FIVE OF A CUPS

Aku ditarik kembali ke ragaku setelah aku yakin dengan apa yang aku lihat. 

Jari jemari ayah sudah terkena racun. Tapi, pertanyaan selanjutnya muncul di kepalaku.

Bagaimana jari-jarinya itu bisa terpapar racun dari kalium sianida?

Aku kembali menutup mata, ketiga kartu tarot yang ada di depan mataku pasti punya jawabannya. Lalu, tanganku kembali diarahkan untuk membuka kartu tarot itu lagi. Kali ini, aku membuka kartu di sebelah kiri dari kartu THE DEATH yang ada ditengah.

Sebuah kartu yang memiliki gambar yang cukup suram di mataku. Gambar seorang perempuan dengan jubah hitam sedang menundukkan wajah. Di bawah kakinya, ada tiga buah cawan yang tumpah, dan dua buah cawan yang masih berdiri utuh. Kartu itu bertajuk :

FIVE OF A CUPS

Kali ini, aku terdiam cukup lama. Aku memang tidak mengerti arti dari kartu-kartu ini. Intuisiku yang akhirnya menuntunku untuk menyimpulkan sesuatu dari apa yang aku lihat di kartu itu.

"Tante sari...."

Mataku melotot, mungkin akan terlihat sangat bulat. Aku mendengar suara yang berbisik di kepalaku, jelas sekali itu suaraku sendiri, tapi entahlah, yang jelas, suara itu menyebut satu nama. 'Tante Sari'

"Apakah Tante sari yang membunuh ayah?" Gumamku sambil menatap kartu FIVE OF CUPS yang baru saja kubuka.

Tak ada angin, tak ada apapun, aku bersumpah tanganku pun masih ku lipat di depan dada ku, tiba-tiba kartu yang masih tertutup, kartu yang ada di ujung kanan itu terbuka dengan sendirinya, dan mengeluarkan cahaya putih yang menyilaukan mataku.

Aku bahkan belum sempat melihat kartu apa yang terbuka, apa nama kartu itu, tapi, aku seperti tertarik masuk kedalam kartu itu.

Aku seperti dilemparkan kembali ke ruang tamu rumah om Baskara, aku tidak melihat siapapun diruang tamu itu, yang jelas, suasananya bukan lah suasana sekarang. 

Aku masih melihat sinar matahari yang masuk ke dalam ruang tamu, bahkan aku bisa merasakan hawa yang sejuk dan bau embun yang menusuk di sekitaran ruang tamu. 

Mataku mendelik mencari jam di dinding ruang tamu rumah om Baskara yang masih sepi ini. Pukul 6.15 pagi. Ya, ini jelas bukan hari ini, bukan saat ini. 

Sedetik kemudian, aku melihat Tante sari yang masih memakai lingerie hitam yang di balut dengan piyama luaran tipis dengan wajah yang masih terlihat seperti bangun tidur. 

Pagi itu, Tante sari terlihat seperti buru-buru, ketakutan, matanya berkali-kali melirik ke belakang, seperti takut ada yang mengejarnya. Tapi yang membuat aku tidak memicingkan mata adalah, sebuah plastik hitam berukuran cukup besar yang di bawa di tangannya. 

Tante sari setengah berlari ke arah halaman depan rumahnya, dimana seorang tukang kebunnya terlihat seperti sedang menggali sesuatu. 

"Udah mang? Udah dalem belum?" Tanya Tante sari sambil sesekali melirik ke kanan kiri nya.

Mang Ipul, tukang kebun sekaligus penjaga gerbang rumahnya itu mengangguk sambil menaruh pacul yang tadi ia gunakan untuk menggali tanah dibawah kaki nya itu.

Aku memicing melihat kejadian itu, kebetulan aku juga kenal dengan mang Ipul, karena mang Ipul ini sudah cukup lama bekerja di rumah Tante sari dan om Baskara, jadi, setiap kali aku dan keluargaku berkunjung ke rumahnya, pasti bertemu dengan mang Ipul.

"Ini mang, tolong di kuburkan. Cepet ya." Ucap Tante sari sambil memberikan bungkusan plastik hitam yang tadi ia bawa.

Mang Ipul sempat bertanya perihal isi di dalam bungkusan plastik itu. Tapi, Tante sari tidak menjelaskannya, ia hanya menyuruh mang Ipul untuk cepat-cepat menguburkan plastik itu.

Belum sempat aku melihat kelanjutannya, sedetik kemudian aku seperti kembali ditarik ke waktu lain. 

