Ayahnya Aurora, hanya diam tak berkomentar, dia bahagia melihat putrinya, yang begitu di sayangi Selina.
Pagi harinya, 2 Pelayan sudah mempersiapkan sarapan pagi, kali ini mereka masak agak banyak, karena ketambahan 3 orang, biasanya hanya Selina saja.
"Selamat pagi Nona Muda, bagiamana perjalanan anda, ucap pelayan sekaligus pengasuh Aurora saat dia datang ke Jakarta.
"Baik-baik saja, kakak bagaimana kabarnya, Kuliah kakak lancar kah? tanya Aurora sambil duduk di kursinya.
"Semuanya lancar, kakak harus rajin, agar uang Nona Muda Selina tidak sia-sia buat bayar kuliah kakak, ucap Pengasuh.
"Mantab, kali ini, yang ikut Ayah dan Bunda serta kakakku, jawab Aurora.
"Astaga nak, kamu dari jam berapa bangun, tanya ibunya, dari jam 6 pagi, selesai mandiin Aurora, sekarang kak Selina yang mandi, Selina mau ikut kakak ke Kantor, jadi Harus bangun pagi.
Aurora harus Rajin bangun pagi, agar saat besar, bisa bantu kakak Selina di kantor, biar kakak tidak terlalu capek, ucap Aurora.
Selina yang mendengar ucapan Aurora, membuat nya terharu, Aurora bilang, dia harus membiasakan diri ke kantor, agar saat besar, sudah bukan masalah lagi.
"Aurora, sini sayang, kamu belum ganti baju kerja, kakak sudah buatkan untukmu, ucap Selina.
"Oke Bos, ucap Aurora.dan langsung lari masuk kamar.
"Selamat Nyonya Besar, Tuan besar dan juga Tuan Muda, silahkan duduk, sebentar lagi sarapan selesai, ucap pelayan itu.
"Terimakasih, maaf ya jika Aurora banyak merepotkan kalian, ucap ayahnya Aurora.
"Tidak apa-apa Tuan besar, kursi itu memang sengaja di beli Nona Muda, untuk Nona Kecil, agar tidak mendekati kompor, Nona Kecil sangat patuh, jadi dia tidak akan mengganggu saat kami bekerja, ucap Pelayan.
"Baiklah, terimakasih, ucap Ibunya Aurora.
Beberapa saat kemudian, Aurora, sudah tampil dengan baju kerja, senada dengan Selina, tas jinjing berukuran kecil, ditenteng nya, layaknya, wanita karir.
Sepatu juga senada dengan Selina, dan berjalan di samping Selina, layaknya seorang asisten.
Ibunya, memotret putrinya dan Selina, dan menguploadnya ke FB, putriku bergaya seperti kakaknya, yang mau kekantor, @Selina.
"Wah Nona Kecil, sangat cantik, sudah sama dengan Nona Muda, apa ada meeting hari ini Bu bos? Canda pengasuh Aurora.
"Hahahaha, yang meeting kakakku, bukan aku, Aurora taunya makan, hahahaha, riangnya gadis kecil itu.
"Paman dan bibi, kami berangkat dulu, nanti makan siang, kami sudah pulang, ucap Selina dan mendukung tangan, begitu juga Aurora.
"Ayah, Bunda, kakak Aldi, kami bernama dulu, ucap Aurora dan langsung menggenggam tangan nya Selina.
"Mbak, apakah setiap pagi Selina selalu berangkat jam segini, tanya bibi.
" Ia Nyonya, Nona Muda, sangat giat, katanya banyak kerjaan, yang harus di selesaikan, agar nanti saat dia pulang kampung, dia bisa fokus urus Nona kecil.
Nona Kecil saat disini, semuanya, diurus Nona Muda, dari mandi hingga ganti baju, semuanya, kadang Nona Muda yang masak untuk Nona Kecil, jawab Pelayan.
"Apa gak capek dia itu, ucap bibi.
"Kata Nona Muda, kebahagiaan nya saat sedang mengurus Nona Kecil, menurut saya, biarkan saja Nyonya, tiap pagi Nona Muda pasti telepon Nona Kecil saat di kampung.
Kami lihat asal selesai bicara dengan Nona Kecil, Nona Muda terlihat segar dan bahagia, kamipun sangat bahagia, melihat Nona Muda tersenyum di pagi hari, ucap Pelayan itu.
