DDI 14: Selamat Sudah Jadi Duda

Ran merasa Raga menghindari pembicaraan perihal Rena. Jadi dia pun juga menghentikan membahas tenang mantan istri dari Raga tersebut. Lagi pula urusan perceraian ini sudah selesai jadi dia pun juga sudah tidak ada ha lagi untuk bertanya-tanya atau ikut campur mengenai urusan Raga dan Rena.

Di luar persidangan dan juga kasus perceraian, Ran tidak perlu tahu tentang apa yang terjadi dengan mantan suami dan istri itu. Walaupun ia masih merasa penasaran tentang Rena yang tidak gigih memperjuangkan ganti rugi yang ia cetuskan.

" Nah Pak, urusan kita sudah selesai sampai di sini. Ah iya lupa, ini sambel ter yang Ran janjikan waktu itu. Buatan Ummi, pedesnya dijamin nampol. Lalu sekali lagi Ran ucapin, selamat sudah menjadi duda dan selamat menempuh hidup baru dengan status baru. Kalau mau married jangan lupa kabari Ran, oke."

" Hahaha, panjang amat Ran ucapannya. Tapi makasih ya buat sambelnya. Next time aku bakal mampir ke rumah buat langsung ngucapin makasih ke Ummi."

" Ya?"

Ran terkejut dengan keinginan Raga untuk mendatangi rumahnya. Tapi sesaat kemudian ia hanya menganggukkan kepala. Tentu saja tidak jadi masalah jika Raga mau bersilaturahmi ke rumah, bagaimanapun mereka sudah mengenal sebagai guru dan murid sepuluh tahun yang lalu, dan belum lama berubah hubungan menjadi pengacara dan klien.

" Datang aja pak, Kemal dan Kamil nanti juga bakal jadi murid Pa raga kalau mereka masuk jurusan IPS hehehe."

Raga mengerutkan alisnya mendengan nama Kemal dan Kamil. Dia belum pernah mendengar nama itu sebelumnya. Dan Ran paham akan wajah penuh tanya dari Raga. Ran lalu mengatakan bahwa Kemal dan Kamil adalah adik kembarnya yang lahir dengan jarak umur 17 tahun.

" Wuihh jadi mereka lahir pas kamu SMA dulu ya?"

" Yups, betul sekali. Sekarang mereka usianya 10 tahun, kelas 4 sekarang pak di DIS juga."

Raga mengangguk-anggukan kepalanya tanda ia mengerti. Ia tidak tahu kalau Ran masih ada adik lagi. Ia pikir Ran dan kaivan sudah tidak memiliki adik dan hanya berdua saja.

Pembicaraan mereka berlangsung lumayan lama. Hanya bicara basa-basi tapi entah mengapa bagi Raga itu adalah hal yang menyenangkan. Tanpa terasa waktu berputar dengan cepat, sudah satu jam lebih Raga dan Ran saling berbicara.

" Udah ashar Ran, mau langsung pulang apa balik ke kantor kamu nya?"

" Pulang aja Pak, bentar mau pesen ojol."

" Aku anterin aja."

Dan mereka berakhir duduk semobil berdua. Hari ini Ran tidak membawa mobil karena mobilnya sedang jatah servis masuk ke bengkel. Maka dari itu tadi dia ke Soul Restoran pun menggunakan ojek online. Suasana canggung memenuhi ruangan mobil yang tidak luas itu. Padahal beberapa kali mereka bicara berdua tapi entah mengapa saat ini terasa berbeda.

Mungkin karena mereka duduk bersampingan dan juga deka sehingga membuat keduanya hanya saling diam tanpa mengeluarkan suara barang sekecil pun. Raga fokus melihat ke depan dan Ran untuk mengurangi rasa canggungnya ia melhat ponselnya. Iseng-iseng membuka media sosial dan menyasar ke akun milik Rena. Tidak ada unggahan baru di sana. Akun Rena benar-benar sepi tidak sepeti sebelumnya.

Tapi Ran masih betah scrolling akun milik Rena itu hingga jauh ke bawah dan dia menemukan sesuatu yang membuat dirinya bertanya-tanya. " Pak, ini pacar mantan pa Raga?" tanya Ran sambil menunjuk sebuah foto yang memperlihatkan Rena tengah mencium seorang pria.

" Mungkin kali Ran, aku nggak tahu juga," jawab Raga acuh.

Ran lalu berhenti bertanya tapi dia tetap melihat unggahan-unggahan Rena dengan seroang pria yang ternyata tidak hanya satu. Dan anehnya ketika melihat tanggal dan bulan Rena mengunggah itu sekitar 2 bulan sebelum wanita itu dan Raga menikah. Satu hal yang Ran simpulkan bahwa wanita itu adalah wanita yang tidak benar.

" Maaf pak kalau Ran kesannya kepo, tapi apakah dulu pas kenalan sama Rena dan memutuskan menikah, Bapak sudah tahu betul siapa dia. Mengapa ran ngerasa kalau Rena ini agak nggak bener."

Ckiiit

Raga menepikan mobilnya. Ia berhenti sejenak di samping jalan lalu memandang wajah Ran. Tatapan mata Rega yang beradu dengan Ran seolah mengatakan segala hal resah yang ada di dalam hatinya.

" Maaf Pak, bukan maksud Ran un~"

" Nggak masalah Ran, nggak perlu minta maaf karena memang semuanya seperti itu. Aku yang bodoh, dan jika semua orang ngatain aku bodoh pun aku baal terima karena memang seperti itu kenyataannya. Aku terlalu mudah percaya dengan orang, dan tanpa sadar dia membohongi ku seperti itu. Aku pikir dia wanita yang beneran tulus karena memang bersikap baik."

Cerita Raga mengalir dengan sendirinya. Ia menceritakan bagaimana dia mengenal Rena dan akhirnya memutuskan untuk menikah. ternyata foto-foto Rena yang bersama pria lain yang ternyata adalah Jerez itu disembunyikan sehingga tidak bisa dilihat oleh orang lain.

Rena yang datang berkenalan dengan Raga waktu itu memang terlihat seperti wanita yang manis dan polos. Tutur katanya juga lembut dan sangat meyakinkan untuk dijadikan istri. Tapi siapa sangka bahwa ternyata wanita itu hanya mengenakan topeng untuk memalsukan dirinya yang sebenarnya.

Semua sikap asli Rena terbuka setelah menikah. Cara bicara yang kasar dan banyak sekali menuntut. Sebenarnya raga tidak masalah dengan itu karena bisa diperbaiki secara perlahan, hanya saja memang yang satu itu tidak bisa dipaksakan. Junior Raga sungguh menolak Rena meskipun Rena bahkan sudah telanjangg bulat dihadapannya.

" Jadi, yang Bapak impoten tuh bener apa ngga?" tanya Ran penasaran. Pasalnya dia punya keyakinan bahwa Raga tidak mengalami kean seperti itu.

" Kamu beneran penasaran ya, gimana kalau kamu buktiin sendiri," gurau Raga. Ia mengedipkan sebelah matanya kepada Ran.

Plak!

Reflek tangan Ran melayang menepuk lengan kiri raga membuat Raga mengaduh kesakitan. Pria itu tidak pernah menyangka bahwa tangan Ran yang mengeplaknya itu terasa begitu panas dan tentunya sakit.

" Buset deh Ran, sakit juga ternyata. Keplakan mu keras amat," ucap Raga sambil mengusap lengannya yang terasa pana.

" Hahaha, pak gini-gini Ran tuh murid Ummi dan Abi. Ummi pemegang sabuk hitam dan juga tingkat karate tinggi aah apa ya namanya lupa. Dan Abi euhmmm ... "

Ran tidak melanjutkan ucapannya. Ia tidak mungkin mengatakan bahwa Abi nya ahli dalam menggunakan senjata api bahkan saat usianya masih 13 tahun dulu. (Yang udah baca soal Mr. Sun pasti paham hehehe).

" Tuan Kai Abinawa, semua tahu tentang beliau. Aku aja ngefans Ran sama beliau."

" Oh ya?"

