Perselingkuhan

"Oke, aku minta, kamu bayangin wajah dan sebut nama Arno di kepala kamu sambil kamu acak kartu-kartu itu." ucapku ragu.

Sejujurnya aku sendiri tidak tahu bagaimana cara kerja kartu tarot ini. Dengan berbekal sedikit keyakinan dan niat ingin membantu sita yang saat ini sepetinya sangat membutuhkan bantuan, akhirnya aku hanya mengalir mengikuti apapun yang kepalaku katakan.

Amaya melongo disamping ku sedari tadi.

Sore ini, aku, Amaya dan sita, sudah ada di kamarku, sesuai dengan janji ku tadi di sekolah, aku ingin membantu sita dengan kartu tarot ku untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi pada pacarnya Arno.

"sudah?".tanyaku sembari meminta kembali tumpukan kartu itu.

Aku menaruh kartu-kartu itu di lantai, karena saat ini kami bertiga sedang duduk di lantai didalam kamarku. Dengan satu tanganku, aku mencoba merentangkan kartu-kartu itu membentuk kipas dengan posisi tertutup.

"ambil tiga kartu lalu kasih kartu itu ke tangan ku." ucap ku menengadahkan tangan kanan ku.

Sita melirik ke wajah ku ragu.

"ini serius gak papa ka?" bisik Amaya.

Aku tersenyum meyakinkan Amaya. "gak papa may. Aku cuma mau bantu sita." jawabku.

Sedetik kemudian, sita memberikan tiga buah kartu yang ia pilih secara random dari tumpukan kartu itu.

Nging.....

Tiba-tiba aku mendengar sesuatu yang berdenging di telinga ku saat aku menerima kartu pilihan sita.

Lalu, sedetik kemudian. Aku sudah berada di tempat lain, bukan lagi di kamarku.

Mataku Memindai sekitar. Aku berada di sebuah kamar yang sedikit berantakan dengan beberapa baju kotor yang tergeletak di lantai, dan sampah bekas makanan yang hanya digeletakkan saja di pojokan kamar.

Awalnya aku sedikit kebingungan, dimana aku? Sampai sebuah foto yang tergantung di satu sudut kamar ini akhirnya memberitahukan ku bahwa saat ini aku sudah ada di dalam kamar Kak Arno. Pacar sita.

"aaaaaah.. Beb.... Pelan."

Deg.

Jantungku hampir copot saat tiba-tiba kudengar suara mendesah keras dari arah belakang ku. Dari balik selimut di atas kasur single bed yang ada di belakangku.

Aku hampir saja berlari sembunyi, sampai aku menyadari, kalau Arno dan seorang wanita yang ahhhh sialnya aku kenal wanita yang sedang bercinta dengan Arno ini. Tidak bisa melihat keberadaanku. Aku yakin, sebenarnya aku masih ada di dalam kamarku. Entahlah bagaimana aku bisa menjelaskan ini.

"Ka! Riska!"

Suara teriakan Amaya menggaung di telinga ku. Sedetik kemudian, aku seperti kembali di tarik ke dalam tubuhku.

"kamu kenapa sih! Ah.. Kan aku takut." Amaya panik sembari menggoyangkan badan ku yang sudah kembali sadar.

Aku menarik nafas pelan. "Devina... Temen sebangku kamu lagi ada di rumah Arno." ucap ku terbata-bata.

Amaya dan sita mengerutkan kening aneh.

Aku membuka ke tiga kartu yang ada di tanganku. Entahlah, aku tidak mengerti apa artinya. Yang jelas, ketiga kartu ini, seperti berbicara padaku, kalau Arno benar berselingkuh dengan sahabatnya sita sendiri.

"Maksud kamu apa sih ka?" Amaya terlihat khawatir. Sementara Sita masih melongo tidak percaya.

"Kamu telepon Devina sekarang." Tegasku sembari mengatur nafas.

Sita yang kebingungan, mau tidak mau menuruti semua perkataan ku. Ia mengeluarkan handphonenya. lalu menelepon sahabatnya itu.

Cukup lama teleponnya tersambung ke nada tunggu, sampai akhirnya Devina mengangkat teleponnya dengan suara lemas, seolah-olah baru bangun tidur.

"halo, wuahhh kenapa sit?" tanya Devina di ujung telepon.

