Bab.08. Membahagiakan Aurora

Mereka yang tidak ikut ke Bank, terkejut, kok bisa Selina mengajak Aurora makan bakso dan pergi jalan-jalan.

Sementara Aurora yang di bicarakan, sedang bercanda dengan Selina, sambil mendengarkan musik, Selina juga bahagia melihat sepupuku terkecilnya bahagia.

"Aurora, setiap pagi ke sekolah mampir di warung kakak ya, kan juga kamu pasti lewat, jadi mampir ya, ucap Selina lembut.

"Ia kak, tapi kalau kakak pergi, bagiamana, ucap Selina, pokoknya mampir saja, kakak ada atau tidak pokonya kamu mampir di warung kakak, ujar Selina.

Saudara - saudara ayahnya Selina berkumpul di rumah Aurora, mereka lensa sudah jam hampir jam 7 Aurora belum juga pulang.

Sesaat kemudian, mobil Selina parkir di depan rumah Aurora, Selina turun dari mobil dan membuka pintu Aurora yang sudah tertidur dan memeluk bonekanya.

Selina tak bersuara, dia hanya cuek menggendong Aurora dan membawa masuk dan di letakan di sofa panjang, kemudian balik ke mobil dan mengambil semua barang-barang yang dia belikan Aurora.

"Kemana saja kamu membawa anakku, tanya ayahnya Aurora.

"Ke kota, apa tidak boleh aku membawanya jalan-jalan, ucap Aurora datar.

"Apa maksud kamu membawanya, apa kamu tidak rugi ? lanjut ayahnya Aurora.

"Tidak, biar bagaimanapun Aurora adalah adik sepupuku yang tidak berkomplot dengan yang lain untuk membenciku, dia masih kecil dan tidak masalah apapun.

Kalian dengan saya bermasalah, tapi bagi saya, Aurora tetap adikku, kalau kalian tidak mampu mengurus nya, biarkan aku yang mengurus nya.

Dia Masih kecil, jadi jangan racuni pikiran sucinya dengan pikiran kalian yang sudah sangat jahat.

Coba lihat si Andi dan Aldi, umur mereka baru 10 tahun, tapi mereka setiap bertemu saya, langsung menghinaku, apa salah salah saya kepada Mereka, apa mereka tahu duduk masalah nya, lantas Aurora juga kalian mau racuni.

Kalian semua, jawab dengan jujur, dimana letak kesalahan saya kepada kalian, atau dimana letak kesalahan ayah saya, kenapa kalian begitu membenciku,.

Tidak bisa jawabkan, kesalahannya kalian adalah serakah dan tamak, hingga lupa, saudara sendiri kalian lupakan.

"Semua barang itu milik Aurora, kalau kalian tidak bisa merawatnya, maka dengan senang hati aku akan membesarkan nya, ucap Selina dan langsung naik ke mobil nya.

" Ini buat paman, besok kerumah sakit lah, dan ini buat kalian semua, beruntung kalian karena Aurora sekecil itu dia paham paman besarnya sakit.

Dia Tidak mau aku belikan sesuatu selama aku tidak berjanji memberikan uang buat paman besarnya, lantas kalian bagaimana, demi Aurora aku bantu kalian.

Setiap cek berisi 15 juta, kecuali paman besarnya Aurora, itu 20 juta, cairkan nanti hari Senin pagi, ucap Selina dan pergi meninggalkan rumah Aurora.

Mereka terdiam menatap cek yang di berikan Selina, sambil berpikir darimana semua uang Selina, 65 juta dia berikan seperti memberikan uang 2000 buat Aurora jajan.

""Kita jangan mengganggunya lagi, kita yang salah, semua warga mengatakan itu, ucap paman Selina.

"Bu coba lihat ini, total belanja Aurora 3 juta lebih, pakaiannya berharga ratusan ribu, padahal biasanya paling 35 ribu, ucap kakaknya Aurora Aldi namanya.

" Kak Selina, Aurora ingin lihat Monas, terdengar suara Aurora mengigau, tangannya begitu erat memeluk bonekanya.

Ibunya Aurora terkejut, melihat harga yang ada di gantungan harga tertulis 760 ribu.

