DDI 07: Bukan Sambel, Tapi Kamu :D

" Jadi, pak Raga tetep nggak mau mediasi. Dengan kata lain Bapak nggak akan datang begitu kah?"

Ran memastikan lagi mengenai apa yang diinginkan Raga. Jika sebelumnya ia kukuh ingin Raga agar mejalani mediasi, tapi setelah berbicara dengan sang Ayah, Ran akan menerima semua yang Raga inginkan.

" Iya, nggak usah datang. Jadi kalau dapat jatah mediasi, aku nggak akan datang Ran. Cukup kamu saja yang mewakili aku nanti." Raga terlihat tegas dan kukuh dengan keputusannya. Terlihat dari sorot matanya bahwa tidak ada sedikit keinginan dia untuk melakukan mediasi.

" Baik Pak, saya akan memberitahu hasilnya nanti. Bapak tenang saja."

" Ran, mau makan siang dengan saya."

" Eh?"

Dan kini mereka sudah berada di Soul Restoran, tempat makan favorit dan tentunya populer juga di Jakarta. Yang dipesan oleh Raga tidak lah aneh-aneh, dia memesan ayam bakar dengan beberapa jenis sambal. Ran baru tahu bahwa gurunya itu memiliki kegemaran dengan sambal.

Ran tersenyum melihat Raga yang sedang makan. Raga seperti tidak memiliki beban dan begitu menikmati makanannya.

" Maaf, Pak Raga suka sambel ya?" Ran tidak tahan juga untuk bertanya. Melihat Raga yang begitu lahap membuat Ran benar-benar penasaran.

" Aah iya Ran, suka sekali. Aman lah kalau makan ada sambel. Bahkan tanpa apapun, nasi panas dan sambel itu udah paling manteb." Raga menjawab sambil mengangkat ibu jarinya, hal tersebut membuat Ran tersenyum. Ternyata Raga memiliki sisi yang seperti itu.

" Kalau begitu, kalau kita ketemu lagi, nanti Ran bawakan sambel teri buatan Ummi. Pasti Pak Raga bakalan suka, asli enak dan pedes."

Raga tersenyum lebar, dia tentu akan menerima dengan senang hati. Sesungguhnya ia mengajak Ran makan siang seperti ini adalah karena ingin makan ditemani. Beberapa waktu merasakan bahwa dirinya kesepian, dan ternyata ini cukup efektif. Nafsuu makan yang sebelumnya tidak ada kini kembali hadir.

Jadi kesimpulannya bukan sambal yang membuatnya makan dengan lahap, akan tetapi karena ia makan bersama orang lain dan saat ini adalah Ran, mantan muridnya yang sekarang menjadi pengacaranya. Ada rasa nyaman saat bersama dengan Ran, mungkin karena ia menganal Ran sudah dari lama. Saat wanita yang duduk saat ini duduk di depannya masih menjadi gadis ABG.

" Terimakasih Ran," ucap Raga setelah ia selesai mencuci tangannya selepas habis makan.

" Ya? Sambalnya saja belum Ran dikasih kok Pak, malah udah makasih duluan," sahut Ran. Ia semakin merasa aneh ketika Raga hanya menanggapi ucapannya dengan senyuman.

Drtzzz

Ponsel Raga berbunyi, sebuah notifikasi yang baru saja muncul di ponselnya adalah pemberitahuan pesan masuk yang ternyata dari Rena. Setelah membuka dan membacanya, ia langsung memperlihatkan kepada Ran.

" Besok aku mau kamu datang, jangan sampai enggak."

Seperti itulah isi pesan dari wanita yang menggugat cerai Raga. Ran mengerutkan alisnya, ia merasa ada yang aneh dengan isi pesan itu. Biasanya orang yang menggugat cerai akan enggan melakukan mediasi. Memang tidak selalu begitu, tapi beberapa. Hal itu disebabkan karena dia ingin cepat-cepat selesai dan putusan cerai keluar. Tapi Rena ini agaknya berbeda.

" Apa dia mengingkan sesuatu, Pak?" Ran menebak dengan rasa curiga yang sangat besar di benaknya.

" Entahlah Ran, saya nggak tahu juga apa yang dia inginkan."