Saat ini, aku dibawa ke waktu saat ayah sedang mengobrol dengan om baskara di ruang tamu.

"Mas Raka." Tante sari datang dengan membawa secangkir kopi yang aku ingat betul kejadiannya.

Setelah Tante sari menaruh cangkir kopi itu, aku melihat Tante sari menjabat tangan kanan ayah, lalu sempat memeluk ayah dengan senyuman yang cukup aneh di mataku.

"Sari..." Ayahku membalas jabatan tangan Tante sari tanpa rasa curiga.

"Tangan... Jari.... " Bisikku saat melihat kejadian itu.

Lalu, tidak lama, Tante sari kembali ke dalam. Aku mengikuti langkah Tante sari yang ternyata pergi ke dapur. Ia cepat-cepat mencuci tangannya dengan sabun cuci piring berkali-kali. Lalu menyemprotkan disinfektan, dan mencucinya lagi dengan sabun. Entahlah, beberapa kali ia melakukan itu sampai aku sendiri melihat tangannya yang sedikit melepuh dan merah.

Tante sari kembali menemui aku dan ibu yang saat itu sedang duduk di ruang keluarga rumah om Baskara.

Sekali lagi, aku ingat kejadian ini. Tante sari berkali-kali menggaruk jari tangannya.

Aku pada saat itu sempat aneh melihat tingkah Tante sari itu. Dan aku yang saat ini sedang melihat lagi kejadian ini di dalam penglihatanku, akhirnya mengerti apa yang terjadi dengan tangan Tante sari itu.

Aku benar-benar tidak menyangka. Tapi kenapa? Apa sebenarnya motif nya melakukan ini?

Wush...

Aku kembali ke tubuh ku yang saat ini sedang duduk di atas kasur dengan tiga kartu tarot yang terbuka di depan wajahku.

***

Terpopuler

Comments

Ray

Ray

Jelaskan dalam penglihatan Riska kalo Tante Sari meminta tolong menguburkan sesuatu di dalam kantong plastik, lalu salaman dengan ayahnya Riska, kemudian Tante Riska mencuci tangannya dan kelihatan seperti merah dan melepuh?🤔🙏

