Bab.06. Ada uang ada saudara

Selina 1 bulan menetap di Jakarta, dia sibuk menciptakan serum sebagai bahan dasar produk kecantikan nya.

Dia tidak akan memberikan Pill yang bisa membuat manusia memiliki awet Muda abadi, tapi memperlambat penuaan dini, dengan perawatan sederhana 3 bulan sekali.

Dia juga menciptakan cream untuk jerawat, dan bekas Luka, dia juga membuat Pill perawatan dari dalam, Pill itu akan membersihkan segala kotoran dari dalam tubuh, selanjut perawatan.

Sebulan penuh itu, dia juga sudah meracik seluruh bahan yang ada, tinggal produksi, untuk tahap pertama dia membuat masing-masing item 5000 paket, dia merencanakan harga per paket, 10 juta.

Semua formulanya di bawa ke laboratorium untuk di uji coba, sebelum di bawa untuk uji klinis dari departemen kesehatan dan BPOM.

Dia kembali ke kampung halamannya dan pergi ke Kebun nya, dia lihat sudah tak terurus, dia duduk sebentar dan pergi gua, dan menatap kuburan kedua orang tua angkatnya,

Malam ini dia tidur di gubuknya, tapi sebelum hari gelap, dia datang ke kolam dan melihat ikan dan udang miliknya sudah besar-besar, dia menangkap nya dan masukkan kedalam Cincin Penyimpanan, akan tetap dengar hingga 6 bulan kedepan.

Selesai makan malam, dia pun istirahat dengan tenang, dia berpikir suatu saat, akan buat rumah permanen di gubuknya.

Pagi sebelum kembali ke Desa, dia

membuat Segel agar kebunnya tetap bersih, setelah kemarin dia bersihkan, dia menenteng udang dan ikan dan kembali kampung.

Di sepanjang jalan orang-orang melihatnya dengan iri, karena dia membawa udang lobster cukup banyak.

"Hey adik kecil, mana ibumu tanya Selina.

"Ibuku di dirumah dan sedang sakit, sedangkan ayah sudah berangkat ke kebun, ucap anak perempuan usia 6 tahun.

"Sudah masuk TK belum, tanya Selina.

"belum, jawab anak itu sambil menggeleng kepala.

"Ya sudah, temani kakak masak dulu, baru kita bawa soup ikannya buat ibumu, bagaimana? tanah Selina.

" oke kak. Sahutnya.

Sejam kemudian makanan sudah jadi, dimasukan dalam mangkok, dan membawanya ke rumah hadis itu.

Ibunya anak itu terkejut dengan kedatangan Selina,

"Hay Selina apa kabarmu, lama kamu pergi ? tanya Mawarni ibunya gadis kecil itu.

"Lumayan, ini makan dulu selagi hangat, aku sama Vita sudah makan, ucap Selina sambil melihat penyakit Mawarni, ternyata hanya kecapean.

Keluarga Mawarni sangat susah, mereka tak punya ladang, suaminya hanya mengandalkan tenaga saja.

"Mawarni, kamu jangan tersinggung, aku mungkin jarang ke kebun ku, jadi bagaimana kalau kalian saja yang menggunakan kebunku, disana ada kolam ikan dan udang, lumayan buat makan dan kalian jual, di sungai juga ikannya banyak, saya saja seminggu bisa dapat 5 kg udang dan ikan, lumayan buat kalian sebelum panen yang lain,

Kalian bisa dapat 500 ribu seminggu hanya dari ikan dan udang, kalian juga beternak ayam, dan lain-lain, 4 hingga 5 juta kalian bisa hasilkan dari kebun ku asal rajin menanam itu saja.

Tanah itu 3 hektar, pergunakan baik-baik, gubuk pun sudah ada, kalian bisa bangun sendiri, bagaimana, atau suruh suami kamu datang ke warung sebelum anak buahku tutup warung saya, ucap Selina.

"Terimakasih Selina, ucap Mawarni.

"Kalau suami kamu setuju, saya berikan awal 5 juta, buat beli bibit, di toko pertanian milik saya di kecamatan, ucap Selina

"Itu gratis untuk kalian, selama setahun, ambil beras 25 kg per bulan untuk kalian, hanya itu yang bisa saya bantu,ucap Selina dan kembali kerumahnya

"Selina, Paman mu masuk rumah sakit, berikan bibi 2 juta, ucap istri Paman dari sebelah ayah.

