"Dan apakah kamu punya Kartu seperti milk saya, dan tunjukkan saldomu kepada jika kamu bilang saya miskin, ucap Selina menunjukkan beberapa kartu tertinggi dari berbagai bank.
"Hahahaha, jangan menghayal kamu, ayahku saja tidak bisa memiliki kartu itu, apalagi kamu hanya tinggal di desa, ucap dokter itu, tak percaya dengan yang di tunjukkan Selina.
"Hahahaha dasar Bodoh, orang kaya hanya punya Mobil Alphard itupun keluaran 4 tahun lalu, coba kau lihat mobil itu, itu khusus buat Aurora ke sekolah.
Dan kamu lihat, pondasi yang mulai di kerjakan, total pembangunan rumah ini saja 1 milyar, tidak termasuk tanah.
"Apakah kamu punya apartemen di Jakarta, kamu tahu itu harganya 35 milyar, apa kamu sanggup beli? Dan harta keluarga besar milik banyak orang, sedangkan kami disini ada milik masing-masing.
Dokter itu terdiam, tak mampu dia berkata-kata apa-apa, di keluarga istrinya, dia begitu meremehkan mereka bahkan mertuanya saja dia hormat.
"Bagaimana Tuan Dokter Yang terhormat, jika RS tempat mu bekerja mau di jual, haru ini juga ku beli, kamu bisa jadi dokter di RS Kecil atau pegang klinik desa lebih terpencil,
Sekarang, ganti baju adikku, baju hanya 10 potong stok untuk Indonesia, dengan model berbeda, harganya 150 juta aku beli semuanya, berarti perpotong 15 juta, ucap Selina.
"Hahahaha barang segitu kamu bilang harganya 15 juta, kalau 1.5 juta aku masih percaya, ejek dokter itu.
"Yeyen, ambil sisa baju ini, masih ada 9 potong di lemari Aurora, bawa sama nota nya dan bukti keasliannya dari Hermes internasional, sekalian ikat pinggangnya, berharga 5 juta, juga pasangannya sepatu, baru kemarin aku bawa pulang dari Jakarta.
Meninggal 15 menit, Yeyen dan kakak sepupu Aurora datang dengan bawa paket dari Hermes,
10 potong Dress, 5 ikat pinggang, 5 pasang sepatu, total 500 juta, belum tas Aurora, mereka juga membawa handphone iPhone 15 pro milik Aurora.
Dokter yang melihat itu semua sampai mundur selangkah, saudara-saudara sepupu Aurora dari kedua belah pihak sampai tertegun, bahkan tetangga yang melihat pertengkaran itu sampai merinding, melihat baju yang dipakai Aurora yang terlihat sederhana itu.
"Sekarang bayar ganti ruginya, jika tidak kupatahkan tangan anakmu, dan silahkan kamu lapor polisi, ucap Selina dan melangkah ke anaknya dokter itu.
Anak gadis itu gemetaran dan berlindung di punggung ibunya yang sedang ketakutan, dokter sudah sendiri sudah pucat saat Selina mendorong istri dokter itu.
"Ampun kak, tolong maafkan saya, ucap gadis berumur 13 tahun itu
"Apa salah adikku hingga kau siram dengan Syrup dan kau dorong, tangan mana yang mendorong adikku, teriak Selina lalu menarik kedua tangan gadis itu.
Dokter dan istrinya langsung berlutut memohon ampun, hingga Aurora datang memeluk Selina.
"Biarkan saja mereka kak, kelak jika Aurora sudah sukses, akan Aurora ingat kejadian ini baik-baik, jangan kakak mengotori tangan kakak yang bersih dan selalu menyuap makanan untuk Aurora, harus kotor dengan mematahkan tangan orang itu, ucap Aurora dingin.
Senyum manisnya hilang dalam sekejap, berganti dendam yang sangat dalam.
"Kak Grey yang terhormat, ini kami terakhir aku mengampuni mu karena memandang kita bersaudara, tapi ingat baik-baik, kamu dan keluargamu mulai hari ini tidak hubungan lagi dengan saya.
Saya tidak perlu mengganti apa-apa kepadamu dan keluargamu, karena sebutir kacang pun, kamu tidak pernah berikan. Untukku begitu juga orangtuamu, jadi pergilah, kami hanya orang miskin, tidak layak menerima kalian yang kaya raya, ucap Aurora dan langsung ambruk.