2024-12-18

0

lihat semua
Episodes
1 TAROT
2 Ten of Pentacles
3 The Tower
4 THE DEVIL
5 Bingkai Foto Keluarga Baskara
6 Tante Sari dan Om Baskara
7 Kematian Mendadak
8 Autopsi
9 Pemeriksaan Saksi
10 Kembali ke Rumah Nenek
11 Teman Kantor Ayah dan Dua Orang Polisi yang Datang.
12 Bantuan Mas Kharis
13 THE DEATH
14 FIVE OF A CUPS
15 THREE OF SWORDS
16 THE JUDGEMENT
17 Akhir Kasus.
18 Kembali ke Sekolah
19 Perselingkuhan
20 Efek Samping
21 RENCANA AMAYA
22 Panggilan dari Kepolisian
23 Kehebohan di Kelasku
24 TEN OF SWORDS
25 THE LOVERS
26 Investigasi Sekolah
27 Interogasi Kepolisian
28 Bukti Foto Devina
29 Surat Kaleng
30 DEATH
31 Penyelamatan Sita
32 TEROR KELUARGA AMAYA
33 X 2836 ABC
34 Ancaman Arno di Koridor Sekolah.
35 Aku yang saat ini sedang di pelukan seorang Mathew.
36 CERITA MATHEW
37 THE SUN
38 Turun Temurun.
39 BUKU CATATAN NENEK.
40 Serangan Om Baskara.
41 KETAKUTAN AMAYA DAN SITA
42 Dibalik Kematian Devina
43 Kaos Hitam Polos Mathew.
44 Kembali ke Kamar Hotel.
45 SIX OF WANDS
46 PENCULIKAN KEDUA
47 THE HERMIT
48 KAMBING HITAM
49 Rencana Brutal
50 Makan Malam yang Terganggu.
51 TIGA HARI
52 Di Balik Mata Bengep Kak Mathew
53 Kebohongan
54 ACE OF WANDS
55 LAGI-LAGI BANTUAN MAS KHARIS
56 BRIPTU TONI
57 SITA DI JAKARTA UTARA
58 NESSA JET
59 FAKTA YANG DISEMBUNYIKAN RAKA
60 SEMUANYA RUNTUH. HANCUR!
61 JUSTICE FOR MATHEW
62 Rumah Baru Ayah.
63 Aku Terbangun dari Kematian.
64 .. Yang Terjadi Seteah Aku Mati Suri
65 KASUS WANITA YANG MATI TENGGELAM
66 SOSOK HITAM YANG MASUK KE TUBUH NENEK
67 TIGA ANAK GADIS YANG TERJEBUR DI DANAU
68 THE STAR
69 MATHEW DAN AMAYA MELIHAT SOSOK ITU
70 TUMI, SUCI DAN NANI
71 THE MAGICIAN
72 PERJALAN MENCARI KEBENARAN
73 RATU TRIBUANA TUNGGADEWI
74 Nenek, Danau dan Pohon Beringin
75 Seorang Lelaki yang Membawa Arit Tajam
76 Beringin Tumi
77 Tumbal
78 Kembali Ke Kerajaan
79 Makhluk hitam dengan mata merah menyala
80 IBLIS
81 SEASON DUA
82 TRIO DETEKTIF PEMBASMI IBLIS
83 Makhluk Dengan Mata Seperti Seekor Kucing.
84 IBU
85 Mereka Membakar Hidup-hidup para Korbannya.
86 THE CHARIOT
87 SITA KEMBALI
88 BANYAK DAN BAHAYA
89 SOSOK YANG TERIKAT TIANG TINGGI YANG MENEMBUS LANGIT
90 ZHAMIRI
91 KILATAN MASA DEPAN KAK MATHEW
92 Waktu yang Berhenti
93 TERPISAH DI PINTU RUANG TAMU
94 THE WORLD
95 RUMAH SITA
96 LIMA ORANG DENGAN KEPALA TERTUTUP
97 BERPULUH KALI LIPAT LEBIH MENGERIKAN
98 GANINDRA DAN KELUARGA PAK SANTO
99 Amaya yang Tengah Kejang-kejang dengan kulit terbakar.
100 AKU MELIHAT KEPALA TANTE SARI TERLEPAS DARI BADANNYA
101 KERASUKAN
102 GUBUK KECIL, DI TENGAH HUTAN ANTAH BERANTAH DI KOTA BANYUWANGI.
103 GELANG NAGA YANG HILANG
104 PENTAGRAM
105 IBU DAN AMAYA TERTANGKAP
106 AKU TERGANTUNG, TERIKAT, TERBALIK.
107 INANG BARU IBLIS AZAZIL
108 RAMALAN JAYABAYA DAN RADEN PRAWIRA
109 GULUNGAN KERTAS DARI KULIT SAPI
110 RUANG MAKAN ISTANA RATU
111 AKU IKHLAS
112 SEPERTI MAYAT HIDUP DENGAN WUJUD YANG AKU KENAL.
113 DUNIA AMBANG BATAS ANTARA HIDUP DAN MATI
114 Aku sudah berada di dalam tanah, terkubur dengan kain kafan.
115 YUDHIS ANGGARA
116 SAMPAI TERIAKANKU KEHABISAN SUARA
117 MENJELANG AKHIR BAB NOVEL MATA BATIN SANG PERAMAL TAROT
118 "BAIK MAS, AKU SIAP MATI"
119 Rinduku akan menjadi rindu yang paling sakit, ibu.
120 RADEN PRAWIRA DAN JANJI SANG RATU
121 PERJALANAN RUH KETURUNAN SANG PERAMAL AGUNG
Episodes

Updated 121 Episodes

1
TAROT
2
Ten of Pentacles
3
The Tower
4
THE DEVIL
5
Bingkai Foto Keluarga Baskara
6
Tante Sari dan Om Baskara
7
Kematian Mendadak
8
Autopsi
9
Pemeriksaan Saksi
10
Kembali ke Rumah Nenek
11
Teman Kantor Ayah dan Dua Orang Polisi yang Datang.
12
Bantuan Mas Kharis
13
THE DEATH
14
FIVE OF A CUPS
15
THREE OF SWORDS
16
THE JUDGEMENT
17
Akhir Kasus.
18
Kembali ke Sekolah
19
Perselingkuhan
20
Efek Samping
21
RENCANA AMAYA
22
Panggilan dari Kepolisian
23
Kehebohan di Kelasku
24
TEN OF SWORDS
25
THE LOVERS
26
Investigasi Sekolah
27
Interogasi Kepolisian
28
Bukti Foto Devina
29
Surat Kaleng
30
DEATH
31
Penyelamatan Sita
32
TEROR KELUARGA AMAYA
33
X 2836 ABC
34
Ancaman Arno di Koridor Sekolah.
35
Aku yang saat ini sedang di pelukan seorang Mathew.
36
CERITA MATHEW
37
THE SUN
38
Turun Temurun.
39
BUKU CATATAN NENEK.
40
Serangan Om Baskara.
41
KETAKUTAN AMAYA DAN SITA
42
Dibalik Kematian Devina
43
Kaos Hitam Polos Mathew.
44
Kembali ke Kamar Hotel.
45
SIX OF WANDS
46
PENCULIKAN KEDUA
47
THE HERMIT
48
KAMBING HITAM
49
Rencana Brutal
50
Makan Malam yang Terganggu.
51
TIGA HARI
52
Di Balik Mata Bengep Kak Mathew
53
Kebohongan
54
ACE OF WANDS
55
LAGI-LAGI BANTUAN MAS KHARIS
56
BRIPTU TONI
57
SITA DI JAKARTA UTARA
58
NESSA JET
59
FAKTA YANG DISEMBUNYIKAN RAKA
60
SEMUANYA RUNTUH. HANCUR!
61
JUSTICE FOR MATHEW
62
Rumah Baru Ayah.
63
Aku Terbangun dari Kematian.
64
.. Yang Terjadi Seteah Aku Mati Suri
65
KASUS WANITA YANG MATI TENGGELAM
66
SOSOK HITAM YANG MASUK KE TUBUH NENEK
67
TIGA ANAK GADIS YANG TERJEBUR DI DANAU
68
THE STAR
69
MATHEW DAN AMAYA MELIHAT SOSOK ITU
70
TUMI, SUCI DAN NANI
71
THE MAGICIAN
72
PERJALAN MENCARI KEBENARAN
73
RATU TRIBUANA TUNGGADEWI
74
Nenek, Danau dan Pohon Beringin
75
Seorang Lelaki yang Membawa Arit Tajam
76
Beringin Tumi
77
Tumbal
78
Kembali Ke Kerajaan
79
Makhluk hitam dengan mata merah menyala
80
IBLIS
81
SEASON DUA
82
TRIO DETEKTIF PEMBASMI IBLIS
83
Makhluk Dengan Mata Seperti Seekor Kucing.
84
IBU
85
Mereka Membakar Hidup-hidup para Korbannya.
86
THE CHARIOT
87
SITA KEMBALI
88
BANYAK DAN BAHAYA
89
SOSOK YANG TERIKAT TIANG TINGGI YANG MENEMBUS LANGIT
90
ZHAMIRI
91
KILATAN MASA DEPAN KAK MATHEW
92
Waktu yang Berhenti
93
TERPISAH DI PINTU RUANG TAMU
94
THE WORLD
95
RUMAH SITA
96
LIMA ORANG DENGAN KEPALA TERTUTUP
97
BERPULUH KALI LIPAT LEBIH MENGERIKAN
98
GANINDRA DAN KELUARGA PAK SANTO
99
Amaya yang Tengah Kejang-kejang dengan kulit terbakar.
100
AKU MELIHAT KEPALA TANTE SARI TERLEPAS DARI BADANNYA
101
KERASUKAN
102
GUBUK KECIL, DI TENGAH HUTAN ANTAH BERANTAH DI KOTA BANYUWANGI.
103
GELANG NAGA YANG HILANG
104
PENTAGRAM
105
IBU DAN AMAYA TERTANGKAP
106
AKU TERGANTUNG, TERIKAT, TERBALIK.
107
INANG BARU IBLIS AZAZIL
108
RAMALAN JAYABAYA DAN RADEN PRAWIRA
109
GULUNGAN KERTAS DARI KULIT SAPI
110
RUANG MAKAN ISTANA RATU
111
AKU IKHLAS
112
SEPERTI MAYAT HIDUP DENGAN WUJUD YANG AKU KENAL.
113
DUNIA AMBANG BATAS ANTARA HIDUP DAN MATI
114
Aku sudah berada di dalam tanah, terkubur dengan kain kafan.
115
YUDHIS ANGGARA
116
SAMPAI TERIAKANKU KEHABISAN SUARA
117
MENJELANG AKHIR BAB NOVEL MATA BATIN SANG PERAMAL TAROT
118
"BAIK MAS, AKU SIAP MATI"
119
Rinduku akan menjadi rindu yang paling sakit, ibu.
120
RADEN PRAWIRA DAN JANJI SANG RATU
121
PERJALANAN RUH KETURUNAN SANG PERAMAL AGUNG

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!