Sita kebingungan. Aku mengangguk pelan menenangkan sita dan mengarahkan nya untuk bersikap biasa saja.

"oh ini dev, aku mau minta tolong. besok aku gak bisa masuk, tolong kamu ijinin aku ya di sekolah." ucap sita ragu.

aku tersenyum sembari mengangkat jempol.

"loh kenapa sit? Kamu sakit?" tanya Devina lagi pelan.

"Engga, dev, aku mau ke luar kota sama keluargaku, mamah tiba-tiba ajak kita semua jenguk Abang ku yang kuliah itu loh." Sita menjawab dengan sedikit berbohong.

lalu, dengan arahan ku, sita kembali menutup teleponnya.

Aku berdiri sembari mengajak mereka untuk cepat mengikuti ku.

"kamu tau kan rumah kak Arno?" tanya ku sembari memakai jaket Hoodie seadanya dan bersiap pergi.

Sita mengangguk lalu, mengekor dibelakangku. Amaya yang kebingungan, akhirnya berlari mengikuti kami berdua.

Rumah kak Arno yang kami tuju. Aku yakin, Devina ada disana. Sesuai dengan yang aku lihat tadi.

...****************...

"Loh... mau ngapain kamu kesini?" Bentak Arno saat aku, sita dan Amaya tiba-tiba datang kerumahnya.

Wajah Arno terlihat panik. Aku tau ada yang di sembunyikan dari kepanikannya.

"Masuk aja langsung." bisikku pada sita yang langsung menerobos tubuh Arno.

Kami mengekor di belakang nya. Sementara Arno berlari kecil mencoba menarik tangan sita berkali-kali.

"Heh. Apa-apaan sih kamu. Ada apa ini!" bentak Arno.

Kami bertiga tidak memperdulikan sama sekali. Sita bahkan tidak melirik sedikitpun ke wajah Arno. Sampai kemudian, di lantai dua, di depan sebuah ruangan yang aku yakin adalah kamar Arno, Sita berhenti dan menatap wajahku sebelum membukakan pintu.

Aku mengangguk.

Arno sudah berdiri di depan sita. Menghalangi jalan kami masuk.

"Sit! Sita! Tolong dengerin dulu." suaranya makin panik.

Aku semakin yakin kalau di dalam kamarnya, ada sesuatu yang disembunyikan Arno.

BRAK...

Dengan keras, sita membuka pintu kamar Arno secara paksa dan, benar saja.

"Devina!" Wajah sita melongo kaget saat ia melihat Devina di pojokan kamar Arno sedang memakai seragam sekolah nya.

Rambutnya acak-acakan.

Suasana kamar yang sama persis yang aku lihat di penglihatanku. Aku semakin yakin dengan kemampuanku setelah melihat sendiri secara langsung bukti yang terpampang nyata ini.

Tapi, untuk saat ini, aku harus melerai keributan antara sita dan Devina.

"BANGSAT. Pelacur kamu!" bentak sita sambil menerjang menyerang Devina yang di halangi Arno di depannya.

Aku menarik dan menahan sita yang sudah semakin tidak terkontrol.

"Sit, udah, tenang dulu."

Suasana semakin rumit saat tiba-tiba, ibu nya Arno masuk ke dalam kamar karena keributan dan teriakan suara sita yang tidak terkontrol.

...****************...

Singkat cerita. Kami semua dibawa ke ruang keluarga rumah Arno di lantai satu.

Aku duduk di samping sita yang tidak berhenti nya menangis. Amaya duduk di sisi satunya.

Sementara Arno dan Devina duduk di sofa seberang tempat kami duduk. berhadapan dengan kami.

"Tolong, jelasin semua nya ke mamah!" Bentak mama nya Arno sembari berdiri menyilangkan tangannya di dada.

Arno menundukkan wajahnya. Devina yang duduk di samping Arno, bahkan tidak sanggup menatap wajah teman sebangkunya itu.

"Maaf mah, Arno salah. Arno khilaf."

Aku melirik ke wajah Amaya. Mau tidak mau, kami jadi terlibat masalah ini.

"Kamu bilang khilaf?!" bentak mama nya pelan. "Dosa Arno! Apa yang kamu lakuin itu perbuatan dosa!" suara mama nya bergetar.

Aku kembali melirik ke wajah mama nya. Aku merasakan betul bagaimana kecewanya mama nya Arno.

"Kalau papa tahu, kakak kakak kamu tau gimana?"

Kami semua hanya diam, sementara sita menahan isakan tangisnya. Sambil sesekali melirik jijik ke wajah Devina.

"Gini aja, kalian semua pulang kerumah kalian masing-masing. Tante minta tolong, jangan di besar-besarkan masalah ini, jangan sampai tembus ke pihak sekolah juga. Nanti urusan Arno, biar Tante yang kasih dia pelajaran." Mamanya Arno berdiri menghadap kami bertiga.

Sita menyeka matanya. Ia menarik nafas pelan lalu berdiri. "Tante, urusan aku sama Arno dan pelacur itu belum selesai. Aku gak akan tinggal diam, karena aku juga sudah di perawani oleh Arno!" Sita melirik sinis sambil menarik tanganku, mengajak nya keluar dari rumah Arno.

Akhirnya kami bertiga pergi meninggalkan rumah Arno dengan sedikit ancaman yang keluar dari mulut sita.

...****************...

Terpopuler

Comments

Ray

Ray

Pergaulan bebas, sehingga melakukan perbuatan dosa😭😭😭

2024-12-18

0

MasWan

MasWan

hah sayang sekali, sudah dijebol

2024-08-18

0

valerio_cean

valerio_cean

bagus banget ceritanya kak, harus sering sering up

2024-06-26

1

lihat semua
Episodes
1 TAROT
2 Ten of Pentacles
3 The Tower
4 THE DEVIL
5 Bingkai Foto Keluarga Baskara
6 Tante Sari dan Om Baskara
7 Kematian Mendadak
8 Autopsi
9 Pemeriksaan Saksi
10 Kembali ke Rumah Nenek
11 Teman Kantor Ayah dan Dua Orang Polisi yang Datang.
12 Bantuan Mas Kharis
13 THE DEATH
14 FIVE OF A CUPS
15 THREE OF SWORDS
16 THE JUDGEMENT
17 Akhir Kasus.
18 Kembali ke Sekolah
19 Perselingkuhan
20 Efek Samping
21 RENCANA AMAYA
22 Panggilan dari Kepolisian
23 Kehebohan di Kelasku
24 TEN OF SWORDS
25 THE LOVERS
26 Investigasi Sekolah
27 Interogasi Kepolisian
28 Bukti Foto Devina
29 Surat Kaleng
30 DEATH
31 Penyelamatan Sita
32 TEROR KELUARGA AMAYA
33 X 2836 ABC
34 Ancaman Arno di Koridor Sekolah.
35 Aku yang saat ini sedang di pelukan seorang Mathew.
36 CERITA MATHEW
37 THE SUN
38 Turun Temurun.
39 BUKU CATATAN NENEK.
40 Serangan Om Baskara.
41 KETAKUTAN AMAYA DAN SITA
42 Dibalik Kematian Devina
43 Kaos Hitam Polos Mathew.
44 Kembali ke Kamar Hotel.
45 SIX OF WANDS
46 PENCULIKAN KEDUA
47 THE HERMIT
48 KAMBING HITAM
49 Rencana Brutal
50 Makan Malam yang Terganggu.
51 TIGA HARI
52 Di Balik Mata Bengep Kak Mathew
53 Kebohongan
54 ACE OF WANDS
55 LAGI-LAGI BANTUAN MAS KHARIS
56 BRIPTU TONI
57 SITA DI JAKARTA UTARA
58 NESSA JET
59 FAKTA YANG DISEMBUNYIKAN RAKA
60 SEMUANYA RUNTUH. HANCUR!
61 JUSTICE FOR MATHEW
62 Rumah Baru Ayah.
63 Aku Terbangun dari Kematian.
64 .. Yang Terjadi Seteah Aku Mati Suri
65 KASUS WANITA YANG MATI TENGGELAM
66 SOSOK HITAM YANG MASUK KE TUBUH NENEK
67 TIGA ANAK GADIS YANG TERJEBUR DI DANAU
68 THE STAR
69 MATHEW DAN AMAYA MELIHAT SOSOK ITU
70 TUMI, SUCI DAN NANI
71 THE MAGICIAN
72 PERJALAN MENCARI KEBENARAN
73 RATU TRIBUANA TUNGGADEWI
74 Nenek, Danau dan Pohon Beringin
75 Seorang Lelaki yang Membawa Arit Tajam
76 Beringin Tumi
77 Tumbal
78 Kembali Ke Kerajaan
79 Makhluk hitam dengan mata merah menyala
80 IBLIS
81 SEASON DUA
82 TRIO DETEKTIF PEMBASMI IBLIS
83 Makhluk Dengan Mata Seperti Seekor Kucing.
84 IBU
85 Mereka Membakar Hidup-hidup para Korbannya.
86 THE CHARIOT
87 SITA KEMBALI
88 BANYAK DAN BAHAYA
89 SOSOK YANG TERIKAT TIANG TINGGI YANG MENEMBUS LANGIT
90 ZHAMIRI
91 KILATAN MASA DEPAN KAK MATHEW
92 Waktu yang Berhenti
93 TERPISAH DI PINTU RUANG TAMU
94 THE WORLD
95 RUMAH SITA
96 LIMA ORANG DENGAN KEPALA TERTUTUP
97 BERPULUH KALI LIPAT LEBIH MENGERIKAN
98 GANINDRA DAN KELUARGA PAK SANTO
99 Amaya yang Tengah Kejang-kejang dengan kulit terbakar.
100 AKU MELIHAT KEPALA TANTE SARI TERLEPAS DARI BADANNYA
101 KERASUKAN
102 GUBUK KECIL, DI TENGAH HUTAN ANTAH BERANTAH DI KOTA BANYUWANGI.
103 GELANG NAGA YANG HILANG
104 PENTAGRAM
105 IBU DAN AMAYA TERTANGKAP
106 AKU TERGANTUNG, TERIKAT, TERBALIK.
107 INANG BARU IBLIS AZAZIL
108 RAMALAN JAYABAYA DAN RADEN PRAWIRA
109 GULUNGAN KERTAS DARI KULIT SAPI
110 RUANG MAKAN ISTANA RATU
111 AKU IKHLAS
112 SEPERTI MAYAT HIDUP DENGAN WUJUD YANG AKU KENAL.
113 DUNIA AMBANG BATAS ANTARA HIDUP DAN MATI
114 Aku sudah berada di dalam tanah, terkubur dengan kain kafan.
115 YUDHIS ANGGARA
116 SAMPAI TERIAKANKU KEHABISAN SUARA
117 MENJELANG AKHIR BAB NOVEL MATA BATIN SANG PERAMAL TAROT
118 "BAIK MAS, AKU SIAP MATI"
119 Rinduku akan menjadi rindu yang paling sakit, ibu.
120 RADEN PRAWIRA DAN JANJI SANG RATU
121 PERJALANAN RUH KETURUNAN SANG PERAMAL AGUNG
Episodes

Updated 121 Episodes

1
TAROT
2
Ten of Pentacles
3
The Tower
4
THE DEVIL
5
Bingkai Foto Keluarga Baskara
6
Tante Sari dan Om Baskara
7
Kematian Mendadak
8
Autopsi
9
Pemeriksaan Saksi
10
Kembali ke Rumah Nenek
11
Teman Kantor Ayah dan Dua Orang Polisi yang Datang.
12
Bantuan Mas Kharis
13
THE DEATH
14
FIVE OF A CUPS
15
THREE OF SWORDS
16
THE JUDGEMENT
17
Akhir Kasus.
18
Kembali ke Sekolah
19
Perselingkuhan
20
Efek Samping
21
RENCANA AMAYA
22
Panggilan dari Kepolisian
23
Kehebohan di Kelasku
24
TEN OF SWORDS
25
THE LOVERS
26
Investigasi Sekolah
27
Interogasi Kepolisian
28
Bukti Foto Devina
29
Surat Kaleng
30
DEATH
31
Penyelamatan Sita
32
TEROR KELUARGA AMAYA
33
X 2836 ABC
34
Ancaman Arno di Koridor Sekolah.
35
Aku yang saat ini sedang di pelukan seorang Mathew.
36
CERITA MATHEW
37
THE SUN
38
Turun Temurun.
39
BUKU CATATAN NENEK.
40
Serangan Om Baskara.
41
KETAKUTAN AMAYA DAN SITA
42
Dibalik Kematian Devina
43
Kaos Hitam Polos Mathew.
44
Kembali ke Kamar Hotel.
45
SIX OF WANDS
46
PENCULIKAN KEDUA
47
THE HERMIT
48
KAMBING HITAM
49
Rencana Brutal
50
Makan Malam yang Terganggu.
51
TIGA HARI
52
Di Balik Mata Bengep Kak Mathew
53
Kebohongan
54
ACE OF WANDS
55
LAGI-LAGI BANTUAN MAS KHARIS
56
BRIPTU TONI
57
SITA DI JAKARTA UTARA
58
NESSA JET
59
FAKTA YANG DISEMBUNYIKAN RAKA
60
SEMUANYA RUNTUH. HANCUR!
61
JUSTICE FOR MATHEW
62
Rumah Baru Ayah.
63
Aku Terbangun dari Kematian.
64
.. Yang Terjadi Seteah Aku Mati Suri
65
KASUS WANITA YANG MATI TENGGELAM
66
SOSOK HITAM YANG MASUK KE TUBUH NENEK
67
TIGA ANAK GADIS YANG TERJEBUR DI DANAU
68
THE STAR
69
MATHEW DAN AMAYA MELIHAT SOSOK ITU
70
TUMI, SUCI DAN NANI
71
THE MAGICIAN
72
PERJALAN MENCARI KEBENARAN
73
RATU TRIBUANA TUNGGADEWI
74
Nenek, Danau dan Pohon Beringin
75
Seorang Lelaki yang Membawa Arit Tajam
76
Beringin Tumi
77
Tumbal
78
Kembali Ke Kerajaan
79
Makhluk hitam dengan mata merah menyala
80
IBLIS
81
SEASON DUA
82
TRIO DETEKTIF PEMBASMI IBLIS
83
Makhluk Dengan Mata Seperti Seekor Kucing.
84
IBU
85
Mereka Membakar Hidup-hidup para Korbannya.
86
THE CHARIOT
87
SITA KEMBALI
88
BANYAK DAN BAHAYA
89
SOSOK YANG TERIKAT TIANG TINGGI YANG MENEMBUS LANGIT
90
ZHAMIRI
91
KILATAN MASA DEPAN KAK MATHEW
92
Waktu yang Berhenti
93
TERPISAH DI PINTU RUANG TAMU
94
THE WORLD
95
RUMAH SITA
96
LIMA ORANG DENGAN KEPALA TERTUTUP
97
BERPULUH KALI LIPAT LEBIH MENGERIKAN
98
GANINDRA DAN KELUARGA PAK SANTO
99
Amaya yang Tengah Kejang-kejang dengan kulit terbakar.
100
AKU MELIHAT KEPALA TANTE SARI TERLEPAS DARI BADANNYA
101
KERASUKAN
102
GUBUK KECIL, DI TENGAH HUTAN ANTAH BERANTAH DI KOTA BANYUWANGI.
103
GELANG NAGA YANG HILANG
104
PENTAGRAM
105
IBU DAN AMAYA TERTANGKAP
106
AKU TERGANTUNG, TERIKAT, TERBALIK.
107
INANG BARU IBLIS AZAZIL
108
RAMALAN JAYABAYA DAN RADEN PRAWIRA
109
GULUNGAN KERTAS DARI KULIT SAPI
110
RUANG MAKAN ISTANA RATU
111
AKU IKHLAS
112
SEPERTI MAYAT HIDUP DENGAN WUJUD YANG AKU KENAL.
113
DUNIA AMBANG BATAS ANTARA HIDUP DAN MATI
114
Aku sudah berada di dalam tanah, terkubur dengan kain kafan.
115
YUDHIS ANGGARA
116
SAMPAI TERIAKANKU KEHABISAN SUARA
117
MENJELANG AKHIR BAB NOVEL MATA BATIN SANG PERAMAL TAROT
118
"BAIK MAS, AKU SIAP MATI"
119
Rinduku akan menjadi rindu yang paling sakit, ibu.
120
RADEN PRAWIRA DAN JANJI SANG RATU
121
PERJALANAN RUH KETURUNAN SANG PERAMAL AGUNG

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!