"Aurora, teriak Selina bergema, saat melihat hidung Aurora mengeluarkan darah.
Darah menahan kesedihan karena melihat orangtuanya dihina dan di tampar.
'Maafkan kami, biarkan saya memeriksanya, ucap dokter itu yang hendak menyentuh Aurora.
"Jangan berani kau menyentuh adikku, ucap Selina dan menggendong Aurora, dan di bawa ke rumahnya.
"Saya seorang Dokter ijinkan memeriksa nya, saya bisa membuatkan rujukan ke rumah sakit, teriak dokter itu.
"Kamu pikir aku tak bisa menyembuhkan adikku, balas Selina dan terus berjalan ke rumahnya.
Warga yang melihat Aurora dalam gendongan Selina ikut sedih, anak kecil itu selalu membuat para ibu-ibu tertawa, pembawaan nya yang riang dan gaya ngomong seperti orang dewasa membuat para tetangga sangat menyayanginya.
Tiba dirumahnya, Selina membaringkannya di kasur depan TV, tempat kesukaan Aurora,
Selina membuka baju Aurora, dan betapa kagetnya Selina saat melihat urat-urat Aurora pada bengkak semuanya.
Selina masuk ke kamar dan mengambil jarum akupuntur dari Cincinnya dan kembali ke depan TV, dimana tubuh Aurora yang sudah dingin, dengan nafasnya yang mulai melemah.
Wajah cemas dan emosi Selina, tergambar jelas, hingga tidak ada satupun yang bersuara, ibu dan ayah Aurora, tak bisa menahan tangisannya.
Keluarga dokter itu sudah ketakutan, jika terjadi apa-apa terhadap Aurora.
"Dek, bertahan sedikit, ingat besok kamu harus pakai seragam Baru dan kesekolah, ucap Selina.
Terlihat ada reaksi dari tubuh Aurora, yang tadinya tegang kini melemah, Selina memanfaatkan momentum itu dan mulai menancapkan jarum-jarum akupuntur dengan begitu cepat, keringat dingin Selina pun membasahi bajunya.
Kini urat-urat di tubuh Aurora perlahan mulai normal, nafasnya juga berangsur normal, hingga Aurora memuntahkan darah yang membeku.
"Kakak, Aurora haus.. terdengar suara Aurora pelan dan lemah.
Selina, memberikan air kehidupan, agar mempercepat sirkulasi darah yang tadi sempat tersumbat.
"Paman dan Bibi jangan kuatir, adikku sudah tidak apa-apa, dia hanya menahan emosi dan kesedihan nya, saat melihat mereka menampar dan menghina bibi.
"Terimakasih Selina, ucap ibunya Aurora.
"Tidak perlu berterimakasih padaku, dia adik kesayanganku, semua yang ku berikan padanya, karena Selina menyayanginya, ucap Selina dan berdiri menuju wastafel.
"Kalian bertiga kemarilah, panggil Selina kepada keluarga dokter itu.
"Adikku demi menyelamatkan anakmu dia menahan emosinya dan kesedihannya, walau dia sangat marah, tapi dia masih ingat kalian saudaranya, walau kalian tidak pernah menghargai nya, beruntung aku bisa mengobati nya, jika harus ke rumah sakit, dapat dipastikan Aurora sudah tidak tidak ada lagi.
Silahkan kalian pergi dan jangan pernah menampakkan wajah sombong kalian di hadapan nya apalagi di hadapan ku, ucap Selina.
"Maafkan kami, dek, ucap istri dokter itu kepada ayahnya Aurora yang adalah adik kandungnya.
"Pergilah, seperti kata putriku, aku juga sudah putuskan, tidak akan mengakui kamu sebagai kakakku, Toha dari dulu kalian tidak pernah menghargai keluarga ku, besok saya bayar hutang ku pada kalian, dan selesai itu, semuanya selesai, pergilah jangan sampai saat putriku bangun dia melihat kalian dan kembali sakit.
"Jangan seperti itu dek, kamu tetap adikku, meskipun aku jahat, tak pernah kakak tidak mengakui mu sebagai adik, ucap bibinya Aurora.
"Sudah cukup penghinaan suami kamu dan keluarga nya terhadapku dan keluargaku, jadi pergilah, ucap ayahnya Aurora.
"Adek ipar maafkan saya, ucap dokter itu.
"Putriku sudah memaafkan kalian, jadi pergilah, ujar ayahnya Aurora
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments