DDI 11: Jangan Berlagak Paling Menderita

Rasa puas tergambar jelas dari wajah Rena. Setelah mengucapkan terimakasih atas apa yang Gladys lakukan, Rena pun berpamitan pulang. Rasanya dia sudah melangkah sejalan lebih jauh untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Apalagi kalau bukan uang ganti rugi yang begitu ia harapkan.

Senyum mengembang di bibir Rena selama ia melakukan perjalan kembali ke rumah. Sebenarnya ia ingin sekali menemui Jerez, tapi ia mengurungkan niat itu. Lagi pula semalam dia sudah bertemu dengan pria itu dan menghabiskan waktu bersama. Jadi hari ini tidak akan menemui partner ranjangnya itu. Ya hanya itu yang tepat untuk menggambarkan hubungan diantara Jerez dan Rena, mau dibilang kekasih tapi mereka tidak ada hubungan kekasih karena bagaimanapun Rena masih berstatus sebagai istri Rega. Malah bisa dikatakan itu hubungan perselingkuhan.

Namun sekarang senyum Rena hilang sempurna saat ia melihat mobil Raga berada di depan jalanan depan rumahnya. Bukan hanya itu , sekarang Raga pun keluar dari mobilnya seakan-akan memang sudah menunggu dirinya.

Rena pun menghentikan mobilnya, sudah lama semenjak ia kembali ke rumahnya. Satu hal yang Rena lihat saat ini saat bertatapan dengan Raga bahwa pria itu terlihat semakin menawan. Sungguh amat sangat sayang disayangkan sebenarnya karena dia harus bercerai dari pria sepeti itu. Mau dilihat dari sudut manapun Raga adalah pria yang begitu sempurna. Namun tentu Rena tidak bisa melihat dari wajah saja, pria itu tidak memiliki kemampuan untuk melakukan hubungan sekssual dan tentunya Rena tidak mau.

" Long time no see Ga, apa yang buat kamu kemari. Sedangkan saat mediasi kemarin aja kamu nggak dateng. Ah iya, udah denger kan dari pengacaramu soal ganti rugi yang aku mau?"

Raga tersenyum simpul dan sinis, ia kemudian berjalan ke arah Rena dan mendekatkan bibirnya tepat di telinga wanita yang pernah jadi istrinya itu.

Deg!

Seketika dada Rena bergemuruh. Pesona ketampanan Raga membuatnya sedikit salah tingkah. Rasanya ia ingin meraup bibir pria itu, tapi tentu saja Rena masih punya pikiran jernih untuk tidak melakukannya.

" A-aa yang mau kamu lakukan!"

" Jangan harap kamu bisa dapatin uang itu. Bahkan sepeserpun aku nggak akan memberikannya padamu."

Sraaak

Rena memundurkan tubuhnya. Matanya menatap dengan tajam ke arah Raga. Ia jelas marah dan kesal dengan apa yang baru saja Raga katakan. " Heh, Lo itu udah bohongin gue. Barang Lo nggak bisa dipakai. Wajar dong gue mita ganti rugi."

" Hahaha, jangan berlagak paling menderita. Padahal awalnya aku mau kita pisah dengan baik-baik saja. Tapi kayaknya kamu nggak suka. Kamu sukanya keributan, asal kamu tahu bahwa kamulah yang lebih dulu melakukan kebohongan."

Rena mengerutkan alisnya mendengar ucapan Rega. Dia tentu tidak mengerti apa artinya hingga Raga mengeluarkan foto dan rekaman suara yang amat sangat jelas bagi Rena.

" K-kamu! kok bisa~"

" Ini belum semuanya bukan? pilihlah, mau adem ayem pisah atau perlu aku ngeluarin ini ke publik biar orang tahu kalau bukan akau yang salah tapi kamu."

Tap tap tap

Brak!

Brummmm

Raga langsung pergi meninggalkan Rena yang masih berdiri terpaku ditempatnya. Beberapa saat kemudian ponselnya berbunyi. Ternyata itu adalah pesan dar Raga. Rena semakin kaget saat melihat banyaknya foto dirinya yang tengah melakukan hubungan badan dengan Jerez.

" Kok bisa dia dapet foto-foto gue sama Jerez? Arghhh, ini jelas nggak bisa ke-Up. Kalau ke-Up bisa mampus gue."

Rena mengacak rambutnya kasar, ia sungguh tidak tahu bahwa Raga memiliki kartu As untuk mengembalikan keadaan. Ini bukanlah sekedar ancaman, tapi sudah merupakan sebuah transaksi. Ia harus cepat-cepat melakukan siaran langsung lagi untuk memperbaiki keadaan. Urusannya benar-benar akan panjang dan juga semakin kacau serta berantakan jika Raga sungguh menyebarkan aibnya itu. Bukan hanya teman-teman online nya yang akan mengecam, tapi dia bisa diusir oleh kedua orangtuanya jika tahu perbuatannya itu.

Rena kembali masuk ke mobil dan menuju ke rumah. Ia memarkirkan mobilnya secara sembarang dan bergegas masuk ke dalam kamar.

"Aku harus cepet," ucap Rena sambil memasang ponselnya pada sebuah tripod. Ia juga mengatur tempat duduk dan memastikan angel yang pas agar wajahnya tersorot sempurna. Setelah di rasa pas, ia lalu membuka akun Instagram miliknya dan melakukan siaran langsung. Tidak lupa dia juga menyebut nama temannya yani Gladys, agar orang-orang yang mengikuti akun Gladys juga melihat apa yang saat ini akan ia bicarakan.

" Halo aku Rena, kali ini ada yang mau aku sampaikan. Pertama-tama terimakasih atas semua atensi kalian untuk masalahku. Tapi seharusnya aku nggak boleh kaya gini. Aku udah salah banget dengan menyebar apa yang seharusnya tidak ku sebar. Gimanapun saat ini dia masih berstatus suamiku. Pria itu adalah pria yang baik, dan alasan kami bercerai itu karena memang kami tidak lagi satu visi dan misi. Aku juga minta maaf sebesar-besarnya kepada suamiku dan keluarganya karena sudah berbicara secara sembarangan. Aku harap teman-teman berhenti untuk mengatakan hal buruk kepada pihak sana. Sekian dan terimakasih."

Haaah

Rena mematikan siaran langsungnya. Sungguh hari ini ia seperti naik rollercoaster. Naik secara lambat tapi terjun dengan begitu cepat. Padahal ia pikir dirinya naik balon udara yang aan bertahan di atas sana meskipun ada angin yang menghantam. Tapi ternyata dia salah, ini tak lebih hanya sekedar ilusi semata.

Rasa kesal sungguh masih ada dalam dadanya, tapi Rena tidak bisa berkata apa-apa sekarang. Dan ia yakin bahwa apa yang menjadi keinginannya tidak akan pernah terwujud.

Di sisi lain, Raga tersenyum puas setelah melihat klarifikasi Rena. Ternyata pilihannya untuk menyewa seorang detektif untuk membuntuti Rena adalah hal yang tepat. Bukan hanya itu, waktu itu saat ia memergoki Rena yang tengah bercumbu dengan pria lain dan memfoto serta merekamnya merupakan hal yang sangat membantu untuk kondisi saat ini. Meskipun Raga tidak pernah menyangka bahwa ia akan menggunakan kartu terakhirnya ini untuk memperlancar perceraiannya dengan Rena.

" Akhirnya semua akan seperti yang seharunya terjadi. Bercerai memang adalah pilihan yang sangat amat tepat. Aku sungguh bersyukur bisa lepas dari wanita seperti itu. Sekarang, tinggal ngehubungi bapak sama ibu. Mereka pasti syok, tapi bagaimanapun harus dikasih tahu bahwa pernikahan anaknya nggak bisa bertahan."

TBC

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

puas hatiku

2025-01-03

0

ning sora

ning sora

arep ngoceh opo meneh?

2024-11-25

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒚𝒂 𝒔𝒂𝒍𝒂𝒉 𝑹𝒂𝒈𝒂 𝒋𝒈 𝒏𝒈𝒂𝒑𝒂𝒊𝒏 𝒎𝒔𝒉 𝒏𝒊𝒌𝒂𝒉𝒊𝒏 𝑹𝒆𝒏𝒂 𝒑𝒅𝒉𝒍 𝒅𝒂𝒉 𝒕𝒉 𝒌𝒆𝒃𝒖𝒔𝒖𝒌𝒂𝒏𝒏𝒚𝒂

2024-10-17

0

lihat semua
Episodes
1 DDI 01: Hanya Ingin Cerai
2 DDI 02: Kamu Orang Baik, Ga
3 DDI 03: Merasa Ada Yang Aneh
4 DDI 04: Berkamuflase Itu Melelahkan
5 DDI 05: Oh Gitu Ceritanya
6 DDI 06: Apa Ada Jodoh yang Tertunda?
7 DDI 07: Bukan Sambel, Tapi Kamu :D
8 DDI 08: Cantik
9 DDI 09: Kegilaan
10 DDI 10: Gebrakan Raga, apa itu?
11 DDI 11: Jangan Berlagak Paling Menderita
12 DDI 12: Selesai
13 DDI 13: Semangat Ketemuan
14 DDI 14: Selamat Sudah Jadi Duda
15 DDI 15: Curhat Bareng Abi
16 DDI 16: Menjemput Gadis Cantik
17 DDI 17: Puncak Bogor
18 DDI 18: Pesona DuRen MaTeng
19 DDI 19: Ada Yang Panas
20 DDI 20: Panggil Mas Juga Boleh
21 DDI 21: Kira-kira Siapa ya?
22 DDI 22: Tamu Menyebalkan
23 DDI 23: Ternyata
24 DDI 24: Perasaan Apa Ini?
25 DDI 25: Maafin Aku, Ga
26 DDI 26: Benzy Danurwendra
27 DDI 27: Aku Nggak Mau
28 DDI 28: Semuanya Terkejut :D
29 DDI 29: Gue Ditembak?
30 DDI 30: Dua Lawan Enam
31 DDI 31: Sedikit Denial Tapi Akhirnya Panik
32 DDI 32: Dilarikan Ke Rumah Sakit
33 DDI 33: Nengokin Korban
34 DDI 34: Kabar Buruk
35 DDI 35: Ini Bisa Membuktikan Lho
36 DDI 36: Perjuangin Ga!
37 DDI 37: Maaf, Seharunya Kamu Tidak Terlibat
38 DDI 38: Mungkin Raga Nggak Impoten
39 DDI 39: Awas Bangun!
40 DDI 40: Run Raga ... Run!!!
41 DDI 41: Tertangkap
42 DDI 42: Kapan Bawa Orangtua?
43 DDI 43: Minta Doanya Ya
44 DDI 44: Saya Tidak Akan Menyesal
45 DDI 45: Siapa Dia
46 DDI 46: Saingan Ran Kah?
47 DDI 47: Anakmu Pulang
48 DDI 48: Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya
49 DDI 49: Kegalauan
50 DDI 50: Sebuah Keputusan
51 DDI 51: Rencana Balik Ran
52 DDI 52: Joni Aman Banget
53 DDI 53: Berangkat Ke Jakarta
54 DDI 54: Mari Selesaikan
55 DDI 55: Ultimatum Ran
56 DDI 56: Selamat Datang Bapak Ibu
57 DDI 57: Biar Jadi Kejutan
58 DDI 58: Duda Masih Perjaka
59 DDI 59: Yang Sederhana Saja
60 DDI 60: Semoga Bahagia
61 DDI 61: Bukannya Udah Pernah, Jangan Grogi
62 DDI 62: Siap Bertugas Malam Ini
63 DDI 63: Lanjut Aja, Nanggung
64 DDI 64: Mancing
65 DDI 65: Ada Yang Mau Main-Main
66 DDI 66: Sedikit Ricuh
67 DDI 67: Keminderan Raga
68 DDI 68: Mencari Bukti
69 DDI 69: Menggoda Suami Yang Sedang Insecure
70 DDI 70: Grebek
71 DDI 71: Nikmatilah Waktu Mu
72 DDI 72: Pak Guru Suamiku
Episodes

