Rasa puas tergambar jelas dari wajah Rena. Setelah mengucapkan terimakasih atas apa yang Gladys lakukan, Rena pun berpamitan pulang. Rasanya dia sudah melangkah sejalan lebih jauh untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Apalagi kalau bukan uang ganti rugi yang begitu ia harapkan.
Senyum mengembang di bibir Rena selama ia melakukan perjalan kembali ke rumah. Sebenarnya ia ingin sekali menemui Jerez, tapi ia mengurungkan niat itu. Lagi pula semalam dia sudah bertemu dengan pria itu dan menghabiskan waktu bersama. Jadi hari ini tidak akan menemui partner ranjangnya itu. Ya hanya itu yang tepat untuk menggambarkan hubungan diantara Jerez dan Rena, mau dibilang kekasih tapi mereka tidak ada hubungan kekasih karena bagaimanapun Rena masih berstatus sebagai istri Rega. Malah bisa dikatakan itu hubungan perselingkuhan.
Namun sekarang senyum Rena hilang sempurna saat ia melihat mobil Raga berada di depan jalanan depan rumahnya. Bukan hanya itu , sekarang Raga pun keluar dari mobilnya seakan-akan memang sudah menunggu dirinya.
Rena pun menghentikan mobilnya, sudah lama semenjak ia kembali ke rumahnya. Satu hal yang Rena lihat saat ini saat bertatapan dengan Raga bahwa pria itu terlihat semakin menawan. Sungguh amat sangat sayang disayangkan sebenarnya karena dia harus bercerai dari pria sepeti itu. Mau dilihat dari sudut manapun Raga adalah pria yang begitu sempurna. Namun tentu Rena tidak bisa melihat dari wajah saja, pria itu tidak memiliki kemampuan untuk melakukan hubungan sekssual dan tentunya Rena tidak mau.
" Long time no see Ga, apa yang buat kamu kemari. Sedangkan saat mediasi kemarin aja kamu nggak dateng. Ah iya, udah denger kan dari pengacaramu soal ganti rugi yang aku mau?"
Raga tersenyum simpul dan sinis, ia kemudian berjalan ke arah Rena dan mendekatkan bibirnya tepat di telinga wanita yang pernah jadi istrinya itu.
Deg!
Seketika dada Rena bergemuruh. Pesona ketampanan Raga membuatnya sedikit salah tingkah. Rasanya ia ingin meraup bibir pria itu, tapi tentu saja Rena masih punya pikiran jernih untuk tidak melakukannya.
" A-aa yang mau kamu lakukan!"
" Jangan harap kamu bisa dapatin uang itu. Bahkan sepeserpun aku nggak akan memberikannya padamu."
Sraaak
Rena memundurkan tubuhnya. Matanya menatap dengan tajam ke arah Raga. Ia jelas marah dan kesal dengan apa yang baru saja Raga katakan. " Heh, Lo itu udah bohongin gue. Barang Lo nggak bisa dipakai. Wajar dong gue mita ganti rugi."
" Hahaha, jangan berlagak paling menderita. Padahal awalnya aku mau kita pisah dengan baik-baik saja. Tapi kayaknya kamu nggak suka. Kamu sukanya keributan, asal kamu tahu bahwa kamulah yang lebih dulu melakukan kebohongan."
Rena mengerutkan alisnya mendengar ucapan Rega. Dia tentu tidak mengerti apa artinya hingga Raga mengeluarkan foto dan rekaman suara yang amat sangat jelas bagi Rena.
" K-kamu! kok bisa~"
" Ini belum semuanya bukan? pilihlah, mau adem ayem pisah atau perlu aku ngeluarin ini ke publik biar orang tahu kalau bukan akau yang salah tapi kamu."
Tap tap tap
Brak!
Brummmm
Raga langsung pergi meninggalkan Rena yang masih berdiri terpaku ditempatnya. Beberapa saat kemudian ponselnya berbunyi. Ternyata itu adalah pesan dar Raga. Rena semakin kaget saat melihat banyaknya foto dirinya yang tengah melakukan hubungan badan dengan Jerez.
" Kok bisa dia dapet foto-foto gue sama Jerez? Arghhh, ini jelas nggak bisa ke-Up. Kalau ke-Up bisa mampus gue."
Rena mengacak rambutnya kasar, ia sungguh tidak tahu bahwa Raga memiliki kartu As untuk mengembalikan keadaan. Ini bukanlah sekedar ancaman, tapi sudah merupakan sebuah transaksi. Ia harus cepat-cepat melakukan siaran langsung lagi untuk memperbaiki keadaan. Urusannya benar-benar akan panjang dan juga semakin kacau serta berantakan jika Raga sungguh menyebarkan aibnya itu. Bukan hanya teman-teman online nya yang akan mengecam, tapi dia bisa diusir oleh kedua orangtuanya jika tahu perbuatannya itu.
Rena kembali masuk ke mobil dan menuju ke rumah. Ia memarkirkan mobilnya secara sembarang dan bergegas masuk ke dalam kamar.
"Aku harus cepet," ucap Rena sambil memasang ponselnya pada sebuah tripod. Ia juga mengatur tempat duduk dan memastikan angel yang pas agar wajahnya tersorot sempurna. Setelah di rasa pas, ia lalu membuka akun Instagram miliknya dan melakukan siaran langsung. Tidak lupa dia juga menyebut nama temannya yani Gladys, agar orang-orang yang mengikuti akun Gladys juga melihat apa yang saat ini akan ia bicarakan.
" Halo aku Rena, kali ini ada yang mau aku sampaikan. Pertama-tama terimakasih atas semua atensi kalian untuk masalahku. Tapi seharusnya aku nggak boleh kaya gini. Aku udah salah banget dengan menyebar apa yang seharusnya tidak ku sebar. Gimanapun saat ini dia masih berstatus suamiku. Pria itu adalah pria yang baik, dan alasan kami bercerai itu karena memang kami tidak lagi satu visi dan misi. Aku juga minta maaf sebesar-besarnya kepada suamiku dan keluarganya karena sudah berbicara secara sembarangan. Aku harap teman-teman berhenti untuk mengatakan hal buruk kepada pihak sana. Sekian dan terimakasih."
Haaah
Rena mematikan siaran langsungnya. Sungguh hari ini ia seperti naik rollercoaster. Naik secara lambat tapi terjun dengan begitu cepat. Padahal ia pikir dirinya naik balon udara yang aan bertahan di atas sana meskipun ada angin yang menghantam. Tapi ternyata dia salah, ini tak lebih hanya sekedar ilusi semata.
Rasa kesal sungguh masih ada dalam dadanya, tapi Rena tidak bisa berkata apa-apa sekarang. Dan ia yakin bahwa apa yang menjadi keinginannya tidak akan pernah terwujud.
Di sisi lain, Raga tersenyum puas setelah melihat klarifikasi Rena. Ternyata pilihannya untuk menyewa seorang detektif untuk membuntuti Rena adalah hal yang tepat. Bukan hanya itu, waktu itu saat ia memergoki Rena yang tengah bercumbu dengan pria lain dan memfoto serta merekamnya merupakan hal yang sangat membantu untuk kondisi saat ini. Meskipun Raga tidak pernah menyangka bahwa ia akan menggunakan kartu terakhirnya ini untuk memperlancar perceraiannya dengan Rena.
" Akhirnya semua akan seperti yang seharunya terjadi. Bercerai memang adalah pilihan yang sangat amat tepat. Aku sungguh bersyukur bisa lepas dari wanita seperti itu. Sekarang, tinggal ngehubungi bapak sama ibu. Mereka pasti syok, tapi bagaimanapun harus dikasih tahu bahwa pernikahan anaknya nggak bisa bertahan."
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Bzaa
puas hatiku
2025-01-03
0
ning sora
arep ngoceh opo meneh?
2024-11-25
0
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒚𝒂 𝒔𝒂𝒍𝒂𝒉 𝑹𝒂𝒈𝒂 𝒋𝒈 𝒏𝒈𝒂𝒑𝒂𝒊𝒏 𝒎𝒔𝒉 𝒏𝒊𝒌𝒂𝒉𝒊𝒏 𝑹𝒆𝒏𝒂 𝒑𝒅𝒉𝒍 𝒅𝒂𝒉 𝒕𝒉 𝒌𝒆𝒃𝒖𝒔𝒖𝒌𝒂𝒏𝒏𝒚𝒂
2024-10-17
0