Raga pun sama dengan Ran, tidak paham apa maksud Rena. Selama mengajukan gugatan dan ia kembali kerumahnya, Rena sama sekali tidak pernah menghubunginya lebih dulu. Tapi saat sidang mediasi akan dilakukan tiba-tiba wanita itu mengirimkan pesan dan menginginkan kedatangan Raga dalam sidang.

Ran benar-benar berpikir keras untuk itu. Tapi untuk saat ini sama sekali tidak dan jawaban yang ia hasilkan.

" Sudahlah Ran, jangan dipikirin dari sekarang. Besok saja, nanti kamu malah pusing, kalau kamu sakit saya yang repot."

Ran mengerutkan alisnya saat Raga mengatakan hal seperti itu. Ia merasa ada yang aneh dengan sang guru. Apalagi saat Raga mengusap kepalanya. Ya walaupun dulu pun pria itu sering melakukannya karena memang ia adalah muridnya, tapi untuk sekarang Ran merasa aneh.

" Laah Bapak, kalau Ran yang sakit mah yang repot Ummi sama Abi, bukannya bapak," tukas Ran cepat.

" Ooh tidak bisa, saya juga ikut repot. Yang akan maju ke pengadilan siapa nanti."

Pluk

Ran menepuk keningnya sendiri, ucapan Raga tidak salah. Tapi sungguh membuat sebuah kesalahpahaman. Ran pun hanya mengangguk-angguk kepala tanda ia paham dengan apa yang Raga maksudkan.

Sedangkan itu, di sisi lain sepasang pria dan wanita tengah saling memberikan kehangatan. Padahal matahari masih lah tinggi. Tapi itu tidak mengganggu apa yang mereka lakukan.

" Berhentilah melihat layar ponsel mu itu Ren, aku saat ini sedang sama kamu."

" Huh, iya aku tahu Jer. Aku hanya mau mastiin kalau Raga mau Dateng aja besok."

Ya, mereka adalah Rena dan Jerez. Saat ini Rena berada di rumah Jerez dan keduanya sedang berbagi peluh. Rena sangat menikmati setiap sentuhan dari Jerez. Ia pun meletakkan ponselnya dan kembali melenguh dibawah tekanan-tekanan yang Jerez berikan.

" Jer, aaah ... lebih cepat lagi," ucap Rena sambil mencengkeram erat punggung Jerez yang mengungkungnya.

" Sesuai keinginanmu cintaku. Ughhh!"

Tentu saja Jerez tidak menuruti apa yang Rena mau. Siapa yang tidak mau, dada yang sintal dan bokong yang penuh itu sungguh membuat Jerez sebagai seorang pria merasa begitu senang dan juga puas. Mulut Jerez bahkan tidak melepaskan bukit sintal milik Rena.

" Ughh, aku heran hosh hosh hosh, kok dia sama sekali nggak suka sama tubuhku yang seksi ini. Gila pasti tuh orang. Apa jangan-jangan dia belom lagi Ren."

Jerez ambruk di samping Rena setelah mereka berdua sampai pada puncak kenikmatan yang bukan hanya sekali itu. Sudah dua kali mereka melakukannya siang itu, dan sepertinya itu belum cukup bagi mereka. Karena saat ini baik Rena maupun Jerez masih ada di atas ranjang tanpa mengenakan pakaian mereka.

" Heh, nggak mungkin dia belok. Jelas dia impoten," sanggah Rena.

" Kok kamu bisa seyakin itu sih Ren?"

Rena terdiam, dia bisa yakin seperti itu karena pernah suatu ketika ia mencoba untuk memulainya. Pada suatu malam, Rena sengaja mengenakan lingerie yang sangat tipis sehingga menampakkan tubuhnya. Dadanya yang sintal menyembul keluar, ia juga memakai parfum yang berbau seksi.

Rena mencoba merayu Raga. Ia mencium pria itu lebih dulu. Raga menanggapi, tapi dia pasif. Rena pun melangkah lebih dengan meraba dada Raga dan terus turun hingga ke bagian sensitif Raga. Ia juga menenggelamkan wajah Raga di dadanya. Tapi, sama sekali tidak ada reaksi dari tubuh bagian bawah pria itu. Padahal dia sudah mencoba untuk merangsangnyaa. Dan sejak itu Rena yakin bahwa Raga memanglah impoten.

" Aku sudah membuktikannya sendiri Jer. Dia sama sekali nggak terangsangg pas aku menyentuh miliknya. Bener-bener anteng nggak gerak sama sekali."

" Begitu ya, haah sudah benar kau menganggu punyaku aja Ren. Nih lihat, dia udah bereaksi lagi. Hahaha."

Rena dan Jerez kembali bergelung untuk yang ketiga kalinya. Sungguh mereka seperti tidak merasa bahwa apa yang mereka lakukan ini tidaklah benar. Meskipun Rena sudah menggugat Raga, tapi status mereka masihlah suami istri.

TBC

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Nah kan benar apa yg ku bilang,Barang udah gak ory makanya burung Raga gak mau berdiri saat bersama barang bekas..

2024-12-15

0

Lies Atikah

Lies Atikah

aku rasa si Raga ni kaya plin plan GJ banget kalau di bilang bego masa sih

2024-12-06

0

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Huuuuhhhhh....dasar ulet bulu.....gatel aja....😡😡😡😡😡

2024-12-07

0

lihat semua
Episodes
1 DDI 01: Hanya Ingin Cerai
2 DDI 02: Kamu Orang Baik, Ga
3 DDI 03: Merasa Ada Yang Aneh
4 DDI 04: Berkamuflase Itu Melelahkan
5 DDI 05: Oh Gitu Ceritanya
6 DDI 06: Apa Ada Jodoh yang Tertunda?
7 DDI 07: Bukan Sambel, Tapi Kamu :D
8 DDI 08: Cantik
9 DDI 09: Kegilaan
10 DDI 10: Gebrakan Raga, apa itu?
11 DDI 11: Jangan Berlagak Paling Menderita
12 DDI 12: Selesai
13 DDI 13: Semangat Ketemuan
14 DDI 14: Selamat Sudah Jadi Duda
15 DDI 15: Curhat Bareng Abi
16 DDI 16: Menjemput Gadis Cantik
17 DDI 17: Puncak Bogor
18 DDI 18: Pesona DuRen MaTeng
19 DDI 19: Ada Yang Panas
20 DDI 20: Panggil Mas Juga Boleh
21 DDI 21: Kira-kira Siapa ya?
22 DDI 22: Tamu Menyebalkan
23 DDI 23: Ternyata
24 DDI 24: Perasaan Apa Ini?
25 DDI 25: Maafin Aku, Ga
26 DDI 26: Benzy Danurwendra
27 DDI 27: Aku Nggak Mau
28 DDI 28: Semuanya Terkejut :D
29 DDI 29: Gue Ditembak?
30 DDI 30: Dua Lawan Enam
31 DDI 31: Sedikit Denial Tapi Akhirnya Panik
32 DDI 32: Dilarikan Ke Rumah Sakit
33 DDI 33: Nengokin Korban
34 DDI 34: Kabar Buruk
35 DDI 35: Ini Bisa Membuktikan Lho
36 DDI 36: Perjuangin Ga!
37 DDI 37: Maaf, Seharunya Kamu Tidak Terlibat
38 DDI 38: Mungkin Raga Nggak Impoten
39 DDI 39: Awas Bangun!
40 DDI 40: Run Raga ... Run!!!
41 DDI 41: Tertangkap
42 DDI 42: Kapan Bawa Orangtua?
43 DDI 43: Minta Doanya Ya
44 DDI 44: Saya Tidak Akan Menyesal
45 DDI 45: Siapa Dia
46 DDI 46: Saingan Ran Kah?
47 DDI 47: Anakmu Pulang
48 DDI 48: Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya
49 DDI 49: Kegalauan
50 DDI 50: Sebuah Keputusan
51 DDI 51: Rencana Balik Ran
52 DDI 52: Joni Aman Banget
53 DDI 53: Berangkat Ke Jakarta
54 DDI 54: Mari Selesaikan
55 DDI 55: Ultimatum Ran
56 DDI 56: Selamat Datang Bapak Ibu
57 DDI 57: Biar Jadi Kejutan
58 DDI 58: Duda Masih Perjaka
59 DDI 59: Yang Sederhana Saja
60 DDI 60: Semoga Bahagia
61 DDI 61: Bukannya Udah Pernah, Jangan Grogi
62 DDI 62: Siap Bertugas Malam Ini
63 DDI 63: Lanjut Aja, Nanggung
64 DDI 64: Mancing
65 DDI 65: Ada Yang Mau Main-Main
66 DDI 66: Sedikit Ricuh
67 DDI 67: Keminderan Raga
68 DDI 68: Mencari Bukti
69 DDI 69: Menggoda Suami Yang Sedang Insecure
70 DDI 70: Grebek
71 DDI 71: Nikmatilah Waktu Mu
72 DDI 72: Pak Guru Suamiku
Episodes