Raga kembali menyalakan mobilnya dan melanjutkan perjalanan. Suasana yang awalnya canggung kini sudah mencair karena pembicaraan mereka tentang Abi nya Ran, siapa lagi kalau bukan Kai Bhumi Abinawa. Pendiri ADIS yang terkenal seantero negri.

TBC

Terpopuler

Comments

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Hmmmmm.... jadi ingat dengan masa lalu....Rama...Sita...dan anak22 juga temen2nya....

2024-12-07

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒋𝒅 𝒓𝒊𝒏𝒅𝒖 𝒎𝒐𝒎 𝑺𝒊𝒕𝒂 𝒅𝒂𝒏 𝒂𝒃𝒂𝒏𝒈 𝑲𝒂𝒊 😘😘💕💕

2024-10-17

0

SR.Yuni

SR.Yuni

Thor dapat ide darimana sih nama2 tokohmu ini keren2 dari dulu...

2024-08-25

1

lihat semua
Episodes
1 DDI 01: Hanya Ingin Cerai
2 DDI 02: Kamu Orang Baik, Ga
3 DDI 03: Merasa Ada Yang Aneh
4 DDI 04: Berkamuflase Itu Melelahkan
5 DDI 05: Oh Gitu Ceritanya
6 DDI 06: Apa Ada Jodoh yang Tertunda?
7 DDI 07: Bukan Sambel, Tapi Kamu :D
8 DDI 08: Cantik
9 DDI 09: Kegilaan
10 DDI 10: Gebrakan Raga, apa itu?
11 DDI 11: Jangan Berlagak Paling Menderita
12 DDI 12: Selesai
13 DDI 13: Semangat Ketemuan
14 DDI 14: Selamat Sudah Jadi Duda
15 DDI 15: Curhat Bareng Abi
16 DDI 16: Menjemput Gadis Cantik
17 DDI 17: Puncak Bogor
18 DDI 18: Pesona DuRen MaTeng
19 DDI 19: Ada Yang Panas
20 DDI 20: Panggil Mas Juga Boleh
21 DDI 21: Kira-kira Siapa ya?
22 DDI 22: Tamu Menyebalkan
23 DDI 23: Ternyata
24 DDI 24: Perasaan Apa Ini?
25 DDI 25: Maafin Aku, Ga
26 DDI 26: Benzy Danurwendra
27 DDI 27: Aku Nggak Mau
28 DDI 28: Semuanya Terkejut :D
29 DDI 29: Gue Ditembak?
30 DDI 30: Dua Lawan Enam
31 DDI 31: Sedikit Denial Tapi Akhirnya Panik
32 DDI 32: Dilarikan Ke Rumah Sakit
33 DDI 33: Nengokin Korban
34 DDI 34: Kabar Buruk
35 DDI 35: Ini Bisa Membuktikan Lho
36 DDI 36: Perjuangin Ga!
37 DDI 37: Maaf, Seharunya Kamu Tidak Terlibat
38 DDI 38: Mungkin Raga Nggak Impoten
39 DDI 39: Awas Bangun!
40 DDI 40: Run Raga ... Run!!!
41 DDI 41: Tertangkap
42 DDI 42: Kapan Bawa Orangtua?
43 DDI 43: Minta Doanya Ya
44 DDI 44: Saya Tidak Akan Menyesal
45 DDI 45: Siapa Dia
46 DDI 46: Saingan Ran Kah?
47 DDI 47: Anakmu Pulang
48 DDI 48: Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya
49 DDI 49: Kegalauan
50 DDI 50: Sebuah Keputusan
51 DDI 51: Rencana Balik Ran
52 DDI 52: Joni Aman Banget
53 DDI 53: Berangkat Ke Jakarta
54 DDI 54: Mari Selesaikan
55 DDI 55: Ultimatum Ran
56 DDI 56: Selamat Datang Bapak Ibu
57 DDI 57: Biar Jadi Kejutan
58 DDI 58: Duda Masih Perjaka
59 DDI 59: Yang Sederhana Saja
60 DDI 60: Semoga Bahagia
61 DDI 61: Bukannya Udah Pernah, Jangan Grogi
62 DDI 62: Siap Bertugas Malam Ini
63 DDI 63: Lanjut Aja, Nanggung
64 DDI 64: Mancing
65 DDI 65: Ada Yang Mau Main-Main
66 DDI 66: Sedikit Ricuh
67 DDI 67: Keminderan Raga
68 DDI 68: Mencari Bukti
69 DDI 69: Menggoda Suami Yang Sedang Insecure
70 DDI 70: Grebek
71 DDI 71: Nikmatilah Waktu Mu
72 DDI 72: Pak Guru Suamiku
Episodes

