Raga mengantarkan Ran sampai di depan rumah. Ran menawari Raga untuk mampir, tapi Raga menolak karena harus cepat untuk pulang. Ada hal yang harus disiapkan untuk anak muridnya besok.
" Sekali lagi terimakasih Ran, untuk pembayaran aku sudah transfer ke rekening perusahaan. Kalau gitu aku pamit, ah iya apa kapan-kapan boleh ngajak kamu keluar?"
" Sama-sama Pak terimakasih juga sudah menggunakan jasa dari kantor firma hukum kami. Eiii boleh aja dong yang penting waktunya nggak bentrok sama kerjaan ya Pak, insyaaAllah kapan aja kalau diajak main mah siap-siap aja."
Raga tersenyum cerah, ia pun berpamitan tapi sebelumnya ia mengusap kepala Ran. Hal yang sangat biasa tapi entah mengapa raga malah salah tingkah sendiri. Pria tersebut langsung membalikkan tubuhnya dan masuk ke dalam mobil lalu mengemudikan mobilnya dengan cepat, meninggalkan kediaman Abinawa.
" Pria tadi siapa Ran?"
" Eh Ummi, itu Pak Raga. Mantan guru SMA Ran dan baru aja jadi mantan klien."
Kirana hanya ber-oh ria. Ia tidak banyak tanya memang soal pekerjaan Ran tapi ia selalu bertanya tentang orang-orang yang dekat dengan sang putri. Maka dari itu ketika ada pria yang mengantar putrinya, Kirana langsung keluar dar rumah untuk melihat siapa pria itu.
Selama ini, Ran belum pernah pulang diantar oleh seorang pria. Seandainya pun iya maka tidak berdua, biasanya akan bertiga sepeti prita dan Doni atau saat masih SMA dulu akan datang berlima, dan itu pun salah satunya adalah Kaivan--kembaran dari Ran.
" Gimana Ran, sudah beres semuanya yang tentang gurumu itu?" tanya Kai
Saat ini Ran sedang berada di ruang keluarga bersama semua anggota keluarga minus Kaivan, karena Kaivan berada di Surabaya.
" Udah Bi, aman. Dan tuntutan ganti rugi yang diminta si penggugat pun ngga jadi. Keputusan cerai didapat dengan mudah," papar Ran.
" Tadi juga dianterin tuh Bang," sahut Kirana.
" Maksud Ummi, gurunya Ran nganter ke rumah gitu?" tanya Kai menegaskan ucapan sang istri.
Kirana mengangguk, dan Kai mengerutkan kedua alisnya. Belum pernah Ran diantar seorang pria hingga ke rumah seperti ini. Maka dari itu Kai merasa sedikit terkejut.
" Abi, kalau itu gurunya Kak Kiran berarti dia gur di DIS dong. Kamil berarti tau lah ya." Kamil, adik bungsu dari Kiran itu iku berkomentar.
" Nggak juga kali Mil, kan DIS gede, luas pula. Kita di SD itu lumayan jauh juga dari SMA. Kecuali kalau lagi halal bi halal tuh baru lah kita tahu. Tapi mungkin kalau doi terkenal kita pasti juga tahu." Kamal ternyata tidak mau kalah untuk ikut berkomentar. Ran hanya menghela nafasnya melihat kedua adik kembarnya itu saling menganalisa perihal Raga.
" Heh bocil-bocil, jangan pada kepo deh. Udah belajar sana," sergah Ran. Saat berkumpul seperti ini memang suasana menjadi ramai. Jara usia antara Ran dengan Kamal dan Kamil yang lumayan jauh tidak membuat hubungan ketiganya ikut jauh juga. Malah terkadang Ran bisa bersikap seperti seumuran dengan Kamal dan Kamil. Tak jarang juga Ran suka mengganggu adik kembarnya itu yang berujung pada teriakan Kirana karena mereka begitu ribut.
" Sudah-sudah, sudah malam. Kamal, Kamil, masuk ke kamar. Waktunya kalian untuk tidur."
" Siap Abi."
Kedua bocah itu langsung menuruti perintah Kai karena memang jam sudah menunjukkan pukul 21.30. Ini adalah jam untuk keduanya untuk tidur. Dan Kirana mengikuti keduanya untuk mengantarkan keduanya tidur. Sedangkan Ran masih berada di sana bersama Kai.
" Kenapa?" tanya Kai kepada sang putri karena wajah Ran terlihat penuh hal yang seperti ingin ditanyakan.
" Nggak ada apa-apa sih Bi. Hanya saja Ran kasihan sama Pak Raga. Ternyata mantan istrinya itu termasuk wanita yang bermasalah. Dia masih berhubungan dengan laki-laki lain saat proses dirinya akan menikah dengan Pak Raga. Dan kayaknya sekarang Ran sedikit paham, mungkin wanita itu nggak jadi nuntut ganti rugi karena Pak Raga tahu sesuatu yang membuat wanita itu nggak berkutik."
Kai terdiam sejenak, pengkhianatan itu selalu ada dalam banyak bidang di kehidupan ini. Pengkhianatan dari teman, rekan kerja dan juga pasangan. Kai bukanlah orang yang tidak tahu akan hal itu karena dia juga merupakan korban dari pengkhianatan ayahnya di masa lalu yang mana pernah membuat hidup ibunya sulit.
" Nak, setia itu adalah hal yang sangat berharga. Dan semuanya dimulai dari kita dulu. Berusaha untuk setia terhadap apapun yang ada di sekitar kita. Setia terhadap Tuhan kita itu adalah yang paling utama, lalu setia kepada pasangan dan juga rekan kerja. Jangan pernah mengkhianati orang yang sudah mempercayaimu dengan sepenuh hati karena rasanya sungguh sakit. Kamu tahu kan Abi pernah ngerasain itu, walaupun Kakek udah taubat tapi nyatanya tetap rasa sakit itu amat membekas."
Ran mengangguk cepat. Apa yang dikatakan oleh Abi nya itu tentu ia tahu betul. Dan Raga mungkin juga merasakan bagaimana sakitnya dikhianati. Itu akan membekas sampai kapanpun. Bisa sembuh tapi tetap bekasnya tidak akan hilang.
Sama halnya dengan cerita masa lalu Abinya. Abi Kai, Eyang Sita dan Kakek Dani, Kai dan Sita memang sudah memaafkan perbuatan Dani, tapi bekas pengkhianatan itu sampai sekarang masih ada. Dan Ran tahu itu karena memang Kai menceritakan hal tersebut kepada anak-anaknya. Bukan untuk membuka aib tapi untuk dijadikan sebagai pembelajaran hidup. Karena pengalaman merupakan guru yang terbaik.
" Iya Bi, inysaAllah Ran paham."
Kai mengusap lembut kepala putrinya dan Ran memeluk ayahnya itu dengan erat. Ia mungkin tidak tahu bagaimana keras hidup masa kecil dari sang Abi tapi ia bisa merasakan bahwa Abinya itu adalah orang yang berjiwa besar karena mampu memaafkan dan bahkan membina hubungan baik dengan ayah kandungnya yang bahkan dari kecil tidak pernah merawat dan mengetahuinya.
Ran melerai pelukan Kai dan meminta Abi nya itu untuk segera beristirahat. Dia pun melenggang masuk ke kamar. Ran memeriksa ponselnya dan melihat beberapa pesan yang masuk, dan ternyata salah satunya adalah dari Raga.
" Ran weekend sibuk nggak, mau pergi?"
Seperti itulah isi pesan dari Raga. Setelah mendengar wejangan dari Kai tadi Ran merasa bahwa saat ini Raga tengah terluka dan dia ingin membantu pria itu untuk sembuh dari lukanya.
" Free Pak, boleh. Mau kemana kita?"
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Nanik Kusno
Raga langsung gasss pollllll.....☺️☺️☺️☺️
2024-12-07
0
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒊 𝒅𝒖𝒅𝒂 𝒉𝒐𝒕 𝒍𝒈 𝒑𝒆𝒅𝒆𝒌𝒂𝒕𝒆 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝒎𝒂𝒏𝒕𝒂𝒏 𝒎𝒖𝒓𝒊𝒅𝒏𝒚𝒂 𝒏𝒊𝒉 🤭🤭🤭
2024-10-17
1
Pasrah
lanjut
2024-07-18
0