Akhir Kasus.

Para polisi bekerja dengan cekatan, menggali di titik yang telah disebutkan. Aku berdiri di dekat pintu dengan cemas, berharap apa yang aku lihat dalam penglihatan itu benar adanya. Jika tidak, reputasiku dan kepercayaanku akan hancur.

"Mas Kharis, gimana kalau ternyata gak ada apa-apa?" bisikku cemas.

Mas Kharis menatapku sejenak sebelum menaruh tangannya di pundakku. "Kalau memang begitu, kita akan cari cara lain. Aku ada di sini untuk mendukungmu."

Suara kerikil dan tanah yang terangkat semakin intens. Beberapa menit kemudian, salah seorang polisi berseru, "Ada sesuatu di sini!"

Semua orang menegang. Detak jantungku berpacu cepat. Polisi itu perlahan mengangkat sebuah plastik hitam terkubur di dalam tanah. Untungnya, plastik itu masih terbungkus sempurna, belum di makan cacing dan binatang tanah lainnya, masih terlihat utuh, sama seperti yang aku lihat di dalam penglihatanku, hanya sedikit kotor bercampur tanah.

"Silakan diperiksa," ucap kepala polisi sambil memberikan isyarat kepada timnya.

Plastik itu dibuka perlahan, sebuah celana baju dan yang membuat aku dan semua orang disini melotot kaget adalah, isi di dalam kantong celana yang diduga milik Tante sari. Ada seplastik kecil bubuk putih seperti garam tapi mungkin ini terlihat lebih kasar dari garam entahlah, yang jelas bubuk itu tertutup rapat disebuah plastik perekat kecil dari dalam celana pendek yang aku ingat betul, celana itu di pakai Tante sari saat kami berkunjung pagi itu bersama ayah.

"Apa ini?" teriak Tante Sari dari dalam rumah saat ia melihat polisi memegang kotak tersebut. Wajahnya pucat, dan ia berlari keluar dengan om Baskara di belakangnya.

"Itu tidak mungkin! Ini pasti ada kesalahan!" jeritnya histeris.

Kepala polisi menatap tajam ke arah Tante Sari dan Om Baskara. "Ibu dan Bapak, mohon tenang. Kami akan memproses ini sesuai prosedur."

Mas Kharis menatapku dengan wajah yang serius. "Kamu benar, Riska. Ini benar-benar bukti yang kita butuhkan."

Aku hanya mengangguk pelan, masih dalam keadaan terkejut bahwa semuanya terbukti benar.

"Bapak dan ibu kalian berdua kami tangkap atas dugaan pembunuhan dan penghilangan barang bukti," ucap kepala polisi tegas. "Kalian memiliki hak untuk diam dan tidak berbicara tanpa pengacara." Tegas kepala polisi yang memimpin penggeledahan.

Wajah Tante Sari memucat lebih parah, sementara Om Baskara hanya bisa tertunduk lesu. Mereka tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sampai keduanya dibawa oleh sekumpulan polisi dan kami hanya terdiam di depan pintu rumah om Baskara.

***

"Ibu masih gak nyangka, om kamu dan Sari tega melakukan ini semua." Ucap ibu ku.

Kami semua memutuskan untuk tetap di rumah om Baskara sampai dengan penyidikan lanjutan kepolisian selesai. Bibi dan paman ku yang tinggal di rumah nenek sudah datang berkumpul di rumah om Baskara.

Aku duduk di samping mas Kharis, sementara ibu dan bibi saling berpelukan di hadapan kami.

"Kecurigaan kamu benar ka..." Ucap paman ku sambil tersenyum. 

"Mas Kharis yang membantuku.. terimakasih mas." Ucap ku menatap wajah mas Kharis.

Mas Kharis mengusap punggungku sembari balas tersenyum.

"Kamu yang meyakinkan mas Kharis untuk mencari keadilan untuk ayah kamu. Mas Kharis cuma membantu saja. Kalau bukan karena kamu dan keyakinan kamu, mas Kharis bisa apa." Ucap mas Kharis sambil terkekeh.