Updated 72 Episodes

1
DDI 01: Hanya Ingin Cerai
2
DDI 02: Kamu Orang Baik, Ga
3
DDI 03: Merasa Ada Yang Aneh
4
DDI 04: Berkamuflase Itu Melelahkan
5
DDI 05: Oh Gitu Ceritanya
6
DDI 06: Apa Ada Jodoh yang Tertunda?
7
DDI 07: Bukan Sambel, Tapi Kamu :D
8
DDI 08: Cantik
9
DDI 09: Kegilaan
10
DDI 10: Gebrakan Raga, apa itu?
11
DDI 11: Jangan Berlagak Paling Menderita
12
DDI 12: Selesai
13
DDI 13: Semangat Ketemuan
14
DDI 14: Selamat Sudah Jadi Duda
15
DDI 15: Curhat Bareng Abi
16
DDI 16: Menjemput Gadis Cantik
17
DDI 17: Puncak Bogor
18
DDI 18: Pesona DuRen MaTeng
19
DDI 19: Ada Yang Panas
20
DDI 20: Panggil Mas Juga Boleh
21
DDI 21: Kira-kira Siapa ya?
22
DDI 22: Tamu Menyebalkan
23
DDI 23: Ternyata
24
DDI 24: Perasaan Apa Ini?
25
DDI 25: Maafin Aku, Ga
26
DDI 26: Benzy Danurwendra
27
DDI 27: Aku Nggak Mau
28
DDI 28: Semuanya Terkejut :D
29
DDI 29: Gue Ditembak?
30
DDI 30: Dua Lawan Enam
31
DDI 31: Sedikit Denial Tapi Akhirnya Panik
32
DDI 32: Dilarikan Ke Rumah Sakit
33
DDI 33: Nengokin Korban
34
DDI 34: Kabar Buruk
35
DDI 35: Ini Bisa Membuktikan Lho
36
DDI 36: Perjuangin Ga!
37
DDI 37: Maaf, Seharunya Kamu Tidak Terlibat
38
DDI 38: Mungkin Raga Nggak Impoten
39
DDI 39: Awas Bangun!
40
DDI 40: Run Raga ... Run!!!
41
DDI 41: Tertangkap
42
DDI 42: Kapan Bawa Orangtua?
43
DDI 43: Minta Doanya Ya
44
DDI 44: Saya Tidak Akan Menyesal
45
DDI 45: Siapa Dia
46
DDI 46: Saingan Ran Kah?
47
DDI 47: Anakmu Pulang
48
DDI 48: Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya
49
DDI 49: Kegalauan
50
DDI 50: Sebuah Keputusan
51
DDI 51: Rencana Balik Ran
52
DDI 52: Joni Aman Banget
53
DDI 53: Berangkat Ke Jakarta
54
DDI 54: Mari Selesaikan
55
DDI 55: Ultimatum Ran
56
DDI 56: Selamat Datang Bapak Ibu
57
DDI 57: Biar Jadi Kejutan
58
DDI 58: Duda Masih Perjaka
59
DDI 59: Yang Sederhana Saja
60
DDI 60: Semoga Bahagia
61
DDI 61: Bukannya Udah Pernah, Jangan Grogi
62
DDI 62: Siap Bertugas Malam Ini
63
DDI 63: Lanjut Aja, Nanggung
64
DDI 64: Mancing
65
DDI 65: Ada Yang Mau Main-Main
66
DDI 66: Sedikit Ricuh
67
DDI 67: Keminderan Raga
68
DDI 68: Mencari Bukti
69
DDI 69: Menggoda Suami Yang Sedang Insecure
70
DDI 70: Grebek
71
DDI 71: Nikmatilah Waktu Mu
72
DDI 72: Pak Guru Suamiku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!