"Kan kalian punya tanah jual saja, dulu saya kalian bilang begitu saat ayah sakit, dan saat dia hanyut dan meninggal di sungai, kalian merampas seluruh warisan kakek untuk ayahku, jadi saya sudah tidak ada hubungan dengan kalian, jawab Selina panjang lebar

"Biar bagaimanapun kamu tetaplah keponakan nya, kamu bantulah sedikit, ucap bibinya itu

"Apa kalian pernah membantuku saat adik ibuku mengusir saya, bahkan kalian datang ke Kebun dan hendak menyiksaku, uang 3 juta kalian ambil bajuku dan gubukku kalian bakar,apa itu namanya keluarga, masih Untung saya tidak laporkan ke polisi, mau mati pun kalian tidak urusan dengan saya, ujar Selina.

"Sombong sekali kamu Selina, mentang-mentang sudah kaya jadi lupa dengan Keluarga mu sendiri, bentak bibinya.

"Ada apa ini ribut-ribut, ucap pak RT.

"Ini Pak RT, suami saya kan sedang sakit, saya mau ke rumah sakit, tapi gak ada uang, sudah sebulan suamiku sakit, anakku juga belum bisa berjalan dengan baik, saya ke sini minta tolong, tapi dia bicaranya sangat kasar, ucap bibi nya.

"Kalau masalah ini, itu urusan keluarga kalian, saya tidak bisa mengurusnya, Selina mau bantu atau tidak, itu urusan dia.

Pertanyaan nya, sewaktu ayahnya meninggal belum juga kering kuburannya, suami kami dan saudara-saudaranya yang lain langsung membagi tanah yang sudah di wariskan orangtua kalian, bahkan ibunya Selina masih ada.

Selina hingga berhenti sekolah, karena jualan kue keliling untuk ibunya, sialnya, adik ibunya yang kaya tidak juga membantu, apakah kamu dan suami kamu pernah membantunya? Tanya pak RT.

"Biarpun kami tidak membantu nya, setidaknya hargailah pamannya", jawab bibinya.

"Gubuk Dia saja kalian bakar, bahkan uang 3 jutanya kalian ambil, aku dengar sendiri suami kamu yang ngomong, jadi saat saya dengar Selina ungkit soal uang 3 juta, aku berpikir, betapa kejamnya kalian, sudah tidak membantu, uang Milik nya kalian ambil, gubuknya kalian bakar, 2 orang saksinya.

Kalian juga mau merebut tanah milik orangtuanya, kejam tidak, kami mau lapor polisi perbuatan kalian, tapi Selina melarangnya,

Sekarang dia banyak uang, kalian baru akui dia keponakan kalian, sungguh lucu dan licik, Rudi ayahnya adalah teman ku, apa kamu paham.

Satu lagi, 10 orang pemuda, orang sudah mengakui bahwa kalian yang suruh mereka agar datang memperkosa Selina, di pimpin oleh putramu, Karma langsung terjadi, 4 orang itu sudah berjalan dengan sehat, yang lain termasuk Putramu belum, kami semua warga RT saya sudah tau semuanya, hanya Selina yang masih sabar, ucap pak RT

"Pak RT membelanya, singkat bibi Selina.

"Jelas, orang kejam seperti kalian, pantas di perlakukan seperti itu, warga disini sudah sepakat, jika anggota keluarga mu mati, warga tidak akan membantu kalian, itu hukuman buat kalian, ucap Pa RT.

"Terimakasih pak RT, ternyata pak RT tidak bisa melihat dari sisi kemanusiaan, ucap bibinya Selina.

"Hey, apa perbuatan kalian sudah manusiawi, membakar dan mengambil uang Selina, bahkan menyuruh orang untuk memperkosanya, ini anak saya,di tawarkan sama anak tidak jelas mu itu, tapi dia tidak mau, alhasil anakku di ancam sama putramu, teriak seorang tetangga.

Warga makin banyak yang berdatangan, hingga bibinya Selina pergi

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!