" Arghhh sial sial sial. Ragaaaa, bisa bisanya Lo nggak mau datang hah. Kampret bener sih tuh laki. Dan tumpul, pengecut pula. Aaaghhh, brengsek!"
Rena mengamuk di kamarnya, ia merasa amat sangat kesal dengan ketidakhadiran Raga. Padahal itu adalah kesempatan besar untuk mendapatkan apa yang dia mau. Meskipun dia sudah mengatakannya kepada Ran, tapi tetap rasanya tidak puas dengan itu. Dia tetap ingin langsung berbicara kepada Raga, karena bisa leluasa dan pastinya tepat sasaran.
" Aku jadi semakin ragu dia mau ngasih aku 500 juta. Apa aku harus membuka di Instagram biar dia kapok. Biar dia malu sekalian. Tapi sidang belum dimulai, nanti malah bisa jadi serangan balik. Kecuali ... ."
Sebuah seringai terbit dari bibir Rena. Ia menemukan sebuah ide. Ide yang sangat brilian agar tujuannya tercapai. Merasa bahwa peluang untuk mendapatkan 500 juta dari raga agaknya kecil, Rena menempuh cara lain. Cara agar namanya bersih, tidak sebagai janda ayang buruk karena baru 6 bulan menikah tapi sudah bercerai.
Rena mengambil ponselnya, bagaimanapun dia tidak boleh memiliki predikat janda dengan banyak asumsi buruk dari teman-temannya. Yang ingin dia tekankan adalah perceraian ini terjadi karena dia ditipu. Itu akan membangun simpati publik dan seandainya pun dia meminta ganti rugi maka itu adalah hal yang wajar.
" Halo Dys, gue boleh minta tolong nggak sama Lo?"
" Oh hallo Ren. Tolong apa ya, kalau gue bisa gue bakal tolongin."
" Jadi gini, gue ... ."
Pembicaraan Rena di telepon berlangsung lumayan lama. Meskipun ia memberikan gambaran singkat, tapi tetaplah membutuhkan waktu lebih dari 15 menit untuk membicarakannya.
Orang yang dihubungi Rena adalah Gladys, dia adalah teman Rena semasa kuliah dulu. Gladys ini seorang ibu yang memiliki satu orang anak, tapi dia merupakan influencer dan juga konten kreator yang setiap unggahannya banyak sekali disaksikan oleh netizen. Selain itu dia biasanya juga suka mengadakan bincang-bincang dengan teman untuk membahas sesuatu. Dan Rena, ia ingin Gladys melakukan sesuatu sesuai rencananya.
" Jadi Dys, apa kira-kira gue bisa dimasukin ke acara bincang-bincang Lo."
" Bisa. Bisa banget, entar gue bikin flyer nya ya. Ehmm karena Minggu depan gue udah ada temen yang bakal ngisi acara bincang-bincang, jadi hanya Minggu ini doang yang kosong. Karena jadwal acara bincang-bincang gue tuh cuma seminggu sekali. Gimana Lo bisa nggak Minggu ini?"
Mata Rena berbinar, ia tidak menyangka bahwa dirinya akan mendapatkan kemudahan dalam menjalankan rencana ini. Tentu saja ia langsung mengiyakan tawaran dari sang teman. Ini merupakan kesempatan emas buat dia dalam melakukan tujuannya.
Haaaahhhh
Sebuah helaan nafas panjang dilakukan oleh wanita itu. Tampaknya ia benar-benar sangat lega karena menemukan sebuah jalan keluar. Namun tiba-tiba ia terbayang oleh sosok raga. Siapa yang tidak terpikat oleh pria tersebut, wajah tampan, tubuh tinggi dan pastinya otot-otot tubuh yang bagus dan terbentuk membuat para wanita pasti akan menyukainya.
Tidak terkecuali Rena, saat masih tinggal serumah, ia selalu melihat Raga ketika tengah berolah raga. Keringat yang membasahi tubuh Raga terlihat begitu seksi dan menggoda bagi Rena.