***

Aku dan ibu memutuskan untuk pulang kerumah dua hari setelah penangkapan, selain karena kasus ini sudah menemukan bukti dan tersangka yang valid, aku juga harus meneruskan kehidupanku disini. 

Berita penangkapan Tante Sari sudah menyebar luas di seluruh keluarga ku. Ya, pada akhirnya tersangkanya adalah Tante sari, om baskara tidak tahu menahu soal sianida atau pun rencana Tante sari. Untunglah, aku pikir kasian juga anak-anaknya kalo sampai keduanya ditahan. Tapi, aku yakin om baskara memang tidak bersalah.

Sehari setelah penangkapan, aku dan ibu di panggil lagi ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. Setelah Tante sari diinterogasi dan bukti-bukti ditemukan, kami hanya tinggal menunggu jalannya persidangan.

Om baskara berkali kali meminta maaf padaku dan ibu. Ia terlihat sangat menyesal. Ia memohon untuk meringankan hukuman istrinya pada kami. Tapi, aku dan ibu bersama pengacara kami yang di bawa oleh mas Kharis belum menentukan langkah apa yang akan kami ambil selanjutnya.

Aku sudah bolos sekolah selama lebih dari seminggu. Ya, walaupun pihak sekolah juga pasti akan memaklumi, karena musibah yang sedang menimpaku dan keluargaku. 

Hanya saja, aku sudah mulai kangen dengan teman-teman sekolahku. Aku bahkan belum memperkenalkan mereka semua di cerita ini kan? Tunggu, nanti saat aku mulai masuk ke sekolah, aku akan memperkenalkan kedua sahabatku yang pastinya bakalan bikin telinga kalian budeg.... hahahaha.  

***

Malam itu, di ruang tamu rumah kami, aku dan ibu duduk bersama.

"Riska, kamu yakin kamu baik-baik saja?" tanya ibu sambil mengelus rambutku lembut.

Aku mengangguk. "Aku hanya merasa lega, Bu. Ayah bisa tenang sekarang."

Ibu menarik napas panjang. "Ibu bangga sama kamu, ka. Kamu sangat kuat."

Aku tersenyum kecil. "Aku cuma ingin keadilan untuk ayah."

Ibu ku tersenyum ke wajahku. Yah, walaupun pembunuhan ayah sudah tertangkap, tetap saja, sudah tidak akan mengembalikan ayah kembali ke rumah ini. Ini adalah kali pertama, kami melewati malam tanpa ada ayah di rumah kami sendiri. Rasanya benar-benar, seperti sebuah kehampaan. Aneh sekali. Semua memori tentang ayah yang pernah terjadi di ruang TV ini, tergambar dalam kepala ku. Aku yakin ibu juga merasakan hal yang sama.

"Sepi ya ka, biasanya ayah sama kamu pasti berantem rebutan remot tv." Gumam ibu.

Matanya sudah basah. Aku mengangguk pelan, sembari menyeka air mata ibu ku. "Kita pasti akan kangen ayah terus Bu." Ucapku pelan.

Kami saling berpelukan, menangis tanpa suara. Semuanya seperti mimpi. Benar-benar tidak pernah terbayang sebelumnya, aku akan kehilangan ayah secepat ini. Tapi mau tidak mau, aku dan ibu harus melanjutkan hidup.

Setelah kami puas saling menguatkan satu sama lain, akhirnya aku memutuskan untuk tidur dan masuk ke kamar ku. Ibu masih memilih duduk di ruang TV.

Sesampainya di kamar, aku mengambil kartu-kartu tarot yang aku simpan dengan baik. Aku terdiam sambil memegang kartu tarot yang telah banyak membantuku.

Tumpukan paling atas, kartu THE JUDGEMENT, terlihat seperti berkelip memberikan senyuman, entahlah aku fikir itu sebuah ucapan selamat dari kartu-kartu itu. 

THE JUDGEMENT, Kartu ini telah menunjukkan kebenaran dan memberi keadilan. Tidak pernah aku kira sebelumnya, kartu yang kutemukan di kamar nenek, bisa membantuku mengungkapkan kasus pembunuhan ayahku sendiri.

Aku menarik nafas pelan sambil berfikir, terkadang, hal-hal gaib atau yang sulit dijelaskan pun bisa membawa kita pada kebenaran.

Walaupun aku belum tahu sebenarnya, seperti apa cara kerja dan arti dari setiap kartu ini, tapi, aku sangat berterimakasih karena kartu-kartu ini telah membantuku. Entahlah.

"Terimakasih nek..." Bisikku pada nenek yang mungkin adalah orang dibalik kartu-kartu yang memberiku petunjuk.

Aku menyimpan kartu tarot itu dengan hati-hati. Mungkin, suatu hari nanti, aku akan membutuhkannya lagi.

Aku belum menceritakan masalah lain dari kasus kematian ayah. Sesuatu yang membuatku tidak ingin percaya, soal perselingkuhan ayah dan Tante sari yang mungkin menjadi motif kenapa sampai Tante Sari tega membunuh ayahku. 

***

Terpopuler

Comments

Ray

Ray

Sakit hati dan Sari takut ketahuan suaminya Baskara kalo Sari selingkuh. Makanya satu membunuh 😱😱

2024-12-18

0

MasWan

MasWan

mungkin karna tak ingin diketahui, apalagi ayahnya riska pernah ngancam mau bicara terus terang pada baskara dan ibunya riska

2024-08-17

1

lihat semua
Episodes
1 TAROT
2 Ten of Pentacles
3 The Tower
4 THE DEVIL
5 Bingkai Foto Keluarga Baskara
6 Tante Sari dan Om Baskara
7 Kematian Mendadak
8 Autopsi
9 Pemeriksaan Saksi
10 Kembali ke Rumah Nenek
11 Teman Kantor Ayah dan Dua Orang Polisi yang Datang.
12 Bantuan Mas Kharis
13 THE DEATH
14 FIVE OF A CUPS
15 THREE OF SWORDS
16 THE JUDGEMENT
17 Akhir Kasus.
18 Kembali ke Sekolah
19 Perselingkuhan
20 Efek Samping
21 RENCANA AMAYA
22 Panggilan dari Kepolisian
23 Kehebohan di Kelasku
24 TEN OF SWORDS
25 THE LOVERS
26 Investigasi Sekolah
27 Interogasi Kepolisian
28 Bukti Foto Devina
29 Surat Kaleng
30 DEATH
31 Penyelamatan Sita
32 TEROR KELUARGA AMAYA
33 X 2836 ABC
34 Ancaman Arno di Koridor Sekolah.
35 Aku yang saat ini sedang di pelukan seorang Mathew.
36 CERITA MATHEW
37 THE SUN
38 Turun Temurun.
39 BUKU CATATAN NENEK.
40 Serangan Om Baskara.
41 KETAKUTAN AMAYA DAN SITA
42 Dibalik Kematian Devina
43 Kaos Hitam Polos Mathew.
44 Kembali ke Kamar Hotel.
45 SIX OF WANDS
46 PENCULIKAN KEDUA
47 THE HERMIT
48 KAMBING HITAM
49 Rencana Brutal
50 Makan Malam yang Terganggu.
51 TIGA HARI
52 Di Balik Mata Bengep Kak Mathew
53 Kebohongan
54 ACE OF WANDS
