THREE OF SWORDS
Kartu terakhir yang terbuka dengan sendirinya adalah kartu bergambar tiga buah pedang yang menembus sebuah gambar seperti simbol hati/jantung berwarna merah, dengan darah yang menetes di sekitaran hati itu.
"Sakit hati, perselingkuhan." Gumamku dengan sendirinya. Entahlah, saat aku melihat kartu THREE OF SWORDS itu, aku merasa seperti ada perasaan yang mengganjal di tenggorokanku. Perasaan kesal yang begitu sangat sampai kemudian, pandangan mataku seperti berkabut lalu suasana kamar yang saat ini aku lihat perlahan berubah.
Masih di kamar tamu yang aku tempati, aku yakin sekali, hanya saja, suasana dan warna cat di kamar ini berbeda. Apa ini? Benakku.
Aku terdiam sebentar, lalu mataku melirik ke sebuah kalender yang ada di dinding kamar ini, kenapa kalender yang terpajang adalah kalender bulan Desember tahun lalu? Entahlah, aku belum mengerti sampai akhirnya sesuatu menyadarkanku.
***
Aku masih duduk di atas kasur, hanya saja perasaanku, jantungku, seperti begitu ketakutan bercampur kesal. Aku juga merasa, nafasku seperti tersengal, aku sampai ter-isak berkali-kali.
Detik selanjutnya aku menyadari kalau saat ini, aku bukan lagi hanya di perlihatkan kejadian seperti sebelum-sebelumnya.
Kali ini, aku bahkan ikut merasakan dan menjadi orang tersebut. Aku seperti masuk ke dalam tubuh Tante sari saat ini. Entahlah, apa kalimat yang tepat untuk menggambarkan ini semua, yang jelas, saat ini aku melihat diriku menjadi Tante sari. Merasakan apa yang Tante sari rasakan, melihat apa yang dilihat oleh mata Tante sari, dan mendengar semua yang di dengar oleh Tante sari.
"KETERLALUAN KAMU SAR!"
Aku tersentak, jantungku berdegup kencang sekali saat ini. Dari dalam kamar mandi yang ada di kamar tamu ini, tiba-tiba keluar seseorang yang aku kenal. Ya, seseorang dengan wajah yang menahan marah sekaligus malu.
Ayahku, keluar dengan bertelanjang dada, ayah cepat-cepat memakai celana jeans-nya. Aku bahkan masih ingat kalau celana itu, dibelikan ibuku saat ayah berulang tahun dua tahun lalu.
"Mas... Maaf aku khilaf, aku gak tahan lagi. Sumpah demi Tuhan aku benar-benar tidak bisa lagi menahan perasaanku ke kamu." Ucap ku yang mengeluarkan suara Tante sari. Sebut saja ini adalah Tante sari yang berbicara, hanya saja Sukma ku seperti ada di dalam tubuh nya.
Ayahku melotot ke arah arahku. "Aku sudah bilang! Cerita kita sudah lama berakhir! Kenapa kamu tidak bisa berhenti hidup di masa lalu!" Ayah membentak kesal dengan suara pelan, sepertinya ia tidak ingin ada orang lain yang mendengar. "Demi Tuhan, aku tidak akan lagi menumpang menginap di rumah ini kalau tidak bersama istri dan anakku.! Kamu sudah gila sar!"
Pada titik ini, aku menyadari sesuatu, aku ingat Desember tahun lalu, ayah pernah dikirim untuk tugas ke salah satu kantor cabang di kantor ayah yang ada di kota ini untuk beberapa Minggu. Ayah juga cerita kalau dia akan menumpang di rumah om Baskara untuk sementara waktu. Padahal kantor ayah memberi biaya operasional untuk menginap di hotel selama ayah bertugas disini, tapi waktu itu, om baskara bersikukuh meminta ayah untuk menginap di rumahnya saja, karena kebetulan om baskara sedang ke luar negeri waktu itu. Aku ingat karena aku mendengar percakapan ayah dan om baskara via telepon waktu itu.
Ayah sempat menolak, tapi om baskara bilang, sekalian menjaga dan menitipkan anak-anaknya selama om baskara di luar negeri itu. Jadi om baskara bisa tenang kalau ayah menginap di rumah nya. Tapi, seingatku Tante sari juga ikut dengan om baskara ke luar negeri kalau memang ini adalah kejadian yang waktu itu, kenapa Tante sari bisa ada di rumah?
"Aku bela-belain bohong dari mas baskara untuk bertemu kamu mas! Untuk bisa sekali saja mengulang lagi kisah kita dulu." Tante sari terisak. Aku juga merasakan sesak nya.
"Cukup sar! Sudah! Aku sudah melupakan semuanya dan aku menyesal! Demi tuhan aku menyesal karena pernah melakukan perbuatan hina itu dengan kamu!" Bentak ayah lagi.
Disini, aku merasakan sesuatu yang sakit, hatiku seperti tertusuk sesuatu, pertanyaan kembali muncul di kepalaku. Apa benar ayah pernah berselingkuh dengan Tante sari?
"Kalau aku tidak bisa kembali sama kamu! Lebih baik aku mati atau kamu mati!" Tante sari berteriak seperti orang kesetanan.
Ayah terlihat panik. Ia cepat-cepat mendekati Tante sari lalu.
Plak...
Tangan ayah menampar wajah Tante sari.
"Aku akan ceritakan semuanya, aku akan mengakui semua kesalahan dan dosa-dosaku di depan baskara dan istriku." Ucap ayah sambil menunjuk wajah Tante sari. "Setelah itu, terserah kamu mau berbuat apapun, aku tidak peduli. Dan ingat! Kejadian hari ini, bukan karena aku ingin melakukannya, tapi kamu yang menjebak aku dengan memasukan sesuatu di minumanku, kamu pikir aku tidak tahu!"
Setelah semua kejadian itu, tubuh ku kembali seperti di tarik oleh sesuatu. Sedetik kemudian, aku sudah kembali ke tubuh asliku, hanya saja, perasaanku masih tidak karuan. Aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang kulihat, ayah pernah berselingkuh dengan Tante sari.
"Ayah...." Bisikku pelan, air mataku menetes.
***
IG : @dimas.yudhistira_
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 121 Episodes
Comments
Ray
Oh ternyata cinta lama. dan Tante Sari tidak bisa melupakan cintanya, lalu menjebak ayah Riska😱😱
Ternyata ucapan Tante Sari dibuktikan dengan membunuh dengan cara memberi racun kepada ayah Riska🤔😱😭
2024-12-18
0
MasWan
tapi kan dijebak, bukan sengaja selingkuh
2024-08-17
0