DDI 06: Apa Ada Jodoh yang Tertunda?

" Kenapa Ran?"

Ran yang sedari tadi mengacak rambutnya ternyata menarik perhatian sang ayah. Kai menghampiri putrinya, ia menarik kursi lalu duduk di depan Ran. Sebenarnya sudah dari tadi Kai memerhatikan anak perempuan satu-satunya itu ( ya karena tiga yang lain cowok semua). Tapi Kai baru menghampiri saat Ran terlihat begitu kusut wajahnya,

" Ada apa Ran?" Kai mengulang pertanyaannya.

" Eh Abi. Hehehe, ini Ran lagi pusing bener deh Bi. Ran itu dapat klien, nah ternyata klien Ran itu ternyata Pak Raga, guru SMA Ran dulu. Abi pasti kenal deh. Nah ini tuh ~"

Ran langsung menceritakan semuanya kepada Kai. Dan Kai mendengarkan dengan sepenuh hati. Kai memang selalu mendengarkan apapun yang anak-anaknya ceritakan. Meskipun usia Ran sudah 27 tahun, tapi bagi Kai putrinya itu tetaplah putri kecilnya. Sungguh tidak merubah apapun, kasih sayang Kai tetaplah sama seperti dulu.

" Hmm, jadi yang membuat kamu bingung adalah gurumu itu terima-terima aja begitu mau diceraikan dengan alasan begitu?" ucap Kai menegaskan kembali apa yang diceritakan sang putri.

Ran mengangguk kuat, bisa Kai lihat bahwa anak gadisnya saa ini sedang merasa sangat kesulitan. " Bukannya bagus, dia kan lebih mudah prosesnya," ungkap Kai lagi.

" Abiiii, nggak gitu juga dong. Itu kan namanya tuduhan. Nah belum tentu juga kan Pak Raga beneran impoten," elak Ran. Ia tidak setuju dengan pendapat sang ayah. Menurut Ran, Raga tidak harus menerima tuduhan itu dengan pasrah. Raga tetap harus menyangkal hal itu. Apalagi pihak penggugat seperti sengaja menyebarkan hal tersebut ke media sosial. Meskipun samar tapi tetap saja orang-orang yang mengenal mereka pasti akan paham dengan maksud Rena mengunggah hal itu.

" Belum tentu? Memangnya Ran sudah membuktikan Raga impoten apa nggak?"

" Eeh, belum juga sih, tapi kan~"

" Ran, tugas kamu tuh membantu apa yang diingkan klien. Jika Raga memang menginginkan pisah dengan membiarkan pihak sana beranggapan begitu, ya sudah bantu saja. Kamu tidak harus berusaha keras untuk mengubahnya. Bukannya tidak peduli tapi memang dia meminta jasamu untuk berlaku seperti itu."

Degh!

Kata-kata sang ayah langsung masuk ke dalam hatinya. Ia baru mengerti sekarang. Ambisinya untuk sempurna tidaklah berbanding lurus dengan apa yang diinginkan klien. Padahal sudah jelas Raga hanya ingin bercerai dan tidak peduli mau seperti apa dia dipandang, tapi Ran merasa bahwa tidak boleh seperti itu. Yang mana ternyata itu memenuhi hasrat pribadinya.

" Maaf Abi, Ran paham sekarang."

" Eih hahaha, mengapa Ran minta maafnya ke Abi. Lha wong Ran nggak punya salah ke Abi kok. Dah, Abi mau masuk kamar. Ummi mu dan nunggu itu."

Kai melenggang pergi dengan sebuah senyuman. Ia mengusap lembut kepala Dan dan menghilang masuk ke dalam kamar. Ran selalu merasa senang dan selalu mendapat hal baru jika bicara kepada ayahnya. Maka dari itu ia selalu menceritakan apa yang ia rasakan kepada Kai.

Kini dia tahu apa yang harus dilakukan. Dan ia menjadi yakin dengan apa yang akan dihadapinya nanti.

Ran kembali mempelajari kasus dari sang guru. Ia juga membuka akun Instagram milik Raga dan Rena. Jika di tempat Raga ia tidak menemukan apapun, maka berbeda dengan tempat Rena. Di sana dia menemukan banyak hal. Mulai dari keluh kesah Rena tentang pernikahannya sampai bagaimana wanita itu seperti menyudutkan Raga. Itu dari kaca mata Ran.

Rena banyak mengunggah ketidakpuasan dia sebagai seorang istri sehingga mengambil jalan untuk berpisah. Dan isinya sungguh menggiring opini publik bahwa Raga adalah pria yang sangat tidak baik. Di kolom komentar banyak sekali orang yang menghujat Raga. Dan sepertinya wanita itu sangat menikmati dikasihani.

" Kok aku jadi ngerasa ni wanita playing victim yak?"

Ran merasa curiga dengan ulah Rena yang menurutnya seperti mencari pembelaan atas apa yang dilakukan. Akan tetapi saat ini Ran tidak akan memberitahukan hal tersebut kepada Raga. Mungkin nanti saja jika sudah bertemu. Tapi Ran merasa tidak tenang dan pada akhirnya ia pun mengambil ponselnya untuk menelpon sang guru.

" Assalamu'alaikum Pak, selamat malam. Maaf mengganggu waktu istirahat Bapak. Ran hanya mau menanyakan sekali lagi, apakah Bapak sungguh tidak ada niatan untuk melawan. Maksud saya apa Pak Raga nggak ingin menyangkal hal yang dituduhkan oleh penggugat." Rupanya Ran menghubungi Raga bukan untuk melaporkan apa yang sudah Rena lakukan di akun instagramnya. Padahal tadi niat awalnya begitu, tapi dirasa memang tidak pas jika untuk dibahas di telepon.

" Walaaikumsalam. Selamat malam juga Ran. Nggak Ran, saya hanya ingin bercerai. Sudah begitu saja," sahut Raga dari sebrang sana.

" Baik kalau begitu. Besok kita akan bertemu di kantor. Saya akan melakukan yang terbaik yang saya bisa. Selamat malam Pak. Selamat beristirahat."

Tuuuut

Ran menutup panggilan ponselnya. Ia menghela nafasnya berat. Ada sebuah firasat bahwa mungkin kasus perceraian ini tidak akan berjalan dengan mulus. Ran bukan hanya sekali dua kali menangani kasus perceraian, dan ia merasa kali ini situasinya akan sedikit lebih berat.

" Apapun itu, aku yakin bisa menyelesaikannya. Demi Pak Raga!"

Ran beranjak dari tempatnya, meraup kertas-kertas yang sedikit berserakan di atas meja dan membawa ponselnya. Ia melenggang masuk ke dalam kamar.

Bruk

Ran melemparkan tubuhnya di atas ranjang. Sudah lama sekali dia tidak bertemu dengan Pak Raga. Dan tidak menyangka akan mendapati gurunya itu menjadi kliennya. Ran pikir kehidupan pernikahan itu selalu indah. Hidup ditengah-tengah keluarga yang harmonis dimana Abi dan Ummi nya masih terlihat romantis dan saling menunjukkan cinta setiap hari, ia menjadi sedikit syok saat sudah menjadi seorang pengacara. Banyak sekali pasangan menikah yang memilih bercerai. Dimana kasusnya pun berbeda-beda. Mulai dari perselingkuhan, ketidak cocokan dan juga faktor finansial.

Ran jadi ingat bahwa dulu neneknya juga bercerai karena faktor perselingkuhan. Dan akhirnya menemukan sang kakek yang benar-benar tulus mencintainya.

" Apa mungkin yang namanya jodoh itu bisa tertunda ya. Kakek Dani tidak berjodoh dengan Eyang Sita, dan akhirnya Eyang Sita menikah dengan Eyang Rama. Aihhh, bisa begitu. Mungkin Pak Raga bukan jodohnya Rena, dan jodohnya Pak Raga sedang on the way disiapkan. Halah, mikir apa to aku ini. Dah lah tidur. Besok akan jadi hari yang lumayan panjang."

Ran memejamkan matanya. Dia tidak tahu mengapa tiba-tiba ia bisa punya pemikiran seperti itu. Tapi yang jelas, kasus Raga ada di depan mata yang harus ia selesaikan.selain itu Ran juga berharap bahwa Raga tidak akan mendapat pandangan negatif dari masyarakat.

TBC

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Meludah ke muka sendiri..Untuk membuktikan Raga bemeran imponten apa gak itu gampang,Raga harus nikah lagi,Dan isteri nya harus hamil,Nah saat itu baru kita liat sapa yg bener..barangnya Raga itu bisa tau barang yg Ory apa gak,makanya barangnya gak mau hidup saat sama kamu,Mungkin kamu ada apa-apa nya di belakang Raga,atau sebelum nikah sama Raga,Raganya aja yg terlalu polos mungkin..

2024-12-15

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Nah itu bener,Tugas kamu cuman membantu perceraian mereka itu lancar kan..Ngapaian juga kamu melenceng sampai ingin membuktikan Raga itu bener imponten apa gak??

2024-12-15

0

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Jodoh P. Raga yang tertunda pasti sudah Tuhan siapkan....dan lebih baik...

2024-12-07

0

lihat semua
Episodes
1 DDI 01: Hanya Ingin Cerai
2 DDI 02: Kamu Orang Baik, Ga
3 DDI 03: Merasa Ada Yang Aneh
4 DDI 04: Berkamuflase Itu Melelahkan
5 DDI 05: Oh Gitu Ceritanya
6 DDI 06: Apa Ada Jodoh yang Tertunda?
7 DDI 07: Bukan Sambel, Tapi Kamu :D
8 DDI 08: Cantik
9 DDI 09: Kegilaan
10 DDI 10: Gebrakan Raga, apa itu?
11 DDI 11: Jangan Berlagak Paling Menderita
12 DDI 12: Selesai
13 DDI 13: Semangat Ketemuan
14 DDI 14: Selamat Sudah Jadi Duda
15 DDI 15: Curhat Bareng Abi
16 DDI 16: Menjemput Gadis Cantik
17 DDI 17: Puncak Bogor
18 DDI 18: Pesona DuRen MaTeng
19 DDI 19: Ada Yang Panas
20 DDI 20: Panggil Mas Juga Boleh
21 DDI 21: Kira-kira Siapa ya?
22 DDI 22: Tamu Menyebalkan
23 DDI 23: Ternyata
24 DDI 24: Perasaan Apa Ini?
25 DDI 25: Maafin Aku, Ga
26 DDI 26: Benzy Danurwendra
27 DDI 27: Aku Nggak Mau
28 DDI 28: Semuanya Terkejut :D
29 DDI 29: Gue Ditembak?
30 DDI 30: Dua Lawan Enam
31 DDI 31: Sedikit Denial Tapi Akhirnya Panik
32 DDI 32: Dilarikan Ke Rumah Sakit
33 DDI 33: Nengokin Korban
34 DDI 34: Kabar Buruk
35 DDI 35: Ini Bisa Membuktikan Lho
36 DDI 36: Perjuangin Ga!
37 DDI 37: Maaf, Seharunya Kamu Tidak Terlibat
38 DDI 38: Mungkin Raga Nggak Impoten
39 DDI 39: Awas Bangun!
40 DDI 40: Run Raga ... Run!!!
41 DDI 41: Tertangkap
42 DDI 42: Kapan Bawa Orangtua?
43 DDI 43: Minta Doanya Ya
44 DDI 44: Saya Tidak Akan Menyesal
45 DDI 45: Siapa Dia
46 DDI 46: Saingan Ran Kah?
47 DDI 47: Anakmu Pulang
48 DDI 48: Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya
49 DDI 49: Kegalauan
50 DDI 50: Sebuah Keputusan
51 DDI 51: Rencana Balik Ran
52 DDI 52: Joni Aman Banget
53 DDI 53: Berangkat Ke Jakarta
54 DDI 54: Mari Selesaikan
55 DDI 55: Ultimatum Ran
56 DDI 56: Selamat Datang Bapak Ibu
57 DDI 57: Biar Jadi Kejutan
58 DDI 58: Duda Masih Perjaka
59 DDI 59: Yang Sederhana Saja
60 DDI 60: Semoga Bahagia
61 DDI 61: Bukannya Udah Pernah, Jangan Grogi
62 DDI 62: Siap Bertugas Malam Ini
63 DDI 63: Lanjut Aja, Nanggung
64 DDI 64: Mancing
65 DDI 65: Ada Yang Mau Main-Main
66 DDI 66: Sedikit Ricuh
67 DDI 67: Keminderan Raga
68 DDI 68: Mencari Bukti
69 DDI 69: Menggoda Suami Yang Sedang Insecure
70 DDI 70: Grebek
71 DDI 71: Nikmatilah Waktu Mu
72 DDI 72: Pak Guru Suamiku
Episodes

