"Dasar Orang gila, umpat ibu-ibu yang kesal dengan kelakuan paman dan bibinya Selina.
"Selina, jangan kamu pedulikan dengan mereka, perbuatan mereka kepadamu sudah sangat di luar batas, jika kamu tidak menahan kami, sudah pasti mereka di penjara, ucap Bu RT yang ikutan marah.
Sedangkan dirumah Pamannya, bibinya yang baru datang, segera membicarakan kepada seluruh saudara suaminya, mereka hanya terdiam.
Adik-adik dari ayahnya Selina, mulai berpikir keserakahan mereka, hingga mereka melupakan bahwa Selina adalah keluarga mereka yang semestinya mereka rawat dengan baik.
"Selamat Pagi, maaf mengganggu kalian, ucap Pak Kades.
"Selamat pagi pak Kades.
"Saya hanya ingin menyampaikan, tolong jangan buat keributan yang karena masalah sepele.
Saya kira kalau kalau kalian datang dan mengakui kesalahan dan mengembalikan hak-hak dia, saya yakin dia juga akan memaafkan kalian.
Dia sudah bicara dengan saya soal perubahan dokumen, dengan tidak mencantumkan nama belakang ayahnya, itu berarti dia akan memutuskan hubungan kekeluargaan dengan kalian.
Kebencian nya, muncul karena kalian keluarga dari ayahnya dan juga di tambah keluarga Ibunya, yang sama dengan kalian uan tidak menganggap nya.
Saya prihatin dengan anak itu, dia bertahan di hutan sendirian, bahkan saya dengar kalian membakar gubuknya dan mengambil uangnya, yang yang dikumpulkan untuk berjaga - jaga saat dia sakit.
Nikson adikku sangat marah kepada kalian, dia sendiri yang membantu Selina memperbaiki Gubuk yang kalian bakar.
Dia sungguh tidak bisa melawan 2 keluarga besarnya, jadi sekarang terima saja hasil dari perbuatan kalian.
"Tapi kami benar-benar tidak memiliki uang untuk ke Rumah Sakit, ucap mereka.
"Dulu ibunya Selina menjual tanah mereka demi kakak kalian, lantas kenapa kalian tidak melakukan hal yang sama, justru datang kerumah Selina memaksanya memberikan kalian uang 2 juta.
Yang bertanggung jawab adalah istri dan anak-anak nya yang sudah dewasa, dan kalian kakak beradik, soal Selina dia hanya keponakan kalian, apalagi selama ini dia kalian tindas, jadi dia tak memiliki tanggung jawab untuk membantu kalian, ucap pak Kades.
"Kami mengerti Pak Kades, memang selama ini kami sangat jahat, apakah dia akan memaafkan kami ? Tanah salah seorang adik ayahnya Selina.
"Kalaupun dia memaafkan kalian, bukan berarti dia akan membantu kalian, atau peduli layak keluarga yang lain, dia hanya tidak mau berurusan dengan kalian saja.
Saya lihat dia sekarang berbeda, dia sepertinya akan pergi dari kampung ini, bukan berarti tidak kembali, tapi dia sepertinya ada yang dia kerjakan.
Anak saya bilang Selina berada di Jakarta selama sebulan, Selina memposting foto di Instagram miliknya, Ucap Kades.
Selina yang mereka ceritakan, kini dalam perjalan ke Toko Pertanian miliknya di kecamatan.
Dia pun berpikir, bagaimanapun juga mereka adalah keluarganya, tapi bertahun-tahun mereka menyiksa nya.
Di jalan, dia melihat bibinya dari sebelah ibu sedang berdiri menunggu kendaraan lewat, dia berhenti sejenak dan menurunkan kaca mobilnya.
"Mana mobil Xenia nya, kenapa tidak kelihatan, ejek Selina.
"Kurang ajar kamu, emosi sang bibi.
"Saya hanya bertanya, jika tak mau menjawab, juga tidak apa-apa, jangan emosi mati cepat masuk kubur, suami kami yang enak nikah lagi, hahahaha, ucap Selina langsung melanjutkan perjalanan tanpa menawarkan tumpangan ke bibinya.
Mobil bibinya lagi rusak dan masih di bengkel, motornya di pake suami Kerja,.
"Makin kaya saja anak itu, Darimana uangnya, monolog bibinya.
Di kantor nya, Selina mengecek perkembangan uji klinis formula miliknya, yang sedang dalam uji coba di laboratorium.
Dia kemudian memeriksa laporan keuangan toko nya, dan semuanya baik-baik saja.
Dia kemudian akun tiktok, dan melihat seorang gadis berumur sekitar 15 tahun, mengalami luka bakar di wajahnya.
Karena merasa terharu, dia meminta nomor telpon gadis itu, ya gadis itu sedang menggalang dana untuk operasi rekonstruksi wajah.
Setelah mendapatkan nomor telpon, Selina menghubungi gadis itu dan menanyakan alamatnya.
"Saya akan mengirimkan obat untuk menyembuhkan mu, tapi kamu harus menahan rasa sakit selama hampir 1 jam, dan kamu harus tetap sadar, aturannya sudah ku tulis, setelah berhasil, tolong rahasiakan siapa saya.
Selina keluar dari toko dan mengirim ke alamat gadis itu, kemudian dia ke pasar, dan ketemu saudara-saudara ayahnya yang baru tiba dari kampung mereka.
Dia hanya melewati mereka dan duduk di warung makan, Selina melihat sepupu nya yang masih berumur 7 tahun melihat ke arahnya, Selina melambaikan tangan memberi tanda agar dia mendekatinya.
Anak gadis kecil itu pun segera mendekati Selina, kedua orang tua anak itu tak melarang, tidak seperti biasanya.
"Aurora mau makan apa ? tanya Selina.
"Tidak kak, Aurora tidak punya uang, jawab Aurora polos.
"Makanlah, kakak Selina yang akan membayarnya, ucap Selina.
"Nanti uang kakak habis, ucap Aurora, tapi matanya tertuju pada anak kecil yang sedang makan bakso.
"Ayo pesan, kakak juga mau makan, ucap Selina dan memanggil pelayan.
Saudara-saudara ayahnya terdiam, melihat Selina memberi makan buat Aurora, mereka datang ke kecamatan hendak mengajukan pinjaman di Bank, tapi ternyata hari ini hari Sabtu.
Selina dan Aurora menikmati baksonya dengan ceria, Aurora tidak gugup lagi.
"Kalau belum kenyang, minta lagi, biar perutnya buncit kayak om botak di TV, hahahaha.
"Tidak mau, jawab Aurora cemberut.
"Biarkan saja orangtuamu pulang, kamu ikut kakak saja, mau gak? tanya Selina.
"Aku takut di marahi ibuku, jawab Aurora.
"Kalau ibumu marah, Aurora tinggal sama kakak saja, nanti kita ke Jakarta lihat Monas, mau gak, ucap Selina.
"Mau kak, apa kita naik pesawat atau Kapal Laut? Tanya Aurora.
"Pesawat dong, kapal laut lama sampainya, jawab Selina.
"Aurora ayo pulang, panggil ibunya.
"Tidak mau, Aurora mau ikut kakak Selina jalan-jalan, jawab Aurora.
"Pulang lah kalian, biar dia bersamaku, masalah kalian dengan saya, tidak ada sangkut pautnya dengan Aurora, dia masih kecil tidak tahu apa-apa, ucap Selina dan beranjak ke kasir.
Selina membawa Aurora menuju mobilnya dan segera pergi, mereka berdua menuju ibukota provinsi.
Mereka ke Mall, dan membelikan Aurora banyak pakaian, dan juga sepatu serta sendal untuk harian.
"Wah kakak, Aurora sudah kayak mau hari raya, celoteh nya dengan riang gembira.
Selina sangat bahagia, dia teringat di usia seperti Aurora, setiap hari Sabtu atau Minggu, mereka suka jalan-jalan.
"Nanti mandi dulu baru di pakai, ucap Selina.
Selina menghabiskan sekitar 3 juta, untuk belanjaan Aurora, mereka juga mampir ke KFC dan menikmati sore hari di pinggir pantai dengan bahagia.
"Ayo kita pulang, mumpung masih sore, ajak Selina.
Dikampung beberapa saudara lain bertanya soal Aurora, anak kecil itu , biasanya kalau lagi ngumpul dia bintang acaranya.
"Ibunya Aurora hanya menjawab, kalau anaknya ikut dengan Selina, katanya mau jalan-jalan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments