Ten of Pentacles

Malam itu, menjadi kali pertama nya aku melihat kejadian yang tidak masuk akal. Sampai akhirnya aku menyadari, bahwa semua ketidak masuk akalan dalam hidupku ternyata baru dimulai malam itu.

Buku bersampul coklat yang terlihat usang itu, adalah sebuah buku turun temurun yang dimiliki nenekku dari nenek moyangnya, dan didalamnya, berisi tumpukan kartu, yang kita semua kenal sebagai kartu TAROT.

***

Setelah kejadian malam itu, aku tidak ingin lagi membuka kotak peti milik nenekku lagi. Buku aneh itu pun kembali aku masukkan ke dalam peti. Semuanya aku bereskan ke posisi semula. Dan aku fikir semua sudah selesai.

Pagi nya, saat aku terbangun dan beraktivitas seperti biasa, mandi dan sarapan, entah kenapa buku yang sudah aku masukkan ke dalam peti kotak itu, muncul lagi di atas kasur, seperti ada orang yang menaruhnya dengan sengaja.

Sebenarnya aku ragu, tapi rasa penasaran lagi lagi mendorongku untuk kembali membuka buku itu.

Kartu kartu yang semalam berterbangan mengelilingiku, pagi ini, terlihat normal dan tidak ada kejadian kartu berterbangan. Semuanya tersusun rapi di dalam buku yang lebih seperti sebuah kotak untuk menyimpan kartu.

Pagi ini, setelah aku mengamati lebih jelas, Aku baru sadar ini bukanlah buku, ini adalah kotak berbentuk buku, yang tengahnya berlubang, untuk menyimpan tumpukan kartu.

"Tarot?" Bisikku. "Sejak kapan nenek punya Kartu tarot? Apa nenek bisa membaca tarot?."

Aku mengambil sebuah kartu secara acak dari dalam buku itu.

TEN OF PENTACLES 

Begitulah yang tertulis di bawah kartu seukuran genggaman tanganku ini. Di atas tulisan itu, terlihat sebuah gambar yang berwarna warni dan dipenuhi dengan simbol bintang di dalam lingkaran.

Setidaknya, ada sepuluh bintang yang terkurung di dalam lingkaran. Dibawah gambar bintang bintang itu, berdiri seorang lelaki dan perempuan yang terlihat bahagia, seperti sedang tersenyum, entahlah.

Aku tidak mengerti apa arti gambar ini, ya karena memang aku bukanlah peramal kartu tarot. Sampai sedetik kemudian...

Kepalaku seperti di tarik ke dimensi lain, aku melihat sebuah kejadian, mungkin sebuah vision yang hanya terjadi di kepalaku. Entahlah yang jelas saat ini, aku melihat ayah dan ibuku, bersama adik adiknya duduk di atas karpet, di ruang tamu rumah nenekku.

Aku yakin betul ini rumah nenekku saat ini. Karena sofa yang biasanya ada diruang tamu sedang dipindahkan ke ruangan lain, jadi mereka semua duduk bersila di atas karpet.

Di hadapan mereka, ada seorang yang tidak aku kenal, seperti nya masih sanak saudara atau tetangga atau entahlah aku tidak mengenali lelaki paruh baya yang mungkin usianya sudah diatas 40 tahun.

Dalam penglihatan ku, aku melihat pria itu sedang membicarakan sesuatu tentang warisan peninggalan nenek, kepada Ayah dan om ku.

Aku melihat semuanya dengan jelas, selama beberapa detik lalu aku kembali ke tubuhku yang tengah duduk di atas kasur nenek, dengan tangan ku yang masih memegang kartu TEN OF PENTACLES tadi.

***

"Ka, bantu ibu yu, bawain makanan ke ruang tamu." Kata ibu ku yang tiba tiba masuk ke kamar nenek.

Aku cepat cepat memasukkan kembali kartu itu kedalam buku dan segera menyembunyikan buku itu ke dalam tas pakaianku.

Di dapur, ibu ku dan bibi ku sedang menyiapkan beberapa suguhan di atas piring untuk dibawakan ke ruang tamu.

"Buat apa Bu bawa banyak banyak ke ruang tamu?" Tanya ku yang sudah memegang dua buah piring berisi makanan kering.

"Ada tamu, lagi ngobrol sama ayah sama om kamu di depan." Jawab ibu.

Aku mengangguk tidak bertanya lagi. Barangkali tradisi disini memang begini, setiap ada tamu yang datang untuk takziah, kami selalu menyuguhkan makanan kecil di atas piring makan.

Pelan-pelan aku membawa piring piring ini ke ruang tamu, dan ketika sampai di ruang tamu, mataku seperti tidak percaya dengan apa yang ku lihat.

"Orang itu yang tadi aku lihat " Gumamku dalam batin sembari memelototi ke arah lelaki paruh baya yang akan membicarakan masalah warisan di dalam penglihatan ku tadi.

Ah, aku pikir tidak mungkin, masa iya semuanya akan terjadi seperti dalam bayanganku.

Aku menaruh beberapa piring di atas karpet, di tengah antara ayah, om dan tamu tersebut yang duduk melingkar saling berhadapan.

"Permisi..." Bisikku sembari kembali lagi ke dapur untuk mengambil beberapa piring lagi.

"Bu, itu tamu siapa?" Tanya ku langsung kepada ibu.

Ibu ku melirik. "Ih, kepo deh," ucapnya sembari terkekeh menggodaku.

"Mau ngomongin warisan nenek ya?"

Ibuku melotot kaget, wajahnya seperti orang terkena flu, langsung merah. "Hush tau dari mana sih kamu." Ucapnya.

Aku mengerutkan kening lalu, kembali membawa piring piring berisi makanan lagi, ke ruang tamu.

Kali ini, aku buka lebar lebar telingaku, mencoba menguping obrolan yang mereka bicarakan.

Pada titik ini, aku benar benar merasa bingung dan tidak percaya, semua pembicaraan yang kudengar, sama persis dengan yang ku lihat di bayanganku tadi.

Aku cepat cepat kembali ke kamar ku.

Aku kembali mengeluarkan buku berisi kartu tarot yang kusimpan di dalam tas ku. Tidak ingin percaya tapi, semuanya terjadi persis seperti yang kulihat.

Kali ini, aku terkejut melihat tumpukan kartu itu, seingat ku, tumpukan paling atas adalah kartu terakhir yang tadi kupegang, TEN OF PENTACLES. Tapi, saat ini urutannya berubah dengan sendirinya.

Kartu lain yang kulihat saat ini adalah kartu bergambar sebuah mercusuar atau sebuah bangunan tinggi seperti tower yang tersambar petir, dengan dua orang yang melompat dari atasnya menghindari api yang membakar puncak mercusuar itu.

"The Tower?" Bisikku saat melihat tulisan di bawah kartunya.

Tapi anehnya, kali ini aku tidak melihat apa apa. Tidak seperti sebelumnya.

Aku menarik nafas sejenak lalu melihat lagi kartu itu dan mencoba menutup mata, tapi tidak ada yang terjadi.

"Kenapa ini? Apa tadi cuma kebetulan saja ?" Gumamku.

Aku mengembuskan nafasku pelan, sembari memutuskan untuk memasukkan kembali kartu THE TOWER yang ada di tanganku ke dalam tumpukan kartu itu lagi.

Tapi, tiba tiba.

Prang...

"GAK BISA GITU MAS! WARISAN ITU HARUS DIBAGI RATA!"

Aku mendengar suara teriakan dan sesuatu yang pecah bergelimpangan dari arah ruang tamu, suara teriakan itu, seperti suara om ku. Adik ayahku.

Aku buru buru memasukkan kartu yang ada di tanganku ke dalam saku celana.

Cepat cepat aku keluar melihat sumber keributan.

Ibuku, bibiku dan istri dari om ku sedang melerai perdebatan antara om dan ayahku. Mereka berdua terlihat sama sama emosi, berdiri dan membiarkan tamu dihadapan mereka tetap duduk.

"Serakah kamu mas! Kalau kamu mau semuanya silahkan ambil semua!" Suara om ku bergema keras.

Om Baskara namanya, anak kedua nenekku. Aku belum pernah melihatnya marah seperti ini.

Ayahku mengepalkan tangannya keras. Aku cepat cepat mendekat dan memegang tangan ayahku.

"Yah... Tenang." Bisikku sembari memegangi tangan ayahku yang sudah sangat emosi.

Tanpa ada yang menjelaskan padaku, kenapa keributan ini bisa terjadi. Lagi-lagi aku seperti melihat sesuatu.

Entahlah aku fikir ini hanya terjadi di kepalaku.

Aku melihat, ayah dan om ku mulai bersitegang saat tamu yang ternyata adalah seorang notaris keluarga nenek, yang dipercaya sebagai perwakilan nenek untuk membagikan harta warisannya kepada anaknya, memberitahukan pembagian warisan milik nenek ternyata jatuh ke tangan ayahku semua.

Hampir seratus persen semua kekayaan nenek berupa ratusan hektar tanah kebun di kampung ini, dan beberapa petak rumah kontrakan, semuanya di serahkan kepada ayahku.

Dari situlah keributan antara ayah dan om ku terjadi. Entahlah, padahal semasa hidup, aku pikir nenekku lebih sayang kepada om ku.

Beberapa kali aku lihat nenek membentak dan memarahi ayah saat kami sedang berkunjung dan menginap di rumah nenek. Tapi, memang ayahku ini tidak pernah melawan atau menyimpan dendam pada nenek, sekalipun ia dimarahi didepan banyak orang, atau saudara-saudaranya.

Sampai kemudian, aku kembali tersadar, karena tiba tiba aku merasa sesuatu yang panas di dalam kantong celanaku, kartu yang tadi kusimpan di kantong celanaku, seperti memancarkan aura panas.

Aku menahan agar tidak membuat orang lain semakin tegang. Sampai sedetik kemudian, ayahku menarik nafas pelan dan memutuskan untuk tidak menanggapi ocehan adiknya. Ia kembali duduk dan menenangkan dirinya.

***

Terpopuler

Comments

Ray

Ray

Suka dan Penasaran, kesan pertama baca cerita Outhor yg satu ini👍😍

2024-12-14

1

dimas yudhistira

dimas yudhistira

bikin deg-degan

2024-07-12

1

anggita

anggita

like👍+ hadiah iklan☝

2024-06-19

1

lihat semua
Episodes
1 TAROT
2 Ten of Pentacles
3 The Tower
4 THE DEVIL
5 Bingkai Foto Keluarga Baskara
6 Tante Sari dan Om Baskara
7 Kematian Mendadak
8 Autopsi
9 Pemeriksaan Saksi
10 Kembali ke Rumah Nenek
11 Teman Kantor Ayah dan Dua Orang Polisi yang Datang.
12 Bantuan Mas Kharis
13 THE DEATH
14 FIVE OF A CUPS
15 THREE OF SWORDS
16 THE JUDGEMENT
17 Akhir Kasus.
18 Kembali ke Sekolah
19 Perselingkuhan
20 Efek Samping
21 RENCANA AMAYA
22 Panggilan dari Kepolisian
23 Kehebohan di Kelasku
24 TEN OF SWORDS
25 THE LOVERS
26 Investigasi Sekolah
27 Interogasi Kepolisian
28 Bukti Foto Devina
29 Surat Kaleng
30 DEATH
31 Penyelamatan Sita
32 TEROR KELUARGA AMAYA
33 X 2836 ABC
34 Ancaman Arno di Koridor Sekolah.
35 Aku yang saat ini sedang di pelukan seorang Mathew.
36 CERITA MATHEW
37 THE SUN
38 Turun Temurun.
39 BUKU CATATAN NENEK.
40 Serangan Om Baskara.
41 KETAKUTAN AMAYA DAN SITA
42 Dibalik Kematian Devina
43 Kaos Hitam Polos Mathew.
44 Kembali ke Kamar Hotel.
45 SIX OF WANDS
46 PENCULIKAN KEDUA
47 THE HERMIT
48 KAMBING HITAM
49 Rencana Brutal
50 Makan Malam yang Terganggu.
51 TIGA HARI
52 Di Balik Mata Bengep Kak Mathew
53 Kebohongan
54 ACE OF WANDS
55 LAGI-LAGI BANTUAN MAS KHARIS
56 BRIPTU TONI
57 SITA DI JAKARTA UTARA
58 NESSA JET
59 FAKTA YANG DISEMBUNYIKAN RAKA
60 SEMUANYA RUNTUH. HANCUR!
61 JUSTICE FOR MATHEW
62 Rumah Baru Ayah.
63 Aku Terbangun dari Kematian.
64 .. Yang Terjadi Seteah Aku Mati Suri
65 KASUS WANITA YANG MATI TENGGELAM
66 SOSOK HITAM YANG MASUK KE TUBUH NENEK
67 TIGA ANAK GADIS YANG TERJEBUR DI DANAU
68 THE STAR
69 MATHEW DAN AMAYA MELIHAT SOSOK ITU
70 TUMI, SUCI DAN NANI
71 THE MAGICIAN
72 PERJALAN MENCARI KEBENARAN
73 RATU TRIBUANA TUNGGADEWI
74 Nenek, Danau dan Pohon Beringin
75 Seorang Lelaki yang Membawa Arit Tajam
76 Beringin Tumi
77 Tumbal
78 Kembali Ke Kerajaan
79 Makhluk hitam dengan mata merah menyala
80 IBLIS
81 SEASON DUA
82 TRIO DETEKTIF PEMBASMI IBLIS
83 Makhluk Dengan Mata Seperti Seekor Kucing.
84 IBU
85 Mereka Membakar Hidup-hidup para Korbannya.
86 THE CHARIOT
87 SITA KEMBALI
88 BANYAK DAN BAHAYA
89 SOSOK YANG TERIKAT TIANG TINGGI YANG MENEMBUS LANGIT
90 ZHAMIRI
91 KILATAN MASA DEPAN KAK MATHEW
92 Waktu yang Berhenti
93 TERPISAH DI PINTU RUANG TAMU
94 THE WORLD
95 RUMAH SITA
96 LIMA ORANG DENGAN KEPALA TERTUTUP
97 BERPULUH KALI LIPAT LEBIH MENGERIKAN
98 GANINDRA DAN KELUARGA PAK SANTO
99 Amaya yang Tengah Kejang-kejang dengan kulit terbakar.
100 AKU MELIHAT KEPALA TANTE SARI TERLEPAS DARI BADANNYA
101 KERASUKAN
102 GUBUK KECIL, DI TENGAH HUTAN ANTAH BERANTAH DI KOTA BANYUWANGI.
103 GELANG NAGA YANG HILANG
104 PENTAGRAM
105 IBU DAN AMAYA TERTANGKAP
106 AKU TERGANTUNG, TERIKAT, TERBALIK.
107 INANG BARU IBLIS AZAZIL
108 RAMALAN JAYABAYA DAN RADEN PRAWIRA
109 GULUNGAN KERTAS DARI KULIT SAPI
110 RUANG MAKAN ISTANA RATU
111 AKU IKHLAS
112 SEPERTI MAYAT HIDUP DENGAN WUJUD YANG AKU KENAL.
113 DUNIA AMBANG BATAS ANTARA HIDUP DAN MATI
114 Aku sudah berada di dalam tanah, terkubur dengan kain kafan.
115 YUDHIS ANGGARA
116 SAMPAI TERIAKANKU KEHABISAN SUARA
117 MENJELANG AKHIR BAB NOVEL MATA BATIN SANG PERAMAL TAROT
118 "BAIK MAS, AKU SIAP MATI"
119 Rinduku akan menjadi rindu yang paling sakit, ibu.
120 RADEN PRAWIRA DAN JANJI SANG RATU
121 PERJALANAN RUH KETURUNAN SANG PERAMAL AGUNG
Episodes

Updated 121 Episodes

1
TAROT
2
Ten of Pentacles
3
The Tower
4
THE DEVIL
5
Bingkai Foto Keluarga Baskara
6
Tante Sari dan Om Baskara
7
Kematian Mendadak
8
Autopsi
9
Pemeriksaan Saksi
10
Kembali ke Rumah Nenek
11
Teman Kantor Ayah dan Dua Orang Polisi yang Datang.
12
Bantuan Mas Kharis
13
THE DEATH
14
FIVE OF A CUPS
15
THREE OF SWORDS
16
THE JUDGEMENT
17
Akhir Kasus.
18
Kembali ke Sekolah
19
Perselingkuhan
20
Efek Samping
21
RENCANA AMAYA
22
Panggilan dari Kepolisian
23
Kehebohan di Kelasku
24
TEN OF SWORDS
25
THE LOVERS
26
Investigasi Sekolah
27
Interogasi Kepolisian
28
Bukti Foto Devina
29
Surat Kaleng
30
DEATH
31
Penyelamatan Sita
32
TEROR KELUARGA AMAYA
33
X 2836 ABC
34
Ancaman Arno di Koridor Sekolah.
35
Aku yang saat ini sedang di pelukan seorang Mathew.
36
CERITA MATHEW
37
THE SUN
38
Turun Temurun.
39
BUKU CATATAN NENEK.
40
Serangan Om Baskara.
41
KETAKUTAN AMAYA DAN SITA
42
Dibalik Kematian Devina
43
Kaos Hitam Polos Mathew.
44
Kembali ke Kamar Hotel.
45
SIX OF WANDS
46
PENCULIKAN KEDUA
47
THE HERMIT
48
KAMBING HITAM
49
Rencana Brutal
50
Makan Malam yang Terganggu.
51
TIGA HARI
52
Di Balik Mata Bengep Kak Mathew
53
Kebohongan
54
ACE OF WANDS
55
LAGI-LAGI BANTUAN MAS KHARIS
56
BRIPTU TONI
57
SITA DI JAKARTA UTARA
58
NESSA JET
59
FAKTA YANG DISEMBUNYIKAN RAKA
60
SEMUANYA RUNTUH. HANCUR!
61
JUSTICE FOR MATHEW
62
Rumah Baru Ayah.
63
Aku Terbangun dari Kematian.
64
.. Yang Terjadi Seteah Aku Mati Suri
65
KASUS WANITA YANG MATI TENGGELAM
66
SOSOK HITAM YANG MASUK KE TUBUH NENEK
67
TIGA ANAK GADIS YANG TERJEBUR DI DANAU
68
THE STAR
69
MATHEW DAN AMAYA MELIHAT SOSOK ITU
70
TUMI, SUCI DAN NANI
71
THE MAGICIAN
72
PERJALAN MENCARI KEBENARAN
73
RATU TRIBUANA TUNGGADEWI
74
Nenek, Danau dan Pohon Beringin
75
Seorang Lelaki yang Membawa Arit Tajam
76
Beringin Tumi
77
Tumbal
78
Kembali Ke Kerajaan
79
Makhluk hitam dengan mata merah menyala
80
IBLIS
81
SEASON DUA
82
TRIO DETEKTIF PEMBASMI IBLIS
83
Makhluk Dengan Mata Seperti Seekor Kucing.
84
IBU
85
Mereka Membakar Hidup-hidup para Korbannya.
86
THE CHARIOT
87
SITA KEMBALI
88
BANYAK DAN BAHAYA
89
SOSOK YANG TERIKAT TIANG TINGGI YANG MENEMBUS LANGIT
90
ZHAMIRI
91
KILATAN MASA DEPAN KAK MATHEW
92
Waktu yang Berhenti
93
TERPISAH DI PINTU RUANG TAMU
94
THE WORLD
95
RUMAH SITA
96
LIMA ORANG DENGAN KEPALA TERTUTUP
97
BERPULUH KALI LIPAT LEBIH MENGERIKAN
98
GANINDRA DAN KELUARGA PAK SANTO
99
Amaya yang Tengah Kejang-kejang dengan kulit terbakar.
100
AKU MELIHAT KEPALA TANTE SARI TERLEPAS DARI BADANNYA
101
KERASUKAN
102
GUBUK KECIL, DI TENGAH HUTAN ANTAH BERANTAH DI KOTA BANYUWANGI.
103
GELANG NAGA YANG HILANG
104
PENTAGRAM
105
IBU DAN AMAYA TERTANGKAP
106
AKU TERGANTUNG, TERIKAT, TERBALIK.
107
INANG BARU IBLIS AZAZIL
108
RAMALAN JAYABAYA DAN RADEN PRAWIRA
109
GULUNGAN KERTAS DARI KULIT SAPI
110
RUANG MAKAN ISTANA RATU
111
AKU IKHLAS
112
SEPERTI MAYAT HIDUP DENGAN WUJUD YANG AKU KENAL.
113
DUNIA AMBANG BATAS ANTARA HIDUP DAN MATI
114
Aku sudah berada di dalam tanah, terkubur dengan kain kafan.
115
YUDHIS ANGGARA
116
SAMPAI TERIAKANKU KEHABISAN SUARA
117
MENJELANG AKHIR BAB NOVEL MATA BATIN SANG PERAMAL TAROT
118
"BAIK MAS, AKU SIAP MATI"
119
Rinduku akan menjadi rindu yang paling sakit, ibu.
120
RADEN PRAWIRA DAN JANJI SANG RATU
121
PERJALANAN RUH KETURUNAN SANG PERAMAL AGUNG

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!