DDI 10: Gebrakan Raga, apa itu?

Ran berada di kantornya mencoba untuk menyusun apa saja yang akan disampaikan nanti di dalam sidang. Ia juga sudah mempersiapkan jawaban dari perkiraan pertanyaan yang akan hakim berikan.

Tok! Tok! Tok!

" Bu, ada yang mencari Ibu?"

Alif mengetuk pintu ruangan Ran yang sebenarnya sudah terbuka. Ran memiringkan kepalanya, hari ini dia tidak ada janji temu dengan siapapun. Maka dari itu dia tentu tidak tahu siapa yang meminta untuk bertemu.

Ran hendak mengajukan pertanyaan, tapi sang tamu rupanya sudah muncul dari balik bahu Alif. " Assalamu'alaikum Ran, maaf datang tanpa mengabari mu lebih dulu."

" Aah Pak Raga. Nggak apa Lif, makasih ya. Kamu balik ke mejamu. Pak silakan masuk."

Raga melenggang masuk ke dalam ruangan dan duduk di kursi yang dipersilakan oleh Ran. Sedangkan Alif melenggang pergi sesuai perintah yang tadi diberikan oleh sang atasan.

Ran tidak langsung duduk. Dia menuju ke luar ruangan Sekanak, dan selang beberapa menit kembali dengan nampan yang berisi secangkir kopi. " Diminum Pak," pinta Ran mempersilakan Raga.

" Terimakasih Ran, malah jadi ngrepoti. Padahal kan aku kesini nggak bilang dulu."

Sruppuuuuttt

Glek

Mata Raga berbinar ketika menikmati kopi buatan Ran. Ia tidak pernah menyangka bahwa kopi buatan mantan muridnya itu sangat sesuai dengan lidahnya. Dengan kata lain, kop buatan Ran sesuai dengan seleranya. Raga bahkan sejenak menikmati kopi itu tanpa mengatakan apapun. Dan Ran, ia membiarkan kliennya itu sejenak sambil merapikan beberapa berkas yang sudah ia persiapkan.

" Jadi untuk sidang yang akan dilakukan lusa, ini beberapa hal yang udah Ran siapin. Untuk 500 juta yang diminta wanita itu, bagaimana Pak?"

" Tenang aja Ran, aku bukannya bodoh membiarkan dia mendapatkan uang tersebut. Sepeserpun tidak akan kuberikan." Raga mengatakan hal tersebut dengan ucapan yang tajam dan yakin.

Ran merasa ada yang berbeda dari Raga. Kemarin dia masih terlihat tenang saat membahas tuntutan ganti rugi hasil dari sidang mediasi. Tapi kali ini ucapan tegas Raga dan tatapan matanya membuat Ran yakin bahwa Raga akan membuat sebuah gebrakan yang tidak terpikirkan olehnya.

" Ah iya Ran, kayaknya ini semua ngga perlu. Aku punya caraku sendiri buat ngedepin wanita itu," imbuh Raga

" Ya? oh oke kalau begitu Pak."

Ran masih tidak mengerti dengan isi kepala Raga. tapi dia tidak ingin banyak tanya untuk saat ini. Pada akhirnya Ran hanya membahas hal dasar tentang persidangan. Setelah itu Ran merasa ingin melihat akun instagram milik Rena. Ada sebuah dorongan dalam dirinya yang menyuruhnya untuk melihat instagram milik Rena. Terlebih beberapa waktu lalu Rena mengunggah hal-hal yang menurutnya menyudutkan Raga.

" Pak Raga, lihat deh. Coba apa yang mantan Pak Raga lakuin di sini."

Ran memberikan ponsel miliknya kepada Raga. Disana ada Rena yang sedang mengadakan siaran langsung bersama temannya. Awalnya Raga tidak tertarik, karena ia pikir bahwa itu hanya bincang-bincang biasa. Hingga pada sebuah pembahasan mengenai apa yang terjadi pada rumah tangga mereka.

" Gila, nih orang bener-bener nggak bisa dibiarin Pak," pekik Ran. Wajah Ran mengeras karena saking kesalnya. Sedangkan Raga, pria itu hanya diam menyaksikan tanpa ekspresi. Dia seakan-akan tidak peduli tapi tidak dipungkiri rasa marah menyeruak juga dalam dadanya.

Jadi rencana Rena meminta Gladys itu meng-up masalahnya di akun Instagram rupanya dilakukan hari ini. Awalnya perbincangan mereka hanyalah sekedar basa-basi yakni tentang mereka yang sudah berteman lama tapi jarang bertemu setelah menikah. Gladys menanyakan perihal bagaimana pernikahan yang dijalani oleh Rena. Awalnya Rena tersenyum dan sedetik kemudian wajahnya itu berubah muram lalu air mata pun keluar.

" Ahh maa Ren, apa sekarang Lo lagi krisis," tanya Gladys ketika Rena menitikkan air matanya. Ia juga memberikan tisu kepada Rena untuk menyeka matanya.

" Ya begitulah Dys. Gue lagi proses cerai. Belum lama gue kelar sidang mediasi. Gue berharap dia datang, tapi ternyata dia ngga datang sama sekali." Rena mengatakan hal tersebut dengan ekspresi sedih dan membuat orang yang melihatnya menjadi simpati.

" Sorry to say ya Ren, gue beneran minta maaf kalau ini nyinggung Lo. Tapi sebenernya apa sih yang bikin Lo gugat laki Lo. Apa doi selingkuh, atau kdrt. Lo kan baru 6 bulan nih married, ya kali mau pisah aja. Apa nggak bisa dibicarain baik-baik."

Sreeet

Ran langsung mengambil ponsel yang saat ini dipegang oleh Rega, ia sudah sangat kesal dan tidak sanggup untuk mendengarkan lanjutan dari obrolan mereka.

" Pak, Ran yakin nih ya. Pasti tuh cewek mau jelek-jelekin Pak Raga. Pasti dia mau membuat seluruh orang tahu kalau Pak Raga impoten. Huh, dasar wanita nggak bener."

Raga tersenyum melihat bagaimana Ran yang seakan-akan menghalanginya untuk melihat lebih lama apa yang Rena ungkapkan di siaran langsung itu. Awalnya ia memang tidak ambil pusing dengan apa yang Rena lakukan. Tapi ternyata wanita itu memang tidak bisa dibiarkan.

Ia yakin setelah ini akan ramai dukungan bagi Rena, dan semua itu memang benar. Saat Raga kembali membuka instagram dan melihat siaran langsung yang masih berlangsung, banyak sekali komentar baik yang ditujukan kepada Rena dan tentunya berbanding terbalik dengan komentar yang ditujukan kepada dirinya. Meskipun Rena tidak menyebutkan namanya Rega, semua orang langsung menghujatnya.

" Ya udah Ran, aku pulang dulu ya. Kita ketemu nanti pas di persidangan."

" Siap Pak, tapi Pak Raga beneran nggak apa-apa dengan ulah wanita itu?" Ran terlihat khawatir, bagaimanapun kelakuan Rena memang sungguh keterlaluan. Sebenarnya bisa saja mereka melakukan tuntutan pencemaran nama baik tapi Rena termasuk pintar, atu bisa dibilang licik. Dia tidak menyebutkan nama Raga sama sekali selama siaran itu berlangsung.

" Tenang, jangan khawatir. Semua bakalan selesai dengan tanpa masalah yang besar."

Ran mengerutkan alisnya mendengar Raga mengucapkan hal tersebut. Ia sungguh tidak tahu mengapa Raga terlhat begitu santai padahal semuanya terasa kacau begini. Tapi Ran mencoba percaya dengan apa yang dikatakan oleh mantan gurunya itu.

Raga meninggalkan kantor Ran. Ia mengemudikan mobilnya dengan lebih cepat. Tangannya begitu erat memegang stir mobil. " Kayak gitu mau kamu ya, nggak masalah. Kita lihat apakah kamu masih akan bicara dengan ekspresi seperti itu lagi setelah ini."

Satu sudut bibir Raga terangkat, ia semakin cepat menekan pedal gasnya sehingga mobilnya melaju cepat membelah jalan raya. Tujuannya kali ini adalah kediaman Rena. Ya, Raga bukannya mau pulang ke rumahnya. Ia sekarang hendak menemui Rena dan melakukan yang seharusnya ia lakukan.

TBC

Terpopuler

Comments

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Pasti P. Raga menggebrak balik....dan sangat meyakinkan...

2024-12-07

0

Krisna Dayu

Krisna Dayu

ruangan sekanak itu apa ya ?????? 🤔🤔🤔🤔🤔

2024-12-27

0

Bzaa

Bzaa

ditunggu gebrakannya ga

2025-01-03

0

lihat semua
Episodes
1 DDI 01: Hanya Ingin Cerai
2 DDI 02: Kamu Orang Baik, Ga
3 DDI 03: Merasa Ada Yang Aneh
4 DDI 04: Berkamuflase Itu Melelahkan
5 DDI 05: Oh Gitu Ceritanya
6 DDI 06: Apa Ada Jodoh yang Tertunda?
7 DDI 07: Bukan Sambel, Tapi Kamu :D
8 DDI 08: Cantik
9 DDI 09: Kegilaan
10 DDI 10: Gebrakan Raga, apa itu?
11 DDI 11: Jangan Berlagak Paling Menderita
12 DDI 12: Selesai
13 DDI 13: Semangat Ketemuan
14 DDI 14: Selamat Sudah Jadi Duda
15 DDI 15: Curhat Bareng Abi
16 DDI 16: Menjemput Gadis Cantik
17 DDI 17: Puncak Bogor
18 DDI 18: Pesona DuRen MaTeng
19 DDI 19: Ada Yang Panas
20 DDI 20: Panggil Mas Juga Boleh
21 DDI 21: Kira-kira Siapa ya?
22 DDI 22: Tamu Menyebalkan
23 DDI 23: Ternyata
24 DDI 24: Perasaan Apa Ini?
25 DDI 25: Maafin Aku, Ga
26 DDI 26: Benzy Danurwendra
27 DDI 27: Aku Nggak Mau
28 DDI 28: Semuanya Terkejut :D
29 DDI 29: Gue Ditembak?
30 DDI 30: Dua Lawan Enam
31 DDI 31: Sedikit Denial Tapi Akhirnya Panik
32 DDI 32: Dilarikan Ke Rumah Sakit
33 DDI 33: Nengokin Korban
34 DDI 34: Kabar Buruk
35 DDI 35: Ini Bisa Membuktikan Lho
36 DDI 36: Perjuangin Ga!
37 DDI 37: Maaf, Seharunya Kamu Tidak Terlibat
38 DDI 38: Mungkin Raga Nggak Impoten
39 DDI 39: Awas Bangun!
40 DDI 40: Run Raga ... Run!!!
41 DDI 41: Tertangkap
42 DDI 42: Kapan Bawa Orangtua?
43 DDI 43: Minta Doanya Ya
44 DDI 44: Saya Tidak Akan Menyesal
45 DDI 45: Siapa Dia
46 DDI 46: Saingan Ran Kah?
47 DDI 47: Anakmu Pulang
48 DDI 48: Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya
49 DDI 49: Kegalauan
50 DDI 50: Sebuah Keputusan
51 DDI 51: Rencana Balik Ran
52 DDI 52: Joni Aman Banget
53 DDI 53: Berangkat Ke Jakarta
54 DDI 54: Mari Selesaikan
55 DDI 55: Ultimatum Ran
56 DDI 56: Selamat Datang Bapak Ibu
57 DDI 57: Biar Jadi Kejutan
58 DDI 58: Duda Masih Perjaka
59 DDI 59: Yang Sederhana Saja
60 DDI 60: Semoga Bahagia
61 DDI 61: Bukannya Udah Pernah, Jangan Grogi
62 DDI 62: Siap Bertugas Malam Ini
63 DDI 63: Lanjut Aja, Nanggung
64 DDI 64: Mancing
65 DDI 65: Ada Yang Mau Main-Main
66 DDI 66: Sedikit Ricuh
67 DDI 67: Keminderan Raga
68 DDI 68: Mencari Bukti
69 DDI 69: Menggoda Suami Yang Sedang Insecure
70 DDI 70: Grebek
71 DDI 71: Nikmatilah Waktu Mu
72 DDI 72: Pak Guru Suamiku
Episodes

Updated 72 Episodes

1
DDI 01: Hanya Ingin Cerai
2
DDI 02: Kamu Orang Baik, Ga
3
DDI 03: Merasa Ada Yang Aneh
4
DDI 04: Berkamuflase Itu Melelahkan
5
DDI 05: Oh Gitu Ceritanya
6
DDI 06: Apa Ada Jodoh yang Tertunda?
7
DDI 07: Bukan Sambel, Tapi Kamu :D
8
DDI 08: Cantik
9
DDI 09: Kegilaan
10
DDI 10: Gebrakan Raga, apa itu?
11
DDI 11: Jangan Berlagak Paling Menderita
12
DDI 12: Selesai
13
DDI 13: Semangat Ketemuan
14
DDI 14: Selamat Sudah Jadi Duda
15
DDI 15: Curhat Bareng Abi
16
DDI 16: Menjemput Gadis Cantik
17
DDI 17: Puncak Bogor
18
DDI 18: Pesona DuRen MaTeng
19
DDI 19: Ada Yang Panas
20
DDI 20: Panggil Mas Juga Boleh
21
DDI 21: Kira-kira Siapa ya?
22
DDI 22: Tamu Menyebalkan
23
DDI 23: Ternyata
24
DDI 24: Perasaan Apa Ini?
25
DDI 25: Maafin Aku, Ga
26
DDI 26: Benzy Danurwendra
27
DDI 27: Aku Nggak Mau
28
DDI 28: Semuanya Terkejut :D
29
DDI 29: Gue Ditembak?
30
DDI 30: Dua Lawan Enam
31
DDI 31: Sedikit Denial Tapi Akhirnya Panik
32
DDI 32: Dilarikan Ke Rumah Sakit
33
DDI 33: Nengokin Korban
34
DDI 34: Kabar Buruk
35
DDI 35: Ini Bisa Membuktikan Lho
36
DDI 36: Perjuangin Ga!
37
DDI 37: Maaf, Seharunya Kamu Tidak Terlibat
38
DDI 38: Mungkin Raga Nggak Impoten
39
DDI 39: Awas Bangun!
40
DDI 40: Run Raga ... Run!!!
41
DDI 41: Tertangkap
42
DDI 42: Kapan Bawa Orangtua?
43
DDI 43: Minta Doanya Ya
44
DDI 44: Saya Tidak Akan Menyesal
45
DDI 45: Siapa Dia
46
DDI 46: Saingan Ran Kah?
47
DDI 47: Anakmu Pulang
48
DDI 48: Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya
49
DDI 49: Kegalauan
50
DDI 50: Sebuah Keputusan
51
DDI 51: Rencana Balik Ran
52
DDI 52: Joni Aman Banget
53
DDI 53: Berangkat Ke Jakarta
54
DDI 54: Mari Selesaikan
55
DDI 55: Ultimatum Ran
56
DDI 56: Selamat Datang Bapak Ibu
57
DDI 57: Biar Jadi Kejutan
58
DDI 58: Duda Masih Perjaka
59
DDI 59: Yang Sederhana Saja
60
DDI 60: Semoga Bahagia
61
DDI 61: Bukannya Udah Pernah, Jangan Grogi
62
DDI 62: Siap Bertugas Malam Ini
63
DDI 63: Lanjut Aja, Nanggung
64
DDI 64: Mancing
65
DDI 65: Ada Yang Mau Main-Main
66
DDI 66: Sedikit Ricuh
67
DDI 67: Keminderan Raga
68
DDI 68: Mencari Bukti
69
DDI 69: Menggoda Suami Yang Sedang Insecure
70
DDI 70: Grebek
71
DDI 71: Nikmatilah Waktu Mu
72
DDI 72: Pak Guru Suamiku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!