Bab. 05. Perusahaan In & Out of Beauty

Pas Hari kedelapan Gubuk Selina selesai, dengan tampilan lebih baik, dengan panggung dan dapur nya di lantai tanah, hanya kamar saja 2.5 meter di atas tanah, dengan atap seng.

Tukang itu menawarkan listrik tenaga Surya, 1 set juta, Selina setuju, dan keesokkan harinya barangnya datang dan langsung di pasang.

Kini sebulan sudah Gubuk barunya selesai, dia makin giat berkebun, dan merawat Kolam ikan dan udang milik nya dan setiap 3 sekali dia akan ke kampung untuk sekedar lihat kampung setelah menjual ikan dan udang atau juga ayam yang kian banyak.

dari tablet miliknya dia belajar pelajaran SMP lewat aplikasi, dia ingin menjadi lebih cerdas, walau dia sudah pintar karena transfer pengetahuan dari orangtua angkatnya.

Segala hal dia pelajari, dia juga terus mengembangkan ilmu dan kekuatan yang dia dapat Orangtua angkatnya.

Dengan dia bekerja di ladang miliknya, sekalian dia memperkuat fisiknya, hingga suatu hari hal yang dia tunggu-tunggu datang juga.

"Dasar orang bodoh", batinnya.

Selina merasakan ada sekitar 10 orang, yang mengarah ke kebunnya, dengan mata Langit dia melihat bahwa yang datang adalah para pemuda pengangguran dan biang kerok keributan di kampung nya.

Tak mau mengambil resiko akan hancurnya Gubuknya, dia bersiap menyergap sebelum mereka tiba.

Jarak yang masih jauh dari Gubuk nya, tidak akan membuat orang lain curiga, saat melihat ke 10 orang itu jadi cacat.

Dengan merubah energi air menjadi jarum dan menghantam kaki 10 orang itu, hingga mereka tumbang dengan kaki membiru.

Selina hanya tersenyum melihat manusia - manusia tak berguna itu, apalagi 2 orang di antaranya adalah sepupu yang paling membencinya.

Tak berapa lama dari kejauhan Selina melihat keluarga besarnya datang dengan membawa mobil bak terbuka.

Selina terbang dari pohon ke pohon dan menembak jarum hingga menembus ban mobil dan terdengar bunyi ban pecah, tak tanggung - tanggung, 2 ban sekaligus.

Entah siapa lagi yang mereka hubungi, Selina tidak peduli, dan meninggalkan lokasi itu.

Pagi-pagi dia sudah tiba di kampung dan sengaja lewat depan warung bibinya, ada beberapa ibu-ibu menyapa Selina, hingga mengundang bibinya keluar dari tokonya

"ada apa kamu kesini, sinis bibinya.

"Oh sorry ya, saya datang ke warung kamu, saya hanya membalas sapaannya ibu ini, jawab Selina dan berlalu.

Selina mendengar berita pagi dari ibu-ibu bahwa ada 10 orang pemuda kakinya membiru dan di temukan dekat sungai besar.

"Selina, kamu hati-hati kalau menyeberang sungai, saran seorang ibu-ibu.

"Terimakasih Bu, Selina pasti hati-hati, jawabnya.

Sore harinya, kembali kabar terdengar bahwa 10 orang akan lama proses penyembuhannya, bisa-bisa cacat seumur hidup.

Hati berganti, bulan pun ikut berganti, kini telah lewat 3 tahun Selina tinggal di kebunnya, latihannya juga sudah selesai, dia sudah berpikir untuk pergi dari dari kebunnya dan cari tempat tinggal.

Dia merapikan seluruh peralatan masak nya dan menyimpan nya di Goa, dia sudah mendapatkan rumah yang ingin dia beli, dia sengaja membeli rumah salah satu warga di kampungnya.

Mereka percaya, bahwa uang Selina berasal dari Jualan sayur dan dan ikan serta yang lain, dia juga ikut arisan 500 ribu tiap Minggu, dan Minggu kemarin dia mendapatkan arisan di urutan terakhir.

Kesepakatan pembelian pun terjadi, dia segera merenovasi rumah nya dan mulailah dia tinggal di Desanya kembali.

Dia membuka usaha warung sembako seperti bibinya, usaha tersebut hanya menutupi kekayaan miliknya.

Disamping itu dia juga berjualan online sebagai Dropshiper, lewat aplikasi Shopee dan aplikasi lainnya, sambil belajar berbisnis.

Bibinya makin emosi, seluruh keluarga besarnya, makin geram dengan tindak tanduknya Selina yang tak peduli dengan mereka.

Bahkan ada yang terang terangan mengajak dia ribut, tapi dilerai warga, mereka beralasan bahwa Selina tidak peduli dengan salah satu pamannya yang sakit hingga dia tega tidak mau menolongnya.

Warga yang tau persoalannya, tidak menyalahkan perbuatan Selina.

Waktu terus bergulir, usaha Selina makin maju, usaha online juga makin banyak peminatnya, otomatis pundi-pundi uang nya makin banyak.

Dia kini merubah warungnya menjadi Toko besar setelah membeli lahan di sebelahnya, makin tambah panas keluarga besar nya, apalagi sebuah Mobil Toyota Rush bertengger di halaman tokonya.

Kini usianya genap 20 tahun, Dia berencana akan ke kota kecamatan, dia sudah membeli 5 Ruko, kami ini dia mau berbisnis Pertanian, toko yang di kampung di serahkan kepada anak buahnya, uang sebelumnya sudah diberikan Pill Pengikat Jiwa, jika berkhianat dalam 1 Tahun akan cacat.

Setiap hari dia selalu pulang kampung dan pagi harinya dia berangkat ke tokonya.. begitu kegiatannya setiap hari sejak 3 bulan yang lalu.

Tokonya kembali menjadi sukses, tim yang dia bentuk mampu masuk ke desa - desa hingga omsetnya pun kian bertambah dan usahanya makin berkembang.

Tapi apakah itu rencana besar Selina, jawabnya bukan, dia juga secara perlahan-lahan, mulai belajar bermain saham di aplikasi smartphone, dia juga rutin membaca berita seputar saham saat berada di ruang kerjanya.

Sedikit demi sedikit dia paham, dia sangat tertarik setelah menonton berita bahwa ada perusahaan kecantikan bangkrut, dan akan menjualnya dengan harga murah, 5 triliun beserta aset bangunan kantor dan pabrik, lokasinya berada Jakarta.

total uang miliknya sudah cukup untuk membeli perusahaan itu, dia telah menjual beberapa Berlian miliknya.

Dua baru sadar, kenapa Cincin Dimensi itu begitu diperebutkan, ternyata didalam Cincin itu terdapat beberapa tambang Emas, berlian dan giok berkualitas tinggi.

Dari ingatan yang dia pelajari, di wilayah Selatan, waktunya lebih cepat, jika ke wilayah itu harus menggunakan gelang, tapi karena Selina memiliki Elemen Ruang dan Waktu, jadi tidak berpengaruh.

Di area itu, dia melihat muntahan lahar dari gunung berapi, banyak mengandung Berlian.

Dia mengambil berlian yang barusan terlempar dari letusan gunung berapi, dan menjualnya, ternyata kualitasnya bagus, dia tersenyum, karena punya tambang sendiri.

Setelah menimbang - nimbang, akhirnya dia memutuskan untuk membelinya. dan kembali lagi dia menyerahkan tokonya kepada anak buahnya.

Dan disinilah dia berada, ibukota Jakarta.

Dia sudah memesan hotel dan menentukan waktu pertemuan nya, berbekal belajar otodidak tentang gaya hidup wanita karir, dia belanja baju mahal, handphone mahal, dia menggunakan aksesoris, agar terlihat berkelas. Selina tidak ingin jadi masalah dengan penampilan nya.

Tepat jam 10 pagi di Ballroom hotel Sahid Jakarta, acara itu pun dimulai, Selina hanya di dampingi oleh seorang Notaris dan 1 orang Kuasa Hukum, yang baru dia rekrut sebelum berangkat ke Jakarta.

Jam 12 waktu Jakarta, Selina resmi menjadi pemilik Tunggal dari Perusahaan In & Out of Beauty.

Selesai makan siang Selina bersama pemilik lama datang ke Perusahaan dan memberitahukan bahwa Perusahaan itu sudah beralih kepemilikan, dan memperkenalkan Selina sebagai Pemilik Baru, dan menggunakan Celine Sadewa.

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!