Updated 72 Episodes

1
DDI 01: Hanya Ingin Cerai
2
DDI 02: Kamu Orang Baik, Ga
3
DDI 03: Merasa Ada Yang Aneh
4
DDI 04: Berkamuflase Itu Melelahkan
5
DDI 05: Oh Gitu Ceritanya
6
DDI 06: Apa Ada Jodoh yang Tertunda?
7
DDI 07: Bukan Sambel, Tapi Kamu :D
8
DDI 08: Cantik
9
DDI 09: Kegilaan
10
DDI 10: Gebrakan Raga, apa itu?
11
DDI 11: Jangan Berlagak Paling Menderita
12
DDI 12: Selesai
13
DDI 13: Semangat Ketemuan
14
DDI 14: Selamat Sudah Jadi Duda
15
DDI 15: Curhat Bareng Abi
16
DDI 16: Menjemput Gadis Cantik
17
DDI 17: Puncak Bogor
18
DDI 18: Pesona DuRen MaTeng
19
DDI 19: Ada Yang Panas
20
DDI 20: Panggil Mas Juga Boleh
21
DDI 21: Kira-kira Siapa ya?
22
DDI 22: Tamu Menyebalkan
23
DDI 23: Ternyata
24
DDI 24: Perasaan Apa Ini?
25
DDI 25: Maafin Aku, Ga
26
DDI 26: Benzy Danurwendra
27
DDI 27: Aku Nggak Mau
28
DDI 28: Semuanya Terkejut :D
29
DDI 29: Gue Ditembak?
30
DDI 30: Dua Lawan Enam
31
DDI 31: Sedikit Denial Tapi Akhirnya Panik
32
DDI 32: Dilarikan Ke Rumah Sakit
33
DDI 33: Nengokin Korban
34
DDI 34: Kabar Buruk
35
DDI 35: Ini Bisa Membuktikan Lho
36
DDI 36: Perjuangin Ga!
37
DDI 37: Maaf, Seharunya Kamu Tidak Terlibat
38
DDI 38: Mungkin Raga Nggak Impoten
39
DDI 39: Awas Bangun!
40
DDI 40: Run Raga ... Run!!!
41
DDI 41: Tertangkap
42
DDI 42: Kapan Bawa Orangtua?
43
DDI 43: Minta Doanya Ya
44
DDI 44: Saya Tidak Akan Menyesal
45
DDI 45: Siapa Dia
46
DDI 46: Saingan Ran Kah?
47
DDI 47: Anakmu Pulang
48
DDI 48: Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya
49
DDI 49: Kegalauan
50
DDI 50: Sebuah Keputusan
51
DDI 51: Rencana Balik Ran
52
DDI 52: Joni Aman Banget
53
DDI 53: Berangkat Ke Jakarta
54
DDI 54: Mari Selesaikan
55
DDI 55: Ultimatum Ran
56
DDI 56: Selamat Datang Bapak Ibu
57
DDI 57: Biar Jadi Kejutan
58
DDI 58: Duda Masih Perjaka
59
DDI 59: Yang Sederhana Saja
60
DDI 60: Semoga Bahagia
61
DDI 61: Bukannya Udah Pernah, Jangan Grogi
62
DDI 62: Siap Bertugas Malam Ini
63
DDI 63: Lanjut Aja, Nanggung
64
DDI 64: Mancing
65
DDI 65: Ada Yang Mau Main-Main
66
DDI 66: Sedikit Ricuh
67
DDI 67: Keminderan Raga
68
DDI 68: Mencari Bukti
69
DDI 69: Menggoda Suami Yang Sedang Insecure
70
DDI 70: Grebek
71
DDI 71: Nikmatilah Waktu Mu
72
DDI 72: Pak Guru Suamiku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!