Updated 72 Episodes

1
DDI 01: Hanya Ingin Cerai
2
DDI 02: Kamu Orang Baik, Ga
3
DDI 03: Merasa Ada Yang Aneh
4
DDI 04: Berkamuflase Itu Melelahkan
5
DDI 05: Oh Gitu Ceritanya
6
DDI 06: Apa Ada Jodoh yang Tertunda?
7
DDI 07: Bukan Sambel, Tapi Kamu :D
8
DDI 08: Cantik
9
DDI 09: Kegilaan
10
DDI 10: Gebrakan Raga, apa itu?
11
DDI 11: Jangan Berlagak Paling Menderita
12
DDI 12: Selesai
13
DDI 13: Semangat Ketemuan
14
DDI 14: Selamat Sudah Jadi Duda
15
DDI 15: Curhat Bareng Abi
16
DDI 16: Menjemput Gadis Cantik
17
DDI 17: Puncak Bogor
18
DDI 18: Pesona DuRen MaTeng
19
DDI 19: Ada Yang Panas
20
DDI 20: Panggil Mas Juga Boleh
21
DDI 21: Kira-kira Siapa ya?
22
DDI 22: Tamu Menyebalkan
23
DDI 23: Ternyata
24
DDI 24: Perasaan Apa Ini?
25
DDI 25: Maafin Aku, Ga
26
DDI 26: Benzy Danurwendra
27
DDI 27: Aku Nggak Mau
28
DDI 28: Semuanya Terkejut :D
29
DDI 29: Gue Ditembak?
30
DDI 30: Dua Lawan Enam
31
DDI 31: Sedikit Denial Tapi Akhirnya Panik
32
DDI 32: Dilarikan Ke Rumah Sakit
33
DDI 33: Nengokin Korban
34
DDI 34: Kabar Buruk
35
DDI 35: Ini Bisa Membuktikan Lho
36
DDI 36: Perjuangin Ga!
37
DDI 37: Maaf, Seharunya Kamu Tidak Terlibat
38
DDI 38: Mungkin Raga Nggak Impoten
39
DDI 39: Awas Bangun!
40
DDI 40: Run Raga ... Run!!!
41
DDI 41: Tertangkap
42
DDI 42: Kapan Bawa Orangtua?
43
DDI 43: Minta Doanya Ya
44
DDI 44: Saya Tidak Akan Menyesal
45
DDI 45: Siapa Dia
46
DDI 46: Saingan Ran Kah?
47
DDI 47: Anakmu Pulang
48
DDI 48: Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya
49
DDI 49: Kegalauan
50
DDI 50: Sebuah Keputusan
51
DDI 51: Rencana Balik Ran
52
DDI 52: Joni Aman Banget
53
DDI 53: Berangkat Ke Jakarta
54
DDI 54: Mari Selesaikan
55
DDI 55: Ultimatum Ran
56
DDI 56: Selamat Datang Bapak Ibu
57
DDI 57: Biar Jadi Kejutan
58
DDI 58: Duda Masih Perjaka
59
DDI 59: Yang Sederhana Saja
60
DDI 60: Semoga Bahagia
61
DDI 61: Bukannya Udah Pernah, Jangan Grogi
62
DDI 62: Siap Bertugas Malam Ini
63
DDI 63: Lanjut Aja, Nanggung
64
DDI 64: Mancing
65
DDI 65: Ada Yang Mau Main-Main
66
DDI 66: Sedikit Ricuh
67
DDI 67: Keminderan Raga
68
DDI 68: Mencari Bukti
69
DDI 69: Menggoda Suami Yang Sedang Insecure
70
DDI 70: Grebek
71
DDI 71: Nikmatilah Waktu Mu
72
DDI 72: Pak Guru Suamiku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!