" Ughhh, sial. Cuma inget-inget pas dia lagi begitu aja udah buat gue berhasrat gini. Huh emang brengsek tuh Raga. Ganteng-ganteng tumpul. Padahal pas nikah gue udah bayangan gimana hot nya dia kalau main di ranjang. Aaah, brengsek gue yakin bener barangnya dia bagus dan ukurannya juga manteb. Bisa gue pastiin lebih oke dari pada punya Jerez. Uugh, gue jadi pengen bangsaat."
Jeng jeng jeng
Ternyata seperti inilah Rena. Agaknya dia memiliki keinginan dalam berhubungan seksuall yang lebih besar. Terbukti hanya dengan membayangkan tubuh Raga saja hasratnya muncul. Maka dari itu dia tidak bisa menerima Raga yang menurutnya jelas impoten.
Rena beranggapan itu karena ia yakin ketika dirinya mencoba untuk memegang milik Raga dengan tampilan seksi dan menggoda, tapi milik pria itu hanya diam. Tidak ada reaksi apapun, jangan menegang hanya sekedar mengeras saja tidak.
" Ughh Raga ... Hah hah hah, gue beneran pengen Lo. Tapi, kenapa sih Lo harus tumpul. Padahal bayangan betapa nikmatnya saat bersamamu udah aku harapkan dari pertama kali kenal."
Rena berakhir di kamar mandi, menuntaskan dirinya sendiri. Karena tidak mungkin dia menghubungi Jerez saat kedua orang tuanya di rumah.
Ya, hubungannya dengan Jerez tidak lah diketahui oleh kedua orang tuanya. Jerez yang hanya seorang pemilik toko menurut ayah Rena tidak lah pas untuk dijadikan suami. Padahal Rena dan Jerez sudah berpacaran dari lama. Dan Rena juga memberikan miliknya yang berharga pada Jerez sejak mereka pacaran. Hubungan ranjang Rena dan Jerez bukanlah hanya sekali dua kali saja tapi sudah sering dan tentunya berkali-kali semenjak mereka saling mengenal dibangku kuliah.
" Haah Baiklah, rasanya tetep harus nemuin Jerez. Nggak bisa kalau nggak ketemu."
Rena melepaskan bajunya dan menggantinya dengan yang bersih. Ia lalu meraih tas tangannya dan mengambil kunci mobil yang ada di meja rias. Padahal malam sudah menjelang tapi dia tetap ingin bertemu dengan kekasih gelapnya itu. Atau kekasih yang sebenarnya. Entah sebutan apa yang tepat untuk Jerez.
Tapi yang jelas, hubungan mereka memang bukanlah hubungan pertemanan biasa. Mana ada hubungan pertemanan yang saling memberikan kehangatan tubuh yang dilakuan secara berulang. Bahkan sebelum pernikahan pun mereka masih bisa melakukannya.
" Mau kemana Ren?" tanya sang ibu yang sedang ada di dapur menyiapkan makan malamnya.
" Iya, mau kemana. Kamu nggak mau cerita tadi gimana pas sidang mediasi," imbuh sang ayah. Pada akhirnya Rena yang sudah sampai di depan pintu mau tidak mau harus memutar tubuhnya dan berjalan kembali ke dalam rumah. Ia menarik kursi lalu duduk bersama ayah dan ibunya.
" Nggak sesuai harapan. Raga nggak mau datang dan nggak mau lagi ada mediasi. Dia langsung mau sidang putusan cerai aja. Padahal aku niatnya mau minta ganti rugi 500 juta sama dia."
" Apa?"
Dua orang tua itu langsung memfokuskan mata mereka kepada sang putri. Mereka tidak tahu rencana Rena yang itu. " Terus kira-kira bakalan bisa dapet nggak?" Rupanya ibunya Rena terlihat antusias.
" Nggak tahu, maka dari itu ini kau keluar buat nyari cara gimana bisa dapetin apa. yang Rena mau."
Bohong, bukan itu tujuan Rena keluar. Tujuan wanita itu keluar adalah untuk bertemu dengan Jerez. Ia ingin menuntaskan hasratnya yang tertunda.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Nah kan ku bilang juga apa,Udah jadi barang BEKAS makanya milik Raga gak mau bangun,
2024-12-15
0
Nanik Kusno
Haaahhhhh.....bener2 ya perempuan satu ini ....bener2 gatelan... menjijikkan....
2024-12-07
0
Bzaa
rena, dodol banget
2025-01-03
0