Bab.19. Aurora ke Jakarta lagi

"Kakak, teriak Aurora sambil melebarkan tangannya, dan senyum kebahagiaan, melihat kakaknya Selina datang menjemput nya.

"Wah, sudah kayak princess, adik kakak ini, ucap Selina.

"Hahahaha, bibi tetangga juga bilang begitu, tapi Aurora tidak mau jadi princes, jadi adiknya kakak, Aurora sudah bahagia, ucap gadis kecil itu.

"Ia dong sayang, ayo kita pulang, atau mau mampir makan di tempat biasa, tanya Selina.

"Ayo kesana saja, ucap nya.

"Paman, bibi, dek Aldi ayo kita pulang, tapi kita mampir makan dulu, ucap Selina.

Dengan mengendarai mobil Lamborghini Urus, mereka menuju Ke restoran, yang di maksud Aurora, Restoran Jepang terkenal.

Paman dan Bibi nya Selina terkejut melihat interior Restoran itu, sudah pasti harga makanannya mahal.

"Apa tidak terlalu mahal harganya, ucap pamannya Selina.

"Asal Aurora suka, jnj tidak mahal, coba saja, pasti Paman akan ketagihan.

"Kak Selina, Aldi boleh pesan yang ini, ucap Aldi menunjukkan makanan yang harganya 700 ribu.

"Boleh dong, pilih yang Aldi suka, jangan sungkan dengan kakak, kalian adikku, wajib kakak untuk membahagiakan kalian, jangan cemburu dengan adikmu, kamu adalah laki-laki, jadi kakak harap kamu mengerti, kakak juga sayang sama Aldi, tapi karena Aurora dan kakak sama perempuan, jadi kami lebih dekat, Aldi mengerti maksud kakak, ucap Selina.

"Ia kak, Aldi mengerti, Aldi justru sangat bahagia, melihat adek semakin ceria dan bahagia, sebagai Kakak, Aldi malu karena belum mampu memberikan yang terbaik buat adikku, ucap Aldi.

"Suatu saat, Aldi pasti bisa, kakak akan berjuang agar kalian berdua bisa sekolah tinggi dan menjadi petinggi di perusahaan kakak, jangan tersinggung, jika kakak keras sama kamu, karena kamu punya tanggungjawab besar di masa depan, Ucap Selina.

"Aldi akan giat belajar, agar dimasa depan bisa jadi kakak yang terbaik, tekad Aldi.

"Mantab, itu baru adik kebanggaan kakak, sini sayang, biar kakak memelukmu, ucap Selina.

"Jadilah Pintar dan kuat, Aurora sangat sayang dengan Aldi, dia ingin memperkenalkan dengan bangga kakaknya kepada siapapun, jadi giatlah, kakak akan dukung apapun keinginan Aldi, asalkan itu berguna, ucap Selina.

"terimakasih kak, maafkan Aldi, karena ikut-ikutan menghina kakak, ucap Aldi.

"Jangan bahas itu lagi, sekarang Keluarga kita sudah utuh kembali, semua sudah lewat, jadikan itu sebagai pelajaran, agar kita jadi lebih baik, ucap Selina.

"Wah... Kakak mie nya wangi, udang nya sangat lezat.

Ayo kak Aldi, ini enak pasti kakak akan ketagihan, ucap Aurora polos.

"Hmmm , ia dek, jnj sangat enak, sesuai harganya, ucap Aldi.

"Ayo Paman, ambil dan bakar terlebih dahulu, baru celup ke kuah nya dan makan.

Paman dan bibinya Selina, ber-selfie dengan caption, makan malam bersama suami dan anak-anak, terimakasih keponakan @selina. Hanamasa DKI Jakarta.

"Selina, kapan paman tertuamu ini di ajak ke Jakarta, ucap Paman Selina lewat video call.

"Sabar ya, nanti kita jalan-jalan seluruh keluarga, ini mendadak, Aurora besok libur hingga Minggu, dia bilang sepi di kampung, jadi kusuruh dia kesini, karena dia masih kecil, ya sudah Paman dan bibi kecil yang antar, jangan sedih ya, ucap Selina.

"Hanya bercanda nak, kami sebenarnya lagi sibuk, mau persiapan panen, mana burung banyak banget, jadi agak gelap baru pulang dari sawah, sama bibimu dan kedua kakakmu, ucap Paman tertua.

"Oh oke, jangan lupa bulan depan Kak Farel sudah harus daftar sekolah Kapal, nanti kalian ikut semuanya, ucap Selina.

"Oke nak, mana keponakan manja Paman, Aurora sayang, ucap sang Paman.

"Halo Paman Besar, nanti Aurora bawakan oleh-oleh buat paman dan bibi, tadi Aurora mau pamitan, tapi kata tetangga, Paman dan bibi belum pulang, ucap Aurora.

"Ya sudah sayang, Paman juga sudah lapar, sapa dulu bibimu, tadi pagi dia gak sempat melihatmu, ucap Paman besar.

"Halo bibi, tadi pagi mobilnya tidak masuk rumah, jadi dari semalam, Parkir di rumah kakak Selina, makanya Aurora jalan kaki, jangan marah ya, ucap Aurora.

"Ya nggak sayang, ya sudah bibi juga mau makan, ingat jangan nakal, pasti kakakmu sangat sibuk bekerja, pesan sang bibi.

"Ia bi, ucap Aurora, kemudian lanjut makan.

Keluarga ayahnya Aurora, seolah tidak percaya, mereka iri dengan adik bungsu mereka, apalagi saat ini mereka melihat, rumah adiknya sangat besar, walau baru sementara naik bata, tapi sudah kelihatan betapa besarnya rumah itu saat sudah selesai.

Selina juga, sudah meminta kontraktor, agar mengukur, lahan ketiga rumah milik paman dan bibinya, serta tanah miliknya, warisan dari ayah, setelah di kembalikan paman besarnya.

Dia berniat agar dibuat semewah mungkin, Agar Mereka nyaman, apalagi halaman rumah di kampung sangat luas.

Kini mereka telah tiba di apartemen, para karyawan apartemen, hanya bisa geleng-geleng kepala, saat melihat outfitnya Aurora.

"Halo kakak semua, Aurora datang lagi, sapa Aurora.

"Selamat datang Nona Muda, kok lama baru datang lagi, ucap salah satu karyawan.

"Aurora sekolah di kampung, besok hingga Minggu kan libur, jadi datang kesini saja, kenalkan, ini kak Aldi, dan mereka adalah Ayah dan bundaku, ucap Aurora.

"Selamat datang Tuan dan Nyonya Besar, serta Tuan Muda, selamat berlibur, ucap para karyawan.

"Terimakasih sambutannya, kami masuk dulu, sampai ketemu lagi, ucap ibunya Aurora, mencoba menguasai keadaan.

Mereka terkejut di panggil Tuan dan Nyonya Besar, apalagi Aldi di panggil Tuan Muda.

Hal itu wajar bagi para karyawan, karena Selina membeli unit termahal di apartemen itu, apalagi Selina sangat baik kepada para karyawan, jadi bagi karyawan, memberikan rasa hormat, itu hal wajar.

"ini buat kalian, tolong bagi dengan rata, ucap Selina memberikan 2.5 juta.

"Nak, semewah ini ruangan nya, dan juga sangat luas, ucap Bibinya kagum.

"Ini unit termahal, dan saya bayar tunai, 150 milyar, 3 kamar utama, 1 kamar pelayan, tapi Selina buat gudang, pelayan tidur di kamar ke-tiga.

Unit sebelah ada sudah Selina beli, agar, nanti saat keluarga kita datang, Selina tidak repot cari hotel.

Saat ini, lagi membangun Rumah, di Permata Hijau, mungkin setahun lagi baru selesai, itu lebih besar lagi, 9 kamar tidur, ucap Selina.

"Astaga, Segede apa itu nantinya, ucap bibinya.

Pokoknya cukup buat keluarga kita ngumpul, jawab Selina santai.

Paman dan Bibinya serta Aldi, tidur di kamar Aurora, ada ekstra kasur, suasana warna pink, dan di lemari, berjejer baju, Aurora, makanya dia datang tidak bawa apa-apa.

"Bunda, baju-baju Ade, semuanya mahal-mahal, lihat ini Bunda, kayaknya belum di pakai, harganya masih ada, hanya sebuah kaos, harganya 3 juta.

Dan lihat ini, koleksi Perhiasan adek, sama persis di rumah kita, aku saja hanya ada 5 Cincin dan kalung, sudah sangat bangga memakainya, ucap Aldi.

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!