DDI 05: Oh Gitu Ceritanya

Braaak

Buk!

Raga melemparkan tubuhnya di sofa rumah tamu. Ia melihat sekeliling, sebuah foto pernikahan dengan ukuran besar masih terpajang di sana. Raut kebahagiaan menghiasi wajahnya dan Rena. Tapi itu tidak sepenuhnya terlahir dalam hati. Karena ada sebuah hal yang membuat Raga seperti itu.

Sebenarnya ia ingin sekali membatalkan pernikahan punya dengan Rena, tapi ia tidak ingin membuat kedua orang tuanya malu. Dan dia masih punya hati untuk tidak mencemarkan nama baik Rena dan kedua orang tuanya.

Hari itu, satu minggu sebelum pernikahannya Raga melihat sesuatu yang membuatnya tercengang, terkejut, marah dan sakit hati. Jika biasanya dulu atau di beberapa daerah masih menggunakan adat pingitan untuk calon pengantin agar tidak keluar rumah. Mitosnya akan ada suatu hal yang menghalangi sebuah pernikahan yang dilakukan. Akan tetapi dibeberapa tempat dan anak muda, tidak memercayai hal tersebut. Mereka akan keluar dan bekerja seperti biasa. Salah satunya ya Raga.

Dia sepulang dari mengajar, ingin mampir ke kediaman Rena. Ada sebuah hal yang ingin dia tanyakan terkait seserahan yang masih kurang. Rena menginginkan 13 buah seserahan dan baru terbuat 11, masih ada 2 benda lagi. Maka dari itu Raga datang ke sana untuk kembali menanyakan, pasalnya Rena tidak menjawab ketika dia mengirim pesan dan juga menelpon.

Raga datang tanpa menggunakan mobil, hari itu mobilnya juga jatah masuk bengkel untuk servis. Dia menggunakan jasa ojek online agar lebih cepat. Sesampainya di rumah Rena, itu sekitar pukul setengah empat sore. Raga berjalan dari jalan menuju ke pekarangan rumah. " Ada mobil, tapi kayaknya bukan mobil Rena. Mungkin ada tamu kali ya." Raga bergumam pelan. Dia tidak punya pikiran apapun saat itu dan terus melangkahkan kakinya. Namun ketika sampai di depan pintu ia mendengar suara yang membuat tubuhnya memanas.

" Aaah, hen-hentikan nanti kamu kelepasan lagi."

" Huh, siapa suruh kamu menikah dengan orang itu. Ughhh, hosh hosh hosh."

" Ahhh Jer... Aku jelas memilih ughhhh Raga untuk jadi suami. Dia udah mapan, itu yang jelas. Aaahh, Jer ini geli."

Di luar pintu, meskipun suara itu samar-samar tapi Raga bukanlah pria bodoh yang tidak tahu apa yang wanita itu lakukan di dalam dengan seorang pria tentunya. Ia mengepalkan tangannya erat. Ingin sekali dirinya itu langsung mendobrak pintu dan melabrak sang calon istri, tapi Raga bisa menahan dirinya dengan baik dan melenggang pergi meninggalkan kediaman Rena.

Ia hanya bisa tergugu, bukan pengecut tapi banyak hal yang memang ia pertimbangkan. Raga mencoba untuk menerima, biarlah dikatakan bodoh. Dan setalah kejadian itu pernikahan tetap berlangsung. Wajah bahagia Rena saat bersanding dengan Raga memperlihatkan bahwa dia tidak merasa salah sedikitpun. Padahal Raga menunggunya, menunggu untuk berbicara. Dia bahkan memutuskan untuk menerima meskipun Rena seperti itu.

" Haaah, beneran nggak bisa lagi." Raga mengusap wajahnya kasar ketika mengingat semua itu. Sudah berlalu lama, dan memang setelah menikah Rena tidak lagi menemui pria itu. Ia sekuat hati untuk bisa menerimanya tapi ternyata tetaplah tidak bisa. Itulah penyebab hingga 6 bulan pernikahan Raga sama sekali tidak menyentuh Rena. Bukan tidak mau tapi tidak bisa. Setiap kali ia hendak menyentuh Rena, bayangan suara dan kelakuan Rena yang bercumbu dengan pria lain terus menari di kepala dan pelupuk matanya. Hal itu lah yang membuat miliknya sama sekali tidak bereaksi meskipun Rena bahkan tidak mengenakan sehelai benang pun pada tubuhnya.

" Sudahlah, terserah dia mau apa lah, aku nggak peduli. Mungkin memang cerai adalah jalan paling baik. Dan seharusnya kita emang nggak nikah."

Raga bangkit dari sofa dan menuju ke kamar. Setelah ia pikirkan, rasa-rasanya sidang mediasi pun tidak lah berguna. Karena dia juga tidak ingin mempertahankan pernikahannya. Biarlah pihak sana mengatakan seperti itu, yakni bahwa dirinya impoten. Dengan begitu putusan cerai akan keluar dengan mudah.

Namun, sepertinya pikiran Raga tidak berbanding lurus dengan Rena. Saat ini Rena yang tengah menemui kuasa hukumnya bersikukuh menginginkan sudah mediasi itu.

" Apa? Lho bukannya Anda yang ingin berpisah. Kalau Anda ragu, Anda bisa mencabut gugatannya," ucap kuasa hukum dari Rena. Seorang pria yang berusia sekitar 40 an itu terlihat bingung dengan kliennya kali ini.

" Saya tetap ingin pisah Pak Jhony, tapi ada hal yang ingin saya minta," ucap arena santai.

" Haaah, ya ya ya. Aku paham. Baiklah kalau seperti itu,"

Rena bermaksud meminta semacam ganti rugi kepada Raga, karena dia merasa tertipu. Raga yang menderita impoten-menurut versi Rena- telah membohongi dirinya dan keluarga. Maka dari itu ia akan minta ganti rugi atas hal tersebut.

Tentu saja, dia minta tidak banyak. Sekitar 500 juta, itu dihitung dengan biaya pernikahan dan juga rasa malu serta status janda yang ia akan sandang nanti. Rena merasa itu sudah cukup meskipun tidak sepadan degan status jandanya.

" Apakah benar itu cukup?" tanya Pak Jhony memastikan.

" Apakah bisa lebih, jika ya saya akan minta 1M. Tapi sepertinya itu sudah cukup," sahut Rena cepat. Meskipun Raga memang mengajar di sekolah internasional tapi ia merasa Raga akan kesulitan jika memang ia menuntut ganti rugi sebanyak itu.

" Anda bisa mengajukan ganti rugi sebanyak 1M, tapi biasanya nanti pihak tergugat akan mengajukan keberatan. Dan yang akan Anda terima tidak akan sebanyak itu."

Penjelasan Pak Jhony membuat Rena mengerti. Tapi dia tidak ingin meminta sebanyak itu. Ia rasa 500 juta cukup, ditambah sebuah mobil dan serta mas kawin yang ia terima. Lagi pula selama 6 bulan menikah, Raga memberikan semua gaji yang ia terima kepadanya.

" Tidak Pak, 500 juta sudah cukup untuk meminta ganti rugi. Saya akan sampaikan di sidang mediasi nanti."

Sidang mediasi yang sebenarnya digunakan untuk mempertemukan pasangan yang akan bercerai agar bisa membicarakan lagi tentang keputusan masing-masing, malah akan digunakan oleh Rena meminta sebuah ganti rugi. Dan dia sudah menyusun sebuah skenario agar bisa mendapatkan ganti rugi yang ia inginkan.

" Ini semua salahmu Ga, ngapain kamu menikahi aku jika milikmu nggak bisa bangun begitu. Cih, aku nggak hanya butuh uang. Tapi aku butuh itu untuk. Buat apa menikah kalau nggak bisa melakukan hubungan. Hah, tahu gitu aku nggak akan mau menikah denganmu. Jerez adalah pilihan terbaik, uughh aku tiba-tiba kangen Jerez."

TBC

Terpopuler

Comments

Lies Atikah

Lies Atikah

udah ketauan cewenya begitu ga kok masih mau menerima alasan orang tua atu sudah gak punya harga diri sebagai lelaki karna terlalu cinta hingga mau menerima sampah rongsokan oh bener 2 ogeb bin oon

2024-12-05

0

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Salahmu Raga.....dah tahu model ceweknya kayak gitu masih aja mau nikahin.... dengan alasan apapun...

2024-12-07

0

ning sora

ning sora

cinta tp gk nafsu, yo susah leh...

2024-11-25

0

lihat semua
Episodes
1 DDI 01: Hanya Ingin Cerai
2 DDI 02: Kamu Orang Baik, Ga
3 DDI 03: Merasa Ada Yang Aneh
4 DDI 04: Berkamuflase Itu Melelahkan
5 DDI 05: Oh Gitu Ceritanya
6 DDI 06: Apa Ada Jodoh yang Tertunda?
7 DDI 07: Bukan Sambel, Tapi Kamu :D
8 DDI 08: Cantik
9 DDI 09: Kegilaan
10 DDI 10: Gebrakan Raga, apa itu?
11 DDI 11: Jangan Berlagak Paling Menderita
12 DDI 12: Selesai
13 DDI 13: Semangat Ketemuan
14 DDI 14: Selamat Sudah Jadi Duda
15 DDI 15: Curhat Bareng Abi
16 DDI 16: Menjemput Gadis Cantik
17 DDI 17: Puncak Bogor
18 DDI 18: Pesona DuRen MaTeng
19 DDI 19: Ada Yang Panas
20 DDI 20: Panggil Mas Juga Boleh
21 DDI 21: Kira-kira Siapa ya?
22 DDI 22: Tamu Menyebalkan
23 DDI 23: Ternyata
24 DDI 24: Perasaan Apa Ini?
25 DDI 25: Maafin Aku, Ga
26 DDI 26: Benzy Danurwendra
27 DDI 27: Aku Nggak Mau
28 DDI 28: Semuanya Terkejut :D
29 DDI 29: Gue Ditembak?
30 DDI 30: Dua Lawan Enam
31 DDI 31: Sedikit Denial Tapi Akhirnya Panik
32 DDI 32: Dilarikan Ke Rumah Sakit
33 DDI 33: Nengokin Korban
34 DDI 34: Kabar Buruk
35 DDI 35: Ini Bisa Membuktikan Lho
36 DDI 36: Perjuangin Ga!
37 DDI 37: Maaf, Seharunya Kamu Tidak Terlibat
38 DDI 38: Mungkin Raga Nggak Impoten
39 DDI 39: Awas Bangun!
40 DDI 40: Run Raga ... Run!!!
41 DDI 41: Tertangkap
42 DDI 42: Kapan Bawa Orangtua?
43 DDI 43: Minta Doanya Ya
44 DDI 44: Saya Tidak Akan Menyesal
45 DDI 45: Siapa Dia
46 DDI 46: Saingan Ran Kah?
47 DDI 47: Anakmu Pulang
48 DDI 48: Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya
49 DDI 49: Kegalauan
50 DDI 50: Sebuah Keputusan
51 DDI 51: Rencana Balik Ran
52 DDI 52: Joni Aman Banget
53 DDI 53: Berangkat Ke Jakarta
54 DDI 54: Mari Selesaikan
55 DDI 55: Ultimatum Ran
56 DDI 56: Selamat Datang Bapak Ibu
57 DDI 57: Biar Jadi Kejutan
58 DDI 58: Duda Masih Perjaka
59 DDI 59: Yang Sederhana Saja
60 DDI 60: Semoga Bahagia
61 DDI 61: Bukannya Udah Pernah, Jangan Grogi
62 DDI 62: Siap Bertugas Malam Ini
63 DDI 63: Lanjut Aja, Nanggung
64 DDI 64: Mancing
65 DDI 65: Ada Yang Mau Main-Main
66 DDI 66: Sedikit Ricuh
67 DDI 67: Keminderan Raga
68 DDI 68: Mencari Bukti
69 DDI 69: Menggoda Suami Yang Sedang Insecure
70 DDI 70: Grebek
71 DDI 71: Nikmatilah Waktu Mu
72 DDI 72: Pak Guru Suamiku
Episodes

Updated 72 Episodes

1
DDI 01: Hanya Ingin Cerai
2
DDI 02: Kamu Orang Baik, Ga
3
DDI 03: Merasa Ada Yang Aneh
4
DDI 04: Berkamuflase Itu Melelahkan
5
DDI 05: Oh Gitu Ceritanya
6
DDI 06: Apa Ada Jodoh yang Tertunda?
7
DDI 07: Bukan Sambel, Tapi Kamu :D
8
DDI 08: Cantik
9
DDI 09: Kegilaan
10
DDI 10: Gebrakan Raga, apa itu?
11
DDI 11: Jangan Berlagak Paling Menderita
12
DDI 12: Selesai
13
DDI 13: Semangat Ketemuan
14
DDI 14: Selamat Sudah Jadi Duda
15
DDI 15: Curhat Bareng Abi
16
DDI 16: Menjemput Gadis Cantik
17
DDI 17: Puncak Bogor
18
DDI 18: Pesona DuRen MaTeng
19
DDI 19: Ada Yang Panas
20
DDI 20: Panggil Mas Juga Boleh
21
DDI 21: Kira-kira Siapa ya?
22
DDI 22: Tamu Menyebalkan
23
DDI 23: Ternyata
24
DDI 24: Perasaan Apa Ini?
25
DDI 25: Maafin Aku, Ga
26
DDI 26: Benzy Danurwendra
27
DDI 27: Aku Nggak Mau
28
DDI 28: Semuanya Terkejut :D
29
DDI 29: Gue Ditembak?
30
DDI 30: Dua Lawan Enam
31
DDI 31: Sedikit Denial Tapi Akhirnya Panik
32
DDI 32: Dilarikan Ke Rumah Sakit
33
DDI 33: Nengokin Korban
34
DDI 34: Kabar Buruk
35
DDI 35: Ini Bisa Membuktikan Lho
36
DDI 36: Perjuangin Ga!
37
DDI 37: Maaf, Seharunya Kamu Tidak Terlibat
38
DDI 38: Mungkin Raga Nggak Impoten
39
DDI 39: Awas Bangun!
40
DDI 40: Run Raga ... Run!!!
41
DDI 41: Tertangkap
42
DDI 42: Kapan Bawa Orangtua?
43
DDI 43: Minta Doanya Ya
44
DDI 44: Saya Tidak Akan Menyesal
45
DDI 45: Siapa Dia
46
DDI 46: Saingan Ran Kah?
47
DDI 47: Anakmu Pulang
48
DDI 48: Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya
49
DDI 49: Kegalauan
50
DDI 50: Sebuah Keputusan
51
DDI 51: Rencana Balik Ran
52
DDI 52: Joni Aman Banget
53
DDI 53: Berangkat Ke Jakarta
54
DDI 54: Mari Selesaikan
55
DDI 55: Ultimatum Ran
56
DDI 56: Selamat Datang Bapak Ibu
57
DDI 57: Biar Jadi Kejutan
58
DDI 58: Duda Masih Perjaka
59
DDI 59: Yang Sederhana Saja
60
DDI 60: Semoga Bahagia
61
DDI 61: Bukannya Udah Pernah, Jangan Grogi
62
DDI 62: Siap Bertugas Malam Ini
63
DDI 63: Lanjut Aja, Nanggung
64
DDI 64: Mancing
65
DDI 65: Ada Yang Mau Main-Main
66
DDI 66: Sedikit Ricuh
67
DDI 67: Keminderan Raga
68
DDI 68: Mencari Bukti
69
DDI 69: Menggoda Suami Yang Sedang Insecure
70
DDI 70: Grebek
71
DDI 71: Nikmatilah Waktu Mu
72
DDI 72: Pak Guru Suamiku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!