55 LAGI-LAGI BANTUAN MAS KHARIS
56 BRIPTU TONI
57 SITA DI JAKARTA UTARA
58 NESSA JET
59 FAKTA YANG DISEMBUNYIKAN RAKA
60 SEMUANYA RUNTUH. HANCUR!
61 JUSTICE FOR MATHEW
62 Rumah Baru Ayah.
63 Aku Terbangun dari Kematian.
64 .. Yang Terjadi Seteah Aku Mati Suri
65 KASUS WANITA YANG MATI TENGGELAM
66 SOSOK HITAM YANG MASUK KE TUBUH NENEK
67 TIGA ANAK GADIS YANG TERJEBUR DI DANAU
68 THE STAR
69 MATHEW DAN AMAYA MELIHAT SOSOK ITU
70 TUMI, SUCI DAN NANI
71 THE MAGICIAN
72 PERJALAN MENCARI KEBENARAN
73 RATU TRIBUANA TUNGGADEWI
74 Nenek, Danau dan Pohon Beringin
75 Seorang Lelaki yang Membawa Arit Tajam
76 Beringin Tumi
77 Tumbal
78 Kembali Ke Kerajaan
79 Makhluk hitam dengan mata merah menyala
80 IBLIS
81 SEASON DUA
82 TRIO DETEKTIF PEMBASMI IBLIS
83 Makhluk Dengan Mata Seperti Seekor Kucing.
84 IBU
85 Mereka Membakar Hidup-hidup para Korbannya.
86 THE CHARIOT
87 SITA KEMBALI
88 BANYAK DAN BAHAYA
89 SOSOK YANG TERIKAT TIANG TINGGI YANG MENEMBUS LANGIT
90 ZHAMIRI
91 KILATAN MASA DEPAN KAK MATHEW
92 Waktu yang Berhenti
93 TERPISAH DI PINTU RUANG TAMU
94 THE WORLD
95 RUMAH SITA
96 LIMA ORANG DENGAN KEPALA TERTUTUP
97 BERPULUH KALI LIPAT LEBIH MENGERIKAN
98 GANINDRA DAN KELUARGA PAK SANTO
99 Amaya yang Tengah Kejang-kejang dengan kulit terbakar.
100 AKU MELIHAT KEPALA TANTE SARI TERLEPAS DARI BADANNYA
101 KERASUKAN
102 GUBUK KECIL, DI TENGAH HUTAN ANTAH BERANTAH DI KOTA BANYUWANGI.
103 GELANG NAGA YANG HILANG
104 PENTAGRAM
105 IBU DAN AMAYA TERTANGKAP
106 AKU TERGANTUNG, TERIKAT, TERBALIK.
107 INANG BARU IBLIS AZAZIL
108 RAMALAN JAYABAYA DAN RADEN PRAWIRA
109 GULUNGAN KERTAS DARI KULIT SAPI
110 RUANG MAKAN ISTANA RATU
111 AKU IKHLAS
112 SEPERTI MAYAT HIDUP DENGAN WUJUD YANG AKU KENAL.
113 DUNIA AMBANG BATAS ANTARA HIDUP DAN MATI
114 Aku sudah berada di dalam tanah, terkubur dengan kain kafan.
115 YUDHIS ANGGARA
116 SAMPAI TERIAKANKU KEHABISAN SUARA
117 MENJELANG AKHIR BAB NOVEL MATA BATIN SANG PERAMAL TAROT
118 "BAIK MAS, AKU SIAP MATI"
119 Rinduku akan menjadi rindu yang paling sakit, ibu.
120 RADEN PRAWIRA DAN JANJI SANG RATU
121 PERJALANAN RUH KETURUNAN SANG PERAMAL AGUNG
Episodes