"Ayahnya Selina, adalah kakak kandung saya, ayah dan ibunya sudah meninggal, jadi dia terbiasa mandiri, jadi Aurora adalah Sepupu nya, Selina anak tunggal, makanya dia sangat menyayangi Aurora, ucap bibi.
"Itu sangat baik nyonya besar, banyak sepupu saling cuek, tapi ini, ada ketulusan saat Nona Muda, mengajari Nona Kecil, ucap pelayan itu.
Sementara di lobby kantor, seluruh karyawan sudah pada heboh, dengan kedatangan Aurora, Nona CEO Kecil, itu julukan nya di kantor.
"Selamat pagi dan selamat Datang Nona Muda CEO, dan Nona CEO Kecil,
"Terimakasih kakak, apa kabar nya hari ini, tanya Aurora.
"Hari ini semua baik, formasi karyawan lengkap, laporan selesai, jawab kepala divisi.
"Syukurlah, kalau semuanya sehat, maaf ya, Aurora jarang datang, karena sekolah di kampung, nanti SMP, baru pindah ke Jakarta, ucap nya polos.
"Tetap semangat Nona CEO Kecil, ucap mereka serentak.
"Terimakasih, kami ke ruangan dulu ya, ucap Aurora.
Para Karyawan sangat senang dan bangga, melihat bos mereka yang sangat menyayangi adiknya.
Aurora, duduk kursinya dan ada mejanya, persis meja milik Selina, hanya ukuran kecil.
Jika, Selina sedang berkerja, Aurora, justru sedang belajar, tentang, tanaman herbal, yang sudah di masukkan di komputer.
Orangtuanya Aurora tidak tahu, jika Aurora sangat senang mempelajari, tanaman herbal, sekresi itu, dia membacanya, titik - titik, akupuntur.
Selina sudah membuat aplikasi simulasi akupuntur, aplikasi meracik obat, Pill penambah kecerdasan, sangat bermanfaat menjaga kinerja otak, dan panca indra.
Selina akan akan memberikan dasar-dasar Kultivasi, saat Aurora, di SMP, Cincin Dimensi, akan membantu Aurora.
Dan secara perlahan-lahan, asupan gizi yang di berikan, sebenarnya mengandung bahan herbal, Selina memperkuat struktur tubuh Aurora dengan perlahan, agar tubuhnya, tidak kaget saat pemurnian, sebelum, menjadi Kultivator.
Itulah kenapa, Aurora bisa sedikit lebih dewasa dari umurnya, Aurora menganggap apapun perintah Selina adalah bentuk rasa sayang Kakaknya terhadap dirinya.
Jadi walaupun mereka berjauhan, Aurora tidak lalai dalam belajar, termasuk merapikan tempat tidur, baju kotor harus letak dimana, semuanya di kerjakan dengan ikhlas, jam istirahat, maka dua istirahat.
Selina tidak pernah mendidik nya dengan kekerasan, tapi diajak berpikir, Selina juga, setiap bangun pagi, pasti ranjang nya langsung di rapikan, baju kotor, taruh di keranjang, jadi Selina tidak asal memberi perintah, jadi Aurora mendapatkan contoh yang baik, hingga dia mengerti, tanpa disuruh belajar disipilin, Aurora sudah disiplin dengan sendirinya.
Dia lihat kakaknya bangun pagi, mandi sarapan dan kekantor, dia belajar, bahwa, kakaknya bisa sukses, karena rajin.
Di kelas, hanya Meja Aurora yang rapi, setelah pulang sekolah, bel tanda pulang, Aurora, merapikan meja dan kursinya.
Guru-gurunya sempat melarang nya, karena ada orang yang akan menyapu dan merapikan setiap kelas.
"Kakak saya bilang, awal kesuksesan, adalah dengan belajar menata kembali apa yang kita gunakan, jika merapikan kursi saja kita malas, bagaimana bisa kita menjadi orang sukses, kalau semuanya, di kerjakan orang lain, ucap Aurora.
"Baiklah, ucap guru wali kelasnya, dengan Pasrah.
Ada yang berpikir, paling hanya beberapa hari, tapi anggapan di patahkan saat mereka bertanya ke pengasuh nya, dan dijawab, bahwa Nona Muda nya, memang seperti itu.
Selina ijin mau ikut rapat, Aurora hanya menjawab oke, dan melanjutkan membaca, setelah capek membaca, dia berkeliling kantor, layaknya seorang bos.
Para karyawan pun, saat di tanya, mereka akan menjelaskan dengan serius.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments
Onco Fatsey
up dong
2024-08-02
2