Raga pamit undur diri, ia mengatakan bahwa sebentar lagi akan mengadakan ulangan harian untuk murid-murid nya jadi ia harus segera sampai disekolah. DIS atau Dewantara Internasional School adalah tempat dimana dia mengajar. Itu juga tempat dimana Ran sekolah dulu mulai dari SD hingga SMA.
" Haah, sepertinya ini akan mudah. Setidaknya ia mendapatkan apa yang diinginkan."
Raga bergumam lirih. Ia lalu menyalakan mobilnya dan segera pergi meninggalkan kantor pengacara milik Ran. Bagi Raga memilih Ran sebagai pengacaranya sepertinya adalah pilihan yang tepat. Ia bisa lebih mudah dalam meminta bantuan.
Tidak sia-sia juga dia mencari tahu soal kantor itu. Nama Abinawa yang ia dapatkan tentu langsung menjadikan sebuah petunjuk. Siapa yang tidak mengenal nama itu, bahkan pemilik sekolah dimana tempat ia bekerja juga memiliki hubungan pertemanan yang baik dengan keluarga Abinawa.
Tapi sebenernya bukan itu masalahnya. Alasan sesungguhnya bagi Araga memilih Kieran sebagai pengacaranya ya karena Ran adalah muridnya dulu. Dia merasa nyaman saja ketika Ran lah yang menangani kasusnya. Terlebih alasan istrinya meminta cerai adalah karena dia impoten.
Rasanya Raga tidak malu saat Ran mengetahui hal tersebut. Dari masa sekolah Ran adalah murid yang baik. Dia juga acuh terhadap urusan orang lain. Dan meskipun keluarganya adalah keluarga kaya, anak itu tetaplah rendah hati dan mau bergaul dengan siapa saja. Ini lah yang membuat Raga yakin mempercayakan kasusnya kepada Ran.
" Impoten? Haah, mengapa juga bisa begitu," gumam Raga lirih sambil melihat kebawah. Melihat benda miliknya yang berada tepat di antara dua paha. Ia menggelengkan kepalanya pelan, rasanya tidak menyangka jika impoten menjadi alasan dirinya akan bercerai.
Araga membuang nafasnya kasar. Ia tidak tahu mengapa dirinya seperti itu. Padahal ia yakin miliknya baik-baik saja. Setiap pagi pun selalu beraksi layaknya pria normal pada umumnya. Tapi ketika melihat tubuh istrinya, benda miliknya itu tidak beraksi apapun. Dan ia sama sekali tidak punya keinginan untuk menyentuh.
" Mas, aku menikah denganmu juga karena ingin mendapatkan nafkah batin. Tapi sampai berbulan-bulan menikah kamu tetap tidak bisa memberikannya. Kenapa mas? Apa ada yang salah dengan mu?"
" Maaf."
Ya, hanya kata itu yang muncul dari bibir Raga saat istrinya menanyakan tentang dirinya yang tidak juga melakukan tugasnya sebagai suami di ranjang. Dan pada akhirnya Rena mengajukan gugatan untuk bercerai. Sekarang wanita itu bahkan sudah pulang ke rumah kedua orang tuanya. Jadi bisa dikatan saat ini mereka sudah pisah rumah.
Raga juga sudah mengembalikan Rena kepada ayah dan ibunya. Karena dulu dia meminta baik-baik maka ia pun mengembalikan dengan cara baik-baik pula.
Kedua orang tua Rena sempat marah kepada Raga, tapi ia hanya diam dan tidak melakukan pembelaan apapun. Biarlah dirinya yang disalahkan atas gagalnya pernikahan ini.
Ckiit
Mobil Raga sudah berada di tempat parkir khusus guru. Ia tersenyum lebar ketika memandang gedung sekolah. Ya, murid-murid adalah salah satu penghiburan buat dia ketika tengah merasa kesuh dengan permasalahan yang ia hadapi.
" Selamat pagi Pak Raga, tumben ini baru datang?" sapa salah satu security.
" Iya Pak, tadi saya ada keperluan, jadi. Izin terlambat. Ya sudah pak saya masuk dulu ya."
Raga membalas sapaan itu dengan ramah, ya dia memang terkenal sangat ramah. Hal tersebut sudah diketahui oleh semua orang yang ada dilingkungan DIS. Apalagi Raga juga lumayan lama mengajar di sana. Ia mulai mengajar di DIS dari umurnya 23 tahun, dan sekarang umurnya sudah 36 tahun jadi Raga sudah berada di sekolah itu selama 13 tahun lamanya. Maka dari itu orang-orang jelas mengenal Raga dengan baik.
" Jadi, apa kamu beneran bakal pisah Ga?"
" Ya begitu lah."
Saat ia baru sampai di ruangannya, seorang rekan guru menghampiri Raga. Tito, dia adalah guru matematika yang lumayan dekat dengan Raga. Meskipun Tito baru 5 tahun bergabung di DIS, hubungan mereka memanglah sangat baik. Keduanya sering melakukan banyak kegiatan bersama salah satunya mendaki. Memiliki hobi yang sama membuat mereka cepat akrab. Usia mereka berdua juga tidak terpaut jauh yakni hanya 3 tahun. Raga lah yang lebih tua dari Tito.
" Apa nggak mau di omongin dulu gitu? Tapi mau apa juga yang diomongin kalau begitu."
" Doi udah nggak mau sama aku. Ya udah, kabulin saja maunya dia. Lagi pula aku beneran nggak bisa ngasih apa yang dia mau."
Tito hanya mendesahkan nafasnya kasar, ia tahu seperti apa temannya itu. Jika memang Raga sudah memiliki keputusan yang pasti, ia pun tidak akan bisa berkata apa-apa. Tapi satu hal yang pasti bahwa ia tahu temannya adalah orang yang baik.
" Aku percaya sama kamu Ga, karena aku tahu siapa kamu."
" Thanks To. Ya udah aku ke kelas. Anak-anak hari ini ulangan."
Tito menganggukkan kepalanya kecil. Tapi setelah Raga menghilang dari kantor guru, ia mengepalkan tangannya erat. Rasanya ia ingin marah sebenarnya terhadap istri Raga. Hanya saja Tito menahannya. Lagi pula itu urusan rumah tangga mereka, yang mana jelas tidak bisa ia campuri.
Ada sedikit rasa sesal dari diri Tito. " Kamu orang baik Ga, kamu pria yang baik. Tapi kenapa harus nikah sama wanita model begitu. Kelihatan aja mukanya kalem tapi beuuh kelakuannya bikin ngelus dada."
Tito bicara sendiri, ia mengusap wajahnya kasar lalu berdecak. Namun detik selanjutnya ia meyakini bahwa apa yang terjadi memang sudah menjadi bagian perjalanan hidup sang teman. Padahal Tito adalah orang yang paling bahagia saat Raga menikah. Tapi ternyata semua tidak sesuai yang dibayangkan.
Toto pun siap menjadi saksi nantinya jika dibutuhkan dalam persidangan, namun Raga menolak, dia hanya ingin pisah secara baik-baik tanpa adanya adu urat. Raga tidak mau hubungan akan menjadi rusak. Jadi biarlah dia yang menjadi objek kesalahan di sini.
" Semoga kamu mendapatkan wanita yang baik Ga. Kau orang baik, jadi aku yakin kau pun akan mendapatkan pendamping yang baik juga. Haaish anak itu, kesal kali aku dibuatnya karena terlalu baik sama orang."
Tito berdoa tulus dalam hati. Ia mengenal Raga dengan sangat baik. Meskipun belum lama, tapi ia selalu mengharapkan Raga memiliki pendamping yang baik nantinya.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Itu berarti barang mu tau beda nya barang ory dan barang rongsokan,mungkin kali ya..😄
2024-12-15
0
Nanik Kusno
Nikah bukan karena dijodohkan....kok g nafsu...🤔🤔🤔
2024-12-06
0
Lies Atikah
kok bisa gak bangun Ga
2024-12-05
0