[Kotak Hadiah terbuka!]
[Isi Kotak Hadiah:
- Uang dengan rekening 0512-1405-2710 berjumlah Rp 1.000.000.000,00.
- Set pakaian kasual
- Kartu Keterampilan "Leo Messi - Dribble" Legenda Masa Lalu
- Kartu Keterampilan "Kekuatan Tubuh"]
R mengangguk ringan sambil tersenyum dengan bangganya. "Heh … Ini dia awal dari legenda yang menggetarkan dunia!"
"Benar-benar aneh," gumam Kevin.
Kevin mencoba untuk beradaptasi, lagipula dari kemunculan perangkat aneh dari langit sudahlah di luar nalar. Otak Kevin sekarang dipenuhi oleh banyaknya pertanyaan yang ingin dilontarkan, hanya saja dirinya mencoba untuk memahaminya.
"Terus … Apa saja fungsi sitem ini?"
"Sistem oi," sahut R dengan kesalnya.
"Ya, ya, itu sistem!" balas Kevin dengan tersenyum kikuk.
[Sistem Sepakbola : Penyerang Legendaris memiliki beberapa fitur diantaranya sebagai berikut:
[ - Fitur Jendela Informasi Pengguna
- Inventaris Sistem
- Daftar Misi
- Toko Sistem (Terkunci)]
"Je–Jendela? Jendela kayak gubuk itu?" ucap Kevin sambil menunjuk ke sebuah gubuk yang jendelanya terbuat dari kardus bekas.
R menghela napas sambil menggelengkan kepalanya pasrah. "Hadeh … Anak ini benar-benar sensasi deh, sangat-sangat terbelakang di zaman sekarang!"
Kevin yang mendapati kalimat keluar dari R pun langsung menatapnya dengan sorot mata tajam. "Kamu jangan seenaknya!"
R mengendikkan bahunya sambil berkata, "Faktanya gitu sih, hehehe!"
"I–Iya juga sih," balas Kevin yang menunduk lesu.
R pun mau tidak mau harus turun tangan. "Apa boleh buat, saya akan mengendalikan satu mesin nano dan mengirimkan pecahan visual modern selama dua puluh tahun belakang, lengkap dengan ilmu pengetahuan penuh! Kamu akan setara anak SMA bahkan lebih!"
Bzzzt–!
Aliran listrik mulai menjalar ke tubuh Kevin, hingga dirinya tersentak. Namun, aliran itu hanya berlangsung sementara, ketika puluhan pecahan visual menghujani otaknya.
"Wuaaah!!!"
Sorot mata Kevin berbinar-binar, wajahnya berseri-seri ketika puluhan pecahan visual itu menghujani otaknya. Pecahan visual yang mana terbagi dari beberapa bagian dan membuat kepala sangat kesakitan setelahnya.
"Ups! Kebanyakan!" celetuk R sambil berharap Kevin baik-baik saja.
Meski begitu, tekad Kevin nampak lebih tinggi. Kepalanya berangsur-angsur membaik dan dirinya kali ini telah memiliki visual dari setiap hal yang begitu modern selama kurang lebih dua puluh tahun belakang tanpa terkecuali juga bagaimana megahnya setiap perhelatan Piala Dunia yang dimenangkan Indonesia selama empat kali berturut-turut.
"Widih, anak muda ini jadi modern!" ejek R sambil tertawa.
"Cih, memang sih saya sebelumnya terbelakang, tapi sekarang saya sudah setara anak-anak yang belajar di SMA atau bahkan lebih!" jelas Kevin yang bagai orang baru.
R melipat kedua tangannya, dalam pikirannya bergumam, 'Apakah saya benar memberikan visual itu? Lagipula dia harus dibantu agar lebih cepat maju, kan? Ini benar 'kan #### ####?' batinnya sambil termenung. 'Bahkan dalam hati saja kena sensor,' lanjutnya yang sedikit kesal.
Kevin menatap R yang nampak termenung kemudian bertanya, "Apa yang kamu pikirkan, R?"
R menggeleng ringan sambil tertawa kecil. "Haha … Nggak ada kok, cuma teringat masa lalu saja!"
Kevin tak begitu memikirkan ucapan R dan lebih fokus ke sistemnya.
"Emm … Coba fitur Jendela Informasi!" ucap Kevin dengan sedikit ragu.
[Memunculkan Jendela Informasi Pengguna!]
[JENDELA INFORMASI]
[Nama : Kevin Pratama]
[Umur : 15 tahun]
[Profesi : Penyerang]
[STATUS]
[Kekuatan: 30]
[Stamina: 50]
[Akselerasi: 50]
[Kecepatan: 50]
[Lompatan: 30]
[Fleksibel: 30]
[Tangkapan: 10]
[Tekel: 10]
[Dribbling: 20]
[Kontrol bola: 30]
[Umpan jauh: 10]
[Umpan pendek: 20]
[Kekuatan Tembakan: 20]
[Akurasi: 20]
[Kurva: 10]
[Tendangan Penalti: 20]
[Kesadaran taktis: 30]
[Visi permainan: 30]
[Refleks: 60]
[Penyelamatan: 10]
[Pertahanan: 60]
[Lemparan: 20]
[***]
"Wah! Ba–Banyak angka!"