Updated 72 Episodes

1
DDI 01: Hanya Ingin Cerai
2
DDI 02: Kamu Orang Baik, Ga
3
DDI 03: Merasa Ada Yang Aneh
4
DDI 04: Berkamuflase Itu Melelahkan
5
DDI 05: Oh Gitu Ceritanya
6
DDI 06: Apa Ada Jodoh yang Tertunda?
7
DDI 07: Bukan Sambel, Tapi Kamu :D
8
DDI 08: Cantik
9
DDI 09: Kegilaan
10
DDI 10: Gebrakan Raga, apa itu?
11
DDI 11: Jangan Berlagak Paling Menderita
12
DDI 12: Selesai
13
DDI 13: Semangat Ketemuan
14
DDI 14: Selamat Sudah Jadi Duda
15
DDI 15: Curhat Bareng Abi
16
DDI 16: Menjemput Gadis Cantik
17
DDI 17: Puncak Bogor
18
DDI 18: Pesona DuRen MaTeng
19
DDI 19: Ada Yang Panas
20
DDI 20: Panggil Mas Juga Boleh
21
DDI 21: Kira-kira Siapa ya?
22
DDI 22: Tamu Menyebalkan
23
DDI 23: Ternyata
24
DDI 24: Perasaan Apa Ini?
25
DDI 25: Maafin Aku, Ga
26
DDI 26: Benzy Danurwendra
27
DDI 27: Aku Nggak Mau
28
DDI 28: Semuanya Terkejut :D
29
DDI 29: Gue Ditembak?
30
DDI 30: Dua Lawan Enam
31
DDI 31: Sedikit Denial Tapi Akhirnya Panik
32
DDI 32: Dilarikan Ke Rumah Sakit
33
DDI 33: Nengokin Korban
34
DDI 34: Kabar Buruk
35
DDI 35: Ini Bisa Membuktikan Lho
36
DDI 36: Perjuangin Ga!
37
DDI 37: Maaf, Seharunya Kamu Tidak Terlibat
38
DDI 38: Mungkin Raga Nggak Impoten
39
DDI 39: Awas Bangun!
40
DDI 40: Run Raga ... Run!!!
41
DDI 41: Tertangkap
42
DDI 42: Kapan Bawa Orangtua?
43
DDI 43: Minta Doanya Ya
44
DDI 44: Saya Tidak Akan Menyesal
45
DDI 45: Siapa Dia
46
DDI 46: Saingan Ran Kah?
47
DDI 47: Anakmu Pulang
48
DDI 48: Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya
49
DDI 49: Kegalauan
50
DDI 50: Sebuah Keputusan
51
DDI 51: Rencana Balik Ran
52
DDI 52: Joni Aman Banget
53
DDI 53: Berangkat Ke Jakarta
54
DDI 54: Mari Selesaikan
55
DDI 55: Ultimatum Ran
56
DDI 56: Selamat Datang Bapak Ibu
57
DDI 57: Biar Jadi Kejutan
58
DDI 58: Duda Masih Perjaka
59
DDI 59: Yang Sederhana Saja
60
DDI 60: Semoga Bahagia
61
DDI 61: Bukannya Udah Pernah, Jangan Grogi
62
DDI 62: Siap Bertugas Malam Ini
63
DDI 63: Lanjut Aja, Nanggung
64
DDI 64: Mancing
65
DDI 65: Ada Yang Mau Main-Main
66
DDI 66: Sedikit Ricuh
67
DDI 67: Keminderan Raga
68
DDI 68: Mencari Bukti
69
DDI 69: Menggoda Suami Yang Sedang Insecure
70
DDI 70: Grebek
71
DDI 71: Nikmatilah Waktu Mu
72
DDI 72: Pak Guru Suamiku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!