiah yang layak!]
[Hadiah telah Tuan terima dan tersimpan di {Inventaris Sistem}]
[INVENTARIS SISTEM]
[- Kartu Keterampilan "K. Mbappe - Run to Dribble the Ball" Legenda Masa Lalu]
"Nah, langsung pakai saja!"
Dalam sekejap, aura keemasan menyelimuti tubuh Kevin, kartu emas mengambang dengan gambar K. Mbappe sedang berlari begitu intensnya.
[Mampu meningkatkan poin stat berikut:
- Kecepatan
- Akselerasi
Penambahan Poin Stat berjumlah masing-masing 30]
[Kartu Keterampilan digunakan!]
[Poin {Kecepatan} dan {Akselerasi} masing-masing meningkat sebanyak 30 poin!]
[Kecepatan: 50 >> 80]
[Akselerasi: 50 >> 80]
"Nah, dengan ini lariku meningkat, akan seimbang dengan kekuatanku dan teknik menggiringku!" gumam Kevin sambil membayangkan aksinya menggiring bola dengan lihai dan cepat. "Hmm … Cuma nambah masing-masing 30 pula, nggak apa deh!"
"Fufufu~ Anak muda ini sepertinya sedang berkhayal!" ejek R dengan raut wajah tengilnya.
Perangkat tablet yang dibawa ke dalam tas Kevin sedang bersuara dengan nada yang menyebalkan. Kevin lantas membanting tas itu hingga suara dari dalam tas semakin menyebalkan.
"Hahaha … Lemah! Tablet ini kan kuat!"
"Eh, katanya gunung Merapi erupsi deh, kubuang kau ke kawahnya, ya!" bisik Kevin ke dalam tas.
***
Minggu, 14 Januari 2046.
Asrama Akademi Garuda.
Di belakang wilayah Akademi Garuda, berdiri empat gedung asrama yang megah dan penuh wibawa, masing-masing dinamai sesuai sifat-sifat burung Garuda: Kuat, Berani, Bijaksana, dan Tangguh.
Gedung-gedung ini memancarkan kemegahan dengan desain arsitektur modern yang memadukan elemen kaca dan beton, dilengkapi dengan ornamen emas yang menambah kesan elegan. Taman-taman yang indah mengelilingi setiap gedung, memberikan pemandangan hijau yang menenangkan sekaligus area rekreasi bagi para siswa.
Masuk ke lobi utama setiap gedung, langit-langit tinggi dan pencahayaan alami menciptakan suasana terbuka dan luas. Lantai marmer yang berkilauan dan dinding-dinding yang dihiasi dengan foto-foto berbingkai dari alumni yang telah menjadi atlet profesional menambah kesan inspiratif.
Di tengah lobi, terdapat area duduk yang nyaman dengan sofa kulit, meja kopi, dan tanaman hias, memberikan tempat berkumpul yang hangat dan ramah. Mural besar yang menggambarkan perjalanan dan perjuangan seorang atlet menghiasi salah satu dinding, mengingatkan semua penghuni akan tujuan dan impian besar mereka.
Kevin sendiri bersama 100 murid baru Akademi berada di gedung Asrama Kuat yang berada paling kiri dari wilayah Akademi.
"Wah! Ini gedung asramaku? Sedikit nyesel beli rumah," gumam Kevin yang memikirkan uang 200 jutanya harus terdiam dalam bentuk rumah, benar-benar sepi tak ada penghuni.
"Ckckck! Benar-benar mewah!"
"Ini ajaib! Aku nyaman nih tinggal di sini!"
"Tiga tahun aku tinggal di sini? Ini mah berkah dari langit!"
Banyak murid baru yang langsung terpesona dengan interior lobi gedung asrama yang benar-benar terlihat mewah.
"Mari, saya akan mengantar kalian ke area kamar!" ucap seorang wanita yang nampaknya penanggung jawab Gedung Asrama Kuat. "Kalian sudah pegang nomor kamar masing-masing, kan?" tanyanya lebih lanjut.
"SUDAH, KAK!!!" seru serentak semuanya.
Kevin sendiri mendapatkan nomor kamar 58 yang mana berada di lantai 3 gedung.
Setiap gedung asrama memiliki beberapa lantai yang dipenuhi kamar-kamar luas dan dirancang untuk kenyamanan dan fungsionalitas.
Kamar-kamar tersebut dilengkapi dengan dua tempat tidur single yang nyaman tentunya untuk dua orang dalam satu kamar, masing-masing dengan kasur berkualitas tinggi dan bantal empuk yang menjamin istirahat optimal.
Dua lemari besar dengan ruang penyimpanan yang cukup tersedia untuk pakaian dan perlengkapan masing-masing, sementara dua set meja belajar yang luas dengan kursi ergonomis, lampu meja, dan rak buku memberikan lingkungan yang ideal untuk belajar.
Jendela besar di setiap kamar tidak hanya memberikan pemandangan taman yang indah tetapi juga memungkinkan cahaya alami masuk, menciptakan suasana yang terang dan segar. Tirai blackout tersedia untuk kenyamanan tidur malam.
Kamar mandi di setiap kamar memiliki desain modern dengan ubin keramik, shower yang nyaman, wastafel, dan toilet. Cermin besar, rak handuk, dan pengering rambut melengkapi fasilitas kamar mandi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para siswa.
Kevin telah berada di nomor 58 bersama seorang remaja lainnya yang agak pendek dengan rambut hitam lebatnya.
Kevin menyeret koper dari Akademi Garuda yang berisi pakaian sehari-hari dan perlengkapan lainnya yang harus dipakai di area akademi tanpa terkecuali.
Selain kamar-kamar tidur, setiap gedung dilengkapi dengan berbagai fasilitas lainnya yang menunjang keseharian para siswa.
Ruang santai menjadi tempat favorit dengan sofa empuk, meja kopi, dan televisi layar datar besar, tempat para siswa bisa bersantai dan berinteraksi.
Rak buku dengan koleksi buku dan majalah serta permainan papan menambah hiburan di waktu luang. Di sudut lain, terdapat mesin kopi, dispenser air, dan microwave untuk kebutuhan minuman dan makanan ringan.
Ruang makan yang luas memiliki beberapa meja panjang dan kursi yang cukup untuk semua penghuni gedung, memungkinkan mereka untuk menikmati makanan bersama dalam suasana yang hangat dan bersahabat. Dapur kecil dengan kulkas, oven, dan peralatan masak dasar tersedia untuk penggunaan pribadi, meskipun setiap gedung memiliki staf yang menyiapkan makanan bergizi setiap hari.
Di bagian lain gedung, ruang cuci dengan mesin cuci dan pengering modern menyediakan kemudahan untuk mencuci pakaian. Area jemur dan rak penyimpanan untuk deterjen dan perlengkapan cuci juga tersedia, memastikan para siswa bisa menjaga kebersihan pakaian mereka dengan mudah.
Tak ketinggalan, taman di luar gedung menyediakan area rekreasi dengan jalur jogging, area duduk, dan lapangan kecil untuk aktivitas fisik ringan. Alat olahraga ringan seperti matras yoga dan bola tersedia untuk kegiatan rekreasi, memungkinkan para siswa untuk bersantai dan menikmati waktu luang mereka.
Gedung asrama Akademi Garuda dirancang dengan cermat untuk memberikan kenyamanan, keamanan, dan suasana yang kondusif bagi para siswa.
Lingkungan yang mendukung dan penuh semangat ini memastikan para siswa dapat fokus pada latihan dan pendidikan mereka, dengan dukungan penuh dari fasilitas yang lengkap dan modern.
Setiap elemen asrama mencerminkan komitmen akademi untuk menciptakan para atlet yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga cerdas dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Kevin dan remaja teman sekamarnya saat ini duduk di kasur masing-masing, saling berhadapan.
"Perkenalkan, aku Kevin Pratama!" ucap Kevin dengan perasaan hangat.
"Ya, perkenalkan juga, aku Mahesa Pahlevi," balas Mahesa dengan senyuman tipisnya. "Mohon bantuannya, ya!" lanjutnya.
Kevin mengangguk tegas sambil berkata, "Hum! Kita jadi teman sekamar, dan … Kita adalah teman akademi sekarang!"
Perangkat tablet yang diletakkan Kevin di atas kasurnya tiba-tiba bersuara. "Kita bertiga."
"Woahh! Dia berbicara!" seru Mahesa yang terkejut sambil menunjuk sosok hologram di atas layar perangkat tablet.
Kevin melirik R, visual hologram tubuhnya sedang bertolak pinggang dan menunjukkan raut wajah tengilnya. "Hehehe … Salam kenal, saya R!"
"Di–Dia apa?" tanya Mahesa yang cukup ketakutan.
"Ah … Itu …"
"Saya Kecerdasan Buatan, saya membantu hari-hari Kevin!" ucap R dengan bangganya.
Mahesa mengangguk paham sambil berkata, "Ah, iya, tahun-tahun ini Kecerdasan Buatan yang mumpuni mulai diperjualbelikan setelah percobaan belasan tahun lamanya!"
R kemudian menutup mulutnya dan nampak mengisyaratkan bisikan pada Mahesa sambil menunjukkan raut wajah tengilnya. "Hei … Dia itu bodoh, loh! Padahal ada asrama akademi, tapi beli rumah!"
"KAU KUBANTING, YA!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Nino Ndut
mc kudu belajar kontrol emosinya nih
2024-07-12
2