R mengintip sejenak kemudian berkata, "Ckckck … Lemah!"
"Aku paling tinggi cuma Refleks dan Pertahanan? Yaa … Pengalaman sih, melarikan diri menghindari para perundung terus …" ucap Kevin dengan tersenyum kikuk. "Dipukuli hingga mampus," lanjutnya.
R hanya bisa menatap pasrah bagaimana takdir Kevin yang benar-benar malang. Bagaimana pun dirinya berharap kedatangannya ini membawa angin segar bagi Kevin dan juga tentu bagi Indonesia yang telah terpuruk akhir-akhir ini dalam persepakbolaan.
"Pertama-tama, kau harus sekolah di Akademi Garuda, manfaatkan uang satu miliarmu!" jelas R.
Kevin mengangguk ringan, kali ini, takdirnya akan berjalan berbeda. Takdir yang ditempuhnya akan sangat berbeda dari sebelumnya, sekarang dia memiliki sistem dan juga mentor bernama R yang baginya terkadang menyebalkan.
"Cepatlah, yang ada kau gak berkembang di sini, dasar pemalas! Cepat beli perlengkapan, cepat bodoh!" R nampak sangat santainya mengejek Kevin yang mulai naik pitam.
Kevin berdiri, dirinya menatap rendah perangkat tablet di bawah. "Kau kuinjak baru tau!"
R membuang mukanya sambil berkata dengan nada tengilnya. "Hahaha … Perangkat ini sudah diuji militer oleh #### #### dan menghasilkan kekuatan tiada tanding!"
"Kamu barusan bilang apa sih?!"
"Nggak, itu memang sistem penyensoran. Sengaja ditanam oleh #### #### untuk menjaga kerahasiaan!" R hanya bisa menggerutu kesal bahwa mulutnya seakan terdistorsi saat mengungkap kalimat rahasia.
R menatap Kevin kemudian berkata dengan angkuhnya. "Woy! Cepat sana bergerak, kau di zamanku benar-benar dihantam pelatih, dasar anak pemalas!"
***
Kevin telah membersihkan tubuhnya di sebuah kamar mandi dan toilet umum yang tersebar di beberapa taman di penjuru Kota Jayakarta. Tentu mandi bersih-bersih agar dirinya tak disangka orang dari Daerah Kumuh Sakarta, lagipula dirinya ingin menghapus kenangan buruk dari tempat itu.
"Sip! Sudah bersih, beruntung aku dapat set pakaian!" ucap Kevin sambil melihat tubuhnya saat ini yang sudah sangat berbeda.
Kevin Pratama, pemuda 15 tahun yang tampan, memiliki mata hitam yang tajam dan rambut hitam berkilau dipotong rapi. Wajahnya simetris dengan fitur halus, hidung mancung, dan senyum yang menawan.
Tubuhnya proporsional dan atletis, menunjukkan bahwa dia aktif secara fisik meski jelas mesin sistem nano di dalam tubuhnya ikut andil. Kevin terlihat mengenakan kaus putih dan celana pendek abu-abu, memberikan kesan santai dan bersih.
Di tangan kanannya nampak perangkat tablet yang besar. Kevin meliriknya dan berkata, "Huh, kalau kau lebih kecil lebih gampang dipegang!"
R yang tidak dalam bentuk tubuh hologram membalasnya keras. "Ya ini karena lebih gampang menyimpan data, bodoh!" Terdapat gambar wajah ketus terlukis dalam bentuk hologram dua dimensi di layar tabletnya.
Kevin sekali lagi memandang tubuhnya di cermin yang tersedia di tembok kamar mandi dan toilet umum tersebut.
"Aku benar-benar berbeda!" gumam Kevin.
Kevin pun berjalan dengan girangnya berniat menuju setidaknya daerah di mana berkumpulnya perumahan medium yang cocok untuk dirinya tinggali. Bagaimana pun dengan uang satu miliar, dia bisa langsung membayar penuh rumah yang normalnya sekitar 200 juta.
[Misi Pertama Sistem diterbitkan!]
[- Belilah Perlengkapan hidup, dan juga khususnya perlengkapan untuk bersekolah.
- Masuklah ke Akademi Garuda dan setidaknya berada dalam peringkat 20 besar.
Hadiah Penyelesaian: Kartu Keterampilan "K. Mbappe - Run to Dribble the Ball" Legenda Masa Lalu
Jangka Waktu: 13 hari 23 jam 59 menit 40 detik]
"Mbappe, macam pernah dengar?" gumam Kevin.
R menyahut dengan sombongnya. "Dih, legenda masa lalu gak dikenal, benar-benar anak zaman sekarang ya!"
"Haisssh! Kau mentor yang menyebalkan!" keluh Kevin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Buana Lukman
bagus
2024-06-21
3