Updated 121 Episodes

1
TAROT
2
Ten of Pentacles
3
The Tower
4
THE DEVIL
5
Bingkai Foto Keluarga Baskara
6
Tante Sari dan Om Baskara
7
Kematian Mendadak
8
Autopsi
9
Pemeriksaan Saksi
10
Kembali ke Rumah Nenek
11
Teman Kantor Ayah dan Dua Orang Polisi yang Datang.
12
Bantuan Mas Kharis
13
THE DEATH
14
FIVE OF A CUPS
15
THREE OF SWORDS
16
THE JUDGEMENT
17
Akhir Kasus.
18
Kembali ke Sekolah
19
Perselingkuhan
20
Efek Samping
21
RENCANA AMAYA
22
Panggilan dari Kepolisian
23
Kehebohan di Kelasku
24
TEN OF SWORDS
25
THE LOVERS
26
Investigasi Sekolah
27
Interogasi Kepolisian
28
Bukti Foto Devina
29
Surat Kaleng
30
DEATH
31
Penyelamatan Sita
32
TEROR KELUARGA AMAYA
33
X 2836 ABC
34
Ancaman Arno di Koridor Sekolah.
35
Aku yang saat ini sedang di pelukan seorang Mathew.
36
CERITA MATHEW
37
THE SUN
38
Turun Temurun.
39
BUKU CATATAN NENEK.
40
Serangan Om Baskara.
41
KETAKUTAN AMAYA DAN SITA
42
Dibalik Kematian Devina
43
Kaos Hitam Polos Mathew.
44
Kembali ke Kamar Hotel.
45
SIX OF WANDS
46
PENCULIKAN KEDUA
47
THE HERMIT
48
KAMBING HITAM
49
Rencana Brutal
50
Makan Malam yang Terganggu.
51
TIGA HARI
52
Di Balik Mata Bengep Kak Mathew
53
Kebohongan
54
ACE OF WANDS
55
LAGI-LAGI BANTUAN MAS KHARIS
56
BRIPTU TONI
57
SITA DI JAKARTA UTARA
58
NESSA JET
59
FAKTA YANG DISEMBUNYIKAN RAKA
60
SEMUANYA RUNTUH. HANCUR!
61
JUSTICE FOR MATHEW
62
Rumah Baru Ayah.
63
Aku Terbangun dari Kematian.
64
.. Yang Terjadi Seteah Aku Mati Suri
65
KASUS WANITA YANG MATI TENGGELAM
66
SOSOK HITAM YANG MASUK KE TUBUH NENEK
67
TIGA ANAK GADIS YANG TERJEBUR DI DANAU
68
THE STAR
69
MATHEW DAN AMAYA MELIHAT SOSOK ITU
70
TUMI, SUCI DAN NANI
71
THE MAGICIAN
72
PERJALAN MENCARI KEBENARAN
73
RATU TRIBUANA TUNGGADEWI
74
Nenek, Danau dan Pohon Beringin
75
Seorang Lelaki yang Membawa Arit Tajam
76
Beringin Tumi
77
Tumbal
78
Kembali Ke Kerajaan
79
Makhluk hitam dengan mata merah menyala
80
IBLIS
81
SEASON DUA
82
TRIO DETEKTIF PEMBASMI IBLIS
83
Makhluk Dengan Mata Seperti Seekor Kucing.
84
IBU
85
Mereka Membakar Hidup-hidup para Korbannya.
86
THE CHARIOT
87
SITA KEMBALI
88
BANYAK DAN BAHAYA
89
SOSOK YANG TERIKAT TIANG TINGGI YANG MENEMBUS LANGIT
90
ZHAMIRI
91
KILATAN MASA DEPAN KAK MATHEW
92
Waktu yang Berhenti
93
TERPISAH DI PINTU RUANG TAMU
94
THE WORLD
95
RUMAH SITA
96
LIMA ORANG DENGAN KEPALA TERTUTUP
97
BERPULUH KALI LIPAT LEBIH MENGERIKAN
98
GANINDRA DAN KELUARGA PAK SANTO
99
Amaya yang Tengah Kejang-kejang dengan kulit terbakar.
100
AKU MELIHAT KEPALA TANTE SARI TERLEPAS DARI BADANNYA
101
KERASUKAN
102
GUBUK KECIL, DI TENGAH HUTAN ANTAH BERANTAH DI KOTA BANYUWANGI.
103
GELANG NAGA YANG HILANG
104
PENTAGRAM
105
IBU DAN AMAYA TERTANGKAP
106
AKU TERGANTUNG, TERIKAT, TERBALIK.
107
INANG BARU IBLIS AZAZIL
108
RAMALAN JAYABAYA DAN RADEN PRAWIRA
109
GULUNGAN KERTAS DARI KULIT SAPI
110
RUANG MAKAN ISTANA RATU
111
AKU IKHLAS
112
SEPERTI MAYAT HIDUP DENGAN WUJUD YANG AKU KENAL.
113
DUNIA AMBANG BATAS ANTARA HIDUP DAN MATI
114
Aku sudah berada di dalam tanah, terkubur dengan kain kafan.
115
YUDHIS ANGGARA
116
SAMPAI TERIAKANKU KEHABISAN SUARA
117
MENJELANG AKHIR BAB NOVEL MATA BATIN SANG PERAMAL TAROT
118
"BAIK MAS, AKU SIAP MATI"
119
Rinduku akan menjadi rindu yang paling sakit, ibu.
120
RADEN PRAWIRA DAN JANJI SANG RATU
121
PERJALANAN RUH KETURUNAN SANG PERAMAL AGUNG

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!