Seketika airmata ibunya Aurora menetes, dulu Selina meminta 1000 untuk beli kacang, malah di bentaknya, kini berjuta-juta Selina belanjakan untuk gadis kecilnya.

Keesokkan paginya, Aurora sudah bangun dan mandi, dia minta di pakaikan baju baru dari Selina, pagi ini dia ke rumah Selina, ibunya tak menolak.

"Ibu, kata kakak Selina, kalau ibu ijinkan, Aurora mau di ajak ke Jakarta dan lihat Monas, Aurora kan masih belum masuk sekolah, kata kakak Andi masih 2 Minggu lagi baru sekolah mulai.

Terus, kata kakak Selina, tiap mau ke sekolah Aurora harus mampir ke warung kakak, tapi tidak tahu buat apa, ucap Aurora dengan polos.

"Jangan nakal dengan kakak mu Selina, dia juga sudah kasih uang buat paman besar mu, ibu juga dapat.

"Kakak Selina sudah janji sama Aurora, kalau begitu Aurora harus bilang terimakasih sama kakak dan juga bilang ibu ijinkan Aurora lihat Monas.

"Hey Aurora, bajunya cantik sekali, ucap tetangga yang seneng dengan Aurora yang pintar dan lucu.

"Ia dong cantik, kemarin beli Mall sama kakak Selina, dia belikan banyak baju buat Aurora, dan ini sendal juga, Jawab Aurora polos.

"Kakakmu itu memang orang baik, jadi Aurora jangan nakal sama kakakmu Selina, nasehat tetangga itu.

"Ia Tante, Aurora pergi dulu ya, da da da, ucap Aurora dan berlalu berlompatan bahagia karena dapat pujian.

"Mama Aldi, coba lihat, bagaimana bahagianya putrimu, dia tidak tahu kalian begitu membenci Selina, dan Selina juga tidak membenci putrimu, beda dengan Aldi putramu, kecil-kecil sudah menghina Selina, ucap tetangga menohok.

"Wah, adiknya kakak ternyata sudah mandi dan ganti baju yang sangat bagus, kakak senang melihatnya, ujar Selina saat melihat Aurora datang ke rumahnya.

"Ia dong, banyak yang bilang Aurora bagus dan kata ibu Aurora tidak boleh main sembarangan, karena bajunya mahal, ucap Aurora.

" Kakak janji akan. Selalu belikan kamu yang terbaik, selama kakak punya rejeki.

Besok kakak mau ke Jakarta, jadi Aurora jangan nakal ya, tiap pagi nanti kakak penjaga warung akan kasih uang jajan sama Aurora saat kesekolah, ucap Selina.

"Kakak, Aurora nanti sekolah masih lama, ucap Aurora sedih karena Selina mau pergi.

"Hahahaha, berarti kita berdua bisa pergi sekalian jalan-jalan lihat Monas, tapi apa ibumu mengijinkan", ucap Selina yang senyumnya langsung memudar.

"ibu cuma bilang asal Aurora jangan nakal dan nurut sama kakak itu saja, jawab Aurora.

Selina memutuskan kerumah Aurora, dan minta KIA atau KK mereka buat pesan tiket Aurora.

"Besok pagi saya mau ke Jakarta, semingguan disana, Aurora ikut denganku, mana identitasnya, aku pesan tiket sekarang.

Akhirnya tiket sudah beli, ibunya Aurora hanya bisa diam dan hanya jawab seperlunya.

"Aku hanya ingin membuatnya bahagia, dan jangan sekali-kali kalian menyuruh nya meminta keperluan kalian, masa depan Aurora serahkan padaku aku yang akan menyekolahkannya di tempat terbaik, pulang dari Jakarta, aku akan mengurusnya, ucap Selina.

"Ayo sayang ikut kakak, kita ke kecamatan, ajak Selina.

"Kak ingin makan es cream dekat tokonya kakak, boleh gak? Tanya Aurora.

"Hahahaha, kalau begitu mari kita berangkat, ucap Selina dan menggandeng tangan Aurora.

"Hore, hore... Teriak bahagia Aurora

"Ayo pilih yang kamu mau, ucap Selina.

Kedua sepupu menghabiskan waktu dengan bahagia, sekarang mereka ada di toko handphone,

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!