Bab. 15. Anand dan Yohana

Selina dan Yohana menikmati makanan mereka dengan penuh kebahagiaan, walau awalnya hampir terjadi salah paham, tapi lambat laun Selina bisa mengerti dengan Yohana yang ternyata orang baik dan sangat menyayangi suaminya.

"Selina, ternyata kamu asik juga, walau umurku berada 8 tahun di atasmu, tapi cara berpikir mu sangatlah dewasa, ucap Yohana.

"Saya terbiasa hidup sendiri, jadi saya banyak belajar dan memanfaatkan potensi ku, jika tidak, sudah pasti aku akan kelaparan, ucap Selina Santai.

"Apa pekerjaan mu Selina, tanya Yohana.

"Aku pengangguran, yang bekerja itu staf aku, jadilah aku bisa punya waktu untuk jalan-jalan, ucap Selina Santai.

"Kamu itu, ternyata pemilik usaha, dan kalau boleh apa nama perusahaan milikmu, lanjut Yohana bertanya kayak polisi menginterogasi pelaku kejahatan.

"Perusahaan ku belum berjalan normal, tapi perusahaan ku bergerak di bidang kecantikan, nanti kakak saya undang saat acara launching produk pertama dari perusahaan ku, ucap Selina.

Obrolan mereka terganggu dengan datangnya seorang pria gagah dan tampan, dengan pakaian yang sangat khas seorang profesional.

"Oh ternyata mama sudah punya sahabat sekarang, hingga papa yang ganteng ini di lupakan, ucap Seorang pria itu, sambil mendekat ke meja Selina dan Yohana.

"Hehehehe,maafkan mama ya, kenalkan pah, ini teman baru mama, namanya Selina Natasya, masih muda tapi sudah memiliki perusahaan sendiri, ucap Yohana sambil memperkenalkan Selina.

"Kenalkan nama Saya Anand Suhendra, Direktur dari PT AYS Mandala, ucap Anand suaminya Yohana.

"Saya Selina Natasya, senang berkenalan anda,ucap Selina sopan.

Anand sangat bahagia melihat istrinya mendapatkan teman, biasanya Yohana sangat tertutup setelah di khianati teman akrabnya,.

Mereka terlibat obrolan ringan dan menyenangkan, mereka terlihat seperti sudah kenal bertahun-tahun, Selina sangat nyaman, dengan pasangan suami istri itu, mereka berdua saling mencintai, walau berasal dari kaya raya tapi mereka berdua sangat berbeda dari yang kebanyakan.

"Terimakasih Selina, ucap Yohana.

"Sama-sama, Kak Anand bolehkah Selina, mengajak kak Yohana besok jalan-jalan dengan ku ? tanya Selina.

"Silahkan saja, mumpung anak kami lagi di bawa orangtuaku, jadi silahkan saja, kakak tidak melarangnya, asalkan jangan kenalkan dengan laki-laki lain ya, ucap Anand sambil bercanda.

"Ya nggaklah, kak Yohana juga pasti tidak mau, soalnya kak Anand juga sangat ganteng, dan pekerja keras, dan kata kak Yohana, kakak itu cinta pertamanya dan terakhir, ucap Selina menggoda Yohana.

"Mah, lihat temanmu ini, dia bilang papa ganteng, hahahaha, tawa bahagia Anand.

"Ya memang papa ganteng dan sangat menyayangi mama, jadi mama bangga menjadi istri papa, jawab Yohana.

"Terimakasih istriku, tapi apa ayah dan ibu sudah sehat, papa jadi kangen sama mereka, nanti kita ke Bogor jenguk mereka ya mah, ucap Anand.

"Ia pah, tapi Selina hanya seminggu di Jakarta, dia akan pulang ke kampungnya nanti, jadi ijinkan mama temani Selina ya pah, ucap Yohana lembut.

"Ia sayang, buatlah saudara kita ink bahagia, Papa juga bahagia melihat mama sudah ceria seperti dulu, sebelum si pengkhianat itu ketahuan belangnya, jawab Anand dengan penuh kasih.

"Kakak berdua, jangan pikirkan masalah yang sudah lewat, kalian adalah kenalanku yang pertama di Jakarta, bisakah Selina di anggap adik oleh kalian, ucap Selina.

"Wah, itu namanya rejeki buat kami, asal Selina tahu, kami berdua sama-sama anak bungsu, saya Anand Suhendra, mulai Hari mengakui Selina Natasya sebagai adikku, dan akan menyayangi dan melindunginya, ucap Anand bahagia.

Anand Suhendra 3 bersaudara laki-laki semuanya, jadi hari ini, dia seperti mendapatkan proyek triliunan rupiah, anda bisa di samakan dengan harta.

"Saya Yohana Haryadi, mulia hari ini akan mengakui Selina Natasya sebagai saudariku, dan akan menyayangi dan melindunginya, ucap Yohana.

"Saya Selina Natasya, akan mengakui Kak Anand dan Kak Yohana sebagai kakakku, dan akan selalu menyayangi mereka dan akan mendengar nasihat dari mereka, ucap Selina kemudian mencium tangan kedua kakak barunya.

Dia sudah melihat dengan mata langitnya, bahwa kedua orang itu sangat tulus.

'Ini hadiah buat kakak berdua, berikan juga buat kedua orangtua kakak berdua, juga saudara-saudara kakak uang lain, baca aturan pakainya.

Tapi yang ini khusus buat kakak berdua dan keponakanku, tolong di terima, saya jamin kedua orang tua kakak berdua akan sangat sehat, tidak perlu ke Singapura untuk berobat, dan tidak perlu pulang kampung untuk menunggu ajal, ucap Selina.

"Darimana adek tahu, ayah mertua kakak berobat di Singapura dan juga orangtua kandung kakak sedang menunggu ajal kampung halaman kami", Tanya Yohana.

"Darimana adek tahu itu tidak penting, sekarang kalian sedia bisa berbahagia dengan tanpa beban, segera panggil pulang orangtua kakak berdua, dan segera berikan Pill yang ku berikan, tapi tolong rahasiakan darimana Pill ini berasal, ucap Selina.

"Tapi Dek, Pill ini sangat berharga, apalagi kamu memberikannya sangat banyak, ucap Anand.

"Kalian adalah kakakku, keluarga kalian berarti Keluarga ku, anggaplah ini sebagian bakti pertama ku sebagai adik kalian, ucap Selina dengan tulus.

"Terimakasih kalau begitu, Ayahku cuci darah di rumah, jadi benar kata Ade, ayahku tinggal menunggu ajal, sedangkan mertuaku, saat ini stroke, kasihan ibu mertuaku yang merawat ayah mertua kakak.

Kedua orang tua kami adalah sahabatan dari kecil, hingga kakak di jodohkan dengan Anand, kakak juga bersahabat dengan Anand dari TK, makanya kakak sangat menyayangi kakakmu Anand, ucap Yohana.

"Hahahaha, Selina sangat beruntung, mendapatkan 2 kakak yang Tampan dan Cantik juga baik hati dan rendah hati, dan ini buat kak Anand biar tambah ganteng, dan ink buah kak Yohana biar tambah cantik, gunakan hanya saat pesta, dan ini tolong di simpan baik-baik, jika ada keuangan bisa kalian jual, ucap Selina.

Dia memberikan 3 pasang Cincin berlian dan 5 pasang Cincin Giok, Selina juga memberikan 1 kotak berisikan 10 butir Berlian beraneka warna, sebesar bola pingpong, membuat sepasang suami istri itu terkejut, saat melihat Cincin yang di berikan Selina, sedangkan kotak berisi Berlian, Selina minta agar mereka membuka nya saat berada dirumah.

"Dek, berlian ini sangat mahal dan langka, ucap Yohana.

"Gunakanlah, untuk cincin bermata Giok itu pakailah setiap hari, aku mau kalian berdua tampil dengan sangat cantik dan ganteng, dan 1 lagi tapi menyusul, aku akan buat Liontin untuk lambang persaudaraan kita, agar kelak keturunan kita paham hubungan kita, ucap Selina.

"Kami jadi bingung ingin memberimu apa, ucap Anand.

"Kalian cukup menyayangi ku saja itu sudah sangat berarti bagiku yang Yatim-piatu ini, ucap Selina dengan wajah murung.

"Baiklah, dimasa depan jika ada masalah, tolong cerita dengan kami, ucap Yohana langsung pindah tempat duduk dan memeluk Selina.

Anand juga tak mau kalah dia merangkul Selina dan Yohana, ada kehangatan yang dirasakan Selina, ketika aura ketulusan dari kedua kakak barunya.

Yohana tidak cemburu dengan perlakuan Anand pada Selina, Anand adalah laki-laki sejati, dia tidak akan tergoda dengan wanita manapun, bahkan hanya sekedar bertutur sapa saja dia jarang dengan wanita selain istrinya dan keluarganya.

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!