Ketiga ibu-ibu itu hanya bisa tersenyum kecut, kami ini mereka mati kutu. Biasanya tingkah mereka tidak ada yang membuat mereka seperti itu, tapi sekarang bertemu dengan orang yang lebih sombong dari mereka.
Selina tidak lagi menanggapi omongan ketiga ibu-ibu itu, karena mereka juga sudah kembali ke wujud manusia normal.
"Halo bunda dan kakakku yang cantik, ucap Aurora yang keluar dari kelasnya karena istirahat.
"Bagaimana pelajaran nya, apa Aurora bisa mengikutinya, tanya ibunya.
"Bisa bunda, dan Bu guru bilang Aurora tidak pantas berada di kelas 1, karena semua pelajaran Aurora sudah bisa, ucap Aurora melaporkan ucapan gurunya.
"Berarti adiknya kakak pintar, ingat jangan sombong dan besar kepala, ucap Selina menimpali.
"Ia kak, jawab Aurora kemudian menikmati makanan yang di bawa dari rumah, bersama pengasuh nya.
Aurora, sudah di berikan Pill pengetahuan, dirumah juga dia di ajarkan oleh pengasuhnya, untuk membaca dan berhitung, agar lebih lancar.
Selina juga membelikan aplikasi belajar, serta game edukasi, hingga Aurora bisa lebih cerdas.
Saat menerima buku pelajaran, dua membaca nya, hanya saja, tulisan Aurora masih belum terlalu rapi.
Seminggu mengantar Aurora sekolah, akhirnya Selina berangkat ke Jakarta, dia akan menyerahkan formula sabun, shampo dan pasta Gigi buatannya, agar segera dilakukan uji klinis.
Selain itu, Selina juga sudah mengakuisisi sebuah ladang seluas 5000 hektar, untuk di jadikan perkebunan buah-buahan, dia berencana ingin membuat Perusahaan minuman ringan.
Dia juga sementara bernegosiasi dengan seorang pemilik lahan, luasnya 5 hektar, rencananya dia akan bangun pasar modern, lokasi berada ibukota propinsi.
Tiba di perusahaan nya, dia langsung di sambut oleh seluruh karyawannya.
Mereka melaporkan untuk masalah perkembangan produk Kecantikan dan perawatan kulit, bahwa seminggu lagi akan launching ke pasaran dan pembukaan beberapa gerai di berbagai Mall, serta ada 3 klinik kecantikan yang sudah selesai di renovasi dan segala peralatan sudah siap menerima pelanggan.
Selina menanggapi laporan mereka dengan sukacita, dia senang perusahaan pertamanya akan kembali beroperasi, setelah mengeluarkan uang yang cukup banyak.
Selina juga bertanya tentang pendirian Perusahaan Induk, dan mereka mengatakan sementara berproses, dan mungkin sebulan lagi selesai.
Selina bersama petinggi perusahaan nya, datang mengunjungi pabriknya, terlihat para pekerja begitu bersemangat, karena saat ini, gaji mereka lancar, bahkan aturan jam kerja semakin jelas.
Selina sudah memberikan nama untuk perusahaan induknya, Yaitu Celine Natasya Sadewa Company singkatnya CNS Group Company.
Nama aslinya Selina Natasya Sudarmo, seluruh Dokumen perusahaan nya tidak menggunakan nama aslinya, tapi menggunakan nama Celine Natasya Sadewa.
Beberapa pihak yang mendengar nama Sadewa, sempat terkejut, karena di Indonesia tidak ada keluarga menggunakan nama Sadewa, merujuk ke 25 Keluarga terkaya di Indonesia, mereka berkesimpulan bahwa Selina berasal dari Keluarga tersembunyi.
Di Indonesia memang sering di hebohkan dengan istrilah keluarga tersembunyi, dan kenyataannya memang ada, para keluarga tersembunyi itu, berasal dari keturunan yang berjaya di masa lalu, namun kini mereka menutup diri, dan tampil sebagai keluarga biasa, mereka membeli saham dan secara tertutup di perusahan-perusahaan besar.
Keturunan mereka mendirikan berbagai perusahaan menengah, untuk menutupi kekayaan dan keberadaan mereka.
Pola hidup mereka juga sangat sederhana, dengan rumah yang juga sederhana, sehingga banyak yang tak mengira mereka berasal dari keluarga yang sangat kaya.
Keluarga ini juga tidak akan tercatat dalam kumpulan atau peringkat orang terkaya di Indonesia.
Di kabarkan, para Keluarga tersembunyi, sudah ada sejak ratusan tahun, kekayaan mereka ribuan triliun yang tersebar di berbagai keluarga mereka.
Terkadang kita bisa melihat mereka, hanya berdagang di pasar sebagai toko grosir, yang ternyata supplier mereka berasal dari keluarga mereka, dan mereka sendiri di pimpin oleh 1 orang kepala keluarga.
Selina tidak tahu tentang tanggapan para pebisnis soal layar belakang dirinya, padahal tanpa bekerja pun, Selina tidak akan miskin, sebutir Berlian dia jual, sudah mampu membiayai hidupnya selama beberapa tahun dengan kehidupan mewah.
Tambang yang ada dalam Cincin Dimensi nya, tak akan habis untuk membiayai kehidupannya, belum lagi harta peninggalan ke dua orangtua angkatnya lainnya.
Selina tidak perlu menambang seperti kegiatan pada umunya, jika dia berjalan ke arah pegunungan berapi, maka dia akan suguhkan batu-batu berlian yang berserak karena muntahan dari gunung berapi.
Dia hanya berjalan dan mengumpulkan sebisa dia, begitu juga tambang emasnya, dia hanya perlu masuk ke Goa dan mengambil bongkahan Emas yang ada di pinggir Goa, begitu juga dengan batu-batu berharga lainnya.
Pulang dari perusahaan nya, dia datang ke Mall Kelapa Gading, dia ingin melihat pameran Perhiasan.
Selina turun dari mobil Audy R8 miliknya, membuat para pengunjung terpukau,wanita muda dengan balutan busana sederhana dari brand internasional, serta aksesoris berkesan sederhana, jam tangan dari Patek Philippe Aquanaut 5168G Green, seharga 1.2 milyar, yang terkesan sederhana.
Dengan langkah pasti, dia mengedarkan pandangannya untuknya mencari lokasi pameran, dan ketika sampai di lokasi, dia melihatnya dengan mata Langit, ternyata cukup bagus.
Walau bukan emas 24 karat, tapi sesuai dengan harga yang ditawarkan, jadi tidak masalah.
Ada juga yang perhiasan berlian, walau ukuran kecil, tidak sampai 1 gram, harganya cukup mahal.
"Maaf Nona, tolong jangan terlalu mendekat ke etalase jika hanya akan melihat-lihat, kamu tahu tidak, harga Berlian itu sangatlah mahal, ucap seorang pengunjung, yang terhalang dengan Selina.
"Oh baik Bu, tapi apakah anda juga hanya datang melihat-lihat atau ingin membeli nya, tanya Selina.
"Saya ingin melihatnya dulu, kalau berminat aku akan membelinya, jawab wanita dewasa itu, sambil menunjukkan cincin berliannya, dan kumpulan gelang mahal di pergelangan tangan nya.
"Berarti anda sangat kaya, ucap Selina Santai.
"Ya begitulah, kami memiliki 10 SPBU, 5 Hotel dan 5 pabrik olahan makanan untuk ekspor, jawab wanita itu dengan santai.
"Kalau begitu, anda pasti mampu membayar kalung berlian itu, harganya 5 milyar, kalung berlian berbahan emas dan titanium serta Liontin berlian Putih
Seketika wajah wanita itu langsung berubah jelek, memang benar dia orang kaya, tapi untuk membeli Berlian seperti itu, dia harus meminta ijin kepada suaminya, kalau hanya 100 juta dia bisa beli tanpa ijin suaminya, karena sudah di berikan uang bulanan untuknya.
"Hahahaha, aku pasti di marahi sama suami ku, kasihan dia bekerja keras, aku tak mau memboroskan uang nya, kecuali memang dia yang membelikan nya.
Semua perhiasan ini, dia yang membelikannya, aku kesini hanya sekedar melihat-lihat saja, maaf kalau kata-kata saya tadi membuatmu tersinggung.
Karena di pameran sebelumnya ada seorang gadis tak sengaja menyentuh etalase dan tiba-tiba ada yang mendorong nya, hingga 1 kalung terjatuh, dan rusak, gadis itu menggantinya walau dia juga kaya tapi membayar barang rusak juga akan membuat kita rugi, ucap wanita itu.
"Oh seperti itu, jujur saja saya tersinggung dengan ucapan anda tadi, perkenalkan nama saya Selina Natasya, kalau kakak siapa namanya? ucap Selina sambil mengulurkan tangannya.
"Nama saya, Yohana Hartini, senang berkenalan dengan kamu Selina.
"Maaf atas pikiran negatif saya, bagaimana kalau saya mentraktir kak Yohana untuk makan, tawar Selina.
"Baiklah, aku juga lagi banyak waktu, kedua anakku di bawa mertua ke Singapura, suami ku juga lagi di luar kota, jadi aku jalan-jalan saja ke Mall ini, apalagi dekat rumah, ucap wanita.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments